TUAN MUDA SALAH BALAS DENDAM

TUAN MUDA SALAH BALAS DENDAM
Bab 58


__ADS_3

Zeo naik ke atas ranjang,dengan detak jantung yang tidak karuan,febi mencoba diam. Berlahan zeo menyentuh pipi tiris Febi.


"sangat cantik" puji Zeo.


Dia mencium bibir Ranum febi,mendapat balasan. febi melingkarkan tanganya ke leher Zeo. Lalu zeo melepaskan ciumannya.


"apakah kamu menungguku?" tanya zeo,samar-samar terlihat wajah febi yang sayu. Febi hanya menganggukan kepalanya.


Karena mendapat lampu hijau,Zeo melanjutkan aktifitasnya. Dia kembali memberikan sentuhan,bibirnya menyesap telinga febi,tangannya mulai mere...mas bukit kembar yang duhai indah sekali.


Terasa kenyal,sesekali memainkan di ujung bukit indah febi... Memilintir. De...sahan demi de...sahan. Mulai keluar dari mulut febi.


Dalam sekejap,Zeo membuka penutup seksi milik istri,dia membuang di sembarang tempat,bahkan dia sudah membuang handuk yang melilit pinggangnya,ke sembarang tempat. Dia lempar,tidak lagi dia hiraukan entah kemana.


Terlihat tubuh polos istrinya,putih dan seksi. Dia kembali,me...lu..mat gunung kembar yang sangat indah. Lalu naik ke leher jenjang febi.


"arggghh geli" ricau febi saat sang suami menyesap lehernya. Tangan Zeo mulai masuk ke dalam kepemilikan wanita,yang begitu membuat para lelaki mabuk kepayang.


Satu jari dimainkan di dalamnya,..


"ahhhh geli.... Tapi nikmat...." ricau febi,tangannya mulai menjambak rambut Zeo. Melihat istrinya semakin menyukainya,dia menambah satu jari lagi,memainkan di bawah sana. Sekarang Dua jari memainkan di dalam sana.


Hingga pada waktunya,tubuh febi tiba-tiba menegang. Yang di bawah sana terasa sesuatu keluar,tumpah dari kepemilikannya.


Desertai erangan "arggg... Ahhh" tangan kanan meremas sprai dan tangan kirinya menjambak rambut Zeo.

__ADS_1


Melihat istrinya sudah mencapai puncaknya,dia mencium bibir febi... Dan memulai memasukan benda berurat,ke dalam kepemilikan istrinya.


"hmm... Ssss sakittt" kata febi.


"tahan,sebentar.... Arggg hm" kata zeo terus mencoba memasukan.


Beberapa detik kemudian,menerobos sesuatu di dalam sana,seperti mengoyak... Benda berurat itu Terasa terjepit.


Berlahan namun pasti,Zeo mulai memaju mundurkan gerakannya....tangannya memegang bukit kembar milik istrinya.


"sayangggg achhhh hhhh ummm" ricau febi,memanggil suaminya.


"iya,panggillll namaku.... Zeo" bisik Zeo di telinga istrinya,sambil menjilat,menyesep daun telinga istrinya.


"Zeo... Umm ahhh"


Suara de...sahan dan er...rangan memenuhi seisi kamar. Zeo semakin brutal,memompa.


"sayanggg.... Aku ras sanya.. Achhh mau keluar" kata febi sambil meremas tangan zeo di atas seprai.


"kita keluarkan,barengan sayang" kata zeo membelai bibir istrinya.


Akhirnya,suami istri itu mencapai puncak nirwana. Terasa terkuras tenaganya. Setelah selesai dengan aktifitasnya,zeo memeluk tubuh istrinya. Dan mengatakan "terima kasih" sambil mengecup kening istrinya.


Mereka kembali melakukan,hingga ronde ke tiga. Zeo berhenti melakukan,setelah febi tidak ada tenaga lagi. Akhirnya mereka tertidur saat dini hari.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tuan Y menodongkan sebuah pistol kepada Airi dan Arka.... Dengan tertawa penuh kemenangan. Seto mengiba,duduk bersimpuh di atas lantai.


"pilih lah,anak atau istri,ingat waktumu hanya 10 detik" kata Tuan Y.


"Papi jangan,pilih Arka... Pilih mami. Papi... Pilih mami. Ada adik arka di dalam perut mami" teriak arka dalam ikatan.


"tidak,kumohon pilihlah arka... Aku belum hamil. Jangan biarkan dia meninggal di usia dini" teriak airi dalam isakan tangisnya.


" ingat waktu terus berjalan... 9,8,7,6..." Tuan Y mulai berhitung.


"Akulah,yang kamu inginkan,bunuh aku. Jangan mereka" tangis seto... Dia terus memohon untuk anak dan istrinya.


"kamu ingin mati. Heh terlalu mudah. Biar kau lihat dan rasakan. Kehilangan orang yang kamu cintai, dua orang sekaligus...."


Dorrrr dorrrr dua tembakan menembus dada Airi... Seketika Airi langsung meninggal


"mamiiiii".....


"Airi...." ....


Doorrrr dorrr dorrrr


Tiga tembakan menembus tubuh Arka...

__ADS_1


"tidak.... Arkaa.... Airi....Airi" Teriak seto dia memeluk tubuh anak dan istrinya. Tangisan dan teriakan pecah seketika. Tubuh seto berlumuran darah,anak dan istrinya.


__ADS_2