TUAN MUDA SALAH BALAS DENDAM

TUAN MUDA SALAH BALAS DENDAM
Bab 25


__ADS_3

anisa yang bersikap lembut dan polos itu,hanya menutupi sifat aslinya yang seperti seorang iblis.


Anisa mengajak airi untuk minum di sebuah cafe. Dia menaruh obat dalam minuman airi. Selang 15 menit airi mengalami sakit perut bagian bawah dengan amat sangat.


"anisa,perutku mendadak sangat sakit. Seperti sedang orang yang tengah datang bulan" kata airi meremas perutnya.


"apa kita perlu ke dokter?" tanya anisa,yang merasa senang karena dia berhasil menjalankan kejahatannya.


Airi dan anisa menuju rumah sakit,seto yang menerima kabar airi masuk rumah sakit. Langsung bergegas menyusul mereka.


Anisa sudah membayar dokter yang sedang berjaga untuk memberikan keterangan palsu,juga obat yang bisa membuat airi tidak memiliki keturunan.


"anisa,dimana airi?" tanya seto dengan nafas yang terengah-engah. Dia terlihat sangat panik.


"kakak ipar sedang di periksa oleh dokter" jawab anisa yang memperlihatkan ekspresi sedih.


"kenapa airi bisa sakit,kalian makan apa saja? Baru berangkat kenapa sudah jatuh sakit" seto membrondong banyak pertanyaan pada anisa.


Anisa menjelaskan kronologi kejadian pada seto. Dan bodohnya seto mempercayai anisa begitu saja.

__ADS_1


"siapa keluarga pasien?" tanya dokter yang menangani airi.


"saya suami pasien dok" seto menjawab dengan cepat.


Dokter dan seto sedang berada di satu ruangan.


"maaf pak,begini. Istri bapak sepertinya terkena kanker rahim. Mau tidak mau. rahim istri bapak harus diangkat,jika tidak akan membahayakan nyawa istri bapak" kata dokter suruhan anisa.


Kata-kata dokter membuat seto terdiam,dia shock mendengar penjelasan dokter.


seto bagaikan di sambar petir di siang bolong. Dia gemetar,dia bukan takut tidak memiliki keturunan,namun dia tidak tahu bagaimana cara menyampaikan pada istrinya.


Seto meminta waktu satu bulan,dia harus mengatakan pada airi dengan sebuah keyakinan,jika seto menikahi istrinya bukan untuk mendapatkan sebuah keturunan,namun hanya ingin membahagiakan istrinya.


"apakah kakak baik-baik saja? Apa yang di katakan dokter? Kakak ipar sakit apa?" tanya anisa yang pura-pura kawatir.


"airi baik-baik saja. Hanya kecapekan saja" kata seto,lalu dia menemui istrinya dengan wajah yang berusaha untuk terlihat baik-baik saja.


"seto" panggil airi,saat melihat suaminya masuk ke ruangannya,dengan suara yang serak. Wajahnya terlihat pucat.

__ADS_1


"sayang" seto memeluk airi dengan sangat lembut. Anisa mencoba diam,dia menahan dirinya untuk terlihat menyukai airi dan mencemaskan airi.


"aku takut,jika terjadi sesuatu padamu" kata seto dalam pelukam airi.


Airi tersenyum pada suaminya,dia mengatakan jika dirinya baik-baik saja. Sore itu airi sudah di ijinkan pulang. Dokter menyarakan untuk seto,bahwa airi harus dioperasi secepat mungkin.


Mereka bertiga pulang,sampai di rumah. Seto memberikan obat pada airi untuk diminum. Namun airi menaruh curiga dengan kemasan obat dari dokter tersebut.


Airi yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata itu. terlihat meminum obat tersebut,namun airi sebenarnya menyembunyikan obat tersebut. Dia akan membawa obat tersebut ke arafah,dokter yang dulunya adalah sinior airi waktu kuliah.


"sayang,ayo istirahat. Jangan terlalu lelah" kata seto memeluk tubuh istrinya. Dia belum siap menceritakan yang sebenarnya.


"seto,katakan padaku. Apakah kamu mencintaiku?" tanya airi dengan bersungguh-sunggu.


"tentu saja,kenapa bertanya seperti itu?" tanya seto,dan sesekali mencium rambut airi.


"jikq cinta,katakan yang sebenarnya. Ada apa? Kamu terlihat sedih,semenjak keluar rumah sakit tadi" tanya airi,yang penasaran dengan sikap seto.


"sayang,dokter mengatakan. Jika kamu terkena kanker rahim. Dokter menyarankan untuk operasi secepatnya,airi. Dengar,aku tidak masalah tidak memiliki anak,yang penting kamu terus sehat dan ada di sampingku" seto mengatakan hal itu dengan sangat berat.

__ADS_1


Airi yang mendengar hal itu sangat sedih. airi gemetar mendengar kata-kata seto. Dia ingin menangis. Namun dia mencoba untuk tegar di depan suaminya.


Hati wanita mana yang tidak sakit jika tidak meniliki keturunan. Airi malah menenagkan suaminya. Padahal hatinya sudah rapuh,serapuh dirinya saat ini.


__ADS_2