
Hari semakin larut malam. Tamu undangan berpamitan pulang. Begitu juga seto dan airi.
"sayang,aku sudah selesai mandi" kata seto setelah keluar dari kamar mandi.
Airi tidur terlelap di pinggir kasur. Dia terlihat lelah. Seto tidak ingin membangunkan Airi. Dia mengangkat pelan tubuh istrinya dan di pindah ke tengah kasur.
Seto mengecup lembut kening istrinya. Lalu dia terlelap tidur sambil memeluk tubuh airi.
Sementara itu,di sebuah apertemen milik zeo. Ada dua pasang pengantin baru yang sangat canggung.
"hem itu. Kalau kamu... Hum itu,ada sesuatu yang ingin kamu makan. Aku punya banyak cemilan di kulkas" kata zeo gugup,gak tahu mau ngomong apa.
Aduh bagaiamana ya,ngajak dia. Masa iya aku langsung bilang,kalau aku ingin itu.
"iya,kamar mandi dimana? Aku mau mandi dulu,lengket semua" kata febi dengan nada normal.
"di dalam kamar,maksudnya kamar mandinya ada di dalam kamar" jawab zeo,gugup.
"oke,aku masuk ya?" tanya febi sambil menunjuk pintu kamar.
"iya,silahkan" jawab zeo.
Febi masuk kamar,dia meletakkan kopernya di dekat sofa. Lalu membuka koper,dan mengambil baju tidur.
"kamar ini rapi,harum. tidak disangka dia pandai merawat rumah" kata febi melihat sekeliling ruangan kamar zeo.
Sedangkan zeo memasang mie instan untuk berdua. Zeo memang gemar makan mie instan,dia banyak stok di dalam apertemanya.
"zeo,bau apa ini. Harum sekali" tanya febi memasuki dapur zeo.
"aku membuat mie untuk kita makan,aku merasa lapar,tadi gak sempat makan" kata zeo jujur.
"boleh juga tuh,aku kebetulan juga lapar" kata febi duduk di dekat zeo.
Mereka berdua makan mie instan dengan diam tanpa suara. saking heningnya,sampai suara sumpit bisa terdengar saat beradu dengan mangkok.
__ADS_1
"febi,sekarang kamu sudah menjadi istriku. Ini kartu atmku,itu semua tabunganku selama aku kerja dengan tuan Seto" kata zeo menyerahkan kartu atm'nya.
Jangan sepele ya gaes,tiga atm zeo itu masing-masing memiliki saldo tiga sampai empat miliar. Karena gaji zeo 20jt belum bonusnya perbulan.
"tapi,apa kamu percaya. Kalau kartu itu aku yang pegang?" tanya febi ragu.
"tentu saja,kamu adalah istriku. Semua masalah rumah,itu terserah seperti apa yang kamu sukai saja. Jika kamu ingin membeli sesuatu. Maka belilah. Jangan ragu" kata zeo sambil tersenyum.
"zeo,maaf. Kita kan baru kenal,dimana keluargamu? Apa kamu sudah tidak memiliki orang tua? Maaf?" tanya febi hati-hati.
Mendengar pertanyaan istrinya,zeo meletakkan sumpitnya, dia menghela nafas yang panjang. Lalu menghembuskan dengan pelan.
"sebenarnya,aku adalah anak yatim piatu. Aku di jual sewaktu masih kecil usia tujuh tahun, oleh pamanku,karena orang tuaku meninggal.dan aku menjadi budak. Setelah aku bertemu dengan tuan besar,dia menebusku. Lalu Aku diadopsi,dan tumbuh besar dengan tuan muda Seto. Hingga saat ini,sebenarnya tuan Seto menganggapku bukan sekedar asisten,tapi juga seorang kakak" zeo mulai menjelaskan identitas dirinya.
Febi mengangguk pelan.dia merasa kasian dengan masa kecil zeo yang kurang menyenangkan. Lalu dia berfikir jika keluarga tuan Seto sangat baik.
"tidak apa-apa,sekarang aku akan menjadi istri terbaikmu. Dan selalu menemanimu" kata febi sambil meremas tangan zeo yang ada di atas meja.
"Blushhhh" wajah zeo langsung tersipu malu. Menjadi semu merah.
