Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya

Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya
Episode 35: Berdua Denganmu


__ADS_3

Itu adalah sebuah pagi yang baru, ketika Carmila pertama kali membuka matanya pagi itu, dirinya merasakan ada sesuatu yang geli di sekitar bagian dadanya.


Ketika Carmila menatap kebawah, itu ternyata adalah sosok wajah tampan yang sangat familiar, tertidur lelap dan memeluknya dengan manja.


Carmila menatap wajah tenang itu, dengan perasaan hangat, dimana Glen memiliki wajah yang begitu tenang ketika tidur, ekpersi yang terlihat sangat damai, dan terlihat begitu manja.


Carmila hendak mulai menggerakkan tubuhnya, namun baru sekarang dirinya menyadari jika, seluruh tubuhnya sangat sulit digerakkan dan sakit semua, utama rasa menyakitkan di bagian tertentu yang benar-benar tidak tertahankan.


Ketika memikiran ini, Carmila lalu teringat kejadian semalam.


Jelas, pelaku dari semua ini adalah seorang pemuda manja yang saat ini memeluknya, tertidur begitu lelap dengan tampang polos dan tidak berdosa.


"Carmila? Kamu sudah bangun? Mari tidur lagi aku masih begitu mengantuk,"


Suara maskulin itu terdengar sedikit serak, karena habis bangun tidur, namun itu juga memiliki nada manja yang menggelitik telinga Carmila ketika mendengarnya.


Glen mulai membenarkan posisinya dan memeluk Carmila lebih erat. Membiarkan wajahnya menempel di leher Carmila.


"Tapi aku rasa ini sudah cukup siang,"


"Ukhh... Tapi aku begitu lelah," kata Glen lagi dengan nada malas.


"Itu karena kamu semalam terlalu berlebihan," protes Carmila.


Glen lalu mulai menatap ke arah wajah Carmila dan berkata,


"Emm, ini karena aku masih muda wajar jika aku bersemangat Bukankah ini hal yang normal?"


Ya, Carmila juga menyadari itu bahwa Glen memang masih muda, apalagi di usia-usia ini adalah saat yang paling bersemangat dan penuh energi untuk melakukan hal-hal semacam itu.


Semalam adalah hal yang sangat luar biasa, yang membuat Carmila merasa melayang diatas awan, terlalu menyenangkan dan membuat candu.


Pria dalam pelukannya ini, benar-benar melakukannya dengan sangat baik seperti seorang Profesional, tahu bagaimana cara menyenangkan wanita.


Walaupun, Carmila merasa tidak nyaman dengan ukurannya...


Astaga, ukuran itu cukup membuat Carmila kewalahan pada awalnya.


Dan pada akhirnya, Carmila tetap kewalahan, untuk menemani Pria muda ini semalam, yang selalu meminta lagi, dan lagi, seolah-olah energi dalam tubuhnya tidak terbatas.


Carmila sekarang merasakan efek samping dari kegiatan berlebihan.


Rasanya, Carmila tidak ingin hanya menggerakkan jarinya saja terlalu lelah, dan tidak nyaman.


Astaga...


Stamina Pria Muda benar-benar sesuai, agresif dan menggebu-gebu.


Carmila hanya bisa pasrah, merasa dirinya sudah berumur, tidak seenergik Pemuda didepannya.


Kalau seperti ini, dimasa depan, bisakah dirinya mengatasi nya?


"Tapi kamu terlalu berlebihan aku tidak kuat untuk menanggungnya,"


"Aku pikir kamu sangat menikmatinya semalam Carmila, kamu juga terlihat meminta lebih,"

__ADS_1


Ketika Carmila ingat hal-hal tadi malam, dirinya juga merasa cukup malu.


Mungkin juga karena Carmila merasa dirinya sudah umur segitu, dan sudah lama mendambakan, melakukannya dengan seorang Pria untuk melepaskan keperawanannya, dirinya Jadi terlalu terbawa suasana energik Pria muda ini.


"Ta... Tadi malam pokoknya terlalu berlebihan,"


"Hmph, baik-baik Aku mengerti, lain kali aku akan melakukannya dengan lebih santai, kalau membicarakannya lain kali, Bagaimana kalau kita melakukan satu putaran tambahan pagi ini? Owh, astaga apa kamu tidak merasakannya? Milikku sudah bersemangat di pagi hari, hah fungsi fisiologis Pria di pagi hari,"


Carmila tentu sadar dengan hal-hal kesar yang dari tadi menempel dipahannya itu, berusaha untuk mengabaikan hal itu dan memilih pura-pura tidak tahu.


Namun sepertinya, Pria muda dalam pelukannya itu, benar-benar sangat tidak tahu malu.


"Cukup! Tidak ada lagi untuk pagi ini,"


Glen lalu merubah ekspresinya menjadi ekspresi memohon,


"Ayolah, Kak Carmila... Aku ingin lagi... Satu kali lagi... Janji ini tidak akan lama, ya? Ya?"


Sikap manja yang dipadukan oleh wajah tampan itu yang benar-benar tidak bisa Carmila abaikan.


"Kak Carmila... Ayolah..."


Godaan yang begitu menggoda, ditelinga Carmila itu, membuat jantungnya berdetak lebih kencang.


