TUMBAL PEMUAS RANJANG

TUMBAL PEMUAS RANJANG
Episode 27


__ADS_3

Mawar membuka mata sekitar jam tujuh pagi,iya melihat Jorse yang masih terpulas,Mawar memandangi wajah Jorse yang tampan,melihat lagi rahangnya yang tegas, perasaanya bercampur aduk antara benci dan suka.


"Tampan sih tetapi arogan dan dingin,tuan tidur begini seperti cowok lugu,tapi kalau membuka mata seperti Serigala buas"Ucap Mawar.


Entah kenapa tangan Mawar ingin mengelus pipi Jorse,tetapi itu tidak iya lakukan mengingat apa yang dibuat Jorse kemarin hatinya masih kesal dan kecewa.


"Diantara kami tidak ada cinta,aku harus tau diri"Kata Mawar langsung turun dari atas ranjang.


Jorse membuka mata iya mendengar perkataan Mawar,Jorse tersenyum lalu duduk diatas ranjang,sedangkan Mawar sudah masuk kedalam kamar mandi sedari tadi.


"Tidak ada cinta,mmm menarik"Gumam Jorse langsung turun dari atas ranjang.


Jorse menuju kamar Mala dan melihat ibunya sudah duduk diatas kursi roda,Jorse langsung memeluk ibunya dan tersenyum.


"Mom,ayo saparan"Tanya Jorse sambil mengusap pundak ibunya.


"Mom lagi malas sarapan,sebelum permintaan Mom dituruti"Kata Mala bibir cemberut.


"Mom,aku belum siap punya istri empat lagian aku belum nyambung sama gadis miskin itu"Kata Jorse kerut dahi.


"Gadis miskin?,dia punya nama nak,biasakan panggil dia dengan namanya"Kata Mala dengan kesal.


"Hah,baiklah Mom aku pikir dulu sebulan ini"Kata Jorse hembus nafas panjang.


"Nah gitu dong,Mom sudah sayang sama Mawar,dia gadis yang baik nak"Kata Mala tersenyum kecil.


"Ya ya Mom,sekarang Mom sarapan dulu ya,entar kita bicarakan lagi"Kata Jorse mengambil sepiring sarapan buat Mala.


"Kamu ini"Balas Mala lalu makan dari sulangan tangan Jorse.


*****


Disisi lain Mawar sudah keluar dari kamarnya,saat menuruni anak tangga Mawar bertemu dengan Kartika.


"Mawar kau sudah disini?,aku kira kau masih bersama Fedrik"Kata Kartika senang.


"Tuan itu sudah mati mbak"Kata Mawar wajah serius.


"Lho kok bisa?,pasti Jorse menyelamatkan kamu,aku sudah menduganya,ayo kamu harus jelaskan kejadian tadi malam"Kata Kartika sambil menarik lengan Mawar.


"Tun-tunggu mbak kita mau kemana?"Kata Mawar heran berjalan dengan Kartika.


"Kedalam kamarku,ayolah kau harus jelaskan,kejadian tadi malam"Balas Kartika langsung membuka pintu kamarnya.


Mereka berdua masuk kedalam kamar Kartika,disisi lain Winda berdecis kesal melihat Kartika dan Mawar begitu akrab,Kini Mawar sudah duduk diatas sofa empuk bersama Kartika.


"Apa yang terjadi Mawar,aku senang kau kembali,maaf ya aku tidak bisa membantu kamu semalam"Kata Kartika berwajah sedih.


"Jangan minta maaf mbak,mbak sudah membantu aku,lagian aku sudah disini dengan selamat"Kata Mawar tersenyum ramah.

__ADS_1


"Apa yang terjadi,apa Jorse membunuh mereka semua?"Tanya Kartika.


"Ya seperti yang mbak bilang,tuan tidak takut membunuh mereka semua,Mawar baru ini melihat orang dibunuh,rasanya seperti didalam neraka,Mawar takut mbak,tuan sangat kejam"Balas Mawar bergidik ngeri.


"Suamiku itu tegaan siapa saja yang menyentuh orang yang disayangnya,iya tidak perduli semua pasti mati,kau akan terbiasa nantinya Mawar"Balas Kartika.


"Orang yang disayang?,Mawar sama tuan tidak ada hubungan perasaan hanya sebatas ranjang mbak"Sambung Mawar cemas.


"Kau kurang peka Mawar,suamiku itu sudah sayang sama kamu,coba kamu pikir kenapa kau bisa pulang lagi kesini,kalau dia tidak ada rasa pasti kau sekarang masih bersama hidung belang itu"Balas Kartika.


"Mawar tidak tau mbak,enggak ngerti apa tuan ada rasa atau enggak,selama ini iya bersikap dingin"Kata Mawar ragu.


"Apa kau suka pada Jorse?"Tanya Kartika menatap mata Mawar.


"Kalau itu...,kalau itu..!!"Mawar ragu ragu dengan tersenyum malu.


"Kau ragu,mmm...,aku sudah menduganya pasti kau suka dengan Jorse,iyakan?,wajahmu tidak bisa dibohongi,pipimu langsung merah merona"Balas Kartika meledek.


"Mbak kok ngomong gitu,Mawar jadi malu"Kata Mawar tertunduk dengan pipi merona.