"kamu jangan berfikir yang bukan-bukan,aku cukup bahagia tinggal di kediaman keluarga tuan Seto. Tuan besar sangat adil,dia menganggapku seperti anak pertama tuan. dia selalu memberikan padaku,apa yang diberikan pada tuan muda" kata zeo sambil tersenyum
"febi,kita istirahat saja. Biar aku besok yang mencucinya" kata zeo pada istrinya.
"ini bukan masalah,hanya perkerjaan yang kecil" jawab febi sambil mencuci mangkok dan panci.
Setelah mencuci piring,mereka pergi istirahat. Zeo tidak berinisiatif pada istrinya. Dia terlihat canggung dan malu. Mereka tidur juga dengan jarak yang cukup jauh.
...****************...
malam telah berlalu,tapi pagi itu terlihat gelap. Akibat hujan yang lebat. Angin bertiup kencang. Airi mendusel dalam dada seto,dia merasa dingin. Akibat ulah Airi seto terusik.
Seto membuka matanya,dia melihat istrinya terus menduselnya. seto menarik selimut dan menyelimuti dirinya dan memeluk erat Airi.
Jam sudah menunjukan pukul 9 pagi. Seto tidak membangunkan airi,dia akan mengajak istrinya pergi dengan zeo dan febi.
__ADS_1
Seto berencana akan membawa zeo untuk memilih rumah,seperti yang dijanjikannya. Seto melirik jam,lalu mengambil ponselnya.
✉️ nanti datanglah ke vila dengan febi,setelah jam 11. kalian bisa melanjutkan dua ronde lagi.
Zeo membaca pesan dari tuannya. Lalu bergumam pada dirinya. Ronde apanya,ciumana aja belum. Apa harus aku yang mengambil inisiatif dulu. zeo terus bergumam sambil memainkan ponselnya.
Lalu zeo hanya membalas,"baik tuan". Febi melihat seperti ada yang di pikirkan zeo,lalu dia meletakkan laptop miliknya.
"apakah ada yang sedang kamu pikirkan?" tanya febi terlihat cemas.
"tidak,kenapa kamu tanya seperti itu?" zeo terkejut dengan pertanyaan febi.
"kamu terlihat,tidak baik-baik saja" kata febi,sambil beranjak ke dapur.
Febi membuat dua gelas susu coklat untuk dia dan suaminya. lalu membawa kepada zeo,dia menyuruh zeo meminumnya. Kali ini zeo merasa dia dilayani,biasanya dia selalu melayani Seto.
Saat febi akan berbalik duduk,dia menginjak sendalnya,lalu dia kehilangan keseimbanganya. tanpa sengaja terjengkal ke tubuh zeo yang sedang duduk di sofa.
deg deg deg,detak jantung mereka berdua,berirama sangat cepat. Darah mendesir,mengalir ke segala penjuru. Kedua mata saling menatap.
"maaf,aku tidak sengaja" kata febi,akan beranjak dari pelukan zeo.
"biarkan aku memelukmu sebentar saja" kata zeo pada istrinya.
Si junior sudah mulai bereaksi,dia mulai tegak. Timbul keinginan zeo untuk melakukan pada istrinya. Zeo melepas pelukannya,dia menatap febi dengan tatapan yang seperti sedang menginginkan.
Zeo menarik dagu febi,dia mendekatkan wajahnya ke febi. Lalu febi menutup matanya.dia mencium bibi ranum febi. Ciuman itu semakin dalam dan cukup lama.
Zeo merasakan desiran-desiran aneh. Dia semakin menginginkan lebih dari itu. Zeo mencium pipi tiris febi,lalu mejalar ke telinga febi. Tatapan febi menjadi sayu.
"aghhh geli" kata febi saat zeo mulai mencium leher febi,lalu dia meninggalkan bekas disana.
Drettttt dretttt dretttt
Suara ponsel zeo,panggilan terlihat di atas meja dari Seto. Jam sudah menunjukan pukul sebelas siang.
__ADS_1
"hallo tuan,iya kami akan segera kesana" zeo menjawab panggilan Seto.
Dengan perasaan sedikit kesal,dia mengajak febi bersiap-siap ke villa pribadi Seto. Dia tidak mau tuannya menjadi kesal,tuan muda tetaplah tuan muda. Tidak ada kata menunggu di kamusnya.