Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya

Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya
Episode 40: Sebuah Awal Baru


__ADS_3

Tasya yang mendengar kata-kata Glen segera tertawa dan berkata,


"Kamu itu hanya Tuan Muda manja, tahu apa kamu tentang dunia dan hal-hal diluar sana? Kamu itu bahkan belum dewasa, dan tidak mandiri dan kamu sekarang sok-sokan menikah semacam itu? Astaga, Glen aksi pikir kamu sedikit dewasa ternyata kamu masih kekanak-kanakan, kamu pikir dari mana semua fasilitas yang kamu dapatkan ini? Pernikahanmu bahkan dibiayai oleh Ayahmu, Rumah ini milik Keluarga Raymond kamu masih tinggal di sini, dan lagi kamu bekerja di Perusahaan Raymond, sungguh tanpa Keluarga Raymond, kamu itu bukan apa-apa, Glen,"


Semakin kesini, Glen semakin tidak tahan lagi kata-kata yang didengar dari Tantenya itu.


"Tante, Tolong jangan merendahkanku seperti ini,"


"Apa? aku hanya mengatakan kenyataan soal kamu kamu itu bukan apa-apa tanpa keluargamu, dan alasan Carmila Menikahimu, tidak lebih karena kamu adalah Tuan Muda dari Keluarga Raymond, jika kamu hanya orang biasa, mungkin Carmila itu tidak akan pernah melirikmu sama sekali," kata Tasya lagi.


Carmila yang mendengar ini jelas langsung berkata dengan ekspresi marah,


"Nyonya Tasya! Aku tidak seperti itu,"


"Hah, kamu masih saja mengelak,"


Glen juga melihat tentang bagaimana Carmila mulai di hina lagi.


Ya, Glen paham sepertinya membawa Carmila tetap tinggal di rumah ini bukanlah suatu keputusan yang bagus.


Nenek Glen yang berada di sana juga segera menambahkan,


"Yang di katakan Tasya benar, Glen kamu itu masih muda dan tidak memiliki pencapaian apa-apa kamu itu hanya bergantung pada keluargamu namun kamu sekarang sok-sokan menikah tanpa restu Keluarga mu, bahkan dengan pernikahanmu itu malah membuat kekacauan di Perusahaan! Kamu itu benar-benar keterlaluan, tidak tahu balas budi pada keluargamu!"


Glen lalu segera berkata,


"Baik jika itu memang mau kalian, Aku akan pergi dari Rumah ini bersama Carmila,"


Mendengar itu Tasya cukup kaget, namun segera berkata lagi,


"Coba saja kalau kamu berani pergi memang apa yang kamu bisa tanpa dukungan keluargamu?"


Glen yang emosi segera menarik Carmila pergi dari sana.


"Aku akan membuktikan bahwa Aku bisa hidup mandiri!"


Carmila sejujurnya cukup bingung dengan keputusan Glen.


Ketika mereka sampai di kamar, jelas Carmila merasa sangat panik dan cemas.


"Glen, Kenapa kamu tadi mengatakan hal-hal seperti itu? Ini semua benar-benar salahku sampai kamu dimarahi seperti itu Aku benar-benar minta maaf,"


Glen lalu segera memeluk Carmila.


"Ini bukan salahmu, dari awal akulah yang menginginkan pernikahan ini dan sekarang yang kamu dapatkan adalah hal-hal buruk dari keluargaku Aku benar-benar minta maaf karena kamu harus mengalami semua hal buruk ini karena aku,"


"Tidak, akulah yang seharusnya minta maaf karena aku... Bahkan Keluarga mu harus berselisih dengan Keluarga Connelly, yang berujung pada penarikan Investasi mereka, yang membuat perusahaan Keluarga dalam kesulitan,"


Glen segera menjadi kaget ketika Carmila ternyata tahu dengan hal-hal semacam ini.


Ini pasti ulah Nenek dan Tantenya.


"Sudahlah kamu tidak perlu memikirkannya, semuanya akan baik-baik saja aku rasa aku sudah menemukan solusi yang pas,"


Carmila melepas pelukan itu dan menatap ke arah suaminya itu dan segera bertanya,


"Apa itu?"


