TUAN MUDA SALAH BALAS DENDAM

TUAN MUDA SALAH BALAS DENDAM
Bab 34


__ADS_3

Tidak terasa waktu sudah sore. Airi dan xixi menghabiskan waktunya di restoran.


Xixi dan airi mengenang masa lalunya. Jika salah satu dari mereka sedang sedih, makanan hot pot adalah solusinya.


Dengan ditemani minuman bir dan wine di depan mereka. Sesekali dua sahabat itu saling tertawa.


Dari jauh,dengan tatapan tajam seto memperhatikan mereka berdua.


"seto,apakah kamu sudah mengingat sesuatu? Kamu memandang airi sejak kita datang" tanya arsan yang memang bersifat kepo.


"aku tidak mengingat apapun,hanya saja aku yakin airi menikah dengan pria kaya. Dia wanita yang jahat meninggalkan aku, dan menikah dengan pria brengsek" kata seto begitu saja.


"uhukkk... Uhuukkk" mendengar kata-kata brengsek arsan tersedak makanan. Zeo yang berada di dekatnya langsung memberikan minuman pada arsan.


"apakah dia tidak keterlaluan,mengatakan dirinya brengsek? Aku sangat menantikan dia mengingat semua ingatannya" batin arsan sambil tersenyum.


Seto meneguk minuman berkali-kali. Sampai kepalanya terasa berat.


"tuan jangan minum lagi" zeo memperingati seto.


Dari jauh ada seorang laki-laki menghampiri airi dan xixi. Dia widura. sudah lama widura tidak bertemu airi,dia sangat senang saat melihat airi. Dan mereka bertiga makan bersama.


Melihat hal itu seto semakin murka. Dia menganggap airi wanita yang tidak baik. Sudah menikah namun masih berhubungan dengan laki-laki lain. bahkan airi masih menerima rayuan makan siangnya.


airi merasa kepalanya sudah berat. Dia pergi ke toilet. Seto menyusul dari belakang.


"airi,begitu tidak tahu malunya kamu ya. Sudah menikah. Dan masih bisa menerima laki-laki lain untuk menemanimu makan" ejek seto saat mereka sudah berada jarak dekat.


Airi menghentikan langkahnya. Dia menatap seto dengan tatapan yang sulit di artikan.


"seperti itukah aku dimatamu?" tanya airi dengan nada dingin.


"lalu,apa aku akan mengatakan kamu wanita terhormat? Sedangkan dirimu saja tidak punya kehormatan" kata seto pedas.


"hahaha iya,aku memang tidak punya kehormatan. Aku terus menempel padamu. Sedangkan dirimu sudah memiliki tunangan. Itukan yang ingin kamu katakan padaku" kata airi dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


Seto hanya diam setelah airi membentaknya.


Airi tidak jadi ke toilet. Dia kembali ke meja makannya. Dia menyambar tasnya dan mengajak xixi pergi dari sana.


Dengan perasaan bingung xixi menuruti airi. Mobil mulai melaju dengan kecepatan tinggi.


"airi,turunkan kecepatan mobilmu. Aku belum ingin mati muda,aku belum bertemu dengan pengeranku. Aku belum merasakan surga dunia. Aku masih jomblo sejak dalam kandungan mama" oceh xixi,sambil pegangan erat pada kursi duduknya.


Airi tidak menghiraukan perkataan xixi. Sedangkan xixi,terus berdoa,sambil sesekali teriak. Saat berpaspasan dengan mobil / montor.


ckittttt mobil telah sampai di rumah airi. Xixi dengan mengelus dadanya,dia bersyukur masih hidup. Airi ingin xixi menemani airi di rumahnya. Dengan senang hati xixi tidur di rumah airi.


seto kembali ke tempat duduknya dengan ekspresi dingin. Dia mengajak zeo pulang. Dengan patuh zeo menuruti tuannya.


Arsan memandang seto dengan perasaan sedih,namun dia tertawa saat mengingat seto mengatakan dirinya sendiri pria brengsek.


Keesokan harinya,airi dan xixi pergi ke bandara menjemput arka dan mama widia. Setiap akhir pekan arka dan widia pergi menemui airi di batam.


"mami" teriak anak kecil itu berlari ke arah airi.


airi mengenalkan xixi pada arka dan widia. Melihat arka yang begitu mirip dengan seto,xixi menjadi gemas. Timbul dalam fikiran xixi,bagaimana jadinya jika seto melihat arka.


