TUAN MUDA SALAH BALAS DENDAM

TUAN MUDA SALAH BALAS DENDAM
Bab 16


__ADS_3

seto menggegam tangan airi,berkali-kali dia mengusap rambut airi. seto berharap airi lekas bangun setelah melewati masa kritisnya. sampai dia tertidur di kursi samping airi terbaring sambil menggegam tangan airi.


saat airi terbangun dilihatnya seto yang ada di sampingnya.karena gerakan airi membuat seto terbangun.


"airi,maafkan aku" kata seto sambil mengecup punggung tangan airi dengan perasaan sedih.


airi tidak menjawab perminta maaf seto,dia menarik tanganya dari seto dan tidur membelakangi seto.


"airi,hari itu aku sangat cemburu. aku sangat marah saat kamu bertemu dengan kekasihmu,kamu bilang bertemu dengan xixi,saat aku melihat tidak ada xixi disana,aku sangat cemburu. sampai tidak bisa mengontrol emosiku. aku minta maaf airi,melukaimu berkali-kali,apakah kamu sangat mencintai kekasihmu itu? apakah kamu tidak pernah bersedia berada di dekatku airi?" seto mencoba menjelaskan semua dan meminta maaf,namun airi juga tidak merespon dirinya. dia tetap tidur membelakangi seto.


"saat pernikahan itu terjadi aku sudah menyerahkan takdirku padamu,entah sejak kapan aku mulai jatuh hati padamu seto. tapi kamu menghancurkan segalanya" kata airi dalam hati.


brakkkk suara pintu terbuka dengan kasar,dan dua orang suami-istri masuk ke dalam ruangan dimana airi di rawat.


suara itu membuat seto dan airi kaget dan langsung menoleh ke arah pintu.


"mama" kata airi senang,setelah melihat mama mertuanya datang.


"sayang,dimana yang sakit. kamu jangan melukai dirimu sendiri karena seto" kata yolanda ibu seto yang baru datang dari asterdam,dan langsung menuju kerumah sakit.


"maafkan airi ma,karena airi mama langsung datang ke negara A" kata airi yang masih dipeluk mama mertuanya.

__ADS_1


"seto,papa ingin bicara denganmu diluar" kata papa seto dengan nada dingin dan marah.


kedua orang laki-laki itu keluar ruangan menuju taman rumah sakit.


sampai ditaman papa seto menampar pipi seto dengan sangat keras. dia terlihat sangat marah dengan nafas yang terengah-engah. seto hanya meringis kesakitan memegang pipinya.


"apa bedanya kamu dengan surya? kamu juga hampir saja membunuh airi" papa seto masih dengan nafas memburu menahan gejolak amarah yang tengah dia rasakan.


"aku..." belum selesai seto berbicara,papanya menampar pipinya kembali.


"kamu sudah tahu membalas dendam dengan orang yang salah,tapi kamu tetap menyiksa dia,sekalipun dia mati,bukan berarti sujia kembali kesisimu" kata papa seto,sadar menjadi totonan orang-orang yang ada si sekitar mereka. papa seto pergi meninggalkan seto yang masih berdiri disana.


"airi,apakah kamu sudah merasa baikan?" tanya bram pada airi setelah duduk di kursi samping istrinya,lelaki itu terlihat sangat cemas setelah melihat tangan airi yang di balut perban.


"airi baik-baik saja pa" jawab airi sambil tersenyum manis miliknya,yang membuat seto tergila-gila padanya.


"airi,apakah kamu tidak bersedia berada di dekat seto? jika kamu tidak bersedia mama akan bicara pada seto untuk menceraikan kamu" kata yolanda sambil memegang tangan airi,perkataan yolanda membuat suaminya terkejut.


"ma" kata bram yang tidak ingin kehilangan menantunya.


"seseorang akan merasa kehilangan setelah ditinggal pergi,begitu juga seto. kalau dia mencintai airi sudah pasti dia akan mengejar kembali. tapi bukan berarti dia memenjarakan airi seperti ini,jika kita diam saja sama artinya mendukung seto membunuh orang yang tidak bersalah" jelas yolanda panjang lebar,membuat airi terharu dengan ucapan mama mertuanya itu.

__ADS_1


"airi,apakah kamu masih bersedia menjadi istri seto? dan menjadi menantu kami?" tanya papa seto dengan nada seakan meminta airi tetap tinggal dengan seto.


airi diam tidak menjawab,dia terlihat bingung. dia membenci seto untuk saat ini. tapi dia menemukan sosok orang tua setelah menikah dengan seto.


"pa,biarkan airi memulihakan diri dulu nanti kita bahas lagi" kata yolanda sambil mengambil buah dan akan mengupasnya.


seto yang masih ada ditaman, dia duduk di kursi panjang. dia menundukan kepalanya dengan kedua tangan di lipat sebagai tumpuan dagunya. fikiranya sedang kacau saat ini. dia sangat menyesal,dengan sifat mamanya seto faham sekali. pasti mamanya akan membuat airi dan dia terpisah. sedangkan dia sudah jatuh cinta dengan airi.


"airi,apakah kebebasan akan membuatmu bahagia? dengan meninggalkanku adalah kebebasanmu,tapi aku lebih ingin memenjarakan dirimu disisiku asal kamu tetap milikku.aku tidak ingin melihatmu dengan kekasihmu itu" kata seto lirih dengan wajah yang nanar.


seto mengambil ponsel disaku celananya,dan menghubungi seseorang.


"hallo,tuan muda" asisten zeo menerima panggilan telvon seto.


"kamu hitung total aset keluarga devan dan beli semuanya dalam tiga hari" kata seto dengan nada yang dingin


"ahh tuan. itu,apakah nyonya muda tidak akan marah jika tuan melakukan hal ini,nyonya sangat suka kelembutan. cobalah mengejar nyonya dengan kelembutan tuan,jangan gunakan kekuasan. nyonya tidak menyukai kekuasaan" asisten zeo mencoba memberi nasehat pada tuanya.


"ya sudahlah,kita biarkan dulu devan" kata seto mengikuti nasehat zeo,lalu mematikan ponselnya.


seto lalu berdiri dan akan naik ke lantai dua ruang vvip tempat airi dirawat.

__ADS_1


__ADS_2