
Saat ini, Carmila memiliki wajah merah karena marah.
Dirinya sebelumnya, hendak kekamar mandi untuk mengeringkan barunya, namun dirinya lupa membawa sapu tangan yang ada di Tasnya, yang dirinya letakan di meja.
Jadi, Carmila memutuskan untuk kembali dan berniat mengambil saputangan itu.
Namun siapa yang tahu ketika dirinya tiba di lokasi meja itu, dirinya melihat bagaimana ternyata Tuan Mudanya Glen berada di sana dan terlihat sedang berbicara dengan Jimmy.
Carmila, mendengar apa yang di katakan Glen.
"Tidak mungkin, jelas Tipe yang Nona Carmila itu suka adalah Tipe-tipe Brondong, tapi di lihat-lihat, Bapak ini cukup tua juga, tidak mungkin dia tertarik dengan pria tua sepertimu,"
Carmila tidak menyangka jika Tuan Muda Glen itu berani mengatakan omong kosong semacam itu!
Sejak kapan dirinya suka Brondong?
Tuan Mudanya itu!!
Berani sekali bicara macam-macam superti itu kepada teman kencannya!
"Kenapa? Sudah saya bilang sebelumnya, Kakak Carmila ini sukanya dengan tipe laki-laki muda, jadi untuk Bapak...."
Carmila juga mendegar kata-kata itu, gerak bergegas ke sana untuk menggantikan omomg kosong Glen, namun dirinya begitu marah sampai-sampai tidak tahu ingin marah mulai dari mana.
Hal-hal ini benar-benar keterlaluan ketika, Tuan Mudanya itu berani mengganggu soal masalah pribadi miliknya!!
Dan bahkan sekarang Carmila melihat jika Jimmy terlihat memiki ekpersi tidak enak di wajahnya ketika menatap dirinya dan segera buru-buru pergi.
"Tuan Muda!! Jangan mengelak lagi Aku jelas mendengar semua ompong kosong yang barusan kamu bicarakan kepada Teman Kencanku barusan,"
Glen yang tahu ternyata jika Carmila mendengar apa yang dirinya katakan itu jelas merasa panik.
Glen mencoba mengelak lagi,
"Astaga, Carmila u hanya membuat beberapa lelucon siapa yang tahu orang itu benar-benar percaya,"
"Aku yakin kamu pasti segaja!! ku tidak senang jika kamu mencampuri urusan pribadiku seperti ini!"
Glen segera menunjukkan wajah sedih dan berkata,
"Lalu kenapa jika Aku memang sengaja? Apakah aku harus membiarkan wanita yang aku sukai bersama dan berjalan dengan pria lain seperti itu? Carmila, hatiku sakit hanya dengan memikirkan itu,"
"Tuan Muda Glen! Aku sudah bilang sebelumnya jika Aku tidak memiliki perasaan semacam itu padamu. Dan sekarang apakah kamu puas, kencanku hari ini berantakan?"
"Apa? Kamu tertarik dengan Laki-laki barusan? Apa yang baik soal dia? Bukankah aku jauh lebih baik? Soal Penampilan? Aku jelas masih lebih muda dan lebih tampan dari orang itu,"
"Ini bukan masalah penampilan,"
__ADS_1
"Lalu apa? Apa yang kurang dariku? Aku sudah lulus dari Universitas lebih awal, saat ini Aku bahkan sudah bekerja di Perusahaan Papaku, dan memiliki posisi yang baik dengan tingkat kemampuan ku,"
"Aku tahu soal itu, hanya saja... Aku harap Tuan Muda mengerti, Aku sudah mengenal Tuan Muda sejak kamu masih begitu kecil, hanya... aku tidak pernah memikirkan untuk memiliki hubungan dengan seorang anak yang aku asus dan aku besarkan,"
"Carmila, Tatap Aku!! Sekarang bagian dari mana dari aku yang terlihat seperti anak kecil di matamu?"
Carmila terdiam, tidak tahu harus menjawab seperti apa.
"Carmila? Jawab Aku? Aku sekarang sudah dewasa, jangan anggap lagi Aku sebagai anak-anak,"
"Tapi di mataku, Tuan Muda Glen tetap Anak yang Aku asuh dan besarkah, aku benar-benar tidak bisa memikirkan hubungan lain denganmu.... Ini benar-benar salah,"
"Aku sudah hampir dua puluh tahun, sungguh... Kenapa kamu masih bersikap seperti itu padaku?"
"Tuan Muda!! Harusnya di sini aku yang marah kenapa kamu mengagu Kencanku? ku sudah tidak tahu lagi bagaimana cara menolak atau berurusan dengan mu," kata Carmila lagi hendak pergi dari sana.
Glen mencoba menarik tangan Carmila, namun Carmila menepisnya.
