
Carmila menjadi terteguh setelah dengar apa yang dikatakan oleh Brian.
Kalau dipikir-pikir lagi dirinya memang tidak benar-benar mengerti atau memahami soal Tuan Mudanya itu.
Tuan Muda lalu menjadi sosok yang cukup aneh untuk dirinya bahkan sejak mereka berdua bertemu.
Dan bagaimana setelah dirinya bekerja sebagai Pengasuh di Rumah ini.
Tuan Mudanya, yang memang dari awal tidak pernah bersikap begitu sopan padanya dan bahkan hanya memanggil namanya tanpa tambahan apapun.
Dan lagi, tentang bagaimana Tuan Mudanya selalu menyebut dirinya bodoh.
Yah, memang, Carmila akui dirinya dulu dirinya memang sering melakukan kesalahan dan beberapa hal ceroboh, dan selalu ditertawakan oleh Tuan Mudanya.
Namun dirinya selalu menganggap itu hanya lelucon biasa, tidak pernah mengagap itu hal yang spesial untuk melihat Tuan Mudanya seperti itu, karena semua anak memang suka bercanda dan membuat lelucon semacam itu.
Lagi tidak ada hal-hal spesial lain yang dirinya lakukan sejak dirinya menjadi Pengasuh Tuan Mudanya, andi pinnya sampai sekarang masih menjadi sangat heran kenapa bisa Tuan Mudanya bisa jatuh cinta padanya?
Dirinya merasa tidak melakukan apapun yang bisa membuat Tuan Muda Glen jatuh cinta padanya.
Dirinya juga tidak memiliki kesempatan untuk bertanya alasan kenapa Tuan Mudanya bisa jatuh cinta padanya.
Sesungguhnya semua ini adalah hal yang sangat tidak masuk akal untuk dirinya.
Terlebih lagi, soal pendapat yang Tuan Brian barusan katakan, tentang Tuan Brian yang merasa cukup senang karena Tuan Muda Glen bertemu dengannya.
"Tapi, aku merasa tidak melakukan apapun,"
Brian hanya tersenyum ketika melihat ekspresi bingung itu.
"Ya, itu mungkin memang karena kamu tidak melakukan apapun, hal-hal yang kamu lakukan memang cukup natural,"
Carmila sekali lagi menjadi bingung dengan pendapat Brian.
"Maksud anda?"
"Pokoknya yang jelas aku senang kamu bertemu dengan Putraku. Jadi aku juga akan senang jika kamu dan dia memiliki hubungan yang baik, itt benar Glen mungkin membuat beberapa kesalahan padamu jadi tolong maafkan dia saja?"
"Itu...."
"Baiklah aku tidak akan terlalu banyak meminta. Aku yakin kalian pasti bisa menyelesaikan masalah kalian sendiri,"
Berikutnya, Brian mulai mengajak bicara Carmila membahas soal topik topik lainnya.
Mana tahu, tanpa mereka sadari ada seseorang yang menatap mereka berdua.
Itu adalah Glen yang kebetulan lewat sana.
Melihat hal itu jelas hanya ada kemarahan dalam hatinya, hanya bisa berpikir,
'Kenapa Carmila harus menyukai Papa? Dan lagi ternyata mereka berdua begitu dekat, tanpa Aku tahu... Ini benar-benar sangat menyebalkan,'
Namun Glen hanya bisa menahan perasaannya saat ini, memilih untuk segera kembali ke kamarnya meneruskan soal rencana pertemuan yang akan diadakan sebentar lagi.
####
__ADS_1
Siang itu, di salah satu ruangan Pribadi di sebuah Restoran Mewah, terlihat ada orang gadis cantik yang melihat menunggu seseorang.
Di situ mengenakan sebuah gaun yang terlihat santai dan elegan, dengan make up yang tidak begitu tebal, namun dengan itu saja sudah menjukan kecantikan lembut yang gadis itu miliki.
Terutama ketika dia tersenyum karena akhirnya orang yang ditunggu sudah datang.
Itu adalah Glen, yang saat ini bertemu dengan gadis yang akan dijodohkan oleh Neneknya itu.
Gadis bernama Cecilia itu, terlihat sangat senang ketika melihat Glen akhirnya datang.
Melihat wajah tampan yang rupawan itu, benar-benar membuat hati berbebar karena pesonanya.
"Hallo, Kak Glen. Sudah lama kita tidak bertemu," kata Cecilia dengan ramah.
