
Hal-hal benar-benar terjadi lebih cepat dari pada yang Carmila duga.
Dan saat ini, Carmila dan Glen sudah di bawa ke gedung KUA di desa itu.
Tentu saja kabar soal pernikahan mereka yang mendadak itu, tidak di kabarkan ke banyak orang, hanya baru sampai ke Nenek dan Kakek Carmila yang menjadi sangat panik ketika mendengar Cucu mereka malah tertangkap basah melakukan hal mesum.
"Carmila, Coba jelaskan pada Nenek Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Nenek Carmila itu dengan ekpersi cemas.
"Sungguh, Nenek Aku tidak pernah melakukan hal-hal yang dituduh itu, ini hanya berteduh di gubuk itu karena hujan, lalu kami ketiduran dan begitulah akhirnya malah kami ditemukan oleh warga desa tapi sungguh kami tidak melakukan apapun,"
"Astaga, lalu bagaimana ini? Kamu akan di Nikahkan! Kakekmu sudah mencoba membujuk warga desa namun warga desa itu tetap keras kepala ingin menikahkan kalian, karena kalian dianggap melakukan hal-hal tidak senonoh, sungguh Nenek tidak bisa berbuat apapun soal itu,"
Carmila yang mendengar kata-kata keputusasaan dari Neneknya itu juga segera menjadi sedih.
Ya, bukan berati dirinya benci Menikah dengan Tuan Muda Glen, namun jelas akan ada banyak masalah setelahnya.
Apalagi, kalau sampai Keluarga Tuan Muda Glen tahu!
Tadi, Tuan Mudanya itu sudah bilang, jika tidak akan menghubungi keluarganya soal itu dan mengurus hal-hal ini sendiri.
Namun justru itulah yang membuat Carmila cemas.
Karena cepat atau lambat keluarga dari Tuan Mudanya itu, akan tahu.
"Carmila, kamu harus bersabar dengan semua ini. Sungguh, Nenek juga tidak tahu harus berkata seperti apa kepada Ayahmu,"
Ya, Carmila juga tidak tahu harus berkata seperti apa dirinya tidak berani menghubungi rumah, takut-takut penyakit Ayahnya kambuh karena mendengar berita menghebohkan ini.
Nenek Carmila lalu segera pergi dari ruangan itu, mencoba memberikan ruang untuk Carmila agar bisa menenangkan dirinya.
Carmila saat ini sedang berada di ruang tunggu, sedang bersiap untuk didandani oleh petugas tata rias, lagipula ini Pernikahan dadakan, dan semuanya hanya formalitas, Carmila tidak mengharapkan banyak dari hasil dandanan atau soal baju apa yang akan dirinya pakai.
Hah, hanya saja, Carmila benar-benar tidak akan mengira jika dirinya akan menikah dengan cara seperti ini.
Ketika Carmila mulai cemas itu, pintu masuk ke ruangan itu segera dibuka.
Ya, Glen yang sudah berganti baju ke Jas pengantin itu, mendekati Carmila yang saat ini terduduk terlihat sedih.
"Carmila, tidak apa-apa. Toh, cepat atau lambat kita berdua juga akan segera menikah, Aku juga tidak mengira kita akan menikah seperti ini, tapi kamu harus tahu, nanti setelah kita sampai di Rumah ku, kita pasti akan segera mengadakan Pesta resepsi besar-besaran,"
Carmila lalu mulai menaikan kepalanya, berhenti menunduk, dan menatap ke arah pemuda yang ada di depannya yang saat ini mengenakan jas pengantin pria, dan juga sudah sedikit di rias.
Ya, dan hebatnya Pemuda di depannya itu terlihat sangat serasi dengan pakaian yang dipakainya itu, walaupun itu bukan jasmahal namun itu sudah membuat pesona ketampanan dan karisma dari pemuda di depannya itu keluar.
Mau tidak mau, Carmila merasa terkesima dengan pemandangan di depannya itu.
Namun, Carmila tahu ini bukan saatnya untuk mengagumi ketampanan dari Kekasihnya itu.