"Carmila? Kamu percaya padaku bukan? Akan mengikutiku kemanapun pilihan yang aku pilih?"


Carmila jelas saja langsung mengangguk dan menjawab penuh dengan kepastian.


"Ya, Aku percaya padamu, dan akan mengikuti semua keputusan yang kamu buat,"


Glen lalu segera menarik nafas dalam-dalam dan segera berkata,


"Jadi, Mari kita segera berkemas untuk pergi dari rumah ini,"


Carmila yang mendengar itu jelas merasa cukup ragu,


"Tapi... Apakah kamu melakukan itu karena hal-hal tadi?"


Glen segera menggelengkan kepalanya dan menjawab.


"Tidak, aku pikir yang mereka katakan mungkin ada sedikit benarnya, saat ini aku ingin belajar untuk Hidup Mandiri, jadi tidak ada yang salahnya untuk mencobanya. Aku juga memikirkan beberapa ide tentang solusi yang ada di perusahaan, Aku akan mengatakannya Papaku setelah ini, jadi Apakah kamu percaya padaku?"


Mendengar Glen sekali lagi bertanya padanya lalu Carmila menjawab.


"Ya, aku percaya padamu dan aku akan mengikuti keinginanmu. Baik Mari kita segera mulai berkemas-kemas saja,"


Segala keributan itu tentu saja segera sampai ke telinga Brian yang baru saja lari pagi di luar.


Brian jelas menjadi panik dan berniat bertemu dengan Putranya, benar saja ketika dia tiba di kamar putranya itu dirinya melihat Putranya sedang berkemas-kemas.

__ADS_1


"Glen? Apa yang kamu lakukan? Apa kamu berkemas-kemas?"


Glen lalu menatap ke arah Ayahnya itu dan berkata,


"Papa, aku sudah membuat keputusan untuk pergi dari rumah ini,"


"Tapi ini Rumahmu,"


Glen lalu mendekat kearah Ayahnya itu dan berkata lagi,


"Papa, mari kita berbicara empat Mata Ada hal-hal yang ingin aku bicarakan denganmu,"


Keduanya lalu segera menuju ke Ruang Kerja Brian.


Dan sekarang duduk disana, paling diam satu sama lain.


Brian menunggu untuk putranya itu berbicara.


"Papa, sampaikan pada Rapat Direksi Besok, bahwa aku akan mengundurkan diri dari perusahaan,"


Brian yang mendengar itu jelas saja menjadi kaget.


"Glen! apa-apaan kamu selain kamu ingin pergi dari rumah ini kamu malah ingin mundur juga dari perusahaan?"


"Papa, aku sudah memikirkan ini mungkin ini keputusan yang paling baik untuk bisa menenangkan Keluarga Connelly, dengan kalian pura-pura mengusirku dari Perusahaan dan Rumah ini, semacam itulah,"


Brian menjadi terdiam mendengar rencana putranya itu.


"Tapi tetap saja, Kamu tidak bisa mengorbankan dirimu sendiri,"


"Tapi, Papa... aku sudah memutuskan untuk mencoba hidup mandiri dengan keluar dari rumah ini dan dari perusahaan,"


"Apakah itu karena kata-kata Nenek dan Tantemu? Tolong jangan terlalu diambil hati kata-kata mereka,"


"Namun, Papa aku memang merasa ini sudah saatnya aku hidup mandiri apalagi saat ini aku sudah menikah, Aku tidak ingin baik Aku ataupun Carmila dipandang rendah oleh orang lain, aku benar-benar ingin membuktikan pada semua orang bahwa Aku akan bisa hidup mandiri bersama Carmila, mohon Papa mempertimbangkan permintaanku ini,"


Mendengar itu, Brian terdiam dan terlihat sangat serius memikirkan keinginan putranya itu.


Cukup lama saat Brian berpikir dan terdiam, sampai Brian berdiri yang menuju ke Meja Kerjanya, lalu mengeluarkan sebuah dokumen dan juga sebuah kunci rumah.


