
Airi berfikir begitu keras. dia menandatangi atau tidak? Lalu dia menaruh dokumen itu di sebuah laci.
"ceo,tuan seto datang kemari. Katanya ingin bertemu dengan anda" kata febi,asisten airi.
deg
"seto? Kenapa dia kesini?" tanya airi pada asistennya.
"katanya soal proyek yang sudah lama dia tunggu. ceo" jawab asistennya.
"baiklah,suruh dia masuk" kata airi.
dengan menghela nafas panjang,lalu menghembuskan dengan kasar. Airi berfikir,mau sembunyi seperti apapun,dia tetap akan menghadapinya suatu hari nanti.
Jadi dia lebih memilih menghadapi dari pada sembunyi.
tok tok tok
"masuk" kata airi sambil menandatangi surat kontrak dari beberapa perusahaan.
"apakah aku mengganggu waktumu ceo airi?" tanya seto sambil tersenyum.
Airi menaroh penanya,saat mendengar suara seto. Airi memandang wajah seto,dia terlihat sama tampannya dengan 5 tahun yang lalu. Hanya bedanya, saat ini seto terlihat lebih kurus.
Airi masih menatap seto dengan perasaan yang tidak bisa dijelaskan.
"ceo" panggil seto sekali lagi,dan panggilan seto membuyarkan lamunan airi.
"ah,. .iya tuan seto. Ada apa anda mencari saya?" tanya airi gugup.
"wanita ini sangat cantik,mungkin hal wajar jika aku memiliki hubungan di masalalu dengannya" batin seto.
"aku ingin membicarakan proyek kerja sama kita,apakah anda menyetujui atau tidak?" tanya seto masih dengan berdiri di depan airi.
"baiklah,mari kita bicarakan sambil duduk di sini" jawab airi sambil menunjuk sofa.
Kedua orang itu duduk di sofa yang sama. detak jantung keduanya memompa sangat cepat. Saat keduanya saling menatap muncul desiran aneh pada tubuh seto.
"kenapa aku menjadi segugup ini?" kata seto dalam hati.
"aku harus membicarakan dari mana ya? Aku benar-benar tidak tahu harus bicara dari mana" batin airi.
"a..." keduanya bicara secara bersama. Membuat keduanya menjadi canggung.
"tuan seto,kamu aja duluan bicara" kata airi.
__ADS_1
"ah,tidak. Kamu duluan saja. Aku akan mendengarkanmu" kata seto tersipu malu.
"begini,soal proyek itu. Apakah anda tidak merasa di rugikan. Proyek itu sangat menguntungkan perusahaanku,tapi keuntungan yang sedikit untuk perusahaanmu" tanya airi.
Seto sebenarnya tidak tertarik soal proyek itu. Tapi dia hanya tertarik dengan ingatanya soal airi.
"aku tidak masalah,hmm sudah waktunya makan siang. Apakah nona airi bersedia makan siang denganku?" tanya seto pada airi.saat dia melihat jam tanganya sudah menunjukan jam makan siang.
"tentu saja" jawab airi dengan perasaan senang.
Mereka berjalan keluar dari ruangan. mereka berdua masuk ke dalam mobil seto.
airi mengajak seto ke sebuah restoran yang dulu menjadi langganan mereka.
Airi memesan semua menu kesukaan seto. Melihat semua menu di depannya. Seto terkejut,semuanya adalah makanan yang dia sukai.
"aku benar-benar yakin,dia wanita yang memiliki hubungan tak biasa denganku" batin seto.
Dari jauh terlihat dua orang perempuan tengah menikmati makan siang mereka.
Lalu salah satu dari mereka melihat seto dan airi makan. Orang tersebut tak lain adalah mama seto dan grasela.
Mama seto mengepalkan tangannya. Dia manahan amarahnya. Sedangkan airi dan seto saling melempar senyum.
Dretttt dretttt
"sebentar ya tuan seto" kata airi dan seto mengangguk.
"hallo sayang?" airi manjawab panggilan telvon putranya. Terlihat putranya masih memakai seragam sekolah.
"mami,besok arka ingin bertemu mami. Mami mau oleh-oleh apa?" tanya arka pada airi
"mami,dia sudah punya anak?" batin seto yang mendengar percakapan airi dan arka.
