TUAN MUDA SALAH BALAS DENDAM

TUAN MUDA SALAH BALAS DENDAM
Bab 39


__ADS_3

hari demi hari berlalu. Seto melihat kalender di depannya. Sudah memasuki bulan dimana dia akan menjadi seorang pengantin.


seto merasa sedih,dia tidak mendapatkan ingatanya kembali.


seto menghabiskan hari-harinya dengan bekerja. Dia berangkat pagi pulang larut malam.


waktu makan dan istirahat seto semakin berantakan. Zeo sangat sedih melihat tuannya semakin dingin.


"tuan,sudah waktunya makan siang" kata zeo pada seto


"pergilah,untuk istirahat makan. Aku tidak lapar" kata seto sambil terus mengetik di laptopnya.


"tuan,jika anda terus seperti ini. Anda akan jatuh sakit" nasehat zeo.


Brakkkkk


Seto memukul meja kerjanya.


"zeo,kenapa sekarang kamu lebih cerewet dari mamaku. Kamu tidak perlu mengkawatirkan keadaanku. Aku baik-baik saja" kata seto dengan aura membunuh.


Sifat dinginnya sudah semakin meningkat,selama satu minggu terakhir sudah ada lima orang di pecat.


dengan sedih,zeo meninggalkan tuannya untuk istirahat. Dan makan. zeo mengatakan pada arsan. Jika seto semakin tidak terkendali.


"tuhan,kamu mengambil ingatanku begitu saja? Lalu aku menikah dengan orang yang sama sekali tidak aku cintai. Kenapa hidup ini sungguh kejam sekali?" kata seto lirih.


Dia bangkit dari tempat duduknya,pandangannya lurus kedepan. Ke sebuah jendela.


"wah,indahnya. aku bisa melihat seluruh kota batam dari sini"


"ahh ahhh sakit sekali" seto memegang kepalanya. Dia terhuyung,tidak bisa memompang tubuhnya.


"wanita,dia pasti airi" kata seto sambil duduk bersandar di dinding kaca.


"airi,aku yakin itu bagian ingatanku tentang dirimu" kata seto sedih.


Seto tidak mau lagi meminum obat pemberian dokter. Setiap meminum obatnya, dia akan kehilangan setiap potongan ingatanya.


semenjak dia memutuskan tidak lagi meminum obatnya. dia lebih memilih menahan sakit di kepalanya setiap kambuh sakit.


Saat sarapan di meja makan.


"seto,luangkan waktumu untuk foto prewedding,mama sudah mengatur semuanya"

__ADS_1


"terserah mama saja" jawab seto begitu saja.


Hari dimana dia melakukan sesi foto prewedding adalah hari minggu. di sebuah pantai.


Brukkk


Seorang anak kecil menabrak seto.


"maaf om,saya tidak sengaja" kata anak kecil itu menunduk. Dia selalu mengingat semua nasehat maminya.jika bersalah harus meminta maaf.


Seto duduk mensejajarkan tinggi anak kecil usia 5 tahun itu. Anak itu Tidak lain adalah arka.


"tidak apa-apa,jangan sedih. Lihat kamu akan kehilangan ketampanan jika sedih" kata seto mengangkat dagu arka dan menatap ke arahnya.


Deg


"wajah anak ini,mata dan bibirnya. Sangat mirip denganku. Tidak,anak ini memang sangat mirip denganku" batin seto,saat menatap arka.


"arka" suara seorang perempuan memanggil arka. seto dan arka menoleh ke sumber suara tersebut.


Deg


Airi menatap dua laki-laki yang dia cintai.airi berlari memeluk arka. Dan membawa arka menjauh dari seto.


Lalu airi melepaskan arka. Seto masih duduk berjongkok menatap kepergian airi dan arka.


"seto,kenapa kamu berjongkok di situ? Ayo kita lakukan sesi pemotretan" kata mama seto membuyarkan lamunan seto.


Seto tidak mengatakan apapun pada mamanya. Dia hanya terdiam dan menuruti mamanya.


Airi menceritakan kejadian barusan pada widia dan bram. Lalu airi dengan perasaan takut,mengajak mereka pulang.