Dan meletakkannya di depan Glen.


"Papa, aku ingin hidup mandiri jadi Papa tidak perlu memberiku hal-hal dari Keluarga Raymond,"


"Aku pikir keputusanmu memang benar. Aku juga percaya pada kemampuan muja dibuktikan lah bahwa kamu bisa hidup mandiri, tinggalah di Rumah itu, itu adalah Rumah Peninggalan Kakek dan Nenekmu dari Keluarga Ibu Kandung mu, dan itu juga Perusahaan milik Keluarga Ibumu, itu bukanlah perusahaan besar itu hanya perusahaan biasa, saat ini kondisinya cukup buruk, semua itu adalah aku dan warisan mu dari Ibumu. Ya jika kamu memang benar-benar ingin mencoba hidup mandiri tinggalah di sana dan cobalah untuk memperbaiki Perusahaan itu, buatlah itu menjadi perusahaan yang besar dan semaju perusahaan Keluarga kita, Papa yakin dengan kemampuan mu, buktikan pada semua orang ucapanmu, dengan kemampuanmu,"


Mendengar itu, Glen jelas menjadi terteguh, dirinya tidak pernah mengira jika ayahnya bisa cukup percaya pada dirinya bahkan sampai sampai memberikan kepercayaan untuk mengelola sebuah perusahaan walaupun ini bukan perusahaan yang cukup besar...


"Ya, Papa. aku akan mengelola semua ini akan aku buat ini sebuah perusahaan yang besar,"


"Itu bagus, itu barulah Putraku,"


Setelahnya, Glen kembali ke tempat Carmila, dan mulai kembali beres-beres, Carmila tidak banyak bertanya soal apa yang mereka bicarakan karena dirinya yakin jika nanti pasti Suaminya itu, kan mengatakan apa yang mereka bicarakan.


Cukup lama sampai mereka beres-beres, tidak banyak barang yang mereka bawa kecuali beberapa baju, dan keperluan sehari-hari, meninggalkan semua barang-barang yang tidak terlalu berguna lainnya.


Tepat ketika mereka mau keluar dari Rumah itu, kebetulan mereka bertemu dengan Roy, suami Tasya.


Roy melihat keponakannya itu hendak angkat kaki dari rumah itu.


"Astaga, Apakah Kamu benar-benar ingin keluar dari rumah ini?"


Glen yang mendengar itu segera menjawab dengan sinis,


"Ini jelas bukan urusan Paman,"


"Kamu ini jangan terlalu sombong ya, kamu itu memang pantas angkat kaki dari rumah ini, lihat seberapa lama kamu bisa jauh jauh dari keluarga ini aku yakin tanpa dukungan keluarga ini kamu itu bukan apa-apa,"


Hal-hal yang dikatakan oleh Roy, jelas membuat Glen emosi, namun dirinya mencoba untuk menahan emosinya dan segera berkata,


"Paman Roy lihat saja nanti, doakan bisa hidup mandiri dan mendapatkan kesuksesan seperti yang aku mau,"


"Cih, dasar sombong,"


Glen memilih untuk mengabaikan kata-kata Pamannya itu karena terlalu merepotkan, akan menjadi pertengkaran yang tidak berguna dan membuang-buang tenaga.


Namun sebelum Glen pergi, Glen berkata,


"Ah, benar Paman Roy, Aku sebenarnya memiliki sebuah hadiah untuk Paman, itu ada di Kamar Tante Tasya, aku cukup penasaran bagaimana respon Tante Tasya, setelah melihat foto-foto dan video yang aku kirimkan itu,"


Roy jelas langsung menunjukkan ekspresi kaget.


"Video dan foto Apa? Trik murahan apa yang coba kamu mainkan?"

__ADS_1


"Paman bisa menebak sendiri, agak saja itu sebagian hadiah perpisahan, lagipula Paman, bisa-bisanya, Paman itu mengoda berbagai Pelayan di Rumah ini, tidak hanya Carmila namun ternyata beberapa pelayan baru, astaga... Aku begitu terkejut ketika melihat semua bukti-bukti di Kamera CCTV,"


Wajah Roy segera menjadi pucat.


