TUAN MUDA SALAH BALAS DENDAM

TUAN MUDA SALAH BALAS DENDAM
Bab 15


__ADS_3

seto Menghujani dengan banyak ciuman,dan memberi banyak tanda kepemilikan dilehernya. Malam ini dia menghukum airi berkali-kali. melihat istrinya sudah kelelahan baru berhenti menghukumnya.


airi terlihat sangat lelah,dia tertidur seperti orang yang tidak memiliki tenaga.


"kenapa kamu tidak bersedia berada di sampingku? kenapa kamu sangat mencintai bedebah itu. jika mengurungmu adalah satu-satunya cara agar kamu tetap berada di dekatku,maka aku akan mengurungmu tanpa ragu." kata seto sambil membelai rambut airi yang tengah tertidur lelap.


seto memeluk dengan erat tubuh airi,sesekali dia mencium wajah cantik airi.


keesokan harinya,airi belum terbangun dari tidurnya. seto tidak pergi ke kantornya. dia duduk di sofa depan kamar tidur. sambil memandang airi,di tanganya satu gelas minuman.


"hum" airi terbangun dari tidurnya,dia duduk dan melilit tubuh polosnya dengan selimut tebal. dia melihat seto dengan tatapan benci.


"mulai sekarang kamu tidak boleh keluar dari vila ini" kata seto sambil meneguk meinuman yang ada di tanganya.


airi diam tidak menjawab. dia mengacuhkan perkataan seto

__ADS_1


"airi,aku belum puas menghukummu tadi malam" kata seto berdiri dari tempat duduknya.


"seto,jangan mendekat" kata airi takut.


"pergi mandi,atau aku yang memandikanmu?" tanya seto dengan suara dinginnya. mendengar hal itu airi beranjak dari tempat tidurnya dan mandi. seto menunggu di sofa.


tidak lama kemudian airi keluar dengan menggunakan baju dres putih selutut. meski baru mandi dia terlihat sangat menawan. rambut basahnya membuat dia semakin seksi menurut penglihatan seto.


"kemari,jangan membantahku" kata seto dengan nada dingin. airi duduk di kursi depan meja rias,seto membantu mengeringkan rambut airi. setelah selesai seto kembali mencium leher jenjang airi. membuat airi terkejut dan menghindar tangan airi menjatuhkan gelas yang ada di atas meja.


"airi jangan,jangan lakukan hal bodoh lagi" seto takut jika terjadi seperti yang airi lakukan bulan lalu.


"kenapa? kamu tidak mempercayaikukan? bahkan kamu tau jika aku bukan anak kandung keluarga cendana,kamu terus menyiksaku,ayahku yang membunuh kekasihmu,bukan aku.dulu,sekarang aku tidak berhutang nyawa dengan siapapun,kamu yang berhutang nyawa denganku. aku benci denganmu seto aku benci dengan takdirku saat bertemu denganmu,saat aku menjadi bagian dari keluarga cendana" airi menggores tanganya dengan kaca,kali ini dia menggores lebih tajam dari yang pernah dilakukan.


"airi,beraninya kamu melukai dirimu sendiri,nyawamu hanya milikku" seto berlari ke arah airi dengan panik,darah mengucur deras dari tangan airi,membuat pandanganya semakin kabur dan tidak sadarkan diri.

__ADS_1


seto membawa airi ke rumah sakit.kali ini airi benar-benar dalam keadaan yang kritis.seto mengacak-acak rambutnya dengan kasar, berkali-kali. dia terlihat sangat menyesal.


"dokter,kapan istri saya akan sadar?" tanya seto dengan nada yang lemah.


"dia sedang melawan masa kritisnya,tapi aku merasa istrimu tidak memiliki tekad yang kuat untuk hidup. semoga tuhan masih memberikan umur yang panjang untuk istrimu" kata dokter itu memberikan penjesalan pada seto.


seto duduk dengan perasaan bersalah,mama seto yang sudah tahu dari kepala pelayan itu menghubungi seto.


dreettttt getaran ponsel seto


"hallo ma" seto menjawab panggilan


"seto,mama akan pergi ke nagara A sekarang,kamu sangat bodoh dan keterlaluan seto. jika terjadi apa-apa dangan menantu mama. ingat mama tidak akan memaafkanmu dengan mudah" kata mama seto dan langsung menutup telvonnya.


seto melihat airi terbaring dengan wajah pucatnya. pernikahan yang baru lima bulan sudah dua kali airi ingin mengakhiri hidup. semenjak dia datang di keluarga cendana dia tidak pernah diperlakukan dengan baik oleh keluarganya. menikah dengan seto yang pemarah membuat dia tertekan. di tambah dia tahu jika seto menikahi dirinya hanya ingin menggantikan kekasihnya yang telah dibunuh oleh ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2