
Kelima pelayan itu keluar dari ruangan Jorse dengan meringis kesakitan,Istri ketiga Jorse Winda baru pulang shopping heran melihat wajah lebam kelima pelayan,Winda langsung masuk kedalam ruangan kerja untuk melihat suaminya.
"Honey kenapa kau menghukum pelayan?,apa mereka tidak becus lagi mengurus Mom?"Tanya Winda sambil duduk santai diatas sofa.
"Bukan urusanmu,urus saja belanjaan kamu yang tidak penting itu"Jawab Jorse membuka sarung tangannya.
"Mbak Kartika ama mbak Angel entar lagi pulang,kau harus menentukan nanti malam tidur dengan siapa"Kata Winda tersenyum.
"Aku tidak akan tidur dengan siapa siapa,karena aku punya mainan baru"Kata Jorse dengan terus terang.
Hasan melirik sana kemari berdiri mematung,Jorse memberi kode kepada Hasan,Asisten ini mengerti langsung pergi dari ruangan karena jorse ingin bicara serius kepada Winda.
"Mainan baru?,pasti kau mengambil wanita lagi dirumah placuran itukan?,seperti kami semua,kau mata keranjang Honey"Kata Winda kesal.
"Kau salah ini beda,aku mengambilnya dari desa,dia bukan placur seperti kalian bertiga"Kata Jorse tegas.
"Wow,jadi sekarang mana wanita itu?,aku mau bermain dengannya Honey"Kata Winda tersenyum licik.
"Winda aku tau sifatmu,untuk yang satu ini kau jangan menganggunya"Kata Jorse.
"Aku tidak terima kau bawa wanita lagi honey,apa kau kurang puas sama pelayanan kami selama ini hah !"Winda sangat kesal.
"Diam mulut kamu..!!,tarik diri sendiri aja Winda kenapa aku bisa mencari wanita lain lagi !!" Bentak Jorse.
"Apa kau lupa sama perjanjian kita sewaktu aku menikahimu?,kalau kau memberikan aku keturunan aku akan menikahimu secara SAh,kau akan aku akui sebagai istri asliku"
"Tapi mana,mana?,sampai sekarang kau belum hamil juga,Kartika dengan Angel sudah tarik diri mereka pasrah kalau aku ceraikan karena memang mandul" Kata Jorse lagi panjang lebar.
"Aku akan memberikan kamu anak bulan ini"Kata Winda dengan lantang.
"Sudah terlambat,aku bosan denganmu"Kata Jorse langsung pergi keluar ruangan.
"Honey..honey aku belum siap bicara !"Teriak Winda dengan kesal,Jorse sudah pergi dari hadapan Winda.
"Brengsek,aku harus menemui wanita itu,enak saja dia mau merebut posisiku"Batin Winda dengan amarah.
Winda keluar ruangan menuju dapur dengan terkejut melihat kehadiran Adi,Winda sangat membenci anak kecil,iya anti anak kecil baginya anak kecil bawel dan berisik.
"Rini anak siapa ini?"Tanya Winda dengan Angkuh.
"In-ini adik nona Mawar nyonya"Jawab Rini gugup.
"Mawar?,siapa Mawar?"Tanya Winda heran.
__ADS_1
"Itu---" Rini tidak bisa menjelaskan karena tau sifat Winda yang jahat,dulu Jorse sering membawa mainan barunya kerumah,dengan mudah Winda menyingkirkannya walau pakai segala cara.
"Tidak perlu kau bicara aku tau siapa dia,Rini singkirkan anak kecil ini jika aku datang kedapur"Titah Rini dengan nada angkuh.
"Ba-baik nyonya"Kata Rini.
"Tante dia siapa?,kenapa mengatur tante?"Tanya Adi saat melihat Winda sudah pergi.
"Dia nyonya juga dirumah ini nak,ayo tante antar kamu katanya mau menonton kartun"Balas Rini.
"Wah nonton,hore Akhirnya Adi bisa nonton TV lagi ya Allah"Kata Adi polos.
"Sampe segitunya mau nonton,ayo kita keruangan tante disana ada TV"Kata Rini dengan menuntun Adi keruangan pelayan.
Mereka berdua masuk kedalam ruangan,Adi langsung mendekati televisi besar berukuran 42inch,tangan Adi mengelus TV tersebut.
"Wah besar banget TV nya,ini lebih besar dari TV Adi,tapi Adi sedih TV itu pembelian Ibu Adi tante,Ayah menjualnya" Kata Adi dengan wajah sedih.
"Ayah kamu kemana?,kenapa TV kamu dijual nak?"Tanya Rini.
