
"aku tidak apa-apa" jawab airi pada devan
"jika kamu tidak ingin bercerita tidak apa-apa aku tidak memaksamu,makanlah mie ini aku ingat kamu menyukainya setelah ini aku akan mengantarmu pulang,sekarang di luar hujan sangat lebat angin pun kuat" kata devan
airi memakan mie buatan devan.
seto yang di ruang miting seperti cuka
di ruang miting seto melihat ke arah luar hujan lebat dan angin kuat
"sedang apa airi dengan kekasihnya itu semakin aku pikirkan semakin sakit kepalaku" kata seto dalam hati,hari itu ruang miting suasanya dingin seperti kulkas lantaran seto yang sedang cemburu dengan istrinya.
berkas miting proyek danau biru di serahkan pada zeo,seto membacanya
"jadi ini pekerjaan kalian,aku menggaji kalian bukan untuk melakukan pekerjaan yang bodoh seperti ini,kerjakan ulang" lalu seto melempar kertas itu
"kerjakan ulang pekerjaan anda,miting hari ini sudah cukup sampai disini" zeo memberikan kode kepada yang lain untuk segera meninggalkan ruang miting.
"tuan jika anda merasa cemburu maka telvon saja nyonya untuk segera pulang." kata zeo memberikan saran pada tuannya.
"heh siapa peduli tentang dia" kata seto beranjak pergi dari ruang miting.
kringgggg kringggg
"hallo" suara di seberang
"nyonya sudah pulang?" tanya seto
"maaf tuan nyonya belum pulang"
__ADS_1
lalu seto menutup ponselnya,jam sudah menunjukan pukul 3 sore,seto pulang lebih awal dia duduk di ruang tamu sambil membaca buku
tak lama terdengar suara mobil berhenti di depan pagar rumah. keluarlah airi dari dalam mobil dan seorang laki-laki,seto yang dari tadi menunggu airi mengintip di balik korden dia melihat devan mengelus rambut airi ketika hendak pulang. membuat seto tambah cemburu,sebelum airi masuk rumah seto cepat-cepat duduk kembali dan pura-pura membaca buku kembali. airi membuka pintu alangkah terkejutnya dia suaminya sudah pulang lebih awal
"sudah bertemu dengan keluargamu,gimana sudah senang?"
"iya" airi hanya menjawab singkat lalu matanya kembali berkaca-kaca
"mandi yang bersih,aku tidak mau mencium aroma lelaki di tubuhmu" seto beranjak pergi meninggalkan airi ke ruang baca disana seto menahan amarahnya.
menuang anggur merah,dalam gelas lalu meminumnya sekali teguk lalu menuang lagi dan meneguk lagi. lalu seto pergi ke kamar didapati istrinya yang sudah selesai mandi mengenakan handuk piyama. seto mendekati istrinya itu, airi yang didekati seto mundur selangkah demi selangkah dia takut seto menggila lagi. seto menarik tangan airi lalu airi meronta ingin lari namun sudah menempel tembok.seto memegang kedua tangan airi di atas kepala airi lalu seto mendekatkan tubuhnya serta wajahnya ke arah airi. melihat seto yang menggila lagi airi hanya menutup mata
"kenapa kamu sebegitu takutnya padaku? tapi kamu bisa tersenyum kepada kekasihmu?" airi yang mendengar seto hanya menggeleng.
"tuan tadi saya tidak sengaja bertemu dengan devan saat hujan dan dia mengantar saya pulang" kata airi gemetaran.
"aku tidak ingin melihat kamu bertemu dengan dia,aku tidak mau ada gosib isrtiku berselingkuh di luar sana"
"tuan jangan lakukan ini" kata airi
"heh aku sudah membelimu,kamu hanya mainan dan selamanya kamu adalah mainanku" seto menarik airi dan melemparnya di atas kasur lalu seto menindih tubuh airi sesekali seto mencium bibir leher telinga hingga sedikit demi sedikit berlahan ciuman itu turun ke bawah. airi yang di qianati oleh tubuhnya benar-benar memalukan. terdengar *******-******* dari mulut airi membuat seto semakin bergairah. malam itu seto kembali membuat airi lelah. lalu mereka tertidur seto memeluk tubuh airi
***
setelah pukul setengah 10 pagi airi merasa badanya rasanya mau patah semua. di sampingnya sudah tidak ada suaminya mungkin dia tidak ingin aku akan mengganggunya. setelah selesai mandi airi turun untuk mencari makan pengganjal perut "nyonya ada pesan dari tuan jika nyonya sudah bangun nyonya disuruh minum ini jamu nyonya tidak boleh menolaknya" kata seorang kepala pelayan.
"taroh aja di situ nanti aku minum" kata airi
airi lalu pergi ke kamar dan melihat dirinya di cermin,semua lehernya ada jejak seto.
__ADS_1
"sungguh menjijikan" kata airi
kretakkkk pintu kamar pun terbuka seto telah pulang kerumah saat itu jam masih siang pukul 11. tapi seno yang masih bau cuka ingin melampiaskan semua kepada airi. seketika airi kaget melihat kepulangan suaminya.
"buka bajumu" seto langsung to the point aja membuat airi takut
"tidak,aku tidak mau"
"aku tidak ingin mengulang kata-kataku"
airi berlari membuka pintu namun pintu di kunci,seketika airi ketakutan lalu seto menangkap tangan airi dan mengangkat tubuh airi dan di lempar di atas ranjang. airi menangis dan memohon ampun pada seto. namun seto tetap memaksa airi
dicium bibir dan telinga sesekali turun hingga ke leher airi mendesah mengeluarkan suara yang membuat seto semakin bersemangat. seto menarik robek baju airi. seketika airi benar-benar sudah sperti kehilanagan kebebasanya. setelah selesai melakukanya airi menangis histeris
"kenapa semua jahat padaku,bahkan kamu juga seperti iblis,aku tidak pernah berhutang pada siapapun di kehidupan ini,jika kamu membalas perbuatan keluarga kusworo aku bukan anak kandungnya jadi apa salahku padamu? aku dikehidupan ini tidak punya hutang padamu juga dikehidupan selanjutnya aku sungguh sangat membencimu karena kamu yang merasa kaya kamu bisa melakukan apasaja padaku" airi memecahkan gelas yang ada di atas meja seto pun kaget,airi lalu menggoreskan pecahan gelas di tanganya hingga mengeluarkan banyak darah.seto pun panik dia berteriak memanggil kepala pelayan
"jery jer jery" seto memanggil namun tidak ada sahutan. darah keluar dari tangan airi begitu banyak,seto tidak ingin pikir panajang seto langsung mengangkat tubuh airi membawa ke rumah sakit. di rumah sakit airi di rawat. datang seorang dokter pada seto
"maf tuan sepertinya nyonya kehilangan banayk darah jika kita tidak mendapatkan kantong mungkin nyonya tidak tertolong lagi". mendengar itu membuat seto bagai di hujani ribuan anak panah
"golongan darahnya apa?" tanya seto
"golongan darah nyonya B+"
"pakai darahku saja" kata seto
"baik tuan,operasi akan segera kita lakukan untuk menjahit luka nyonya."
seto melihat airi yang pucat terbaring lemah di sampingnya,terlihat selang darahnya menuju ke tubuh airi secara berlahan.
__ADS_1
"maafkan aku,kedepanya aku akan bersikap baik padamu,aku akan menjagamu,kumohon jangan tinggalkan aku. kamu harus berjuang untuk tetap hidup,aku mencintaimu" kata seto dalam hati.