
"Nama yang cantik,sesuai dengan orangnya,tuan Jorse siapa gadis ini?"Tanya Fedrik yang berdiri dihadapan Jorse dan Mawar.
"Dia hanya seorang pelayan,biarkan dia pergi"Jawab Jorse tersenyum lebar.
"Pelayan?,baru ini ada pelayan cantik dirumah anda,wah kalau hanya seorang pelayan dia bisa menemani aku tidur ahahah"Kata Fedrik berterus terang membuat Jorse mengeraskan rahangnya kesal.
"Kalau anda meminta hal itu dengan senang hati tuan"Kata Jorse menutupi kesalnya.
"Apa kau bilang?,kau pikir aku murahan tuan"Cicit Mawar marah pada Jorse.
"Tuan Jorse kau begitu menghargai saya,saya sangat tersanjung,ayo gadis cantik kamu gabung minum dengan saya"Kata Fedrik menarik lengan Mawar.
"Saya tidak bisa minum tuan"Kata Mawar dengan hati cemas.
"Sudah jangan sungkan,tuan kamu sudah beri izin"Kata Fedrik langsung mendudukkan Mawar diatas sofa.
Mawar melihat Jorse duduk tenang dihadapannya,Mawar sangat kecewa membiarkan Fedrik duduk dengannya,disisi lain Winda yang duduk dikiri Fedrik tersenyum puas karena Jorse tidak perduli Mawar dipaksa minum oleh Fedrik.
"Ayolah jangan menolak saya gadis cantik"Kata Fedrik pegang gelas loki memaksa Mawar minum.
"Hei kau tidak bisa menolak tuan Fedrik,apa kau tau siapa dia?,lagian ini pesta minum salahmu sendiri datang kesini"Kata Winda menatap sangar wajah Mawar.
"Benar gadis cantik,aku tidak gigit kamu ayo minum,kau akan sexy kalau mabuk"Kata Fedrik tersenyum mesum.
Dengan terpaksa Mawar menuruti keinginan Fedrik iya minum untuk menghargai,disisi lain Jorse berwajah tenang melirik saja sikap Fedrik mencekoki Mawar minum.
"Tuan sudah cukup,Mawar pusing"Kata Mawar memijat keningnya.
"Ahahaah,bagus kamu semakin cantik Mawar"Sambung Fedrik mengelus paha Mawar yang terbungkus kain jeans.
Jorse membelalakan mata dan mengeraskan rahang melihat paha Mawar dipegang Fedrik,Hasan melirik itu langsung cemas dengan rasa takut.
"Aduh gawat kalau tuan lepas kontrol matilah kau Fedrik,kalau Fedrik mati perang antara gangster akan dimulai"Batin Hasan ketakutan,sendiri.
"Tuan Jorse apa boleh saya membawa gadis ini pulang,saya sangat tertarik tuan"Kata Fedrik tersenyum lebar.
"Tuan anda tau saja,lagian dia hanya seorang pelayan pasti suamiku memberi izin"Sambung Winda membuat Jorse geram pada Winda.
"Apa maksud anda bicara begitu tuan,Mawar tidak mau"Tolak Mawar masih setengah sadar.
"Lepaskan dia tuan,dia hanya gadis kecil,masih banyak wanita lain,apa anda tidak malu bermain dengan seorang pelayan"Kata Jorse lalu menenggak minumannya.
"Dia bukan pelayan biasa,saya sangat tertarik tuan Jorse,apa anda lupa kerja sama kita,apapun permintaan saya anda tidak pernah menolaknya tuan"Kata Fedrik tersenyum.
__ADS_1
"Bandot tua ini pintar banget bicara,aku ingin sekali merobek mulutnya"Batin Jorse sangat kesal.
"Lagian dia seorang pelayan apa untungnya dengan anda aku hanya membawanya semalam saja,anda akan untung dengan kerja sama kita,ratusan miliyar akan menanti anda tuan"Kata Fedrik melirik Mawar.
"Tuan saya tidak mau"Kata Mawar memelas melihat wajah tampan Jorse.
"Baiklah tuan anda boleh membawa gadis ini pergi,besok Hasan akan menjemput dia"Balas Jorse tersenyum.
"Tuan saya tidak mau"Kata Mawar sudah menangis seunggukan.
"Sayang kenapa kau setuju,apa karena uang?"Tanya Kartika terkejut.
"Diam kau Kartika ini urusanku,lagian gadis itu hanya pemuas nafsuku diranjang,kau tidak perlu ikut campur"Ketus Jorse pada Kartika.
"Tuan sudah gila,apa dia sudah bosan pada nona Mawar?"Batin Hasan heran.
"Ayo gadis cantik kau harus ikut bersamaku, kalian bawa gadis ini"Titah Fedrik kepada pengawalnya.
