
Setelah acara selesai,Tuan Y berpamitan pulang. dia berkata jika lain kali akan mengundang mereka untuk makan malam bersama.
Seto dan Airi mengantar sampai ke depan,mereka melihat Tuan Y masuk ke dalam mobilnya,lalu menghilang dari pandangannya.
Tuan Y terus melajukan kendaraannya,sambil memaki Seto. Setelah dua jam Tuan Y berkendara,akhirnya sampailah di sebuah makam.
Tuan Y membeli Air dan Bunga,dia memasuki area pemakaman. Langkah kaki panjangnya,tidak membutuhkan waktu lama,dia menemukan sebuah makam,bertulis Prily sujia,di batu nisan itu.
"Sujia,aku rindu. Sangat rindu. Andaikan waktu itu aku tidak merestui hubungan kau dan seto,mungkin saat ini aku masih bisa melihat senyumanmu. Sialannya seto dengan damai, bersanding hidup dengan wanita itu,dia tertawa di atas kematianmu. Sujia,jika aku membuat seto menderita,apakah kau akan membenciku? Maaf,aku benar-benar sangat membencinya. Aku harap kita akan bersama setelah seto meringkuk,kehilangan orang yang dia cintai. Aku akan menyusulmu. Aku berjanji,aku akan bersamamu"
10 tahun yang lalu....
Sujia Seto dan Yuan
Mereka bertiga adalah tetangga,mereka tumbuh besar bersama. Saat itu mereka sedang kuliah. Suatu sore hari,sangat indah saat melihat pemandangan matahari tenggelam.
__ADS_1
"sujia,aku mencintaimu. Bisakah kau menjadi istriku,setelah kita lulus kuliah" kata seto,memberikan sebuah kalung dengan bandul hati.
Wanita cantik itu menutup mulutnya,seakan tidak percaya. Cintanya selama ini telah dibalas oleh seto.
Wanita cantik itu hanya menganggukan kepalanya. Tanda cinta seto di terima. Dengan perasaan senang,seto memakaikan kalung tersebut di leher jenjang sujia.
Dibalik pohon yang besar,yuan mendengar semuanya. Bagaikan disambar petir di siang bolong. Dia kalah sebelum berperang. Dia membawa sebuah cicin dan bunga untuk wanita tersebut. Namun sahabatnya mendahuluinya.
Seto selama ini,tidak tahu jika yuan juga menyukai sujia. Dengan menelan pil pahit yuan turun dari bukit,dia meninggalkan kedua sahabatnya disana. Lalu dia membuang kotak cicin dan bunga itu ke dalam danau.
Yuan melamun di sana,dia duduk terdiam. Hanya sepi temannya,hari mulai gelap. Yuan tidak juga beranjak dari tempat duduknya. Dia terus menatap bunga teratai di atas air danau.
yuan,lihat. Bintang itu sangat terang. Aku ingin kelak kau akan menjadi bintang di dalam hidupku. Yang selalu menerangi setiap gelapku.
"sujia,apakah kamu lupa. Kamu pernah menginginkanku,sebelum seto datang di antara kita. Kamu berubah semenjak dia datang" gumam Yuan yang duduk meringkuk,melipat kedua kakinya.
__ADS_1
Seto memang datang di antara mereka saat usia dia menginjak sepuluh tahun. sejak saat kedatangan seto di antara mereka,benih-benih cinta mulai tumbuh di hati sujia dan seto.
Setelah Seto dan Sujia menjadi sepasang kekasih. Dengan senang hati,keesokan harinya sujia datang menemui yuan. Dia ingin berbagi kebahagaiaanya pada Yuan.
"Yuan,hari ini aku sangat bahagia sekali. Orang yang jia suka. Juga menyukai jia. Apakah yuan tahu siapa orang yang jia suka?" wanita remaja itu,dengan semangat duduk di kursi sebelah sahabatnya.
"benarkah? Siapa?" jawab Yuan yang pura-pura tidak tahu. Dia mencoba tegar untuk hatinya.
"tentu saja seto,kami sudah jadian" kata sujia dengan semangat.
"oh,oke. Selamat ya. Untuk kalian. Hm jia,bisakah tinggalkan aku sebentar. Aku akan mengerjakan tugas dr profesor,hm maaf" kata Yuan seketika. Semua perasaan bercampur aduk,bergemuruh di dalam hatinya.
"kok kamu gak terkejut,atau seto udah kasih tahu? Baiklah. Nanti pulang dari kampus, kita makan hot pot.kami tunggu di depan gerbang" kata sujia beranjak dari tempat duduk.
Yuan tidak menjawab pertanyaan sujia,dia hanya mengangguk saja. Yuan berkata dalam hatinya. Apakah dia sedih untuk dirinya,atau dia bahagia untuk sahabatnya.
__ADS_1
Hampir setiap hari,Yuan seakan menjadi orang asing. Di antara hubungan seto dan sujia. Kadang mereka memakan eskrim dan saling mencolek,merangkul di samping Yuan.
Dengan pura-pura bahagia,Yuan merestui bubungan mereka. Dia mencoba biasa dengan sikap keduanya. Yang mesra,perhatian di dekatnya. Kadang,saat seto dan Yuan tengah bersama,sujia datang mencium pipi seto. Yuan hanya diam saja.