
Cinta yang sudah telanjur buta, semakin membutakan hatinya. Sampai tidak ada lagi ,mata untuk melihat, bahkan tidak ada lagi Logika untuk berfikir.
Sekarang adalah usia kandungan Airi ke empat bulan. Akhirnya sekolah Arka pun libur. Arka dan Widia berkunjung ke kota Batam. Saat berkunjung, Arka sangat senang. Dia melihat mami nya dengan perut buncit.
"mami, Arka sangat bahagia?" kata Arka memeluk maminya.
"iya sayang, mami juga sangat bahagia" jawab Airi mengelus punggung putranya.
"Sudah yok, kasian mami berjongkok. dedek di dalam tidak nyaman. Kita langsung pulang. Oma sudah lelah" protes Widia, karena cemburu pelukan Airi ke Arka.
"iya oma" kata Airi mencium pipi Widia, merasakan pipinya di cium putrinya, dia sangat bahagia. Karena ini adalah kali pertamanya dia di cium Airi. Setelah mengetahui, jika Airi adalah putri kandungnya.
Mereka pulang ke Villa pribadi Seto. Karena ini adalah kali pertama Arka dan Mamanya datang, Airi memasak kusus untuk mereka. Arka tertidur pulas, setelah sampai di villa, sedangkan Widia tengah Asik menonton Drakor.
Semua menu makan siang sudah tersusun di meja makan. Airi Pergi mandi, karena suasana ibu hamil selalu kepanasan. Sedangkan Seto pulang ke rumah, dia langsung memberikan salam pada mertuanya. Setelah itu, dia masuk ke kamar Arka.
Disana Seto mencium Arka, membelai rambut Arka. Kembali lagi, ingatan mimpi yang menghampiri beberapa malam yang lalu. Lalu dia membayangkan, apa jadinya jika semua itu menjadi sebuah kenyataan. Tidak, itu tidak mungkin, Batin seto.
"Papi" panggil Arka saat dia terbangun karena sentuhan Seto.
"Apakah papi mengganggumu?" tanya Seto pada putranya.
"Tidak, Arka sangat rindu pada Papi" Ucap Arka sambil memeluk Seto.
"Papi juga merindukan Arka, ayo makan. Mami memasak banyak makanan" ucap Seto sambil mengelus lembut punggung putranya yang masih berada di dalam pelukannya.
Setelah Arka melelakan pelukannya, Seto menggendong Arka menuju meja makan. Tidak lama kemudian di susul Airi dan Widia. Mereka makan bersama dengan bahagia.
Siang itu, Seto tidak kembali ke perusahaan. Dia akan menemani istri dan juga putranya. Setelah makan siang, mereka berenang di kolam renang bagian belakang dekat taman.
Seto beberapa kali menempelkan telinganya ke perut Airi yang sudah mulai membuncit. Namun dia belum bisa merasakan gerakan dari dalam perut istrinya.
"sayang, aku akan menebus seluruh hidupku untuk keluarga kecil kita." ucap seto sambil menatap wajah cantik istrinya. Mereka duduk di pinggir kolam renang.
"Terima kasih sayang" ucap Airi dengan perasaan bahagia.
__ADS_1
Sementara itu, Nancy merasa ada perbedaan yang terjadi pada tubuhnya. Dia sejak pagi tadi merasa mual.
"Aku tidak mungkin hamilkan?" ucapnya setelah mengelap bibirnya dengan tisu.
Nancy tidak bisa membayangkan jika dirinya hamil dengan Tuan Y. Bukankah itu sangat berbahaya, ucapnya dalam hati.
Tuan Y memandangi foto keluarga kecil Seto di kamarnya, sambil menikmati wine di gelasnya. Dia merasa jika usahanya akan berhasl 100%.
Tuan Y sudah merancang semua dengan sangat terinci. Hari semakin sore, akhirnya Nancy pulang ke rumah. Tuan Y yang melihat wajah Nancy pucat pasi menjadi kawatir.
"Apakah kau baik-baik saja Nancy?" Tanya Tuan Y yang duduk di sofa.
"Aku baik-baik saja. hanya sedikit lelah saja" ucap Nancy.
Tuan Y mengajak Nancy makan, lalu mereka makan di meja makan. Baru mencium bau makanan Nancy langsung mual.
"Ada apa denganmu? Jangan katakan jika kamu tengah hamil" ucap Tuan Y dengan nada dingin.
