
“airi,apakah kamu ada jam mengajar siang nanti?” tanya seorang dosen muda Bernama widura. Dia sudah menyukai airi semenjak airi masih menjadi mahasiswa. Widura belum tahu jika airi sudah menikah.
Pernikahan dengan seto hanya di gelar pesta keluarga,dan seto belum mendaftar ke catatan sipil. Jadi mereka belum di akui secara negara. Seto berencana akan memberikan pernikahan termegah untuk airi.
“saya tidak ada jam mengajar siang pak,ada apa?” tanya airi,sambil menutup laptop miliknya.
“boleh saya mengajak kamu makan siang Bersama?” tanya widura dengan hati-hati.
“maaf pak,tapi saya sudah ada janji dengan teman saya” kata airi menolak dengan sopan.
Airi memang ada janji dengan desi untuk makan siang Bersama. Semenjak desi kuliah di luar negeri tidak pernah bertemu airi.
Di café airi sedang menunggu desi,tak lama kemudian desi dengan tampilan yang berbeda. Dia terlihat lebih cantik dari tiga tahun yang lalu.
“airi,aku sangat merindukanmu,bahkan di pernikahanmu. Aku tidak bisa datang. Aku sudah lebih dulu ke luar negeri. Aku sangat kesal sekali dengan papi” kata desi sambil menarik kursi dan duduk.
“tapi aku merasa kamu sangat menikmati hidupmu di luar negeri” kata airi sambil meletakkan ponselnya.
“tentu saja,jadi bagaimana rupa suamimu? Tua,ganteng,atau buruk rupa? Kamu juga semakin cantik saja. Eh hm sepertinya tadi malam ada yang menghabiskan malam dengan panas di atas ranjang” cibir desi pada airi,saat melihat tanda merah di leher airi yang dibuat oleh seto. Shal yang di pakai airi tidak menutup sempurna.
“nanti aku akan mengenalkannya padamu,suamiku cukup baik dan juga sayang padaku” kata airi setengah sombong.
Mereka menghabiskan waktu Bersama,desi juga tidak lama lagi harus Kembali ke luar negeri untuk menamatkan kuliahnya. Berkali-kali desi memuji airi,yang memang bercita-cita menjadi dosen.
Mereka memakan,makanan mereka. Tiba-tiba mata airi melihat pemandangan yang tidak asing,dia seto dan zeo yang turun dari mobil. sepertinya suaminya sedang ingin makan siang.
__ADS_1
Dari jauh seto sudah melempar senyum pada airi.
“tidak sia-sia aku memberikan alat pelacak pada ponselnya” batin seto sambil tersenyum.
Zeo melihat nyonya dan temannya duduk sambil makan. Dia berfikir. Mungkin tuan muda sedang membuat janji dengan nyonya. Zeo mengikuti seto dari belakang.
“boleh bergabung?” kata seto sambil tersenyum kearah airi
“silahkan” kata airi terus memakan makanannya. Sedangkan desi yang tahu dia adalah seto pemilik perusahaan mandala king penguasa bisnis negara s. jantungnya berdegup kencang,seakan ingin lepas dari tempatnya.
“apakah kamu tidak ingin mengenalkan temanmu?” kata seto dengan nada tidak suka,karena airi cuek padanya. Airi memandang seto dengan tatapan bingung.
“apakah dia akan mempublikasikan hubungannya sekarang?” batin airi.
“istriku” kata seto sekali lagi.
“desi,kenalkan. Dia seto,suamiku” kata airi sambil meringis. Desi terkejut bukan main. Orang yang dulu di jodohkan dengan airi adalah pengusaha kaya. Sungguh sangat beruntung sekali sahabatnya itu.
“ah eh,iya. Tuan seto,saya desi. Sahabat airi” kata desi yang gagap masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
“cantik sekali wanita ini” batin zeo saat melihat desi.
Mereka berempat makan Bersama,mata zeo dan desi. Sesekali mencari pandang. Tapi zeo adalah lelaki yang sama dinginnya dengan wanita.
“istriku,apakah kamu masih ada jam mengajar setelah ini?” tanya seto.
__ADS_1
“tidak,aku akan pergi belanja dengan desi” kata airi
“baiklah,bersenang-senanglah. Habiskan isi kartu ini” kata seto memberikan kartu no limit pada airi,kartu yang hanya ada dua di dunia.
Setelah selesai,seto dan airi berpisah. Seto Kembali ke kantor. Dan airi pergi belanja.
“aku sungguh tidak menyangka,kamu sangat beruntung bisa menikah dengan orang yang kaya raya,dan begitu bucin padamu” kata desi terus mengomel.
Di sebuah toko berkelas,mereka bertemu dengan anisa. Disana anisa sedang belanja dengan mamanya. Airi masuk dengan desi.
“hai kakak ipar,kamu sedang belanja juga?” sapa anisa pada airi.
"iya,apakah anda mengenal saya?" tanya airi yang memang lupa dengan wajah anisa.
"aku anisa,yang kemaren bertemu dengan kakak ipar,di makan kak sujia" kata anisa,dan ngedumel dihati anisa. sombong sekali istri kak seto ini,pura-pura lupa padaku.
"maaf,aku lupa anisa. apakah kamu sudah selesai belanja?" tanya airi dengan nada perasaan bersalah pada anisa.
"iya,kami pergi dulu ya kakak ipar" kata anisa pergi meninggalkan airi dan desi.
"airi,kenapa dia memanggilmu kakak ipar,bukannya seto anak tunggal,dia tidak memiliki adik" tanya desi pada airi.
"dia adalah adik sujia,kekasih seto yang sudah meninggal" jelas airi.
mereka belanja dengan bahagia,berkali-kali kartu mereka gesek. dan berkali-kali pesan pengeluaran uang masuk ke ponsel seto. seto hanya tersenyum saat di ruang miting. semua karyawan yang sedang di ruang miting, terkejut seperti kena sengatan listrik. selama tiga tahun seto bekerja dengan perasaan dingin,semua karyawan kena amarahnya. tiba-tiba setelah libur tiga hari seto tersenyum dan bekerja lebih santai.
__ADS_1