TUAN MUDA SALAH BALAS DENDAM

TUAN MUDA SALAH BALAS DENDAM
Bab 63


__ADS_3

Seto mencari keberadaan Airi. lalu security mengatakan jika Airi sudah pulang. mendengar hal itu Seto langsung menamcap gas dan pulang.


Airi tengah kesal,dia berendam air hangat. Dia ingin merilekskan dirinya dalam air hangat yang sudah di racik dengan Aroma vanila.


"sungguh mengesalkan, Seto pergi kemana? Kata Zeo cuma menambah 10 menit. Apa dia tengah pergi dengan Nancy. Ohh tidak, tidak. Aku tidak boleh berprasangka buruk" kata Airi sambil memejamkan matanya.


Seto masuk ke dalam villa, lalu dia mencari keberadaan istrinya. Dia masuk ke dalam kamar,sepi dan senyap. Lalu dia mengetuk pintu kamar mandi.


"sayang,apakah kamu di dalam?" tanya Seto kawatir.


"iya,aku sedang berendam" jawab Airi dari dalam.


"oke,aku akan mandi di kamar sebelah,jangan lama-lama. Aku akan mengajakmu pergi keluar" kata Seto pada Airi.


Di dalam kamar mandi, Airi tidak menjawab. Dia terus memejamkan matanya. Lalu dia sadar,jika berendam malam tidak baik untuk dirinya yang tengah hamil muda.


Airi beranjak dari kamar mandi,dia mengambil handuk kimono. Dan keluar dari kamar mandi. Dia melihat Seto sudah berpakaian rapi.


Lalu seto menatap istrinya dengan tatapan tersenyum. Dia mendudukan Airi di kursi,depan meja rias. Seto membantu Airi mengeringkan rambutnya.

__ADS_1


"kenapa tadi sangat lama?" tanya Airi pada Seto.


"Aku mengantar Nancy pulang, maaf. Sewaktu aku pulang, yuan menelvonku,meminta tolong untuk mengantar Nancy. Maaf sayang" kata Seto meminta maaf.


"apakah kamu berfikir jika Nancy adalah jia?" tanya Airi.


"Aku tidak peduli,dia jia atau bukan. Aku sudah memiliki dirimu. Dia kekasih yuan, aku hanya menghormati dia sebagai kekasih yuan saja. Kamu jangan berfikir yang bukan-bukan" Seto menjelaskan pada istrinya.


Mendengar hal itu, Airi hanya mengangguk saja. Setelah rambut Airi sudah kering, dia bersiap,makan malam dengan Seto.


Suami istri itu turun dari lantai dua,mereka menuju mobil. Dengan pelan Seto mulai menjalankan mobilnya.


"Steak" jawab airi sambil tersenyum,memandang suaminya.


Seto,mengelus lembut kepala Airi. Lalu seto berkata dalam hatinya,sekalipun Nancy adalah jia,dia tidak akan pernah kembali ke masa lalu lagi. Dia akan terus bersama Airi,menghabiskan sisa hidupnya dengan Airi.


Tidak lama kemudian mobil berhenti di sebuah restoran mewah. Seto menggandeng tangan Airi dan di ikuti senyum hangat.


"Rasanya,aku ingin sekali terus bermanja dengannya. Aku sangat menyukai senyumannya. Sangat tampan,jika dia tersenyum" batin Airi sambil melangkahkan kakinya.

__ADS_1


Keduanya duduk di sebuah ruang vvip. Di restoran tersebut, tersedia ruangan vvip. Seto merangkul istrinya duduk di sofa.


"Adik,katakan pada papi. Adik ingin makan apa?" tanya Seto pada perut Airi yang sudah mulai terlihat membuncit.


"kenapa belum bisa menendang?" tanya seto lagi,mengelus perut Airi.


"kamu jangan aneh-aneh. Anak kita baru mau masuk ke 4 bulan. belum ada pergerakan" kata Airi menjelaskan pada Seto.


"sayang,maaf. Saat kamu hamil Arka,aku tidak berada di sisimu. Aku akan menebus seumur hidupku" kata seto mengecup kening Airi.


"kamu jangan merasa bersalah,itu semua sudah takdirnya. Aku yakin,seperti apapun cobaan kedepannya. Kita akan selalu bersama,selamanya" kata Airi mengecup bibir Seto.


Seto menarik tubuh Airi,saat ini Airi duduk di pangkuan Seto. Dan Seto mulai mencium bibir Airi dengan lembut.


Tok tok tok


Bunyi ketukan dari luar. Airi turun dari pangkuan suaminya,dan duduk di sofa. Seto mengatakan "masuk" lalu masuklah pelayan mengantar pesanan mereka.


Sementara di sebuah rumah yang berukuran kecil,Tuan Y sedang memberikan Arahan pada Nancy. Dia memberikan sebuah misi dan visinya. Agar Nancy tidak salah langkah, dan rencananya gagal, begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2