Dirinya yakin sudah mencoba menghindari kamera CCTV.


"Tidak perlu menjadi begitu terkejut, di Rumah ini, ada kamera CCTV Rahasia,"


"Kamu...."


Roy jelas menjadi emosi, namun menahan emosinya, karena memiliki harga what yang harus diurus misalnya saja tidak boleh sampai Istrinya itu tahu!!


Dengan ekpersi pucat Roy segera berlari menuju ke kamarnya, sampai-sampai dia sempat hampir terpeleset.


Glen diam-diam tertawa melihat kepanikan itu.


Carmila juga cukup kaget dengan tindakan Glen.


"Apakah yang kamu katakan itu benar?"


Glen lalu tersenyum kearah Istrinya dan berkata,


"Aku pikir, Parasit harus segera dibereskan, atau itu malah menjadi semakin buruk, Aku tugas sudah menyiapkan hadiah lain untuk Paman Roy, yah anggap saja itu sebagai balasan karena telah berani macam-macam denganmu,"


Carmila yang mendengar itu jelas saja merasa cukup tersentuh, jika Glen melakukan semua itu demi dirinya.


"Terimakasih,"


Mendengar itu, Glen segera berbisik ke telinga Carmila.


"Kamu seharusnya mengucapkan terima kasih dengan lebih tulus, misalnya nanti malam... Kamu harus menyenangkanku,"


Carmila tentu saja mengerti apa maksud Glen.


"Dasar tidak tahu malu!"


Keduanya, lalu segera berpamitan kepada Ayah Glen, dan tentu saja Nenek Glen, yang tidak pernah mengira jika cucunya akan benar-benar pergi.


Dan soal Tasya, iya saat ini sedang bertengkar dengan Suaminya, jadi tidak memiliki waktu untuk mengurusi kepergian keponakaanya itu.


####


Sekarang, Glen dan Carmila sudah tiba di sebuah rumah, itu tidak terlalu besar namun cukup bagus dan bersih sepertinya memang terurus dengan baik.


Glen tentu saja mengenali rumah ini, begitu pula dengan Carmila.


Ya, ini Rumah Kakek dan Nenek Glen dari pihak Ibunya yang sudah meninggal, tika kecil dirinya kadang menginap di rumah ini juga.


Banyak kenangan indah bersama dengan Nenek dan Kakeknya.


"Mulai sekarang kita akan tinggal di sini, Aku sudah memikirkannya, soal hal-hal yang akan Aku lakukan,"


Glen mulai menceritakan hal-hal yang dirinya bicarakan dengan Ayahnya itu.


Lalu ketika mengakhiri ceritanya dia berkata,


"Carmila, ini adalah awal yang baru untuk kita berdua, namun aku yakin dengan keputusanku ini asal aku bisa bersama denganmu, kita berdua akan menemukan kebahagiaan kita,"


Carmila yang mendengar itu, tentu cukup terkejut, namun dirinya segera tersenyum.


"Ya, ini adalah awal yang baru, aku akan mendukungmu sebisaku, asal kita bersama aku yakin kita bisa melewati semua ini,"


Keduanya lalu mulai saling berpelukan, sambil menatap ke Rumah Baru mereka.


Ini mungkin adalah sebuah awal dari perjalanan baru rumah tangga mereka.


Namun, asalkan bersama-sama, keduanya yakin akan bisa melewati semua ini, dan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya.


Dengan cinta yang menyatukan mereka, tidak terbatas pada umur, harta, ataupun kedudukan.


...****...


...TAMAT...


...****...


Pesan Penulis: Terimakasih atas dukungannya selama ini, akhirnya Aku bisa menyelesaikan kisah ini, berkat dukungan kalian, terutama, pembaca setia yang paling rajin komentar, @Try


Dan juga para pembaca lainnya yang rajin kasih dukungan tentunya.


Nantikan kisah-kisah Berikutnya 😆😆😆


Mari Baca juga Karya baruku yang lainnya,

__ADS_1


__ADS_2