"Aku tidak hamil" ucap Nancy dengan perasaan yang kecewa.
Keesokan harinya Nancy melakukan tes pek. Lalu hasilnya adalah garis dua. Dia membungkam bibirnya. Air matanya mulai keluar dari pelupuk matanya. Dia tidak tahu harus bagaimana, lalu dia membatin.
"apakah ini adalah karma untukku, atau ini adalah teguran untuk hatiku. Agar aku tidak membalas dendam pada Seto"
Sura ketukan dan panggilan Tuan Y menyadarkan Nancy. Dia segera mengelap air matanya, namun dia lupa meninggalkan tes pek itu di dalam kamar mandi.
"Apa kau baik-baik saja Nancya?" tanya Tuan Y.
"Aku baik-baik saja Tuan, aku hanya sakit perut saja. Aku akan berangkat bekerja sekarang Tuan" ucap Nancy bergegas pergi.
Tuan Y hanya mengangguk dan masuk ke dalam kamar mandi. dia akan mandi sebelum ke bandara. Dia akan kembali siang ini.
Pandangan Tuan Y tertuju pada Tes pec di dekat rak sabun mandi.
"Nancy hamil?" ucapnya. Wajahnya menjadi datar, dia tidak membenci hal itu juga tidak marah. Malah dia merasa senang. Berbeda dengan pikiran Nancy.
__ADS_1
Di sepanjang Nancy bekerja, dia merasa banyak kebimbangan. Dia berkali-kali mengelus perutnya. Dia tidak tahu harus bagaimana menghadapi hal itu.
"Aku tidak mungkin membunuh kehidupan anakku. Aku memang bukan wanita yang baik, tapi aku tetap seorang wanita, seorang ibu" ucapnya lirih.
Nancy berlahan menyandarkan kepalanya ke kursi kerjanya. Dia merasa frustasi, timbul keinginannya untuk melarikan diri dengan anak yang sedang dia kandung.
"Tuhan, jika kau menyelamatku dan anak ini dari Tuan Y. Aku berjanji akan melupakan semua yang sudabhberlalu. Aku ingin membuka lembaran baru bersama Anakku" ucap Nancy pelan.
Nancy saat ini tahu, beginilah rasa sayang seorang ibu pada anaknnya. Begitu juga Airi menyayangi Arka. Bagaimana mungkin dia tega mencelakai Arka hanya karena dendam semata.
"Manager Nancy, Tuan Seto memanggil anda" lamunan Nancy terhenti saat mendengar suara Zeo.
"Baik, aku akan segera kesana" ucap Nancy.
Tidak lama kemudian Nancy mengetuk pintu ruangan Seto. Setelah Seto mengatakan "Masuk" dia bergegas masuk ke dalam.
"Apa kau baik-baik saja Nancy? kenapa kau terlihat sangat pucat?" tanya Seto kawatir setelah melihat wajah pucat Nancy.
"aku baik-baik saya Tuan Seto. Ada apa Tuan memanggilku?" ucap Nancy.
"jika kamu sakit, sebaiknya kamu istirahat. Jika terjadi apa-apa denganmu. Aku tidak bisa menjelakannya pada Yuan nanti" ucap Seto.
"Sungguh, aku baik-baik saja Tuan" ucap Nancy.
"oke, terserahmu saja. Asal kau baik-baik saja. Aku menginginkan laporan hasil pemasaran Produk kita tiga bulan terakhir. Kamu kirim ke emailku" ucap Seto.
"baik Tuan, nanti saya akan segera kirim. Jika tidak ada keperluan lain. Aku akan kembali ke ruangan saya" ucap Nancy.
"Silahkan" balas Seto.
Seto kembali bekerja setelahnya, dia juga sudah menerima Email tersebut. Seto tersenyum tipis saat dia melihat beberapa foto upacara pernikahan yang megah.
"Apa aku akan kembali menikah, setelah Airi melahirkan ya? Tapi, apakah Airi setuju? Atau aku ajak saja mereka pergi berlibur?" ucap Seto yang terus bertanya pada dirinya sendiri.
Tuan Y tidak jadi kembali ke jakarta setelah dia mengetahui Nancy hamil. Lalu dengan bahagia dia menscrol ponselnya ke atas layar, melihat nama-nama yang bagus untuk seorang Anak laki-laki.
__ADS_1