"Ya, senang juga bertemu denganmu,"
Glen tidak berbicara banyak, terlihat sama sekali tidak tertarik dengan gadai didepannya ataupun apapun yang gadis itu bicarakan, namun dirinya tetap menjaga sikap agar tidak terkesan buruk.
Glen memilih mencoba sanyum palsunya, dan mengikuti permicaraan itu seolah-olah Glen tertarik.
Ya, ini adalah Kemampuan dasar yang harus dimiliki seseorang ketika melakukan negosiasi.
Sejujurnya, pikiran Glen penuh dengan Carmila, dan masalah-masalah yang dirinya alami.
"Ya, luar negeri cuacanya cukup dingin, namun di sana begitu indah apalagi jika melihat salju," kata Cecilia dengan antusias.
"Begitu, jadi kamu menyukai salju?"
"Itu, benar. Bagaimana dengan Kak Glen? Kakak sebelumnya pernah berlibur ke sana?"
"Ya, Ayahku pernah mengajakku pergi ke sana untuk berlibur,"
Glen jawab namun hanya tersenyum karena adegan berikutnya para pelayan sudah menghantarkan makanan yang mereka besar.
"Wow, makanan disini terlihat enak bukan?" Kata Cecilia telah mencoba makanan yang ada di mejanya.
"Ya, ini lumayan, tidak begitu buruk,"
"Hmm, ini adalah Restoran milik Keluarga Raymond? alien benar-benar hebat memiliki restoran yang sangat berkelas seperti ini,"
"Terimakasih atas pujiannya, Menajer disini pasti akan sangat senang mendengarkan kepuasan dari pelanggannya,"
Keduanya terlihat cukup akrab saat berbicara disana.
Namun di tempat lainnya, terlihat ada seorang gadis memakai masker, terlihat merasa putus asa ketika menatap kearah sebuah ruangan Pribadi yang Glen dan Cecilia masuki.
"Sial, dasar orang kaya, pertemuan saja pakai acara di ruang pribadi segala, kan Aku jadi tidak tahu pertemuan mereka seperti apa,"
Ya, itu adalah Carmila yang diam diam mengikuti Glen karena menjadi begitu kepikiran soal kencan itu.
Carmila sendiri tidak tahu kenapa dirinya bisa bersikap seperti ini.
Hanya saja, Carmila menyakinkan dirinya juga dirinya hanya khawatir.
Ya, bagaimanapun juga, Tuan Muda Glen yang sudah dirinya besarkan dari kecil seperti Putranya sendiri akhirnya pergi ke sebuah kencan pertama nya?
__ADS_1
Bukankah wajar jika dirinya merasa khawatir dan penasaran tentang hal itu?
Benar!!
Ini jelas karena hal itu!
Tidak lebih dan tidak kurang.
Namun sayangnya, Carmila benar-benar tidak bisa tahu apa-apa yang ada didalam.
Apa yang mereka berdua lakukan di dalam Ruang Pribadi itu?
Apa jangan-jangan langsung ke tahap berikutnya?
Pria dan Wanita berada di ruangan tertutup hanya berdua...
Apa yang bisa dilakukan dengan hal itu?
Melakukan hal-hal semacam...
Carmila benci dengan pikirannya sendiri yang aneh-aneh.
Lalu, dengan sebuah tekad akhirnya Carmila memilih pura-pura melewati ruangan itu, dan sedikit mengintip kearah ruangan dari kaca kecil yang ada di pintu itu.
Namun adegan yang ada di dalamnya membuat, Carmila terkejut.
Tunggu?
Apa itu yang mereka lakukan?
Kenapa mereka jaraknya dekat sekali?
Sungguh?
Apakah itu mereka berciuman?
Astaga....
Carmila yang melihat adegan itu entah kenapa merasa kesal sekali.
Ini baru pertemuan pertama!!
Kenapa anak muda jaman sekarang sudah begitu berani?
Sungguh, benar-benar tidak tahu malu!!
Bukankah Tuan Mudanya itu, baru beberapa hari lalu menyatakan cintanya pada dirinya dan bahkan mencium dirinya?
Namun lihat sekarang!!
Dia sudah berkencan dan langsung mencium gadis lain!
Benar-benar tidak tahu malu!!
Menyebalkan!!
__ADS_1
Cinta apa?
Hanya omongan manis dari Pria muda yang suka bermain-main!!!