
Mawar berjalan kelantai atas saat melewati kamar Mala,pintu kamar itu terbuka mata Mala melihat Mawar melintasi kamarnya.
"Nak Mawar"Sapa Mala berjalan dengan kursi rodanya.
"Nyonya" Kata Mawar langsung masuk kedalam kamar Mala
"Kamu udah lama enggak kekamar saya,kamu mau kemana tadi,ayo masuk kita ngobrol"Kata Mala dengan senang.
"Mawar enggak pantas ngobrol sama nyonya besar"Balas Mawar tertunduk.
"Eits,kamu jangan panggil saya nyonya dong,panggil saya Mom,sekarang kamu duduk jangan berdiri saja disitu"Balas Mala tersenyum ramah.
"Baiklah Mom"Balas Mawar langsung duduk diatas sofa empuk.
"Kamu betah disini?,apa Jorse pernah berlaku kasar sama kamu?"Tanya Mala mendekati Mawar yang duduk anggun.
"Betah Mom,tuan baik kok sama Mawar"Balas Mawar tersenyum.
"Mom tau kamu ada hubungan spesial sama Jorse,dia anak baik"Balas Mala.
"Baik apanya,dia tuan kejam Mom,andai aku bisa bilang itu apa Mom akan marah padaku?"Batin Mawar didalam hati.
"Oh iya,Mom ada sedikit hadiah sama kamu"Kata Mala langsung membuka lemarinya.
Mala kesusahan mengambil sebuah kotak didalam lemari,Mawar langsung berdiri dari duduk mengambil kotak itu dari atas lemari,saat Mawar mengambil kotak itu tidak sengaja menjatuhkan album foto.
"Mawar ambilkan album itu"Titah Mala.
"Baik Mom"Kata Mawar langsung memungut album foto diatas lantai.
"Ini album foto siapa Mom?"Tanya Mawar penasaran.
"Ini album foto Jorse sewaktu masih kecil,sampai sekarang,kamu mau lihat?"Jawab Mala membuka album foto tersebut.
Mata Mawar melihat anak kecil berusia delapan tahun,Jorse kecil sangat imut nan lucu ketika itu,Mala melihat Mawar dengan kagum melihat foto itu.
"Tuan imut banget"Batin Mawar kagum mengelus foto Jorse kecil.
"Wah tuan lucu banget masih kecil,wajahnya polos,beda banget sama sekarang wajahnya dingin Mom"Kata Mawar nyeplos.
"Jorse memang lucu masih kecil,dia gemesin,dia berubah sewaktu daddy nya tewas kecelakaan nak"Sambung Mala.
"Jadi Deddy tuan meninggal karena kecelakaan Mom?"Tanya Mawar penasaran.
"Ya itu bukan kecelakaan biasa,tetapi kecelakaan sengaja" Kata Mala mengingat kejadiam silam.
Flashback On.
Ketika umur Jorse sepuluh tahun iya anak yang bahagia,periang,hangat dan penuh cinta,apalagi Adams Wiliam Hino ayah Jorse sangat menyayangi Jorse.
Hari itu tepat satu keluarga ini akan pergi liburan menuju jerman kampung halaman Adams,Mereka bertiga bernyanyi riang didalam mobil menuju bandara.
__ADS_1
"Lho kok rem nya blong !"Kata Adams heran ketakutan.
"Deddy awas ada truk" Kata Jorse ketakutan.
"Sayang hati hat-----" Ucapan Mala terpotong saat truk menghantam mobil mewah mereka dari depan.
"Bruaak" Mobil mewah itu berguling guling dijalanan,Adams masih sadar dan melihat Jorse terjepit dibangku tumpangan belakang,sedangkan Mala kakinya juga terjepit dibangku Jok mobil.
"Daddy..!"Suara lemah Jorse yang masih sadar.
"Anakku..!" Suara lemah Adams hendak keluar dari mobil yang penyok itu.
Adams berusaha keluar dari dalam mobil menyelamatkan anak dan istrinya,Mala dan Jorse berhasil dikeluarkan dari dalam mobil penyok itu.
"Sayang kamu tidak apa apa?"Tanya Adams kepada Mala.
"Tidak,cuman kakiku tidak bisa digerakan sayang,Jorse anak kita mana?"Tanya Mala menangis seunggukan posisi terduduk dijalanan.
"Anak kita disampingku,sabar ya bentar lagi bantuan datang"Kata Adams mengusap pucuk kepala Mala.
Tiba tiba dua buah mobil datang berhenti didepan adams dan keluarganya,Seorang pria bercodet berbadan kekar keluar dari dalam mobil dengan tatapan menyeringai puas.
"Wah wah kamu akan mati sebentar lagi Adams wiliam Hino" Kata Pria itu dengan menginjak punggung Adams.
"Jangan sentuh daddyku !" Bentak jorse ketakutan.
"johan kamu biadab,apa kamu yang merencanakan semua ini?"Tanya Adams emosi.