"Tapi, jelas Aku tahu, jika Keluarga Tuan Muda tidak setuju,"
Glen yang mendengar itu lalu tersenyum dan berkata,
"Hmm, mungkin memang sedikit sulit untuk meyakinkan Keluarga Besar, namun Ayahku ada di pihakku, dia setuju, dengan siapapun Aku akan menikah,"
Carmila jelas saja menjadi terkejut dengan berita itu.
"A... Apa? Tuan Brian setuju?"
Glen yang melihat ekpersi keterkejutan di wajah Carmila itu, yang seolah sangat syok dengan semua yang dirinya katakan, jelas membuat Glen merasa tidak senang.
"Kenapa? Apakah kamu berharap Ayahku tidak setuju aku menikah dengan mu? Karena dia mungkin memiliki perasaan semacam itu padamu? Apakah kamu masih benar-benar tertarik untuk mencoba menjadi Ibu Tiriku?"
Carmila lalu menatap wajah Glen yang menunjukkan ekspresi cemberut itu dengan heran lalu segera berkata,
"Omong kosong apa? Aku tidak pernah memiliki keinginan untuk menjadi Ibu Tirimu, dan soal perasaanku pada Tuan Brian itu, itu benar-benar sudah cerita lama Apakah itu sudah 6 atau 7 tahun yang lalu? Bagaimanapun juga aku tahu itu tidak mungkin, kalau tidak, kenapa Aku selama ini pergi Kencan Buta? Dan lagi, lalu kenapa Aku menerimamu, jika aku masih memiliki perasaan semacam itu pada Ayahmu?"
Glen yang mendengar itu segera menjadi terkejut, dan berkata lagi dengan ragu,
"Apakah benar? Kamu sudah tidak memiliki perasaan apapun padanya?"
"Astaga, itu benar-benar hanya cerita lama perasaan lamaku itu sudah benar-benar lewat. Hanya, saat kamu tahu hal-hal itu aku tidak mengatakannya dengan jelas karena, aku pikir, setelah kamu tahu, kamu akan menyerah untuk mengejarku,"
"Jadi pada akhirnya kamu juga memang sengaja membuatku cemburu?"
"Aku... Yah... Kamu tahu sendiri situasiku saat itu... Astaga... Bahkan untuk menerima perasaanku sendiri padamu ini sangat sulit, maksudku, Aku pertama kali melihatmu, kamu masih sebesar ini, masih begitu kecil dan lucu, astaga... Dan sekarang kamu sudah tumbuh menjadi seorang pemuda dewasa dan tampan..." Kata Carmila sambil menunjuk kearah udara tinggi Glen dulu, yang masih kecil yang bahkan belum ada sepinggang Carmila.
"Hpmh, sudah Aku bilang, Jangan lihat aku seperti anak kecil,"
Tepat ketika mereka masih berbicara, salah satu warga desa segera memanggil mereka berdua untuk masuk ke ruangan Pernikahan, karena penghulu sudah siap.
__ADS_1
Jadi, Carmila dan Glen tidak melanjutkan pembicaraan mereka.
Namun sebelum Glen pergi lebih dulu, dia berkata,
"Carmila, sekarang kamu terlihat sangat cantik memakai baju pengantin itu, aku memang sangat beruntung, memiliki kamu sebagai mempelai wanitaku,"
Glen tersenyum ketika mengatakan itu, dan hal itu membuat Carmila menjadi memerah karena malu, dipuji semacam itu.
Ukhh...
Tuan Muda nya itu, benar-benar memiliki mulut yang manis untuk memuji orang.
####
Acara pernikahan itu, kebetulan hanya di hadiri oleh berapa orang perwakilan dari warga desa itu.
Saat ini, Glen sedang membacakan ijab kabulnya pada Carmila.
Hal-hal itu, untungnya berjalan dengan lancar tanpa kesalahan apapun.
"Sah?"
"Sah!!"
Dan tepat ketika semua orang di ruangan itu bilang Sah, ijab kabul itupun segera selesai.
Carmila tentu saja merasa sangat gugup, diam-diam diam menatap kearah pemuda yang ada di sampingnya, terlihat tidak menunjukkan kegugupan sama sekali, dan malah terlihat itu yakin ketika mengatakan ijab qobul nya barusan.