"mami tidak ingin oleh-oleh apapun. Mami hanya ingin bertemu dengan jagoan mami,oke" kata airi sambil mengancungkan jempolnya.
"baiklah mami,tunggu arka dan oma besok ya. Da mami emmmuucchhh?" kata arka mengakhiri panggilan telvonnya.
Airi mematikan panggilan vidionya. Dia tersenyum bahagia. Namun seto menjadi masam. Mukanya mendung. Dia memikirkan kata-kata mamanya. Jika airi meninggalkan dirinya dan menikah dengan pengusaha kaya.
"seto,kenapa kamu berhenti makan. Apakah sudah kenyang?" tanya airi dengan nada biasa saja.
"airi,apakah kamu sudah menikah?" tanya seto dengan dingin.
"sudah" jawab airi,sambil menghentikan makan dan menatap seto.
__ADS_1
"apakah dengan pengusaha kaya?" tanya seto lagi.
"iya,dia sangat kaya. Dia tampan. Dan aku bahagia saat bersamanya,aku sangat mencintainya" jawab airi sambil tersenyum.
Brakkkk. amarah seto memuncak. Dia meninggalkan airi begitu saja.
"apa yang salah dengan perkataanku? Semua yang aku katakan benar. Dia kaya dan aku sangat mencintainya" kata airi pada dirinya sendiri sambil menggelengkan kepalanya.
Airi,berkemas dan meminta bon pada pelayan. Dia membayar tagihan makan siangnya dengan seto.
"airi,tebal sekali ya mukamu itu" kata seorang wanita paruh baya menghampiri airi.
"mama" kata airi terkejut.
"airi,tolong jangan mengganggu seto. kamu berhenti menyakiti hati seto. Kamu wanita yang tidak bisa memberikan keturunan untuk seto. Dan sekarang seto akan menikah. Kamu harus tahu itu" cacian mama seto begitu saja telontar dari mulutnya.
"tapi ma..."
"tidak ada tapi,tapian. Kamu jangan menjadi orang ketiga di antara seto dan grasela. Menantu mama kedepannya hanya grasela saja" mama seto memotong perkataan airi.
Airi tidak berdaya,dia hanya diam. Dan pergi meninggalkan mama seto begitu saja.dia keluar dari restoran dengan keadaan sedih.
"lucu sekali,aku istri seto. Dan sekarang di anggap orang ketiga" kata airi lirih. Sambil terus berjalan.
Airi berjalan tak terarah. Tidak terasa cairan bening membasahi pipinya. Dari jauh seseorang memanggil airi.
"airi,airi... Tunggu airi" teriak seseorang dari jauh.
Samar-samar airi mendengar suara tersebut. Namun airi tidak menoleh ke arah suara tersebut. Dia terus berjalan pelan.
"airi" tepuk seseorang dari belakang. suaranya terdengar ngos-ngosan. Nafasnya tak beraturan akibat berlari mengejar airi.
"xixi" kata airi setelah mengetahui siapa yang memanggilnya.
Airi dan sahabatnya saling memeluk. Mereka sudah lama tidak bertemu.xixi telah kembali ke dalam negeri dan bekerja di perusahaan ayahnya bersama kakaknya.
Airi mengajak xixi ke kantornya. Mereka saling bertukar cerita. Xixi sangat sedih mendengar kisah airi dan seto.
"airi,tisumu hampir habis. Kurang ajar sekali anisa. Lalu dimana sekarang anisa berada?" tanya xixi sambil membuang ingusnya.
"aku tidak tahu,pas pertunangan seto pun,aku tidak melihat anisa" jawab airi sambil mengusap air matanya.
"xixi,aku hampir tidak sanggup membayangkan seto menikah dengan grasela,aku tidak sanggup melihat seto memiliki anak dari wanita lain" airi mulai menangis lagi.
"hai kau airi,kenapa menjadi selemah ini. Seto dan grasela baru bertunangan. Kamu masih memiliki kesempatan untuk sembuhin ingatan seto" kata xixi sambil menepuk pundak airi.
__ADS_1
Airi terdiam,dia tahu masih ada kesempatan. Namun itu semua terlihat mustahil. Pernikahan. Bisa saja akan dipercepat. Karena orang tua seto sudah mengetahui airi sudah berada di satu kota yang sama dengan seto.