Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya

Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya
Episode 27: Keras Kepala


__ADS_3

Carmila menjadi panik setelah mendengar kata-kata Glen, yang ternyata tahu bahwa dirinya kemarin sempat mengikuti Tuan Mudanya itu, belum lagi dirinya sempat mengutip mereka berdua.


Namun jelas, Carmila mencoba mengelak soal hal itu.


"Mengikatimu bagaimana? Aku bahkan tidak tahu apa-apa ke mana kamu pergi kemarin,"


"Sudahlah, Carmila. Aku jelas melihat wajahmu kemarin di depan pintu Ruangan Pribadi, silahkan walaupun kamu mengenakan masker aku tetap mengenalinya, dari mata dan bentuk tubuhmu, Aku tahu jika itu adalah kamu,"


"Ja... Jangan bicara omong kosong!! Mana mungkin aku mengikutinya!! Apa menurutmu aku ini seperti orang yang tidak ada kerjaan? Untuk mengikuti orang yang sedang kencan?"


Mendengar itu, Glen lalu tertawa,


"Kamu sudah ketahuan!! Kamu masih mengelak? Kamu sendiri yang mengikutiku untuk pergi kencan!!"


Carmila masih mencoba mengelak, dirinya terlalu malu jika sampai ketahuan.


Karena, Carmila tidak tahu harus menjelaskan bagaimana alasan balik teindakan bodohnya itu.


"Aku jelas tidak!! Aku bukan orang menyebalkan sepertimu yang suka mengikutiku untuk kecan buta!!"


"Hah, kamu masih saja mengelak!! Dan kamu Aku menyebalkan? Namun lihat sendiri kelakuanmu kamu malah mengikutiku ketika aku kencan, kamu sebenarnya merasa cemburu bukan?"


"Apa? Cemburu apa? Untuk apa aku cemburu karena mu? Bocah seperti mu?"


Mendengar sekali lagi Carmila menyebut dirinya bocah, Glen jelas saja merasa marah.


"Kamu!! Jangan panggil aku bocah lagi!!"


"Tapi untukku kamu memang bocah!!"


"Diam! Dan lagi kamu malah mengikuti bocah sepertiku? Hah, kamu ini benar-benar sangat aneh! Jika kamu merasa cemburu kamu bilang saja, aku juga melihat tentang kejadian di ruang tamu itu, kamu jelas cemburu melihat Aku dan Cecilia bersama bukan?"


"Hah, aku tidak cemburu!! Hanya merasa kesal!! Kamu masih bocah seperti itu,sudah main cinta-cintaan, dan bermesraan seperti itu dengan tidak tahu malu!!"


"Kamu itu selalu membuat alasan yang tidak masuk akal!! kamu jelas merasa tidak suka ketika melihat aku bersama dengan gadis lain bukan? Kamu jelas memiliki beberapa perasaan padaku,"


"Apa? Aku benar-benar tidak cemburu!! Dan aku tidak memiliki perasaan apapun! Tidak mungkin Aku memiliki perasaan pada Bocah sepertimu! Kamu itu jelas bukan tipeku sama sekali, Tipe yang Aku suka adalah Tipe Pria Dewasa, seperti Tuan Brian!!"


Camila jelas aja meyakinkan dirinya tentang hal ini.


Ya, dirinya tidak mungkin memiliki perasaan pada Tuan Muda Glen, seorang yang dirinya suka jelas adalah tipe pria dewasa seperti Tuan Brian!!.


Glen yang mendengar itu, jelas menjadi sangat marah, terutama ketika mendengar Carmila membandingkan dirinya dan Ayahnya!


Benar-benar sangat keras kepala dan tidak tahu malu!


Apa salahnya untuk menerima perasaan yang dimilikinya?


Kenapa Carmila begitu menyangka semuanya dengan sangat keras kepala?

__ADS_1


Padahal, dirinya jelas melihat tatapan sedih seperti seorang gadis patah hati, ketika melihat dirinya dan Cecilia bersama.


Hah...


"Mari lihat! Seberapa lama kamu tahan!! Itu benar, Aku akan melupakanmu, melupakan semua perasaan ku padamu!! Mungkin memang gadis seperti Cecilia cocok untukku,"


Dengan itu, Glen lalu segera pergi ke sana dan kembali ke ruang tamu.


Meninggalkan Carmila yang saat ini memiliki perasaan yang cukup rumit.


Ya, Carmila juga tidak mengerti dengan dirinya sendiri.