Mereka berempat istirahat di rumah. Airi memasak makan siang untuk mereka. Perjalanan yang cukup lama membuat arka lelah. Dia tertidur lelap di kamarnya.


"airi,bagaimana dengan pekerjaanmu? Mama mendengar dari papa. Kamu bertemu dengan seto,dan itu membuatmu sedih" tanya widia pada putrinya.


"iya ma,tapi mama jangan kawatir. Airi baik-baik saja. Airi tidak ingin sembunyi ma. Airi harus menghadapinya" kata airi sambil memotong daun bawang.


"airi,mama akan bertemu dengan mamanya seto,kami adalah sahabat dekat. karena kamu tidak mau mengekpos arka. Mama tidak akan membawa arka" kata mama widia


Airi yang mendengar itu,hanya mengangguk. Widia akan mencoba bicara pelan-pelan dengan ros. Siapa tahu ros bisa membuka hatinya.


Malam hari di rumah seto.


"widia,kamu terlihat awet muda. Apa rahasianya" tanya ros saat kedua sahabat itu duduk di ruang tamu.

__ADS_1


"rahasianya adalah,sejak putriku kembali dan aku menghabiskan waktuku dengan cucuku" jawab widia.


"kamu sangat beruntung widia,aku pun ingin segera menikahkan seto dengan cepat"


Deg


"kenapa kamu begitu buru-buru ros. Kebahagiaan anak adalah segalanya. Kita sebagai wanita seharusnya mengerti. Jika semua wanita mengingikan seorang anak. Tidak ada yang tidak ingin punya anak. kenapa kamu tidak membiarkan putramu kembali lagi dengan menantumu terdahulu,siapa tahu ada keajaiban dari tuhan" nasehat ros.


"kamu mengetahui,seto sudah pernah manikah?" tanya ros dengan ekspresi terkejut.


"tentu saja aku tahu,aku adalah istri pranomo. Apa yang tidak aku ketahui" jawab widia santai


"aku menjadi semakin penasaran,sampai sekarang aku belum mengenal suamimu. Lain kali kamu harus membawa suami,anak dan cucumu berkunjung ke ruamhku" kata ros antusias


Ros juga mengatakan,sebenarnya dia sangat menyukai airi. Namun keturunan adalah hal yang penting. Sebenarnya dia tidak tega mengatakan hal yang kasar pada airi. Tapi dia tidak mau mereka terus bersama.


Widia mengangguk. Dia berkata pada hatinya. Suatu hari kita akan menjadi besan. Aku tidak akan membiarkan siapapun meregut ayah dari cucuku.


Malam semakin larut,akhirnya widia pamit pulang. sampai dirumah widia melihat arka yang tengah tertidur pulas dengan airi.


"aku tidak akan membiarkan kalian bersedih. Airi sudah menderita sejak kecil. Dia harus menemukan kebahagiaan setelah dewasa" kata widia lirih.


Hari minggu airi mengajak mama widia dan arka pergi jalan-jalan ke mall,sebelum mereka pulang ke jakarta.


pemandangan yang tak biasa berada di depan mata airi. Seto dan grasela tengah berada di mall. Dengan tersenyum seto menggandeng tangan grasela.


Seto melihat airi,widia dan arka di depannya. Airi berhenti melangkahkan kaki saat melihat seto berjalan ke arahnya dengan grasela.


Seto melihat tatapan mata mereka bertiga ke arahnya. Namun seto tidak menghiraukan airi. tanpa mengatakan apapun seto melewati mereka begitu saja. Seakan airi benar-benar orang asing.


Dengan dada yang sesak airi terdiam. Mama widia menepuk punggung airi pelan. Tak terasa air mata airi keluar dari tempatnya.


"sangat sakit rasanya,tidak diingat oleh seseorang yang sangat berarti dalam hidupku. Melihat dia bergandengan tangan dengan wanita lain. Mungkin inilah rasanya seorang istri sedang diselingkuhi suaminya" batin airi.


Airi mencoba tegar di depan mama dan putranya. Dia tidak ingin membuat mamanya kawatir. Dia tidak mau mama dan arka pindah ke batam. Dia sudah bersikeras dengan pendirianya. Sebelum keluarga seto menerima keadaan dia dengan tulus,dia tidak akan menunjukan arka di depan mereka.

__ADS_1


__ADS_2