Glen lalu segera membuka kerudung yang menutupi wajah Carmila, dan mencium kening Carmila di hadapan semua orang.
"Carmila, sekarang kamu sudah benar-benar sah untuk menjadi milikku, menjadi Istriku," kata Glen dengan nada yang begitu ceria.
Wajah Carmila merasa cukup malu, dirinya tidak benar-benar mengira jika dirinya sekarang sudah menikah, terlebih dengan Pemuda yang jauh lebih mudah daripada dirinya yang tidak lain dan tidak bukan awalnya adalah Tuan Mudanya, Glen Raymond.
Kemarin, ketika Glen nyatakan cintanya dan mereka resmi bersama, Carmila masih tidak bisa mempercayai nya untuk dirinya benar-benar sudah bersama dengan pria yang dirinya cintai.
Terlebih, sekarang dirinya sudah menikah dengan pemuda yang dirinya cintai...
Hal-hal ini semuanya berjalan dengan cukup cepat, namun Carmila sangat bahagia.
Setelah itu, Acara pernikahan itu pun segera berakhir setelah ada beberapa sesi dokumentasi dan foto.
Dan karena ini acara mendadak, jadi tidak ada jamuan makan atau sesuatu.
Namun, Glen kemudian memesan sebuah Rumah Makan di salah satu Desa, untuk menjamu semua orang.
Walaupun kebanyakan orang di sini tidak Glen kenal, namun Glen tetap berterima kasih kepada semua orang karena entah bagaimana bisa mempercepat rencananya menikah dengan Carmila.
Dan membuat Carmila, mulai dari detik ini menjadi miliknya selamanya.
Hal yang paling membahagiakan untuk Glen.
Dan sekarang, ada acara berikutnya setelah menikah.
Diam-diam, Glen menunjukkan senyum liciknya, yang membuat Carmila yang saat ini sedang menyapa teman-temannya di Desa menjadi merinding.
'Astaga, kenapa tiba-tiba aku memiliki firasat tidak enak?' pikir Carmila saat itu.
"Carmila, walaupun Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, pokoknya selamat atas pernikahanmu, dan sungguh, Suamimu itu, sangat tampan, kamu benar-benar beruntung," kata salah satu kenalan Carmila itu.
"Terima kasih atas ucapannya, hah situs benar terlalu banyak hal yang terjadi hingga aku tidak tahu harus bagaimana,"
Ya, mereka mulai bercakap-cakap dengan cukup senang.
Hingga, Acara selesai, dan semua orang di ajak Glen untuk menuju ke Rumah Liburan yang Glen sudah sewa sebelumnya.
Carmila merasa heran ketika menatap rumah itu,
"Emm, kapan kamu memesan Stay Home ini?"
"Awalnya aku berencana membuat kejutan untuk hari Ulang Tahunmu besok di Rumah ini, mana tahu hal-hal ternyata terjadi lebih mengejutkan daripada yang aku kira,"
Sekarang Carmila baru saja ingat jika besok adalah hari ulang tahunnya, ulang tahun ke 32.
Memikirannya, jika dirinya bertambah tua, membuat Carmila sedih entah kenapa, apalagi setelah memikirkan jika, Suaminya ini, benar-benar bahkan belum genap 20 tahun!
Masih satu Bulan lagi, sampai Glen Berulang tahu ke 20!
Glen menatap wajah wanita yang berada di sampingnya itu yang terlihat cemberut.
__ADS_1
"Carmila, kamu tidak perlu memikirkan soal perbedaan umur kita, toh itu semua juga cuma angka, tidak lebih dan tidak kurang,"
"Kamu benar-benar sangat santai sekali,"
Nenek Carmila juga cukup senang tentang bagaimana Cucu Mantunya itu, walaupun hanya kenal sekretaris sudah memperlakukan mereka sangat baik.
"Ya, kalian bisa menginap juga disini, ada begitu banyak kamar di tempat ini, udah sudah memesan untuk makan malam nanti,"
Acara malam itu, berlangsung dengan damai, hanya adik Carmila, Tio merasa tidak nyaman soal pernikahan Kakaknya.
