Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya

Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya
Episode 17: Ketahuan


__ADS_3

Didalam kamar itu, Glen yang membaca buku harian Carmila itu, hatinya seolah-olah runtuh menjadi berkeping-keping.


Jadinya tidak akan pernah mengira dari semua laki-laki di dunia, seseorang yang akan Carmila sukai adalah Ayah Glen sendiri.


Kenyataan ini begitu menyakitkan sampai-sampai Glen tidak tahu harus merespon apa.


Foto yang ada di buku harian itu...


Ya, Glen sendiri tahu, itu adalah salah satu memori terindah dalam hidupnya hanya saja....


Dirinya memang cukup jarang pergi ke Taman Hiburan, karena Ayahnya cukup sibuk, dan lagi Glen cukup malas hanya pergi dengan Ayahnya saja kala itu, karena pasti jika pergi ke tempat-tempat semacam itu akan melihat sekumpulan Keluarga lengkap.


Ya, Glen selalu sadar Ayahnya cukup kesepian dan terpukul atas kematian Ibunya ketika dirinya berumur 4 tahun, tidak hanya dirinya.


Jadi, Glen sebisa mungkin menghindari tempat-tempat di mana bisa melihat sebuah keluarga lengkap untuk menghindari kesedihan yang akan muncul.


Sampai suatu hari, ada Carmila yang mengajaknya ke Taman Hiburan, dan kebetulan Ayahnya tah bagaimana ikut saat itu.


Kejadian itu memang sudah cukup lama...


Hanya...


Glen mulai memikirkan lagi sejak kapan Carmila memiliki perasaan pada Ayahnya?


Memang buku harian ini di buat sekitar 6 tahun lalu tapi...


Apakah mungkin perasaan itu sudah muncul lebih dari itu?


Lalu bagaimana untuk saat ini?


Sekarang, jika dirinya memperhatikan ke belakang, tentang bagaimana mereka berdua cukup akrab, dan lagi, bagaimana Carmila selalu menatap Ayahnya....


Dirinya mungkin saat itu masih cukup muda untuk mengerti dan tidak pernah terbesit dalam pikirannya akan ada perasaan semacam itu antara Carmila pada Ayahnya...


Tepat ketika Glen sedang sedih memikirkan semua hal itu, tiba-tiba pintu ruangan kamar itu terbuka.


Ya, Carmila yang sepertinya pulang lebih awal karena beberapa hal yang tertinggal itu tentu saja menjadi kaget ketika menatap Glen yang ada di kamarnya terlebih saat ini Tuan Muda nya itu terlihat sedang membaca sesuatu.


Buku yang terlihat familiar...


"Tuan Muda? Apa yang Tuan Muda lakukan di kamarku?"

__ADS_1


Hal-hal itu terlalu mendadak sampai-sampai Glen tidak bisa mengelak tuduhan itu.


"Itu Aku..."


Carmila lalu mulai menatap kearah kamarnya yang sepertinya baru saja digeledah, terlihat seberapa lagi masih terbuka.


"Taun Muda!! Kamu mengeledah kamarmu?"


"Ini tidak seperti itu!!"


Carmila lalu mulai menatap buku di tangan Tuan Mudanya itu, sedang memikirkan itu sebenarnya buku apa.


Sampai Carmila teringat jika itu adalah buku harian lama...


Sungguh...


Jangan bilang, Tuan Muda Glen membaca apa yang ada di dalamnya?


Carmila dengan marah, lalu segera mengambil buku itu dari Glen.


"Tuan Muda Glen, ali ini keterlaluan sampai-sampai melihat privasi milikku dan memeriksa barang barang milik uh aku tidak suka bagaimana kamu seperti ini,"


Glen yang mendengar kemarahan itu jelas menjadi marah dan berkata,


Carmila menjadi panik dan berkata,


"Aku tidak menyembunyikan apa-apa!!"


"Aku sudah melihat isi dari buku itu dan di sana jelas tertulis... Bahwa kamu menyukai Ayahku!!"


"Ini... Ini tidak seperti Tuan Muda kira!!"


"Carmila!! Aku tidak mengira alasan kenapa kamu menolak ku adalah karena kamu menyukai Ayahku? Kenapa dari semua orang harus dia?"


"Tuan Muda!! apa sekarang kamu malah menyalahkan aku harusnya aku yang marah karena kamu berani masuk ke kamarku tanpa izin ku walaupun ini Rumah Keluarga Raymond, namun aku setidaknya harus memiliki beberapa privasi!! Dan soal hal-hal itu, itu adalah privasi milikku apakah iya atau tidak Tuan Muda tidak perlu tahu!!"


"Carmila!! Kamu begitu menyebalkan!!"


"Tuan Muda yang keterlaluan dan masuk ke kamarku dan bahkan sampai membaca buku milikku!!"


Pertengkaran antara mereka berdua pun dimulai.

__ADS_1


Carmila yang marah itu, segera menarik Glen untuk keluar dari kamarnya.


"Carmila!! Lepaskan! Aku belum selesai bicara kamu belum menjawab pertanyaanku!!"


Namun Carmila tetap mencoba menarik agar Glen keluar, sampai akhirnya Glen sudah di dorong keluar kamar, dan pintu kamar itu segera ditutup dengan keras.


"Carmila!! Kumohon buka pintunya!! Oke aku minta maaf karena aku melanggar privasimu. Maafkan aku jangan marah lagi, Carmila!!"


"Cukup, Tuan Muda. saat ini aku tidak ingin bicara dengan siapapun ataupun membahas apapun denganmu!!"


"Baik jika itu maumu, Aku akan pergi sekarang, namun jelas kamu berhutang sebuah penjelasan padaku, soal yang Aku temukan dalam buku itu,"


Namun Carmila yang ada didalam ruangan itu, sek berkata apa-apa hanya memeluk buku itu.


Carmila idak akan pernah mengira jika suatu saat buku yang ditulisnya ini akan di baca oleh Tuan Muda Glen.


Ini terlalu memalukan....


Seberapa banyak yang sudah Tuan Mudanya itu baca?


Carmila benar-benar merasa panik.


Sial.


Harusnya dari dulu dirinya membuang buku ini.


Sekilas, Carmila membanting buku itu ke lantai, seolah ingin membuangnya, namun berikutnya ada sebuah foto yang keluar dari buku itu.


Carmila menatap foto itu.


Itu adalah foto bertiga dengan Tuan Brian dan Tuan Muda Glen di taman hiburan saat Glen masih kecil.


Kala foto itu diambil, dirinya belum memiliki perasaan apa-apa....


Hanya....


Carmila sendiri tidak tahu harus berbuat apa.


Terkadang perasaan bisa datang tanpa orang kira, ini juga berlaku untuk dirinya...


Ya, siapa yang tidak akan terpesona jika ada seseorang seperti Tuan Brian yang baik hati dan lembut itu begitu dekat?

__ADS_1


Sikap lembut dan keramahnya itu yang jelas akan membuat seorang gadis salah tingkah.


__ADS_2