
Ini adalah hari yang lain, saat ini di Sore hari, Carmila baru saja dari kamar Glen, untuk merapikan pakaian Tuan Mudanya itu.
Berpikir pekerjaannya sudah selesai untuk merapikan baju dan kamar Tuan Mudanya itu, Carmila memutuskan untuk istirahat.
Sayang sekali, ketika dirinya berjalan di sebuah lorong, dirinya bertemu dengan seseorang yang benar-benar tidak ingin dia temui.
Ada seorang Pria disana, yang melihat Carmila, ekspresinya yang terlihat senang dan mendekati Carmila dengan senyuman licik.
"Kamu masih saja betah menjadi seorang pengasuh tidak, ini lebih seperti seorang pelayan rendahan,"
"Ini bukan urusan Tuan Roy,"
"Sial, apa kamu selalu tidak sopan ketika bertemu denganku?" Kata Roy sambil mencoba memegang rambut Carmila, namun jelas Carmila mencoba menghindarinya.
"Maaf, Tuan saya saat ini sibuk," kata Carmila memilih untuk mencoba melarikan diri dari sana, namun sayang sekali tangannya ditarik oleh Pria itu.
"Heh! Kamu itu hanyalah yan rendah and namun sikapmu begitu sombong!! Sok jual mahal!! padahal aku sudah pernah menawari mu untuk menjadi wanitaku, aku jelas akan memberikan uang yang banyak, hidupmu tidak akan kesusahan seperti ini,"
Carmila mencoba melepaskan genggaman tangan pria itu.
"Tuan Roy, tolong jangan bicara sembarangan. Tuan Roy tidak ingat dengan Istri Tuan? Nyonya Tasya,"
"Hah, aku sebenarnya sedikit bosen dengan istriku tuh apalagi sikapnya yang lu sombong dan suka marah-marah setiap hari, kan sosok yang segar dan terlihat cantik sepertimu,"
Hah, Carmila benar-benar kesal dengan Pria di depannya ini yang selalu saja bersikap tidak sopan seperti ini.
Dirinya adang akan membiarkan hal hal ini dan memilih untuk pergi karena tidak ingin membuat masalah, terutama pada Nyonya Tasya yang merupakan Tante Tuan Mudanya itu.
Carmila tahu bagaimana Nyonya Tasya itu tidak begitu menyukai dirinya, kasia sampai tahu kelakuan suaminya seperti ini, jelas yang akan disalahkan adalah dirinya ini.
Astaga...
Namun Carmila benar-benar tidak tahan, dan menampar Roy.
Roy menjadi kaget dengan tamparan itu, menjadi marah, lalu mencoba mengekeram pipi Carmila.
"Heh!! Gadis rendahan berani sekali kamu menampakkku!!"
"Ukhhh.... Tuan tolong jangan melebihi batas!!!"
"Hanya karena kamu terlihat cantik, namun kamu begitu sok jual mahal sekali, dasar tidak tahu diri!!"
Carmila mengunakan tangannya untuk melepaskan cengkeraman Pria itu, namun pada akhirnya itu menyebabkan beberapa tanda merah di dagu Carmila.
"Lepaskan!!!"
Carmila berhasil mendorong Roy hingga Roy menjauh, Carmila jelas mencoba melarikan diri namun sekali lagi tangannya di tarik.
"Tuan Roy!! Jika anda seperti ini saya akan berteriak!?"
__ADS_1
Tangan Roy langsung membungkam mulut Carmila, dan memojokkannya di tembok.
"Dasar sombong!!"
Sayang sekali, adegan itu tidak berlangsung lama karena tiba-tiba Tasya datang, yang Tasya lihat dari belakang adalah adegan Suaminya seperti sedang berciuman dengan seorang gadis.
Ekpersi Tasya jelas menjadi sangat marah langsung segera mendatangi tempat itu.
Disaat ini, Carmila sekali lagi mendorong Roy, dan kebetulan tatapan matanya bertemu dengan Tasya yang ada di belakang mereka.
Ekspresi Carmila menjadi pucat.
Tasya jelas langsung menarik suaminya, Roy juga kaget dengan kedatangan Tasya tiba-tiba.
"Apa yang kalian berdua lakukan?"
Roy jelas menjadi panik dan segera membuat alasan,
"Aku bisa jelaskan iniSayang, itu pengasuh ini dia mencoba merayuku dan mendekatiku,"
Lalu tahapan Tasya menuju kearah Carmila.
"Kamu!! Dasar Pengasuh Rendahan!! Kamu berani mengoda Suamiku!!" Kata Tasya sambil menampar Carmila.
Carmila yang mendapatkan tamparan itu, juga kaget, lalu mencoba membela diri,
"Tidak, Nyonya.... Ini tidak seperti itu... Itu Tuan Roy yang..."
