Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya

Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya
Episode 23: Apakah tidak apa-apa?


__ADS_3

Ini adalah hari yang lain, seperti hari-hari sebelumnya, pagi itu Carmila masih diperlakukan dengan cukup dingin oleh Glen.


Glen bahkan tidak mencoba berbicara apapun padanya hanya mengatakan perintah seperlunya lalu menyuruhnya pergi.


"Kamu bisa pergi, letakan saja pakainya di Lemari,"


Ini jelas semakin membuat Carmila merasa kesepian.


Carmila dengan yesus negara membawa tumpukan baju yang sudah dirinya lakukan dan menatanya di lemari Glen dengan ekpersi sedih.


Biasanya ketika dirinya melakukan tugas-tugas semacam ini, Tuan Muda akan mengobrol dengan nya sehingga dirinya tidak akan bosan.


Dan sekarang, Tuan Mudanya lihat sedang memegang laptopnya, asik sendiri terlihat fokus melakukan pekerjaannya.


Disela-sela kegiatannya merapikan lemari itu, pandangan Carmila diam-diam menatap ke arah Glen yang duduk itu.


Tuan Muda yang diam seperti ini, buat dirinya merasa tidak nyaman.


Hah


Namun Carmila juga tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa pasrah dan melakukan pekerjaannya.


Tidak lama kemudian, ada seseorang yang masuk ke kamar Glen, itu adalah Nenek Glen.


"Glen, apakah kamu punya waktu untuk berbicara sebentar denganku?"


Glen lalu segera meletakkan laptopnya, dan menatap kearah Neneknya itu.


"Nenek silahkan duduk di sofa, apa yang ingin nenek bicarakan saat ini aku tidak begitu sibuk?"


Nenek Glen itu, menatap sebentar kearah Carmila yang masih sibuk membereskan pakaian itu, lu kembali menatap kearah cucunya itu.


"Tentu, saja Glen, Nenek ingin membicarakan hal penting soal masa depanmu,"


Glen segera menatap heran dan bertanya,


"Ada apa memangnya Nek?"


Nenek Glen itu, segera mengeluarkan sebuah foto dari saku bajunya, dan menyerahkan foto itu kearah Glen.


Itu ternyata adalah sebuah foto dari seorang gadis cantik.


"Foto siapa itu Nek?"


"Ini, foto salah satu cucu dari teman baik Nenek. Apakah kamu ingat Cecilia Connelly?"


Glen terlihat berpikir sebentar dan mencari nama itu dalam ingatannya.


"Ah, benar. Dulu ketika masih kecil Nenek pernah mengajakku ke Rumah Keluarga Connelly, dan bertemu dengannya disana. Kalau tidak salah Cecilia Connelly ini, Cucu bungsu dari Keluarga Connelly?"


Nenek Glen yang mendengar cucunya ini ternyata masih ingat tentang pertemuan masa kecilnya segera menunjukkan wajah bahagia dan antusias dan segera berkata,


"Itu benar, aku cukup terkecil kamu masih ingat dengan dia,"

__ADS_1


"Tentu saja, Nenek. Aku selalu memiliki ingatan yang baik. Namun kenapa dengan Cecilia itu?"


Nenek Glen lalu segera menunjuk ke arah foto itu.


"Ya, itu adalah foto dari Cecilia Connelly, dia sekarang tumbuh dewasa menjadi seorang wanita yang sangat cantik,"


Glen yang menatap kearah neneknya itu bisa menebak ke arah mana pembicaraan itu, namun dirinya masih berpura-pura bertingkah tidak mengerti dan kembali bertanya,


"Owh? Benarkah? Aku cukup terkejut karena sudah lama tidak bertemu dengannya. Aku dengar dia selama ini bersekolah di luar negeri,"


"Hmm, itu benar. Dia bersekolah di luar negeri, namun dia memutuskan untuk masuk ke Universitas dalam Negri sekarang, dia hanya satu satunya lebih muda darimu, dia masuk ke Universitas yang sama yang dulu kamu masuki,"


"Ah, berarti dia juniorku,"


"Pfff itu benar, iya sangat pintar sampai bisa masuk ke Universitas yang kamu masuki, sayang sekali kamu sudah lulus lebih awal, kalau tidak kalian mungkin bisa satu kampus,"


"Aku memang melakukan percepatan study, agar bisa cepat cepat bisa membantu mengurus perusahaan bersama Ayah,"


"Astaga, cucu Nenek ini memang sangat pintar dan jenius,"


"Aku adalah cucu Nenek, tentu saja ini mewarisi kepintaran dari keluarga ini juga,"


"Kamu bisa saja. Itu benar, Gen Keluarga ini jika harus diteruskan di masa depan, menjadi anak-anak yang pintar seperti kamu, maka dari itu kamu harus mencari calon istri dari Keluarga yang cukup bagus seperti Keluarga Connelly, yang juga memiliki seorang calon istri yang pintar dan berbakat, hmm, bagiamana dengan Cecilia ini? kamu mungkin tertarik untuk mempertimbangkan nya,"


"Ah, jadi semua pembicaraan ini hanya menyangkut soal perjodohan?"


Nenek Glen segera menghela nafas berpikir jika cucunya ini akan mencari alasan untuk menolak lagi.


"Ini hanya perkenalan saja? Kenapa tidak? Mungkin saja dia cocok denganmu, siapa yang tahu jika kalian berjodoh. Kamu tampan dan dia cantik, kalian juga sama-sama memasuki universitas bergengsi, kalian juga sama-sama dari keluarga terpandang, dan lagi kalian teman masa kecil,"


"Ah, Glen, dia sama saja pokoknya kalian sudah kenal saat kalian kecil. Kenapa kamu tidak mencoba bertemu dengan dia sekarang? Kamu lihat bukan foto itu dia sangat cantik,"


Glen lalu segera meletakkan foto itu diatas meja, membuat Carmila yang dari tadi jelas aja mendengarkan pembicaraan itu, menjadi bisa melihat foto itu juga.