Namun arka merengek,dia memang baru saja sampai di pantai.


"airi,jangan takut. Ada kami disini. Kamu tidak perlu kawatir. Mereka tidak akan bisa mengambil arka dari kamu" papa bram menenangkan airi dengan menepuk pundak airi.


Dari jauh,ada sesosok mata memandang airi. Dia terus mengawasi airi dari jauh. Wanita itu menggunakan topi hitam dan kacamata hitamnya.


Airi meninggalkan arka bermain dengan oma dan opa nya. Sedangkan airi berjalan santai menyusuri pinggir pantai.


"airi,adikku sayang" suara perempuan,menyapa airi.


"kak zia,apa yang kakak lakukan disini?" tanya airi terkejut.

__ADS_1


"apa yang aku lakukan itu bukan urusanmu.airi hidupmu sangat nyaman. Akhir-akhir ini aku sudah menempatkan di sisi orang yang kamu cintai. Aku akan menunggu hari dimana seto hancur" kata zia berbisik di telinga airi.


Lalu zia meninggalkan airi begitu saja. Pikiran airi semakin kacau.


"siapa orang yang zia maksud? Bukan grasela kan? Tidak, tidak. Aku tidak akan membiarkan seto berakhir buruk" kata airi pada dirinya sendiri.


Airi duduk termenung memikirkan ucapan zia. Sambil menikmati air kelapa di pinggir pantai. Pikiran airi melayang tidak karuan.


Airi,menghubungi zeo. Dia berpesan untuk menjaga seto dengan baik. Lalu airi menceritakan kejadian barusan.


Dengan sigap,zeo menyelidiki zia di belakang seto secara diam-diam.


Hari semakin sore,airi mengajak arka dan kedua orang tuanya pulang.karena kelelahan arka langsung tertidur di pangkuan airi.


"maafkan mami nak,mami tidak bisa membawa papi menemani tumbuh kembang arka. Kita doakan papi,agar papi bahagia ya nak? Kita melihat dari jauh saja,kebahagiaan papi,tanpa menjadi hambatannya" batin airi sambil mengelus kepala putranya.


Mobi terus melaju kencang. Mereka telah sampai di rumah airi. Arka dan kedua orang tuanya akan tinggal di batam dalam waktu yang panjang. Karena arka sedang libur sekolah.


Karena kelelahan arka dan orang tua airi,malam itu tertidur lebih cepat. Airi membuka laptop miliknya di atas kasur,di samping arka.


Dia melihat Instagram di laptopnya. kedua matanya melihat sebuah foto prewedding seto dan grasela.


"kamu sangat tampan jika tersenyum seperti ini,kalian sangat serasi. Semoga kamu selalu bahagia. Aku mencintaimu selamanya seto" air mata airi menetes begitu saja.


Saat pagi,airi memasak sarapan pagi untuk arka dan orang tuanya. lalu mereka sarapan bersama.


"mami,apakah mami akan pergi bekerja?" tanya arka dengan polosnya.


"iya,mami pergi kerja dulu. Arka pergi main. Dan jalan-jalan dengan oma dan opa. Nanti opa bawa arka beli mainan" rayu bram pada cucunya.


Pagi itu,setelah airi memeluk dan mencium putranya.dia pergi meninggalkan putranya untuk bekerja.


arka dan kedua orang tua airi,pergi berjalan-jalan ke sebuah mall.


Bammm


Sebuah mobil menabrak keras tubuh widia,hingga terpental jauh ke depan. Arka dan bram yang berjalan di belakang widia. Menatap widia dengan perasaan takut.


"oma" "widia,istriku" teriak dua orang beda usia. Semua orang mengerumuni kecelakaan itu. Dengan sigap dan cepat ambulance membawa widia kerumah sakit.


"bu airi. Itu,ibu widia mengalami kecelakaan. Dan sekarang berada di rumah sakit" febi melaporkan kejadian itu pada airi.


Mendengar hal itu,tubuh airi berasa di sambar petir,dihujani ribuan anak panah. Secepat kilat airi pergi ke rumah sakit.

__ADS_1


Disana dia melihat bram memeluk arka yang terus menangis. Dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan,airi menemui mereka berdua.


__ADS_2