Tio, lalu menarik Kakaknya itu, untuk diajak bicara empat mata.
"Kak Carmila, apakah benar tidak apa-apa, Kakak menikah dengan Tuan Muda Glen? Kakak kan tahu sendiri, Keluarga Tuan Muda Glen sangat galak sekali, apalagi itu Tantenya,"
Carmila yang mendengar nada kekhawatiran dari adiknya itu hanya menghela napas dan berkata,
"Kamu tidak perlu terlalu memikirkan hal-hal itu, semuanya akan baik-baik saja,"
Ya, Carmila sejujurnya jelas khawatir soal semua itu namun dirinya berusaha tetap tenang untuk membuat adiknya tidak khawatir.
Waktu berlalu cukup cepat, sampai kemudian setelah makan malam, Glen mengajak Carmila memasuki sebuah kamar yang terlihat paling besar di rumah itu.
"Carmila, ini adalah tempat tidur kita sekarang,"
Carmila yang merasa lelah itu tidak terlalu banyak memikirkannya hanya segera duduk dan berbaring di tempat tidur.
Begitu pula dengan Glen, yang berbaring di tempat tidur, ya mereka sebelumnya sudah mandi di Rumah Kakek dan Nenek Carmila.
Dan sekarang, ketika melihat Carmila sedang bersantai itu, Glen tiba-tiba berkata,
"Kak Carmila, apa kakak tidak mengajariku?"
Carmila jelas merasa aneh kenapa tiba-tiba dipanggil Kakak oleh Glen?
"Mengajari apa? Dan kenapa kamu tiba-tiba memanggilku Kakak?"
Glen hanya menunjukkan sebuah senyuman yang terlihat polos dan berkata,
"Karena Kak Carmila lebih dewasa dari pada Aku. Jadi Aku pikir Aku sebagai seseorang yang lebih mudah, ingin di ajari oleh Kak Carmila, hal-hal yang dilakukan oleh orang dewasa,"
Carmila awalnya tidak terlalu memikirkan kema arah mana pembicaraan itu.
"Di ajari apa? Kamu kok jadi tidak jelas sekali,"
"Kak Carmila, ajari apa yang biasa orang dewasa lakukan saat malam pertama pernikahan mereka,"
Kata-kata itu, dikatakan dengan nada yang terlihat seolah benar-benar ingin tahu, dari seorang anak muda yang tidak tahu apa-apa tentang itu.
Namun, ketika Carmila mendegar kata-kata itu, dari mulut Glen, Carmila jelas merasa malu sekali, karena mengerti apa yang di maksud Glen yang tidak tau malu itu.
"Ukhh... Apa-apaan! Glen! Kamu jangan berbicara aneh-aneh,"
"Tapi Kak Carmila, aku benar-benar tidak tahu apa yang biasanya di lakukan oleh orang dewasa di malam pertama mereka, Kak Carmila kan lebih Tua dariku, harusnya mengajari aku soal hal hal ini, Aku ingin di ajari oleh Kak Carmila,"
Semakin Glen mengatakannya, semakin Carmila menjadi semakin malu, sampai wajahnya memerah.
"Kamu jangan berlagak seperti orang yang tidak tahu apa-apa seperti itu deh,"
"Aku kan disini, hanya ingin di ajari oleh Kak Carmila... Jadi katakan, hal pertama apa yang harus aku lakukan," kata Glen segera mendorong Carmila ke tempat tidur, membuat posisi Glen ada diatasnya.
"Kamu... Kamu sebenarnya sudah tahu bahkan tanpa diajari!"
"Tapi, Aku ingin di ajari Kak Carmila..."
Kata-kata itu dikatakan tepat di telinga Carmila, seperti sebuah bisikan yang sangat menggoda.
Membuat Carmila merasa semakin malu.
"G.. Glen... Berhenti mengodaku!"
"Ajari Aku, Kak Carmila... Ajari Aku cara bercinta..."
Teliga Carmila menjadi semakin merah mendegar bisikan-bisikan yang semakin tidak senonoh itu...
Ya...
Mereka memang sudah resmi menikah...
Dan ini malam pertama mereka...
__ADS_1
Jadi....