"Asisten sialan,kau berkhianat !!"Bentak Adams.
"Dor dor dor" Johan langsung menembak Adams,Jorse dan Mala melihat sendiri tembakan berujung maut itu,lalu Adams mati seketika.
"Daddy......!!" Teriak Jorse menangis seunggukan memeluk mayat Adams.
"Suamiku,bangunlah Hiks..."Mala juga menangis seunggukan.
"Anakku balaskan dendam Daddy,Johan bekerja sama dengan Hery untuk kuasai kasino perusahaan kita nak,mereka harus mati nak"Kata Adams sambil menghembus nafas terakhir.
"Deddy.....!,Huaa....!"Jorse menangis histeris saat Adams mati.
"Suamiku...!" Mala juga menangis.
"Daddy,Jorse bersumpah akan membunuh dan membunuh orang jahat itu Dad" Kata Jorse dengan wajah penuh dendam.
Flashback Off.
Mala menceritakan itu dengan air mata dan sesak dihati,Mawar langsung terbawa suasana sedih melihat wajah sedih Mala.
"Sejak kematian suamiku,anak itu berubah pendiam,dingin,ambisinya kuat,aku juga jadi lumpuh karena kecelakaan itu,andai suamiku masih hidup Jorse pasti seperti dulu lagi Hiks"Mala Menangis senunggukan.
"Jorse yang masih kecil terpaksa melihat sendiri Daddy nya mati ditembak,membuat Jorse trauma dan berubah,dia sampai sekarang suka membunuh,padahal Hery dan Johan sudah mati ditangan Jorse dua tahun yang lalu nak Hiks"Kata Mala menangis.
__ADS_1
"Mom sudah jangan nangis,Tuan nanti sedih kalau Mom nangis gini"Kata Mawar mengusap air mata Mala.
"Mom juga sedih sampai sekarang belum punya cucu,ketiga istri Jorse belum hamil juga,kamu harus tau anakku Jorse menikah tiga kali ada sebabnya" Kata Mala wajah sedih.
"Kalau boleh tau karena apa Mom?"Tanya Mawar penasaran.
"Itu semua salah Mom yang memaksa ingin nimang cucu,Kartika mandul,Angel juga,terpaksa Jorse menikah lagi dengan Winda,tapi sampai sekarang Winda tidak hamil juga"Kata Mala sedih.
"Ow jadi tuan kejam itu banyak istri karena ini,aku sempat salah paham padanya"Batin Mawar merasa bersalah.
"Mom jangan khawatir ya,Mawar percaya nyonya Winda pasti hamil"Kata Mawar meyakinkan Mala supaya tidak berlarut sedih.
"Sudah tiga tahun Winda enggak hamil juga,Apa kau bisa berikan Mom cucu nak?"Tanya Mala berterus terang.
"Mom ini ada ada saja,Mawar disini cuma pelayan Mom"Kata Mawar terkejut.
"Kamu masih saja berbohong,Mom tau kamu ada hubungan spesial sama anak Mom"Kata Mala tersenyum.
"Sudah Mom jangan nangis ya,apa mau Mawar buatkan kopi yang enak banget untuk Mom"Kata Mawar bersuara lembut untuk mengalihkan pertanyaan Winda.
"Boleh boleh,oh iya ini hadiah buat kamu nak"Kata Mala menaruh kotak kecil ditangan Mawar.
"Apa ini Mom?"Tanya Mawar Heran.
"Buka saja nak" Titah Mala,lalu tangan Mawar membuka kotak kecil itu dan melihat kalung mewah emas putih bermata bulat berwarna biru.
"Itu buat kamu nak,kalung keluarga Hino pemberian nenek Jorse"Kata Mala.
"Cantik Mom,tapi Mawar tidak bisa terima ini Mom,Mawar bukan istri tuan,kenapa Mom berikan ini pada Mawar?"Kata Mawar tidak enak.
"Entah kenapa hati Mom sangat cocok dengan kamu nak,ngobrol,Mom suka sama kamu"Kata Mala belai rambut Mawar.
"Tapi Mom,Mawar tidak bisa terima kalung ini,kalau dilihat istri istri tuan entar mereka salah paham Mom"
"Sudah pakailah nak,jangan pake acara nolak,mereka tidak tau ini kalung pemberian Mom"Kata Mala langsung pasang kalung dileher Mawar.
"Terima kasih ya Mom,kalau gitu Mawar buatkan teh Mom dulu" Kata Mawar sumringah.
Disisi lain Winda yang menguping sedari tadi dibalik pintu kamar mendengar obrolan mereka,Winda sangat marah dan cemburu mertuanya jadi dekat dengan Mawar,Mala tidak pernah dekat kepada semua Istri Jorse,baru Mawar yang mengobrol lama dengan Mala Ibu Jorse.
"Placur kecil,menggoda suamiku,sekarang menjilat mertuaku..!!"Gumam Winda geram dihati.
Bersambung*
Like
Vote
Komen
Pavorit.
__ADS_1