
airi dan desi harus berpisah, setelah seharian shopping.
"aku menelvon,atau tidak ya? atau aku menunggu sampai dia pulang? tapi aku sangat rindu padanya, emmm tetapi,kalau aku menelvonnya,nanti dia mengira aku tidak memberikan kebebasan" kata seto yang dari tadi mondar-mandir di ruang tamu. sambil memegangi ponselnya,dia tengah menunggu airi pulang.
terdengar suara taxi berhenti di depan gerbang villa pribadi seto. secepat kilat seto mengambil majalah yang ada di atas meja.lalu dia duduk di sofa sambil pura-pura membaca majalah. airi masuk dengan banyak tas belanja di tangannya. airi melihat seto duduk di sofa,lalu dia duduk di sampingnya.
"maaf terlambat pulang" kata airi sambil memegang paha seto.
"hem" seto menjawab dengan cuek,pandanganya tetap pada majalahnya.
"apakah kamu sedang membaca majalah?" tanya airi.
"kamu sudah tahu,kenapa bertanya?" jawab seto dengan nada dingin,tanpa memedulikan istrinya.
__ADS_1
"tapi,majalahmu terbalik puffff " kata airi menahan tawa.
seto baru sadar,jika majalahnya terbalik. dia malu,dan pergi meninggalkan airi begitu saja.
"apakah jam sembilan terlalu malam" kata airi lirih,dia mengikuti seto dari belakang,naik ke kamarnya.
ceklek,airi membuka pintu kamarnya. terlihat seto tidur tengah memeluk guling. airi melihat suaminya sambil tersenyum.
airi menaruh tas belanjanya di sofa,lalu dia pergi ke kamar mandi.
"apakah semua wanita lupa pada suaminya, jika sudah shoping?" batin seto,tanpa membuka matanya. airi naik ke atas ranjangnya. dia membuka jam tangan lama milik seto dan memakaikan jam tangan yang baru. airi membeli jam couple.
"sudah,jangan merajuk lagi. lihat,aku membelikan jam baru untukmu" kata airi sambil mencium pipi seto. dan berbaring di sebelah seto,airi tengah memakai jam yang sama dengannya. seto membuka mata,lalu tersenyum senang. seto mengucapkan terima kasih kepada airi. dia senang karena airi tidak melupakan dirinya.
__ADS_1
pagi hari,seperti biasa. seto pergi ke kantor. dan airi harus mengajar di kampus. pagi itu anisa datang ke kantor. seto memberikan dia jabatan dari bawah,sebagai saff marketing.
pekerjaan yang dilakukan anisa,bertugas membantu membuat dan menjalankan strategi marketing, serta melaksanakan kampanye pemasaran untuk perusahaan. anisa sebagai staff marketing juga berperan penting dalam mengembangkan dan melaksanakan konsep strategi pemasaran yang telah direncanakan.
seto berharap,kelak anisa akan memimpin perusahaan orang tuanya dengan baik. agar dia bisa sukses. dia ingin sujia bahagia melihat anisa menjadi pemimpin yang hebat di masa depan.
namun anisa ingin sekali menjadi sekertaris seto,dia ingin setiap saat mendekati pujaan hatinya. namun anisa lebih memilih menahan diri. dia akan menurut apa yang di katakan seto.
semua staff marketing tahu jika anisa adalah adik sujia,kekasih masalalu presdir seto yang sudah meninggal. pemilik perusahaan tempat mereka bekerja. hal itu membuat anisa bersikap sewenang-wenang pada rekan kerjanya.
"hai,kamu. tolong kerjakan laporan penjualan bulan lalu ini untukku" kata anisa melempar berkas di meja yola.
"tapi itu pekerjaanmu,aku tidak mau" tolak yola.
__ADS_1
"boleh saja kamu menolak,tapi aku tinggal bilang pada kak seto. jika kamu bersikap kurang baik padaku. biar kamu di pecat dan gak usah kerja di sini lagi" ancam anisa.
yola adalah gadis cupu di bagian divisi marketing. direktur marketing juga sangat menyukai yola,karena kinerjanya yang bagus. mau tidak mau,yola akhirnya menuruti kemauan anisa. sedangkan anisa tengah berfikir bagaimana caranya menyingkirkan airi. dan dia sedang merencanakan sesuatu.