
Jarum jam pun berdetak seakan suaranya menambah keheningan. akhirnya selesai juga selang pun di lepas dari lengan seto namun airi belum juga sadar.
"jam berapa istriku akan sadar dok?" tanya seto pada dokter yang saat itu memeriksa airi
"mungkin setengah jam lagi atau bisa saja lebih,tapi bapak tenang saja istri bapak sudah melewati masa kritis nanti setelah siuman tolong diberikan minuman hangat,jangan berkata yang mengagetkan pasien,suami istri itu bertengkar adalah hal yang wajar namun kita sebagai pria harus tau bagaimana cara membujuk istri" nasehat dokter
"iya dok saya mengerti"
"baiklah jika bapak mengerti saya permisi"
"silahkan dok" seto yang berada di samping airi sambil memegang tangan airi
"cepat sadarlah,aku berjanji tidak akan menyusahkanmu lagi" kata seto namun tidak ada tanda-tanda airi akan sadar
seto pun ketiduran sambil memegang tangan istrinya dan terbaring di samping kasur.
"hmm" airi pun sadar dan menggerakan tangan yang di pegang seto sontak membuat seto kaget
"airi,akhirnya kamu sadar juga"
"aku tidak mau hidup lagi" airi menarik infus di tanganya membuat tanganya keluar banyaj darah dan jahitan di tanganya pun mengeluarkan darah. lukanya terbuka lalu seto pun memeluk istrinya.
"sayang,tenang. tenangkan dirimu. aku minta maaf aku yang salah aku janji tidak akan memaksamu dan tidak akan menyakitimu,iya kamu tidak berhutang apapun denganku,aku yang berhutang denganmu. kumohon jangan lukai lagi dirimu" kata seto menenangkan airi setelah tenang seto melepaskan pelukan,airi menangis terisak. lalu seto mengusap air mata airi
"aku akan panggil dokter,kamu jangan melukai diri sendiri" kata seto lalu seto pun pergi memanggil dokter tak lama kemudia dokter dan perawat pun datang menemui airi
"buk,suami istri itu berantem adalah hal yang wajat tapi jika bunuh diri bukanlah tindakan yang tepat,semua bisa di bicarakan baik-baik" lalu perawat membersihkan darah di lukanya dan kembali memasang selang infus.
airi tidak menjawab apapun hanya melirik ke arah seto.
"Rumah terindah adalah rumah yang senantiasa dipenuhi cinta di dalamnya lalu apakah aku dan seto adalah pasangan yang engkau takdirkan tuhan." kata airi dalam hati sambil memandang seto
"Airi kumu ibarat bunga, yang harus kuperlakukan dengan lembut, baik hati, dan dengan penuh kasih sayang aku berjanji" kata seto dalam hati
setelah selesai mengobati airi dokter dan perawat itu pun pergi. lalu seto mengambilkan air minum hangat untuk istrinya. namun bukan hangat tapi panas
"minumlah"
"gila,kamu mau membunuhku"
"tapi kata dokter air hangat"
"ini namanya air panas"
__ADS_1
"maf aku tidak tau cara membuat air hangat"
"air dingin lalu di campur dengan air panas biar menghasilkan air hangat" lalu seto pun melakukan apa yang di bilang istrinya
dan memberikan pada istrinya
"terima kasih" kata airi
"iya,mulai sekarang aku akan selalu menjadi pundakmu,aku minta maaf"
"hmm" airi hanya mengangguk dan berharap seto bener-bener tulus meminta maaf padanya
"sungguh aku tidak menyangka seto seorang yang keras kepala bisa minta maaf" kata airi dalam hati.
seto pun mengupaskan apel,namun tuan muda adalah tetap tuan muda yang tidaj pernah memegang pisau,tidak pernah menginjak dapur jadi mengupas apel pun menjadi benjol kesana-kemari membuat airi yang melihatnya tertawa kecil.
"jangan tertawa dong,ini pertama kalinya aku mengupas apel" seto memasang wajah seperti emoji manja
"tidak kok,siapa yang tertawa?"
