
"seto,di tempatmu lagi butuh loker gak? Buat Nancy?" tanya Tuan Y
"Loker? Memang mau nglamar kerja? Kenapa gak di kantormu saja?" tanya seto bingung.
"aku akan meninggalkan Nancy ke inggris,dalam waktu yang belum bisa aku tentukan. Aku minta tolong, kamu jagakan kekasihku. Aku tidak tenang jika dia tinggal di jakarta sendirian" kata Tuan Y.
"oh,oke. Datang saja ke kantorku. Aku akan mengatur pekerjaan untuk Nancy" kata Seto tanpa meminta pertimbangan Airi.
"apa-apaan seto ini? Kenapa dia tidak meminta Nancy kerja di kantorku?" batin Airi,semakin kesal.
"oke,terima kasih seto" ucap Nancy dan Tuan Y. Tuan Y melirik Airi yang semakin terlihat kesal.
"tidak masalah,kamu adalah sahabatku" kata seto sambil tersenyum.
Seketika,Airi meneguk Air putih dalam gelas,sampai kosong. Seto memandang istrinya dengan bingung.
"Apa Airi sehaus itu?" batinnya.
"oke,tidak masalah. terserah kau saja seto,anggap saja aku tidak ada" batin Airi kesal.
Setelah,selesai makan malam. Mereka saling melambaikan tangan. Mereka berpisah. Airi berjalan sangat cepat,dia membuka pintu mobil,lalu menutup dengan kasar.
__ADS_1
"apa,semua wanita hamil sangat sensitif?" batin Seto.
Sepanjang perjalanan,Airi hanya menatap pemandangan luar.
"sayang,apakah kamu sedang marah padaku?" tanya Seto seketika.
"aku mana berani marah,dengan Tuan muda seto" jawab Airi cuek.
Seto memilih diam,dia tidak mau meneruskan pembicaraanya. Karena dia tahu,pepatah mengatakan,wanita selalu benar.
Sampai di villa pribadi Seto,Airi naik ke lantai dua. Dia mencuci muka,ganti baju dan tarik selimut. Bersiap untuk tidur.
"Sayang? Bisakah kita bicara?" bujuk Seto sambil memeluk Airi.
"Tentu,katakan?" kata Seto sambil memeluk tubuh istrinya.
Airi berbalik ke Seto,sambil membelai dada bidang milik suaminya.
"Jika sujia,masih hidup. Siapa yang akan kamu pilih? Aku atau dia?" tanya Airi sambil mendongak ke atas,menatap wajah suaminya
Deg
__ADS_1
"kenapa kamu bertanya seperti ini? Tentu saja aku memilihmu,sujia tidak akan pernah hidup kembali" kata seto mengecup kening Airi.
"tapi,tatapan matamu tadi. Saat menatap Nancy. Sangat berbeda,apa karena dia terlihat mirip Sujia?" tanya Airi.
"omong kosong apa,kamu ini? Dia kekasih yuan. Sudahlah. Jangan pikirkan yang bukan-bukan" kata seto,setelah itu mengajak istirahat Airi.
Keesokan Harinya,Seto seperti biasa. Tampil dengan jas mahalnya. Dan parfum miliknya.
"kenapa wangi sekali?" tanya Airi
"wangi? Biasanya juga seperti ini?" jawab Seto semakin tidak mengerti dengan kecemburuan istrinya.
Bukakah aku setiap hari seperti ini? Batin seto. Dia semakin tidak mengerti. Airi menjadi pecemburu dalam waktu semalam.
Setelah selesai sarapan, seperti Biasa dia mengantar Airi ke kantornya. Setelah selesai,Airi melepas safety belt,dan bersiap turun dari mobilnya.
Seto menarik Airi,dan mencium bibir istrinya. Sangat lama,dan dalam.
"jangan pikirkan yang bukan-bukan. Ingat hanya kamu wanita yang aku cintai. Dan hanya kamu yang layak jadi istriku" kata Seto setelah melepaskan ciumannya.
Airi mengangguk mngerti. Rayuan seto, mampu membuat hatinya tenang. Suami istri itu lalu berpisah.
__ADS_1
Seto sampai di kantornya,dia mulai di sibukkan dengan segala macam pekerjaan. Tidak lama kemudian Tuan Y dan Nancy datang ke kantor Seto.