TUMBAL PEMUAS RANJANG

TUMBAL PEMUAS RANJANG
Episode 1


__ADS_3


Disebuah Desa yang asri nan indah hiduplah satu keluarga yang sederhana,tetapi serba kekurangan.Kepala keluarga bernama Markum,sedangkan istri Markum bernama Tuti,mereka dikaruniai dua orang anak.


"Uhuk Uhuk" Tubuh ringkih tidak berdaya terbaring diatas kasur usang terbatuk batuk.Seorang gadis bernama Mawar mendengar suara batuk ibunya langsung masuk kedalam kamar.


"Ibu,ayo kita berobat bu"Tukas Mawar duduk ditepi kasur,mata Mawar melihat tangan ibunya yang lebam lebam.


"Ibu ini kenapa?,apa Ayah memukul ibu lagi?"Tanya Mawar dengan nada cemas memegang tangan ibundanya.


"Ah bukan apa apa nak,sudahlah ibu tidak mau berobat kerumah sakit,kita tidak punya uang"Jawab Tuti dengan suara lemah.


"Tapi ibu kemarin baru menjual tiga sapi kita,kemana semua uangnya ibu?"Tandas Mawar dengan raut wajah heran.


"Uangnya sudah diambil ayahmu nak,ibu tidak mau memberikan uang itu tetapi Ayahmu memaksa ibu"Jawab Tuti dengan suara gemetar.


"Pasti ayah main judi lagi,Mawar benci ayah,tangan ibu lebam gitu pasti perbuatan Ayah,iyakan Bu?"Balas Mawar dengan wajah penuh kebencian.


"Buk buk buk"Tangan Seseorang memukul pintu dengan keras sekali membuat Mawar dan Ibunya terkejut.


"Tuti...!!!,cepat buka pintunya...!!!,lama sekali kau buka pintu hah !!"Suara teriakan dari luar pintu rumah.


"Itu Ayahmu nak cepat buka pintunya"Titah Tuti dengan wajah ketakutan.


Mawar keluar dari kamar berjalan membuka pintu, "Bbuk" Tangan Markum mendorong pintu utama dengan kasar,mata Markum sangat sayu melihat putrinya,serta bau alkohol tercium hidung Mawar saat berdekatan dengan Markum.


"Lama sekali kau buka pintu ini,mana ibumu?"Tanya Markum dengan ketus.


"Ibu lagi sakit Ayah,Ayah baru minumkan?,apa ayah tidak perduli keadaan kami"Balas Mawar.


"Ah,kau anak kecil jangan banyak bicara,awas aku mau lewat"Jawab Markum mendorong tubuh Mawar berjalan kearah kamar.


"Tuti aku minta uang lagi,jangan pura pura sakit !!" Ketus Markum menarik kasar lengan Tuti supaya bangkit dari ranjang.


"Ayah...!!,Ibu sakit jangan kasar pada Ibu"Kata Mawar memeluk tubuh ringkih Tuti ibunya.


"Dasar wanita penyakitan,istri enggak berguna,cepat berikan aku uang !!"Teriak Markum membelalakan mata kepada Tuti.


"Uang kita tinggal lima puluh ribu,itu untuk jajan Adi besok sekolah,sisanya untuk keperluan dapur Mas"Jawab Tuti.


"Alah bacot kamu,mana cincin emas itu,biar aku jual !"Bentak Markum dengan tangan membuka lemari.

__ADS_1


"Jangan Mas,itu harta kita satu satunya"Kata Tuti langsung bangkit dari duduk memegang tangan Markum didepan lemari pakaian.


"Enyah kau dari sini !"Ketus Markum mendorong tubuh Ringkih Tuti hingga jatuh keatas lantai.


"Ibu...!"Mawar menarik tangan ibunya supaya berdiri dari atas lantai. "Ayah keterlalun !" Bentak Mawar melihat Markum memegang cincin emas kepunyaan Tuti.


Markum diam saja dan berjalan kearah ruang tengah rumah,Tuti yang tidak rela cincinnya dijual kini mengejar Markum didalam ruang tengah.


"Mas aku mohon jangan jual itu,itu cincin pernikahanku,Mas cari kerja mas jangan main judi lagi,mas pulang pulang mabuk, anak anak kita sudah besar,tobat mas tobat"Kata Tuti suara gemetar sambil menangis.


"Alah...!!"Tandas Markum, "Plak" Tangan Markum langsung menampar pipi Tuti dengan keras,hingga kepalanya memutar keras,Mawar langsung bersujud dikaki Markum dengan perasaan takut.


"Ayah Mawar Mohon jangan pukul Ibu lagi,kasihan Ibu setiap hari bekerja demi makan kita,ayah cari kerja Mawar mohon Hikss"Kata Mawar bersimpuh dikaki Markum.


"Anak,Ibu sama saja taunya ceramah,awas kau..!!"Ketus Markum mendorong kasar tubuh Mawar hingga terpelanting diatas lantai.


"Mawar,sudah Nak,ayahmu ini memang Pria iblis,jahat,tidak tau diri,malas kerja,sudah miskin tetap saja main judi dan mabuk mabukkan !!"Ketus Tuti karena emosi melihat Mawar didorong Markum.