"makanlah aku sudah mengupas apelnya,kamu harus merasa beruntung karena aku sudah mengupas apel untukmu"
"hppp" airi memasang wajah cemberut tapi dalam hati dia bahagia. berharap seto benar-benar mencintai dirinya dengan sepenuh hati
hp seto bergetar tanda ada panggilan telvon
"hallo ada apa teo?"
"ada kendala proyek kita danau biru"
"baik aku akan segera ke kantor" lalu seto menutup telvon
"aku ada masalah di kantor,aku harus pergi sebentar jika sudah selesai aku akan menemanimu lagi" kata seto sambil mengusap kepala airi
"iya,hati-hati" kata airi
lalu seto pun pergi meninggalkan rumah sakit
***
"panggil yang bertanggung jawab proyek ini"
"baik tuan"
__ADS_1
tak berapa lama teo masuk ruangan bersama seseoranng.
"maaf tuan,ada apa tuan memanggil saya?"
lalu seto melempar beberapa lembar kertas pada orang tersebut
"kamu berani sekali korupsi di wilayahku,kamu tau akibat dari ulahmu. kamu harusnya tau aku sangat menginginkan proyek danau biru"
"ampun tuan,aku bersalah. berilah aku kesempatan untuk memperbaikinya"
"aku beri waktu kamu satu bulan"
"baik tuan,terima kasih telah memberiku kesempatan" kata orang itu bergemetar
"teo bawa dia keluar"
"baik tuan,kamu harus segera memperbaiki kekacauan proyek ini,masih berbaik hati tuan memberimu kesempatan"
"iya,baik iya asisten teo"
seto menandatangani beberapa berkas proyek baru. dan melihat beberapa desain pembangunan danau biru.
"teo aku ingin kamu tambahkan vila di sebelah selatan,dengan taman bunga. beli beberapa angsa untuk di pelihara di danau biru pasti airi sangat suka" kata seto
"baik tuan akan saya laksanakan,nyonya adalah wanita yang lembut. dia pasti akan sangat menyukainya"
"aku akan tidak datang ke kantor untuk beberapa saat,tolong kamu uruskan urusan pekerjaan,aku akan menemani nyonya, hubungi aku bila memang sangat mendesak"
"baik tuan semoga nyonya lekas sembuh"
"aku akan kembali ke rumah sakit sekarang"
"iya tuan,silahkan"
"oh iya,jika semua saham telah dibeli buat bangkrut dan menghilang keluarga kusworo dan hentikan putrinya dari dunia hiburan"
"baik tuan akan segera saya laksanakan"
seto pun kembali kerumah sakit untuk menemani airi. seto membuka pintu pelan,terlihat airi yang sedang tidur dilihat tangan airi yang di balut perban.
"maafkan aku,semua salahku tapi aku akan membuat orang yang telah menyakitimu akan segera menghilang" seto meninggalkan airi istirahat lalu seto mengendarai mobil menuju sebuah desa. untuk mencapai desa tersebut seto membutuhkan waktu 4 jam perjalanan. setelah 4 jam perjalanan seto sampai di sebuah makam dia meletakkan bunga lili di tempat makan seorang wanita bernama sujia
"sujia akankah kamu menyalahkan aku,jika mungkin sekarang aku menemukan seorang wanita penggantimu dia telah masuk kedalah hidupku,aku tidak tau sejak kapan yang pasti dia sama berartinya seperti kamu di hatiku. sujia aku akan menepati janjiku padamu akan membuat orang yang telah merenggut nyawamu seperti mati lebih baik dari pada hidup agar kamu tenang disini,aku pamit pulang kelak aku akan membawa orang terpenting dalam hidupku kerumahmu ini dia lagi sakit karena aku,jadi aku harus kembali sekarang" setelah memegang batu nisan itu seto pun pergi meninggalkan makan tersebut dan menuju ke rumah sakit tempat airi dirawat.
__ADS_1