Ya, Carmila merasa jika mungkin dirinya sudah jatuh terlalu dalam pada Pesona Pria muda dipeluknya ini.


"Hah, baik Satu kali saja, aku hanya memberimu waktu sepuluh menit,"


"Astaga, Kak Carmila ternyata menyukai hal-hal yang kilat dan cepat, tentu ini akan segera selesai kurang dari 10 menit," kata Glen dengan senyum liciknya, yang entah kenapa membuat Carmila merasa merinding.


Dan Carmila sekarang benar-benar tidak memiliki energi untuk bangun.


Namun sangat berbeda, Glen saat ini memiliki ekspresi yang begitu segar, dan penuh energi.


Glen mulai bangun dari tempat tidur dan berkata,


"Aku akan memasak Kamu sarapan spesial, Kamu tunggu di sini saja,"


Carmila yang menatap wajah Glen yang masih penuh energi dan bersemangat itu, hanya bisa menatap heran.


Astaga....


Glen itu...


Benar-benar masih memiliki banyak energi tersisa setelah apa yang mereka lakukan selamam dan pagi ini?


Stamina Pria Muda benar-benar sesuatu, apakah ini alasan dibeberapa cerita, wanita dewasa menyukai bermain dengan Brondong?


Terlalu manis dan mengairahkan.


Memikiran semua ini, Carmila tiba-tiba merasa sangat malu sendiri.


####


Hari-hari segera berlalu dengan cepat, sudah beberapa hari sejak Glen dan Carmila menikah, saja mereka berdua tidak bisa berada di Desa selamanya.

__ADS_1


Jadi, hari ini mereka berdua memutuskan untuk segera pulang.


Tio yang saat ini sedang membantu membawa koper Kakaknya itu ke mobil, segera bertanya dengan cemas kepada Kakaknya,


"Kak, Apakah nanti tidak apa-apa? Bagaimana reaksi Ayah setelah dia tahu?"


Carmila yang ditanya itu hanya bisa menghela,


"Mau bagaimana lagi? Sudah menjadi seperti ini, Aku hanya harus menghadapinya nanti,"


"Emm, Aku mendoakan agar semua berjalan dengan baik,"


"Tentu Terimakasih Tio. Ngomong-ngomong kamu masih mau di sini?"


"Ya, Aku dan Riri masih memiliki waktu libur Jadi kami belum ingin pulang,"


"Sebenarnya aku masih ingin di sini, namun yahh... Glen sepertinya tidak bisa di sini terlalu lama, yah dia sudah banyak bolos kerja,"


"Ah, benar juga aku sempat melupakan keluarga Kakak Glen, Bagaimana dengan mereka?"


"Glen bilang, Ayahnya sudah setuju, namun aku juga belum begitu tahu detailnya, Aku hanya bisa menghadapinya,"


"Hah, aku rasa berurusan dengan keluarga mereka, sangat merepotkan,"


"Begitulah seperti yang kamu kira,"


Jadi dengan ekpersi cemas, Carmila akhirnya masuk kedalam mobil bersama dengan Glen, ya Mobil yang sepertinya sudah di siapkan oleh Glen sebelumnya.


"Carmila, kamu tidak usah begitu cemas semuanya akan baik-baik saja, kita berdua akan melewati semuanya bersama," kata Glen sambil memegang tangan Carmila yang gugup itu.


Carmila lalu menatap sosok pemuda yang ada di hadapannya yang mencoba memberikan semangat itu.


Itu benar saat ini ada seseorang yang ada di sampingnya dirinya tidak akan menghadapi semua ini sendiri.


Dirinya saat ini bersama dengan Tuan Muda Glen, tidak sekarang bersama dengan Suaminya, Glen.


Carmila lalu tersenyum dan berkata,


"Ya, semua akan baik-baik saja,"


Butuh perjalanan sekitar 2 jam, sampai mereka tiba di kota, lalu membutuhkan waktu tambahan lagi sekitar setengah jam sampai mereka tiba di Rumah Carmila.


Ketika menatap kearah Rumahnya, Carmila cukup cemas, namun sebenarnya masalah yang paling di khawatirkan Carmila bukan di Rumah ini, namun di Rumah Keluarga Raymond nanti.


Dan untungnya, Pernikahan Carmila di sambut baik oleh kedua orang tuanya, hal itu cukup membuat Carmila lega.


"Ayah tidak tahu harus merespon seperti apa, namun Carmila kamus itu sudah dewasa jadi memiliki hak untuk menentukan masa depanmu sendiri jika memang kamu sudah memutuskan untuk menikah dengan Tuan Muda Glen Raymond, Ayah dan Ibu hanya bisa mendukungmu. Namun bagaimana dengan Keluarga Raymond?"


"Ayah Mertua tenang saja, Saya akan mencoba untuk membujuk mereka,"


Ayah Carmila lalu menatap ramah kearah Glen,


"Ya, semoga semuanya berjalan dengan baik,"


"Kalau begitu kami permisi dulu, setelah semua masalah ini selesai, kami pasti akan meluangkan waktu menginap di sini," kata Glen dengan sopan.

__ADS_1


Ayah dan Ibu Carmila lalu hanya bisa menatap kearah kepergian mobil itu hanya bisa berharap semuanya baik-baik saja.


__ADS_2