
Mendengar kata-kata neneknya itu, Glen terdiam sebentar, mulai memikirkan kira-kira jawaban masuk akal apa untuk membatalkan perjodohan ini.
Jelas saja dirinya tidak ingin dijodohkan, karena dihatinya, hanya ada Carmila seorang, tidak akan ada orang lain yang bisa mengisi hatinya kecuali Carmilanya.
Dan setelah terdiam untuk memikirkan alasan, Glen segera berkata,
"Tapi Aku bahkan belum genap dua puluh tahun, apakah ini benar-benar tepat untuk menjodohkan ku dengan seseorang? Aku bahkan baru memulai karir ku,"
Yups, itu cukup masuk akal jika memikirkan soal Umur Glen.
Brian yang duduk di sana, juga berpikir jika alasan putranya itu cukup masuk akal.
"Itu benar, Aku rasa alasan Glen masuk akal, tidak usah buru-buru, Ibu, Tasya, biarkan Glen menikmati masa mudanya dulu, toh saat ini dia juga masih memikirkan soal karirnya,"
Nenek Glen dan Tasya itu, melihat tidak menyerah dengan pembicaraan ini,
"Ini hanya beberapa perkenalan," kata Nenek Glen lagi.
"Ayolah, Nenek. Aku kurang suka dijodohkan seperti ini lagi pula aku masih terlalu muda," kata Glen mengelak.
"Glen, kamu jangan seperti itu, mungkin saja kamu akan menyukai gadis yang akan Nenek perkenalkan ini,"
"Tapi, Nenek, Aku masih ingin mengurus soal karirku, aku ingin bisa menjadi seseorang yang hebat seperti Papa dalam mengurus Perusahaan, tidak ada waktu bagiku untuk memikirkan hal-hal soal cinta setidaknya disaat ini saat-saat penting bagiku. Masih banyak yang harus aku pelajari untuk bisa menjadi seperti Papaku, benar bukan Papa?"
Kali ini, Glen mencoba mencari pembelaan dari Ayahnya itu, agar mau membela dirinya.
"Ya, Aku rasa Glen ada benarnya. Saat ini memang saat-saat yang paling penting untuk putra aku belajar soal hal-hal di Perusahaan, dia harus belajar, tidak bisa dulu memikirkan hal-hal lain,"
Nenek Glen dan Tasya itu, lalu saling bertatap cukup binggung.
Namun terlihat, walaupun mereka sudah terlihat tidak bicara lagi, mereka berdua jelas masih berniat untuk menjodohkan Glen.
Dan Glen, setidaknya bisa merasa lega karena ada Ayahnya yang membela dirinya dan keputusannya.
Dan jelas, saja hal-hal yang Glen bicarakan soal belajar dan fokus karir itu hanya omong kosong.
Cukup mudah untuk belajar hal-hal itu, dan dirinya masih selalu menyimpan waktu dan pikirannya untuk mencari cara mendapatkan pujaan hatinya Carmila.
Namun sampai saat ini, Glen masih belum menemukan caranya.
Untungnya, malam malam itu berakhir dengan cepat, tanpa ada pembahasan soal Perjodohan itu.
Glen yang merasa lega itu segera kembali menuju kamarnya.
Dan benar saja, kali ini ada Carmila yang sudah duduk diatas kursi sofa kamarnya, terlihat sedang membereskan beberapa hal disana.
__ADS_1
Glen, tiba-tiba memiliki sebuah ide, untuk rencananya.
Bagaimana jika menanyakan tentang tipe laki-laki yang Carmila sukai?
"Hey, Carmila,"
"Ya? Ada apa lagi Tuan Muda?"
"Aku ingin bertanya sesuatu,"
Carmila segera menghentikan kegiatannya itu, dan menatapku arah Glen dengan curiga, lalu segera bertanya,
"Apa yang ingin kamu tanyakan? Ini bukan tentang...."
Mendengar kecurigaan Carmila, Glen segera berkata,
"Pfff... Carmila, sekarang kamu menjadi begitu percaya diri, dan berpikir setiap aku bertanya, Aku akan bertanya soal perasaan cintaku?"
Sekarang Carmila menjadi malu sendiri, karena dirinya bisa begitu percaya diri menuduh Tuan Mudanya seperti itu.
Namun ini memang salah Tuan Mudanya, yang selalu bertanya padanya soal perasaannya pada Tuan Mudanya itu.
"Lalu apa yang ingin kamu tanyakan?"
"Aku ingin tahu, Kriteria Pria idamanmu,"
Mendengar pertanyaan tiba-tiba itu, Carmila segera terdiam, sedang memikirkan jawaban yang baik soal itu.
Laki-laki idamannya?
Carmila bahkan tidak pernah memikirkannya sebelumnya.
Namun jelas, ini harus tetap mencoba menolak Tuan Mudanya secara halus, dengan memilih Kriteria yang jauh dari Tuan Mudanya itu?
"Hmm, Aku menyukai seorang pria yang bertanggung jawab,"
Glen merasa jawaban itu cukup masuk akal.
"Lalu? Seperti apa lagi?"
"Akan sangat baik jika memiliki penampilan yang menarik,"
Glen segera tersenyum karena ini mungkin sesuai dengan dirinya?
Kalau soal penampilannya, Glen cukup percaya diri.
__ADS_1
"Ya, Apakah hanya itu?"
"Pria yang terlihat dewasa dan matang, yahh... Bagaimana membicarakannya ya... Ini memiliki pesona pria dewasa,"
Glen tidak tahu harus menanggapi ini seperti apa, namun sepertinya dirinya bisa masuk kriteria ini?
Namun itu segera dipatahkan oleh kata-kata Carmila berikutnya,
"Aku selalu menyukai Laki-laki yang lebih dewasa dariku, Pria yang memiliki umur yang lebih tua dariku, mas kriteria pokok yang aku miliki,"
Ekpersi Glen jelas langsung menunjukkan kekecewaan.
"Apa-apaan dengan kriteria itu?"
"Astaga, bukankah ini cukup masuk akal? Semua wanita kebanyakan lebih menyukai laki-laki yang lebih tua, biasanya matikan tidak menyukai laki-laki yang lebih muda,"
"Memangnya kenapa dengan yang lebih muda?"
"Yahh... Pokoknya laki-laki dewasa yang lebih tua itu lebih karismatik, sudah itu saja,"
"Jawabanmu tidak masuk akal. dinas itu hanya alasanmu untuk menolak ku secara tidak langsung bukan?"
"Tentu saja tidak, aku benar-benar mengatakan kriteria ku sebenarnya,"
"Kamu bohong,"
Carmila yang mulai bosan dengan peryataan itu, segera memilih berdiri berniat pergi, karena tugasnya disini sudah selesai pula, lanjut besok juga tidak apa-apa.
"Aku hanya mengatakan yang Sebentarnya, Aku menyukai laki-laki yang lebih dewasa, karena laki-laki yang lebih dewasa biasanya penyayang,"
"Laki-laki yang lebih muda juga bisa menjadi sosok penyayang,"
"Pria yang lebih tua, memiliki kharisma yang berbeda dengan yang lebih mudah, kamu itu laki-laki, tidak mengerti hati perempuan,"
"Jawabanmu sungguh tidak masuk akal!"
Glen terlihat marah mendengar itu.
Ya, itu memang satu-satunya hal yang tidak dirinya bisa, yaitu menjadi lebih tua dari segi umur untuk Carmila.
Carmila pasti segaja.
Benar-benar menyebalkan.
Lihat saja, dirinya pasti nanti akan menyelidiki ini lebih lanjut.
__ADS_1