
seto membuka selimut itu airi mencoba kabur dari seto namun di peluk dari belakang tangan seto memainkan yang ada di tubuh depan sedangkan mulutnya sibuk mencium leher airi. airi pun meronta-ronta ingin melepaskan diri namun tidak berdaya karena kekuatan seto yang cukul besar. seto membuka paksa baju yang di pakai airi hingga terobek. membuat airi hanya memakai bra dan ****** ***** saja membuat dia terlihat begitu seksi. dia memelas dan memohon belas kasihan pada seto sambil menangis
"ku mohon jangan lakukan lagi,aku akan patuh padamu tapi jangan lakukan ini" kata airi sambil berjalan mundur menghindari seto. tapi seto tidak peduli dengan perkataan airi
"kamu adalah putri pembunuh kekasihku maka seluruh keluarga kalian harus membayarnya" seto menangkap tangan airi dan airi mencoba melepaskan diri namun seto melempar airi ke atas kasur dan menindih tubuh airi menahan tangan airi di atas kepalanya,airi hanya memejamkan mata pasrah. seto yang semakin menggila dia terus menciumi tubuh airi seincin demi seinci yang membuat airi mengeluarkan ******* yang membuat seto semakin tak bisa lagi menahanya mereka melakukan hubungan suami istri. setelah selesai seto memeluk airi dari belakang airi meneteskan air mata berlahan di pipinya. airi sudah tidak bisa lagi melawan sebuah takdir yang mengikatnya saat ini. dia harus melayani seorang laki-laki yang di paksakan menikah denganya. malam begitu panjang seto memeluk tubuh airi dan tertidur begitu juga airi.
***
pagi pun tiba,seto yang sudah berada di ruang makan sedang menunggu seseorang. tak lama kemudian airi pun datang duduk di depan seto. rambut airi di sanggul ke atas dengan lipstik yang tipis membuat airi terlihat sangat manis,dengan kulit putih yang di milikinya membuat dia terlihat cantik. airi memiliki keduanya manis dan juga cantik. seto meihat ke arah airi dan sesekali memakan sarapanya. airi yang pura-pura tidak melihat tuan muda itu membuat seto kesal. terlihat beberapa bekas ****** di leher airi. dan terlihat juga pergelangan tangan airi membiru. seto lalu meraih tangan airi yang membiru akibat ulahnya itu. airi pun kesakitan
"aduh,jangan" kata airi
"sakit?" tanya seto
"dengan melihat saja tentunya kamu sudah tau jawabanya tuan muda,lagi pula aku disini untuk melunasi hutang keluargaku jadi ini sudah termasuk kan tuan muda" kata airi sambil menarik tanganya. seto hanya diam lalu menyuruh seseorang untuk mengambil sebuah kotak obat
"pelayan" seto memanggil pembantunya
"iya tuan ada apa?" datang seseorang wanita muda memakai seragam pelayan
"ambilkan kotak obat"
"baik tuan" tak berapa lama pelayan itu datang membawa sebuah kotak obat
"ini tuan obatnya" lalu pelayan itu pergi meninggalkan mereka. seto mengeluarkan salep dan mengoleskan airi.
"tuan muda biar airi saja yang mengobati luka ini,tuan lanjutkan sarapanya" kata airi menarik tanganya.
__ADS_1
"diam,menurut saja. jika di tubuhmu ada bekas luka itu membuat aku tidak sedap lagi memandangmu" kata seto pada airi lalu airi diam aja. olesan salep pun selesai seto duduk lebih dekat lagi dengan airi dan mengambil piring milik airi lalu menyuapinya
"tuan airi bisa makan sendiri" kata airi
"sudah diam,makan aja tanganmu masih sakit" kata seto pada airi
"entah kenapa hatiku sedikit sakit melihat dia terluka. nanti malam mungkin aku harus lebih lembut lagi" kata seto dalam hati
sarapan pun sudah selesai seto pergi ke kantor. ketika seto akan pergi airi meminta ijin untuk mengunjungi keluarganya
"tuan,aku ingin pulang sebentar aku ingin melihat mama papa" kata airi
"pergilah biar sopir yang mengantarkanmu,nanti aku akan menjemputmu setelah pulang kerja" seto menjawab sambil memakai dasi
"baik,terima kasih tuan"
"kenapa kamu memanggil aku tuan,mulai sekarang kamu panggil aku suami"
"kamu bisa tidak,menuruti apa yang aku mau kamu tidak berhak untuk menolaknya" seto berkata sambil menekan kedua pipi airi dengan tanganya terasa sakit bagi airi lalu seto melepas tanganya terlihat merah bekas tanganya.