"Cukup Tuan Muda!! Aku tidak ingin tuan muda bersikap seperti ini dan terlalu mencampuri urusan pribadiku!!! saat ini tolong jangan hubungi aku lagi aku sedang tidak ingin bertemu dengan Tuan Muda, Aku sudah mengambil jatah Cutiku untuk seminggu kedepan,"
Jujur, Carmila saat ini tidak tahu harus bersikap seperti apa.
Hanya bisa melihat tatapan cinta tulus dari Tuan Mudanya itu...
Hatinya bilang jika hal-hal ini salah....
Hanya, tidak layak untuk wanita tua seperti dirinya memiliki hubungan dengan pria muda semacam itu.
Ya, Tuan Mudanya masih memiliki masa depan yang panjang dan cerah...
Bisa mendapatkan wanita yang lebih baik...
Akhhhh...
Sial, Carmila ida ingin memikirkan soal masalah Tuan Mudanya.
Sekarang fokusnya masih soal mencari Kekasih.
Tuan Mudanya pasti akan berhenti jika dirinya memiliki seorang Kekasih, dan segera masalah ini akan berakhir.
Tidak apa-apa untuk Tuan Mudanya itu meraterasa sakitnya patah hati, Tuan Mudanya masih muda, kan walaupun patah hati sekali di masa depan dia tetap akan menemukan wanita yang lebih cocok untuknya.
Dan jelas itu bukan dirinya.
"Tapi Carmila, kamu jangan seperti itu padaku. Tolong maafkan Aku, jangan marah padaku, ku mohon...."
Carmila mengabaikan kata-kata itu dan segera memilih untuk pergi.
__ADS_1
Dengan ekspresi kesal, Carmila segera memesan taksi untuk pulang ke rumahnya.
Sampai di rumah, Carmila bertemu dengan Ibunya yang sedang mengobrol dengan Ayahnya.
Melihat Putri mereka pulang lebih awal dari yang direncanakan itu jelas aja mereka bertanya.
"Carmila? Kenapa kamu sudah pulang? Bukankah kamu bilang kamu akan pergi Berkencan? Ini bahkan belum satu jam sejak kamu pergi," kata Ayah Carmila dengan nada khawatir.
"Itu benar. Apakah kencan sebelumnya tidak berjalan dengan baik?" Tanya Ibu Carmila.
Carmila hanya bisa menghela nafas dan menjawab dengan jujur,
"Begitulah, Kencan hari ini tidak berjalan dengan baik,"
Ayah dan Ibu Carmila itu juga ikut menghela nafas namun tetap mencoba menenangkan putrinya.
"Carmila, kamu tidak usah terlalu khawatir dan memikirkan soal rencanamu yang berantakan itu, nanti Ayah akan mencoba memperkenalkanmu dengan salah satu Putra teman Ayah, kamu bisa mencoba kencan buta lagi nanti,"
"Itu benar Carmila. Kamu selalu bisa mencobanya, yah... Apalagi saat ini kamu sudah berumur segini, lebih baik memang kamu segera menemukan pasangan dan menikah,"
Carmila yang mendengar itu, lalu berkata,
"Tentu Ayah, Ibu. Aku juga memikirkannya, Aku juga ingin segera menikah, Umurku sudah tidak muda lagi,"
Ya, Carmila juga menyadari soal fakta ini bahwa saat ini umurnya sudah tidak muda lagi, sudah berumur 31 tahun.
Dirinya tidak bisa bermain-main dengan permainan cinta Tuan Mudanya.
Mungkin iya saat ini jika Tuan Mudanya menyukainya, namun bagaimana dengan nanti?
Jika ini hanya berpacaran seperti itu, dirinya mungkin tidak bisa, hubungan yang dirinya inginkan saat ini adalah sebuah kejelasan dan tujuan yang jelas yaitu untuk menuju ke Pernikahan.
Tuan Mudanya, bagainmanapun juga masih 20 tahun, walaupun itu usia yang cukup dewasa namun belum terlalu cocok untuk segera menikah.
Benar-benar berbeda dengan dirinya yang sudah berumur segini, sudah harus secepatnya menikah.
Carmila mencoba menenangkan emosinya, lalu segera memikirkan untuk rencana berikutnya.
Sepertinya tawaran Ayahnya itu tidak buruk.
"Ya, Ayah. Mungkin ayah bisa mengatur nya, Aku akan ikut Kencan Buta lagi, aku yakin aku mungkin akan menemukan yang cocok segera,"
"Tentu saja Putriku, kamu ini masih sangat cantik, Ayah yakin, kamu akan menemukan pria yang cocok dengan mu segera,"
Dan begitulah, Carmila sudah menentukan untuk mengatur rencana Kencan Buta berikutnya.
Sambil mencoba melupakan soal masalah Tuan Mudanya yang menyebalkan itu.
__ADS_1