
"Airiiiiii " Teriak Seto terbangun dari tidurnya. Keringat dingin berjatuhan dari keningnya.
"sayang,kenapa? Apa mimpi buruk?" tanya Airi pada seto.
Seketika Seto langsung memeluk Airi dengan erat. Rasanya dia akan kehilangan orang-orang yang dia cintai.
"Ada apa?" tanya Airi masih di dalam pelukan Seto.
"Aku bermimpi, yuan membunuh kau dan Arka" kata Seto setelah melepas pelukanya.
"itu tidak benar,kalian kan bersahabat dari kecil. Tidak ada alasan dia membunuhku dan Arka. Itu semua hanya bunga tidur" bujuk Airi pada suaminya.
Seto hanya mengangguk,Airi menyibakkan selimut. dia pergi mandi,setelah itu bersiap untuk ke kantor.
Seto dan Airi tengah di meja makan. Airi setelah memakan sesuap nasi,dia merasa mual. Perutnya merasa ada yang salah.
"sayang,ada apa?" tanya Seto kawatir.
"Sepertinya,Arka akan memiliki seorang Adik. Aku udah telat" kata Airi mengusap mulutnya dengan Air.
"benarkah? Sungguh?" kata Seto dengan mata yang berbinar.
Airi hanya mengangguk saja. Lalu keduanya pergi ke dokter kandungan. Lalu disana setelah di periksa dan melakukan tes urin. Airi memang posistif Hamil.
__ADS_1
Seto menjadi sangat posesif,dia mengendarai mobil dengan sangat pelan. Dia menyuruh Airi makan lebih banyak.
Apapun yang di inginkan Airi menjadi hal yang harus segera di kabulkan. Setiap saat Seto mengingatkan Airi via panggilan telvon.
Setelah kehamilan Airi yang tiga bulan,Tuan Y datang berkunjung ke batam dengan Zia. Dengan indentitas yang berbeda dan juga wajah yang berbeda.
"hallo,Seto. Aku sekarang berada di batam. Baru saja turun dari pesawat" kata Tuan Y setelah panggilan telvonnya di jawab oleh Seto.
Mendengar hal itu,tanpa menaruh rasa curiga. Tentu saja,Seto sangat senang. Lalu mereka membuat janji makan malam di sebuah Restoran .
Malam pukul 20:00 mereka bertemu di sebuah restoran. Seto dan Airi mulai duduk bergabung dengan Tuan Y dan Zia.
"maaf,membuatmu menunggu?" kata Seto setelah duduk.
"benarkah? Selamat ya? Aku menunggu undangan pernikahanmu" jawab Seto.
mereka mulai memakan makan malam. Dan saling bercerita. Sesekali mereka saling tertawa.
"kenapa,saat aku melihat Nancy. Aku merasa dia mirip dengan Sujia?" batin seto saat menatap Nancy.
"Aku yakin,kamu akan mulai tertarik dengan Nancy. Kamu belum bisa sepenuhnya,melupakan jia" batin Yuan.
"kenapa Seto seperti memperhatikan Nancy. Dan dia terlihat seperti ada perasaan akrab?" batin Airi,yang melirik seto,dan seto sesekali melempar senyum pada Nancy.
__ADS_1
"Seto,sebentar lagi,aku akan membuatmu bertekuk lutut padaku" batin Nancy,saat dia juga melempar senyum pada Seto.
"aku akan pergi ke toilet sebentar" Kata Airi sedikit kesal,dengan suaminya.
Airi sangat kesal dengan Seto,yang saling lempar senyum dengan kekasih sahabatnya. Lalu Airi mengingat foto yang pernah dia lihat di ruang baca.
"dia terlihat mirip dengan Sujia,kekasih Seto dimasa lalu. Kenapa dia begitu mirip?" tanya Airi pada dirinya sendiri.
Airi menyimpan seribu pertanyaan,apakah kebetulan. Atau memang mirip. Atau mungkin kekasih seto belum meninggal. Dia mencuci wajahnya,dan mencoba menangkan dirinya.
Airi kembali duduk dengan tenang. Dia akan bertanya pada suaminya,setelah sampai di rumah.
"apakah kamu baik-baik saja,sayang?" tanya seto,setelah Airi duduk.
"hum" jawab Airi mengangguk.
"Apakah baby,menyusahkanmu?" tanya Seto kawatir.
"tidak" jawab Airi singkat dan cuek.
"apa aku melakukan kesalahan?" batin Seto setelah melihat Airi cuek dan dingin padanya.
Tuan Y sangat senang,belum apa-apa. Sudah bisa membuat Mereka bertengkar.
__ADS_1