"entah kenapa aku benar-benar tidak bisa mengendalikan diriku saat aku melihatnya" kata seto dalam hati. lalu dia naik mobil dan berangkat bekerja. airi duduk di sebuah kursi dan meneteskan air mata.
dia lalu berjalan ke kamar memilih baju untuk berkunjung ke rumah orang tuanya. airi pergi di antar sopir. seto tidak pergi ke kantor melainkan membuntuti airi dari jauh,kalau-kalau ada seseuatu pada keluarga sanjaya.
setiba di rumah sanjaya,gerbang tidak di kunci airi pun masuk ke dalam rumah di dalam rumah terlihat zia dan kedua orang tuanya sedang membicarakan sesuatu yang menyebut namanya airi tidak langsung masuk melainkan berdiri di dekat pintu.
"anak pungut itu mungkin sudah bahagia hingga tidak datang ke rumah ini lagi" kata mamanya zia
__ADS_1
"ma aku mau airi segera cerai dengan seto dia tidak layak,dia bukan adik kandungku dia hanya anak yang mama dan papa pungut aku ingin menjadi nyonya seto"
airi yang mendengar percakapan mereka meneteskan air mata dan membalikan badan berlari pergi,ketika dia lari terlihat oleh zia dan mamanya. lalu mereka pun keluar airi sudah berlari keluar gerbang dan berjalan tak tau arah dan tujuanya. tiba-tiba gerimis dan hujan semakin deras. airi duduk di sebuah kursi panjang di taman tak jauh dari rumah keluarganya,dia menutup mata di tengah hujan yang mengguyur tubuhnya.
"jadi aku ini bukan anak kandung mama dan papa,jadi aku hanya anak pungut. pantas saja aku di perlakukan seperti anak tiri oleh mereka" kata airi dalam hati
ketika seto turun dari mobil dan membawa payung dari jauh terlihat laki-laki datang lebih dulu memayungi airi. lalu airi membuka matanya dan melihat laki-laki tersebut ternyata devan. itu membuat seto sangat kesal. dan kembali ke dalam mobil serta melajukan kendaraan sangat kencang menuju kantor. devan yang memayungi airi saling memandang mata mereka bertemu
"kenapa kamu datang membawa payung,buakankah kamu juga membenciku?" tanya airi pada devan
"aku tidak membencimu,hantiku sangat sakit jika melihat kamu seperti ini.ayo naik mobil aku akan membawamu pulang jika kamu seperti ini kamu akan masuk angin" kata devan pada airi lalu airi pun ikut ke rumah devan. disana terlihat sepi hanya beberapa pelayan yang ada di rumah.
"semua orang liburan musim semi ke luar negeri" kata devan
"hmm" airi menggigil kedinginan
"mandilah,aku akan menyiapkan gantimu"kata devan pada airi. devan mengambil beberapa set pakain adiknya dan menyiapkan teh hangat untuk airi.
"airi gantinya aku taroh di atas kasur,aku keluar sebentar" kata devan di depan pintu kamar mandi
"iya" jawab airi setelah selesai mandi dan berganti pakaian devan mengetuk pintu
tok tok tok
"airi boleh masuk" kata devan
"boleh" jawab airi,rambut airi yang masih basah membuat airi terlihat berantakan. lalu devan mendudukan airi di depan meja rias.
__ADS_1
"biarkan aku membantumu mengeringkan rambutmu" kata devan airi hanya diam tidak menjawabnya. devan sudah biasa membantu adiknya mengeringkan rambut.
"airi,apa sebenarnya yang terjadi padamu? kanapa kamu bisa menangis di tengah hujan begitu" tanya devan pada airi namun airi diam saja seperti dia tidak ingin cerita