
"sayang,kita lakukan operasi pengangkatan rahim ya? aku tidak ingin terjadi apapun denganmu?" kata seto menatap wajah istrinya dengan mata yang memerah.
"aku belum mau sekarang seto. biarkan aku menenangkan diri dulu,aku ingin istirahat sekarang" jawab airi membalikkan badan,dia tidur membelakangi suaminya.
pagi yang indah,tapi tidak dengan fikiran seto yang semakin kacau. dia tidak berani mengatakan hal itu pada orang tuanya. di keluarganya,keturunan adalah yang harus di penuhi. apalagi dia adalah anak tunggal. dia takut jika harus bercerai atau mungkin terpaksa memadu istrinya.
dimeja makan anisa terus mencuri pandang ke arah airi. sudah dari sejak awal kedatangan anisa membuat airi curiga,jika anisa menyukai seto lebih dari seorang kakak.
"kakak ipar,bagaimana kondisi perutmu? apa tidak sebaiknya kakak istirahat di rumah saja?" tanya anisa dan sekaligus memberi saran.
"aku sudah tidak apa-apa,aku harus mengajar hari ini,sebentar lagi akan libur panjang" jawab airi sedikit cuek.
seto sejak bangun sampai saat ini dia terdiam,tidak mengatakan sepatah katapun. anisa mengira jika seto sudah mulai renggang dengan airi,mau bagaimanapun pernikahan tanpa keturunan seperti memelihara ayam tidak bertelur.
seto mengendarai mobil tanpa sopir semenjak anisa tinggal bersama mereka. saat airi akan turun dari mobil. seto menggenggam erat tangan istrinya. airi menoleh,dia memberikan pelukan pada suaminya itu. seto mengecup kening airi dengan lembut.
"jika ada apa-apa,segera hubungi aku" kata seto lembut,anisa menahan rasa geram melihat adegan mesra di depan matanya. airi yang mendengar kekawatiran suaminya,mengangguk pelan. kedua sejoli baru kembali bersama itu akhirnya berpisah karena pekerjaan mereka.
__ADS_1
setelah siang sekitar pukul 14:44 airi menuju rumah sakit pusat kota. disana airi bertemu dengan arafah.
"ada apa airi? kenapa kamu mendadak menemuiku? pasti ada sesuatu" tanya seorang dokter tampan yang diam-diam menyukai airi.
"aku ingin kakak memeriksa obat ini untukku. tolong kakak katakan dengan yang sebenar-benarnya" kata airi menyerahkan beberapa kapsul obat pada dokter tersebut.
"baiklah,aku akan membantumu memeriksa ke bagian laboratorium.setelah tiga hari aku akan menghubungimu,tapi melihat dari bentuk dan baunya. obat ini seperti obat berbahaya,siapa yang meminum obat ini?" tanya dokter itu penasaran.
"aku" jawab airi,jawaban itu mengejutkan dokter yang berada di depannya.
"cinta memang indah,tapi lebih indah ketika aku melihat orang yang aku cintai bahagia bersama orang yang dia cintai" batin arafah memandang kepergian airi. arafah berjanji akan membantu airi dengan sebaik mungkin.
setelah selesai makan malam,airi ingin berjalan-jalan di taman belakang dengan seto. airi meyakinkan seto bahwa dirinya akan baik-baik saja. lalu seto dan airi sepakat akan melakukan operasi jika itu akan menyakiti airi. mereka akan bertemu dokter kusus,untuk menangani penyakit airi.
"kakak ipar,maaf mengganggu kakak. apakah kakak sudah meminum obatnya. aku sangat kawatir dengan penyakit kakak?" kata anisa yang datang tiba-tiba.
"sudah" airi tersenyum. airi semenjak berpisah dengan seto,mengetahui jika dia hanya anak adopsi. dia berubah menjadi wanita yang kuat. dia tidak mau dimanfaatkan orang lain hanya karena dia baik dan polos.
__ADS_1
"tuan,nyonya muda. maaf tuan besar datang berkunjung" kata wanita paruh baya.
seto dan airi saling menatap. ibu mertuanya datang airi sangat senang,dia melewati anisa begitu saja. seto tersenyum melihat airi kembali bahagia.
"mama" airi memeluk ibu mertuanya dengan lembut. papa seto pun tersenyum senang. setelah tiga tahun baru bertemu lagi. namun orang tua seto terkejut karena ada wanita lain dalam rumah anaknya.
"seto,kenapa anisa ada disini?" selidik mama seto,yang memang pada dasarnya dia tidak menyukai sujia maupun anisa. papa seto pun wajahnya menjadi mendung.
"ma,anisa di luar sendirian,jadi kami memutuskan untuk manjaga anisa" jawab seto cepat.
"seto,mama berharap kamu bisa melupakan masalalumu dengan cepat. kamu orang sudah berkeluarga,tidak baik orang luar tinggal bersama kalian,mama dan papa saja orang tua kalian,tidak mau mengganggu kalian,kenapa orang luar malah berani masuk" amarah mama seto memuncak.
"ma,tidak apa-apa. airi hanya merasa kesepian dan butuh teman saja" rayu airi.
"ah,sudahlah. jika menantuku bilang begini" kata mama seto,mengajak airi untuk duduk di sofa. lalu dia memberikan sebuah kalung couple dengannya. seto senang karena airi terlihat bahagia. seto memberikan isyarat pada anisa untuk meninggalkan mereka.
keesokan harinya,anisa dengan sengaja membuat mamanya seto membaca surat pemeriksaan airi. bola mata mama seto melotot,tubuhnya seakan lemas tak sanggup lagi menompang berat badannya. tanganya meraba-raba mencari benda yang bisa menjadi pegangannya.
__ADS_1