"Tuan saya tidak mau,mbak Kartika tolong Mawar"Kata Mawar ingin berlari keluar ruangan tetapi langsung tangannya dipegang kedua pengawal Fedrik.
"Sayang apa kau tidak punya hati,jangan biarkan Mawar pergi"Kata Kartika sedih.
Jorse hanya diam sambil berjalan melirik Fedrik yang sudah menyeret Mawar keluar ruangan menuju mobilnya.
"Terima kasih tuan selamat bersenang senang"Kata Jorse memeluk Fedrik.
Mawar sudah didalam mobil dengan tangisan pilu,begitu teganya Jorse menyerahkan Mawar kepada Fedrik hanya karena perjanjian bisnis dan uang,Fedrik dan mobilnya sudah pergi meninggalkan rumah Jorse.
"Kau kejam sayang,aku kira kau menyukai Mawar,hanya demi uang kau serahkan Mawar kepada hidung belang itu"Kata Kartika langsung pergi dari hadapan Jorse.
"Honey aku kira kau suka pada dia,hah bagus deh dia pergi"Kata Winda tersenyum puas.
Ketiga istri Jorse pergi balik kekamarnya masing masing,sementara Jorse berdiri mematung dihalaman rumah,Hasan berdiri sambil berfikir.
"Tuan apa yang anda lakukan,nona Mawar dibawa Fedrik,saya pikir tuan suka pada nona"Kata Hasan kecewa dengan sikap Jorse.
"mmmm..,ini politik licik Hasan,kau lupa siapa Jorse Hino,surat sudah ditanganku,uang sudah direkening"Kata Jorse menyeringai licik.
"Tapi anda mengorbankan nona Mawar,apa anda sudah bosan dengan nona?"Kata Hasan kecewa.
"Kau bawel Hasan seperti Kartika sangat menjijikan,jangan bicara lagi atau aku robek mulut bawelmu itu yang seperti bebek,aku hanya bermain politik saja"Kata Jorse menatap elang wajah Hasan.
"Siapkan mobil dan ambil koper senjataku Hasan,aku tunggu kau disini"Kata Jorse lagi dengan nada tegas.
__ADS_1
"Untuk apa tuan?"Kata Hasan heran dengan mengkerutkan dahi.
"Ikuti saja perintahku,apa kau mau mati hasan?"Kata Jorse menggertakkan giginya.
"Baik tuan"Kata Hasan langsung berjalan meninggalkan Jorse.
"Asisten bodoh,percuma aku mengajarimu membunuh orang"Gumam Jorse kepada Hasan.
Sesaat kemudian Jorse mengganti jasnya dengan pakaian kaos tanpa lengan menunjukkan lengan kekarnya, lalu memakai jaket kulitnya,dibalut celana jeans,Jorse memenuhi tubuhnya dengan senjata.
"Hem sudah lama aku tidak bermain dengan darah"Kata Jorse menyeringai.
"Tuan kita mau kemana?"Tanya Hasan heran sambil masuk kedalam mobil.
"Siapkan dirimu kalau enggak kau akan mati Hasan,sebentar lagi darah berceceran didalam rumah Fedrik"Kata Jorse masuk kedalam mobil.
"Tuan saya paham maksud anda"Kata Hasan sudah nyambung maksud Jorse.
"Aku tau kenapa tuan menyerahkan nona Mawar gitu aja,supaya Hendrik menyerahkan surat itu,tuanku ini selain kejam dia juga licik"Batin Hasan tersenyum.
"Tuan melawan Fedrik membuat perang besar nantinya,jumlah pengawalnya sangat besar,apa cuma kita berdua saja?"Kata Hasan bergidik ngeri.
"Kau meragukan aku Hasan?,apa kau lupa tragedi Aswad gangster ditakuti aku bunuh dengan tanganku,Fedrik hanya lalat bagiku mudah saja membunuhnya"Balas Jorse.
"Tuan aku tidak ragu pada anda,tapi kalau Fedrik mati tuan Wiliam tidak akan tinggal diam"Kata Hasan.
"William anak Fedrik itu?"Tanya Jorse mengkerutkan dahi.
"Iya tuan dia seorang mafia kejam juga,memegang lima kota diluar negeri"Balas Hasan.
"Ahahaah...ahahah,Wiliam hanya anak kecil,aku tidak takut padanya,jangan banyak bicara Hasan cepat ngebut"Kata Jorse dengan wajah ketat.
Hasan langsung menekan pedal gas mobil menambah kecepatan menuju kota sebelah,Jorse sudah bersiap siap untuk menguliti Fedrik Helius.
Bersambung*
Like
Vote
Komen
Pavorit.
__ADS_1