Bukankah dirinya tidak memiki Perasaan pada Tuan Muda Glen?


Namun kenapa hatinya masih merasa begitu sakit ketika melihat Tuan Mudanya bersama orang lain?


Carmila lalu mencoba meyakinkan dirinya jika hal ini benar-benar salah.


Tidak bisa!!


Carmila dengan keras kepala, mencoba menentang perasaannya sendiri.


Dan begitulah, hari-hari berlalu dalam hari-hari ini, Glen memperlakukan Carmila dengan lebih dingin, dan Carmila mencoba menjaga jarak dengan Tuan Mudanya itu.


Suatu siang tiba-tiba, Carmila di suruh mengantarkan makan siang ke kantor Tuan Mudanya itu, dan lagi itu adalah dua kotak bekal seperti sebelumnya.


Jika memang iya dirinya akan sebisa mungkin menolak, tidak ada yang baik jika dirinya terus dekat dengan Tuan Mudanya.


Dirinya pasti nanti juga akan terbiasa dengan sikap dingin Tuan Mudanya itu.


Namun sayangnya, itu hanya perkiraan Carmila.


Karena tepat ketika Carmila sampai ke Ruangan Glen, Carmila melihat Glen bersama dengan seorang gadis tertentu.


Itu adalah Cecilia.


Tunggu?


Kenapa Cecilia ada disini?


"Huh? Dia Pelayan di Rumahmu? Kenapa dia ada disini?" Tanya Cecilia penasaran.


Glen yang mendengar pertanyaan itu segera menjawab dengan santai,


"Dia bukan pelayan, namun dia Sebelumnya adalah Pengasuhku, dia yang selama ini mengasuh ku dari kecil dan sekarang dia ditugaskan untuk mengurus keperluan ku,"


"Ah, jadi dia Pengasuh mu sebelumnya? Aku pikir kita masih seumuran ternyata dia lebih tua daripada yang terlihat,"


"Begitulah, dia sudah tiga puluh satu, sudah cukup tua bukan?"

__ADS_1


"Hmm, ya seumuran Tantemu bukan Kak Glen?"


"Tepat,"


"Owh iya, dia ada di sini?" Tanya Cecilia lagi dengan penasaran.


"Ah, benar, Alasan dia ada disini mungkin untuk mengantarkan makan siang ku,"


Ekspresi Cecilia lalu menjadi sedikit kaget dan berkata,


"Yah, padahal Aku ingin mengajakmu makan siang bersama, sayang sekali kamu sudah dikirimi bekal makan siang,"


Glen lalu tersenyum dan berkata,


"Tenang saja, Aku sudah menyuruhnya untuk membawa dua bekan makan siang untuk kita makan bersama, karena aku tahu kamu siang ini akan datang. Carmila, letakan makan siang di meja, dan kamu bisa segera pergi,"


Cecilia yang mendapatkan perhatian itu, jelas merasa sangat tersipu senang.


Carmila yang melihat itu jelas merasa tidak senang.


Hah...


Ternyata memang hanya dirinya saja yang jadi terlalu geer, jelas Tuan Mudanya udah bilang sebelumnya jika akan mencoba melupakan perasaannya padanya, jadi dia memperlakukan nya begitu dingin seperti ini.


Tidak mungkin jika untuk mengajak makan siang bersama.


Itu memang dari awal untuk gadis lain.


"Kenapa kamu masih di situ? Urusanmu sudah selesai, jadi pergilah," kata Glen lagi dengan ekpersi dingin.


Carmila hanya mengaguk minta maaf lah lu segera izin permisi pergi dari sana.


Dan ketika Carmila hendak menutup pintu, dirinya sempat mengintip kedalam, dimana Tuan Mudanya itu, saat ini bersama dengan Cecilia, terlihat sedang asyik dengan makan siang mereka.


Hal ini mengigat Carmila dulu, dirinya juga sering makan siang bersama seperti itu dengan Tuan Mudanya.


Mungkin jika di kantor jarang, namun ketika di rumah mereka sering makan siang bersama.


Bahkan, Tuan Mudanya selalu begitu perhatian dan memilih menu yang dirinya sukai...


Hah...


Sekarang ketika melihat posisi itu diambil oleh orang lain, kenapa dirinya menjadi kesal dan kecewa?


Harusnya tidak bisa seperti ini...


Namun kenapa dengan dirinya?


Carmila, merasa dirinya bodoh karena malah memikirkan hal-hal tidak jelas ini.

__ADS_1


__ADS_2