"Diam kamu!! Aku tahu kamu ini wanita murahan!! Jelas, tujuanmu masih bekerja di tempat ini, padahal Keponakanku sudah besar adalah, untuk menggoda laki-laki yang ada di rumah ini, dan sekarang tergetnya Suamiku hah?"
"Ini tidak seperti itu, Nyonya,"
Tasya terlihat tidak mendengarkan itu, lalu segera menatap ke arah suaminya.
"Dia yang mengodaku, Tasya!!!"
"Roy, kamu kembalilah kamar nanti aku akan mengurus urusan ini denganmu!"
Dengan kemarahan itu, pria itu memilih segera pergi, tidak mau menambah masalah, dari sini dirinya jelas yakin dengan kemarahan Istrinya itu, Istrinya akan memarahi Pengasuh itu, dan tidak akan percaya kata-kata yang keluar dari pengasuh itu.
Dan sekarang di lorong itu hanya ada mereka berdua.
"Carmila, aku tidak habis pikir denganmu!! Kamu ini sangat murahan sekali!!"
"Nyonya Tasya, itu Tuan Roy duluan!!"
"Hah, Jangan kira aku bodoh dengan percaya kata-katamu!! Pertama, kamu mengoda Keponakanku yang jelas lebih muda darimu, dan sekarang kamu mengoda Suamiku? Hanya karena penampilanmu sedikit menarik, kamu berniat mengoda semua orang?"
Carmila menjadi kaget ketika dengar soal Tuan Muda Glen.
__ADS_1
Carmila jelas menjadi pucat, dan mulai berpikir jangan bilang Nyonya Tasya ini tahu soal Perasaan Tuan Muda Glen padanya itu?
Astaga...
Bagaimana ini...
"Tidak, Nyonya saya dan Tuan Muda Glen tidak memiliki hubungan apa-apa, dan soal Tuan Roy, ini juga hanya salah paham, itu Tuan Roy duluan yang...."
Sekali lagi, Carmila tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena sebuah tamparan.
Dan tidak lama, Tasya mengelus ponselnya, lalu menunjukkan sebuah foto yang ada di ponsel nya juga beberapa percakapan yang ada di group WA.
Carmila benar-benar tidak pernah mengira jika foto antara dirinya dan Tuan Muda Glen tersebar seperti itu di Grub kantor, apalagi banyak orang mulai bergosip jika dirinya dan Tuan Muda Glen memiliki semacam hubungan istimewa.
"Ini.... Ini salah paham!!"
"Diam kamu!! Kamu masih saja mengelak?"
"Sungguh, saya tidak seperti itu,"
Tasya lalu mulai menghilang nafas dan berkata dengan dingin,
"Kamu! Mulai sekarang jaga jarak dengan keponakanku!! Jangan pernah kamu berani berani dekat dekat dengan dia!! Apalagi sampai ada kejadian dan gosip seperti ini yang hanya akan membuat malu keluargaku!! Dan apa saja jika kamu sampai dekat-dekat juga dengan suamiku!! Aku pastikan kamu dan keluargamu yang akan menerima akibatnya!!"
Mendengar acaman itu juga melibatkan soal Keluarga Carmila, jelas Carmila menjadi takut.
Ya, dirinya tahu, tidak ada yang baik jika berurusan dengan Kelompok Kaya dan membuat masalah dengan mereka.
Saat ini, adiknya ada yang masih sekolah, dan Ayahnya masih suka sakit-sakitan dan keluar dari Rumah Sakit, walaupun saat ini keuangan keluarganya cukup normal namun jika terjadi semacam insiden....
Hal-hal seperti itu jelas tidak bisa dirinya hadapi.
"Saya minta maaf, ayah berjanji soal semua kejadian ini tidak akan terulang lagi,"
"Aku pegang kata-katamu itu. Glen itu jelas akan aku jodohkan dengan wanita yang jauh lebih baik dari kamu jadi aku harap kamu tidak dekat-dekat dengannya," kata Tasya segera pergi dari sana.
Melihat masalah akhirnya pergi, Carmila segera kembali ke kamarnya dalam keadaan buruk.
Lupakan soal urusan dengan Suami Nyonya Tasya itu.
Yang paling penting adalah soal masalah Tuan Muda Glen.
Dirinya benar-benar tidak akan mengira jika ada gosip seperti itu.
Itu jelas bukan hal yang baik untuk masa depan Tuan Mudanya yang cerah.
Lalu bagaimana ini?
Tuan Mudanya, masih sangat keras kepala, sampai dirinya tidak tahu harus berbuat apa.
__ADS_1
Baik, mari mencoba menjaga jarak dulu dengan Tuan Mudanya itu.