"Kau bilang apa hah !!"Kata Markum mulai naik darah melihat nanar wajah Tuti.


"Kau harus diberi pelajaran,istri tidak tau diri,penyakitan..!!"Tandas Markum lagi.


Markum mencengkram kuat tangan Tuti dan menarik paksa masuk kedalam kamar,Markum mengunci pintu kamar menghajar Tuti didalam kamar.


"Ayah...,buka pintu,ayah jangan pukulin ibu lagi,tolong ayah,hikss...!!"Teriak Mawar menggedor pintu kamar.


"Ceklek" Markum membuka pintu kamar berjalan keluar rumah dengan wajah sangar,Mawar langsung masuk kedalam kamar melihat Tuti Ibunya sudah terduduk diatas lantai dengan wajah lebam sambil menangis.


"Ibu....!,ibu enggak apa,mana yang sakit Ibu"Kata Mawar dengan cemas dan takut.


Tuti tidak menjawab pertanyaan anaknya karena rasa sakit yang iya derita akibat dipukul Markum barusan,Mawar membantu ibunya untuk bangkit dari duduk dan meletakkan tubuh ringkih ibunya berbaring diatas ranjang usang.


Suara kaki anak kecil berjalan masuk kedalam rumah Mereka,dia adalah Adi adik Mawar yang baru sepulang sekolah,Adi duduk disekolah dasar berumur delapan tahun.


"Mbak Ibu kenapa?"Tanya Adi polos saat melihat Tuti dengan wajah penuh lebam.


"Ibu enggak apa nak,ibu sakit,kamu baru pulang sekolah nak?,ayo ganti baju kamu nak"Kata Tuti dengan senyuman paksa.


"Mawar sediakan makan adikmu,Ibu tidak sanggup berdiri nak"Titah Tuti.


"Iya bu,Mawar juga mau kompres wajah ibu ya,apa ibu tidak lapar?"Balas Mawar dengan mata mengembun.

__ADS_1


"Ibu tidak lapar nak,ayo cepat adikmu nanti kelaparan"Balas Tuti tersenyum padahal itu senyum palsu,supaya Tuti kuat dimata anak gadisnya.


"Baiklah bu"Mawar berjalan keluar kamar melihat Adi yang sudah ganti pakaian,Mawar berjalan lagi kearah dapur dan membuka tudung saji diatas meja masih kosong,Mawar dengan wajah cemas berfikir.


"Mbak mana makanannya?Adi sangat lapar,tadi Adi enggak jajan karena ibu enggak kasih uang jajan"Kata Adi melihat meja makan kosong melompong.


"Dik,mbak punya uang dua ribu,kita masak telur aja ya,masih ada kecap dimeja ini"Kata Mawar melirik sebotol kecap manis.


"Enggak mbak,sudah seminggu kita makan telur,ikan asin,itu itu melulu,Adi enggak mau huh"Sungut Adi dengan bibir cemberut.


"Sore ini mbak gantikan ibu mencuci pakaian juragan teh,pasti mbak dapat uang banyak,lalu uangnya mbak beli ikan ayam,nanti malam adi makan ikan ayam yang enak,ya dik"Kata Mawar membujuk Adi.


"Beneran ya mbak,awas kalau mbak bohong"Sungut Adi dengan senyuman khas anak kecil.


"Mbak apa pernah bohong ama adik?,sekarang adik beli telur ini diwarung sebelah,biar mbak siapkan nasi untuk adi,ya dik"Kata Mawar dengan suara lembut.


Adi tersenyum berjalan keluar rumah untuk membeli telur satu buah,sedangkan Mawar mengambil nasi menaruh diatas piring untuk Adi dan meletakkan diatas meja makan.


Mawar juga menyiapkan air dingin serta handuk kecil untuk mengkompres wajah ibunya yang lebam,Mawar berjalan kearah kamar ibunya.


"Bu..,Mawar kompres wajah ibu"Kata Mawar memeras handuk kecil dan mengusap lembut wajah ibunya.


"Semua bahan bahan pada naik,minyak,cabai,beras,gaji ibu mencuci dirumah juragan teh tidak cukup Mawar"Keluh Tuti dengan suara gemetar.


"Bu..,ibu enggak usah kerja dulu,biar Mawar saja yang menggantikannya,Ibu istirahat saja,setelah ini Mawar mencuci kain dirumah juragan teh"Balas Mawar tersenyum.


"Uang terakhir kita diambil ayahmu,maafkan ibu ya nak,kamu terpaksa putus sekolah juga,menggantikan ibu mencuci kain"Kata Tuti dengan menangis seunggukan.


"Enggak apa Bu,Mawar tamat SMP Doang udah senang,yang penting Adik Mawar sekolah terus"Kata Mawar dengan tersenyum sambil memijat kaki ibunya.


Mawar mengalah kepada adiknya tidak melanjutkan lagi sekolah menengah atas,Mawar masih remaja tujuh belas tahun seharusnya masih sekolah.


Bersambung*



Visual Mawar Cantika.


cantik,anggun,lemah lembut,penyabar,penurut dan juga baik,lugu,polos.


Umur :17 tahun.

__ADS_1


Hoby : memasak.


Jangan lupa vote,pavorit,likenya yah.


__ADS_2