"Mawar dengarin mbak,mbak mau ajarin kamu tata cara jadi wanita terhormat,biar kamu enggak polos polos amat"Kata Kartika.


"Beneran mbak,apa Mawar bisa kek mbak?,mbak cantik,Mawar enggak tau berpakaian modies mbak"Kata Mawar.


"Gampang besok kamu harus belajar sama mbak,jangan pakai baju beginian lagi kau harus tampil gaya dan elegan"Sambung Kartika.


Kartika terkejut baru ini iya dipeluk sesama wanita,selama ini iya tidak punya teman diajak ngobrol,Kartika membalas pelukan Mawar dan mengusap punggung Mawar.


Tok tok tok


Kamar Kartika diketuk seseorang,mereka berdua melepas pelukan,lalu Kartika membuka pintu dan melihat Angel dan Winda yang ternyata mengetuk pintu.


"Wah ada placur kecil dikamar kamu mbak"Kata Winda langsung masuk kedalam kamar Kartika.


"Mbak Kartika apa kau menerima dia sebagai teman?"Tanya Angel menatap horor wajah Mawar.


"Kalian mau apa kesini?"Tanya Kartika heran.


"Mau lihat mbak bersama placur kecil ini,pagi pagi udah ngegosip"Kata Winda sambil melipat tangannya.


"Saya bukan placur nyonya"Balas Mawar wajah sedih.


"Cih...,sok lugu kamu,apa kamu puas bermalam dengan Fedrik?,kenapa cepat pulang,kau disini mengganggu ketenangan kami"Ketus Angel kepada Mawar.


"Angel,tolong jaga ucapanmu,aku tidak suka kau bermusuhan dengan Mawar"Balas Kartika kesal.


"Gadis ini mbak belain?"Kata Angel langsung menarik rambut Mawar.


"Nyonya sakit,jangan nyonya"Kata Mawar langsung berdiri dari duduk saat rambutnya,ditarik Angel.

__ADS_1


"Angel lepaskan dia..!!"Bentak Kartika.


"Ada apa ini ribut ribut..!!!"Teriak Jorse saat didepan pintu kamar Kartika,Angel terkejut langsung melepaskan tangan dari rambut Mawar,sedangkan wajah Winda berubah pucat melihat wajah dingin Jorse.


Jorse langsung masuk kedalam kamar keadaan hening,Mata Jorse memperhatikan rambut Mawar yang acak acakan,Jorse melihat tangan Angel ada sedikit rambut dan Jorse langsung tau.


Jorse langsung pakai sarung dari tangan yang iya ambil dari saku celana,Winda dan Kartika berjalan mundur,apalagi Angel dengan wajah pucat pasi berjalan mundur.


"Kau apakan dia?"Tunjuk Jorse melihat Mawar yang tundukkan kepala.


"Tid-tidak ada sayang,kami hanya ngobrol"Jawab Angel gugup sekali.


"Plak plak plak"Jorse menampar keras wajah Angel,Semua terkejut melihat sikap Jorse yang menampar Angel langsung.


"Aku tidak percaya kemarin Winda,sekarang aku yang kau tampar hanya untuk membela placur ini,empat tahun aku bersamamu tidak pernah tanganmu melayang !"Ketus Angel dengan mata berkaca kaca sambil pegang pipinya yang serasa panas.


"Banyak bicara kamu,siapapun diantara kalian bertiga menyakiti dia,jangan salahkan aku kalau kalian tidak bernafas lagi"Kata Jorse dengan nada tegas.


"Honey,kau tidak pantas membela dia,kami semua istrimu?,dia siapa rupanya hah!"Sambung Winda kesal.


"Kau membelanya,dia bukan istrimu,kenapa kau membelanya,kami semua istrimu Hiks"Sambung Angel menangis.


"Diam...!!!,kalian hanya istri istri diatas kertas,sudah tidak menghasilkan anak banyak bicara...!!"Bentak Jorse dengan amarah.


"Kau ayo keluar dari sini"Kata Jorse lagi langsung menarik paksa pergelangan Mawar berjalan keluar kamar Kartika.


"Brengsek,karena placur itu aku ditampar"Kata Angel dengan wajah dendam saat Jorse dan Mawar sudah keluar dari kamar itu.


"Salah kamu,kamu duluan menarik rambut Mawar"Kata Kartika langsung duduk diatas sofa.


"Ini tidak bisa dibiarkan,kita harus cari cara mengusir placur kecil itu dari rumah ini"Sambung Winda mendengus kesal.


"Iya kamu benar,sebelum ada dia suami kita adil setiap malam"Sambung Winda.


"Aku tidak ikutan tuh,kalian saja"Kata Kartika tersenyum kecil.


"Ck,Winda ayo kita keluar dari sini,Mbak Kartika sudah buta sepertinya dia tidak memihak pada kita"Kata Angel langsung keluar dari kamar Kartika.


"Mbak akan menyesal,gadis itu pura pura polos saja supaya merebut posisi kita,kalau Jorse mencintai placur itu,kita,bakalan diusir dari sini,ingat itu mbak"Kata Winda langsung keluar dari kamar Kartika.


Bersambung*


Like


Vote


Komen


Pavorit

__ADS_1


__ADS_2