"Adi benci Ayah,dia bukan Ayah Adi lagi,Ayah menjual TV pasti untuk main judi"Balas Adi dengan wajah kesal.
"Sepertinya kehidupan nona Mawar sangat memeprihatinkan,kasihan juga mereka ini,aku sudah tau kenapa nona Mawar dibawa kesini,orang tua nona Mawar sudah gila menumbalkan anaknya sebagai penebus hutang"Batin Rini dengan kesal.
Disisi lain Winda sudah tau keberadaan Mawar,setiap Jorse membawa mainan barunya pasti kamar khusus itu akan terisi wanita wanita cantik,kini tangan Winda membuka pintu kamar khusus itu dan masuk tanpa mengetuk dulu.
Sorot mata Winda melihat ranjang yang acak acakan,Winda menggeram saat melihat bercak darah diatas kain sprei,lalu mata Winda melihat lagi jalan Mawar yang sedikit mengangkang.
"Pantas saja suamiku bertingkah lain,ternyata wanita licik ini masih perawan"Batin Winda geram.
"Nyonya kenapa kau diam saja,siapa kau?"Tanya Mawar sekali lagi dengan penasaran.
"Aku Winda,nyonya ketiga dirumah ini,kau tidak perlu berbangga untuk mendapatkan kasih sayang suamiku"Ketus Winda.
"Siapa yang bangga,aku benci tuan kejam itu,kalau bukan karena ayahku punya hutang,aku tidak mau disini nyonya" Kata Mawar.
"Ow,jadi ceritanya begitu,Haahaha pasti orang tuamu suka main judi dikasino suamiku"Kata Winda tertawa renyah.
Mawar hanya diam saja sambil menundukkan kepala,hatinya sakit dia ingin sekali cepat pergi dari sini tetapi iya tidak berdaya.
"Kenapa kau diam?,kau senangkan bermain dengan suamiku?,dia lelaki perkasa"Kata Winda ketus.
"Mawar tidak mengerti ucapan nyonya"Kata Mawar Polos.
__ADS_1
Winda mendekati Mawar langsung menarik rambut Mawar dengan kasar,Mawar mendongakkan wajah karena rambutnya ditarik keras.
"Nyonya lepaskan sakit"Kata Mawar dengan kesakitan.
"Lepaskan dia Winda !!"Teriak Jorse yang baru datang melihat Winda menyakiti Mawar.
"Honey" Winda langsung terkejut dan melepaskan rambut Mawar.
Jorse langsung mengambil sarung tangan yang ada disakunya,Winda menenggak saliva berulang ulang karena tau sarung tangan itu buat apa.
"Plak,Bukk" Jorse langsung menampar serta meninju pipi Winda tanpa rasa kasihan,Karena Jorse siraja tega tidak perduli wanita atau pria yang membuatnya kesal iya akan menghajarnya.
"Hah,tuan hentikan !"Kata Mawar tidak tega seorang wanita dipukul pria.
"Brengsek kau Winda,sudah aku peringatkan jangan mengusik mainanku yang satu ini,aku bisa saja membunuhmu sekarang !"Ketus Jorse membuka sarung tangannya.
"Tuan kamu kejam banget"Kata Mawar merasa Iba melihat wajah Winda yang sudah lebam.
"Diam kau !!,aku juga bisa menghukum kamu disini,kau duduk sana jangan bawel!!"Bentak Jorse kepada Mawar.
Mawar menurut langsung duduk dengan wajah ketakutan,sedangkan Winda menatap nanar wajah Jorse yang marah.
"Tiga tahun aku menemani kamu,baru kali ini kau memukulku demi dia !!"Winda jadi emosi.
"Diam !!,apa kau mau aku pukul lagi"Kata Jorse dengan lantang.
Winda langsung keluar dari kamar dengan kemarahan serta menangis tersedu sedu,sedangkan Jorse berdiri mematung sambil melirik Mawar yang duduk tertunduk.
"Kau kejam tuan,dia istrimu kenapa kau pukul,kau seperti ayahku yang memukul ibuku"Kata Mawar dengan wajah kecewa.
"Berani sekali kau bicara hah !"Bentak Jorse ingin melayangkan tangannya diwajah Mawar.
"Pukul tuan,pukul tuan"Kata Mawar memejamkan mata menyerahkan wajahnya dihadapan Jorse.
Mata Jorse memandangi wajah cantik milik Mawar,entah kenapa iya tidak tega membuat lebam wajah Mawar,seperti sayang kalau wajah cantik itu lebam atau tergores.
Bersambung*
Akankah keangkuhan Jorse bisa tunduk menghadapi sikap Mawar yang polos?
Like
Vote.
__ADS_1
komen.
pavorit.