Carmila tentu saja merasa tidak nyaman ketika mereka berdua kembali membicarakan soal Perjodohan, dan lagi, gadis ada di foto itu memang terlihat cukup cantik, Nona Muda dari Keluarga Kaya.


Kalau dipikirkan, gadis muda dan cantik semacam itu sangat serasi dengan Tuan Muda Glen.


Namun kenapa ketika dirinya memikirkan mereka berdua akan bersama-sama, hatinya menjadi tidak tenang seperti ini?


"Hmm, mungkin aku bisa mencoba bertemu dengan dia,"


Mendengar jawaban dari cucunya itu, jelas sekali Nenek Glen sangat senang sekali dan segera berkata,


"Ah ini benar-benar sangat bagus. Nanti nenek akan mencarikan waktu untuk kalian bisa bertemu, kapan kira-kira kamu bisa?"


Glen pengertian sebentar seolah-olah memikirkan kapan dia memiliki waktu luang.


"Mungkin akhir pekan nanti aku tidak sibuk,"


"Tentu saja, Glen. Nenek akan atur akhir pekan ini, yah Nenek harap kalian nanti akan cocok ketika bertemu,"


Glen tidak menjawab hanya tersenyum menanggapi kata-kata Neneknya itu.

__ADS_1


Merasa pembicaraan itu berjalan dengan lancar, Nenek Glen segera pergi dari kamar itu dengan ekspresi gembira dan senang, gak pernah mengira jika cucunya benar-benar setuju denganmu rencana perjodohan ini.


Jangan bilang, cucunya ini menjadi terpesona dengan foto Cecilia ini?


Ini benar-benar menjadi hal yang sangat bagus, dengan ini kecurigaan yang di dirinya miliki soal Glen yang terlalu dekat dengan Pengasuhnya itu bisa segera hilang.


Dan lagi, Pengasuh sialan itu juga berada di sana, seharusnya setelah mendengar soal perjodohan ini, Pengasuh bodoh itu akan tahu soal tempatnya, bahwa dia sangat tidak cocok dengan Cucunya, dan Cucunya di cocok dengan seorang gadis muda seperti Cecilia ini.


Setelah Nenek Glen pergi, sekarang hanya ada dua orang lagi di dalam ruangan itu.


Glen lalu mulai menatap kearah belakang menatap Carmila yang saat ini terlihat terdiam.


"Apa yang kamu lakukan? Apakah kamu malah meng ipin pembicaraan kami daripada bekerja?"


Suara dingin itu, segera membuyarkan lamunan Carmila.


Carmila yang tersadar dari lamun nanya itu secara refleks bertanya,


"Tuan Muda Glen benar-benar akan dijodohkan?"


Mendengar pertanyaan itu, Glen segera berdiri, dan berjalan ke arah Carmila.


"Lalu jika iya, bagaimana dengan itu?"


Mendengar pertanyaan itu, Carmila menjadi terdiam karena tidak tahu harus menjawab apa, dirinya tidak memiliki hak apapun untuk berurusan soal masalah Pribadi Tuan Mudanya.


Hal ini membuat Carmila merasa binggung sendiri.


Glen juga melihat ekspresi tidak nyaman di wajah itu, segera berjalan mendekat kearah Carmila, dan berkata lagi,


"Kamu belum menjawab pertanyaanku, kenapa jika aku dijodohkan?"


Carmila lalu segera menahan emosinya dan berkata,


"Aku pikir tuan muda masih terlalu muda untuk memikirkan hal semacam itu?"


Ekspresi Glen segera berubah menjadi buruk ketika Carmila mengatakan itu.


"Terlalu muda katamu? Aku sudah dewasa. Dan sudah bisa membuat anak untuk melanjutkan garis keturunan, seperti yang Nenek bicarakan tadi. Jadi apakah nanti atau sekarang Aku tetap akan menikah. Mungkin jika lebih cepat lebih baik, jadi Aku tidak akan memiliki begitu banyak beban di masa depan sesuatu seperti untuk segera melanjutkan garis keturunan. Dan seperti apa yang kamu bicarakan sebelumnya, mungkin gadis muda seperti Cecilia ini cocok denganku. Untuk membantuku melanjutkan garis keturunan, dan kamu, kamu tetap akan menjadi pengasuh mereka nanti, bukankah begitu?"


Kata-kata itu dikatakan dengan nada yang cukup dingin dan menusuk, Carmila tidak tahu harus berkata seperti apa, namun hatinya tetap merasa tidak nyaman ketika mendengar itu..


Glen juga melihat tentang bagaimana Carmila diam.


"Mengapa kamu malah diam saja? Aku bertanya padamu,"


Carmila segera memalingkan wajahnya, berani menatap kearah Tuan Muda nya lagi.


"Itu... Itu terserah Tuan Muda, mungkin memang gadis muda sepertinya cocok untuk Tuan Muda Glen,"


Mendengar jawaban itu, ada sedikit ekpersi kemarahan di wajah Glen, namun dirinya segera menormalkan ekpersi dan emosinya, dan segera berkata lagi,


"Kamu kalau berbicara tatap Aku, jangan memalingkan wajahmu seperti itu,"

__ADS_1


Carmila jelas saja tidak berani memalingkan wajahnya, takut jika ekspresi kecewa yang ada di wajahnya itu akan terlihat di hadapan Tuan Mudanya.


"Carmila... Jawab pertanyaanku dengan menatap mataku, Apakah ini benar-benar tidak masalah untukmu?"


__ADS_2