TUMBAL PEMUAS RANJANG

TUMBAL PEMUAS RANJANG
Episode 16


__ADS_3

Mawar dengan wajah bahagia langsung mendekati Yuda,Pemuda itu langsung memegang jemari Mawar Jorse melihat langsung mengepalkan tangan,Hasan melihat tuannya yang berwajah masam.


"Mas Yuda kenapa tau Mawar disini?"Tanya Mawar menandangi wajah tampan Yuda.


"Mawar aku rindu ama kamu,kita baru jadian kamu langsung pergi hari itu juga,aku kerumah kamu Om Markum yang bilang kamu disini"Jawab Yuda masih pegang jemari Mawar.


"Sudah cinta cintaannya?"Tanya Jorse menatap elang Mawar.


Mawar langsung sadar dan menarik tangannya dari pegangan Yuda,pemuda itu jadi tau sikap Mawar yang takut kepada Jorse.


"Tuan berapa hutang Om Markum?"Tanya Yuda.


"Mau apa kau tanya soal hutang?"Jawab Jorse balik tanya.


"Aku mau melunasinya,aku mau bawa Mawar dan adiknya dari sini"Kata Yuda.


"Tidak bisa,Mawar sudah jadi milikku"Tolak Jorse langsung.


"Tuan,anda bilang kalau hutang Ayah lunas Mawar bisa pergi dari sini?"Sambung Mawar.


"Dua ratus juta"Kata Jorse kesal.


"Tuan ngarang saja hutang Markum cuma lima puluh juta,wah aku tau maksud tuan ingin menekan pemuda ini supaya enggak bisa bayar"Batin Hasan menebak nebak.


"Dua ratus juta?,kata Om Markum enggak segitu?"Balas Yuda.


"Itu sama bunganya selama lima bulan,terakhir dia pinjam lagi karena kalah dimeja kasino"Balas Hasan bicara ngasal membantu kebohongan Jorse.


"Kenapa terkejut?,kau tidak punya uangkan?jangan berlagak jadi pahlawan,sekarang kau pergi dari sini,aku bisa membunuhmu?"Kata Jorse dengan ketus.


"Berikan aku tempo sebulan,aku akan melunasinya"Kata Yuda dengan percaya diri.


"Mas jangan dipaksakan Mas,Mawar enggak mau repotin Mas"Balas Mawar.


"Tidak apa sayang,Mas akan usaha,siap itu kita menikah"Kata Yuda.


Mendengar perkataan menikah wajah Jorse jadi merah padam,Hasan melirik wajah Jorse langsung geleng kepala.


"Biasanya tuan langsung bunuh siapa saja yang membuatnya kesal,kenapa ini diam menahan emosi ya?".Batin Hasan heran.


"Tuan aku akan melunasinya sebulan lagi"Kata Yuda dengan percaya diri.


"Aku menolaknya"Kata Jorse dengan ketus.


"Apa maksudmu?,kenapa kau tidak mau aku lunasi hutang Om Markum?"Yuda heran.


"Karena kekasihmu itu sudah satu ranjang denganku,dia masih terikat melayaniku"Kata Jorse dengan lantang.


"Mawar apa maksudnya ini?,kau sudah tidur dengan bule ini hah !"Kata Yuda dengan kecewa.


"Aku !"Mawar tidak bisa bicara dia menundukan wajahnya dihadapan Yuda,Jorse menyeringai senang karena sebenarnya memang rencana dia sedari tadi,supaya Yuda memutuskan hubungannya.


"Kau diam berarti benar,aku tidak sangka ternyata kau murahan Mawar,tega teganya kau tidur dengan dia"Kata Yuda Sambil Menunjuk Jorse.

__ADS_1


"Maafkan Mawar Mas,Mawar terpaksa demi hutang Ayah,demi Keselamatan Adi juga"Kata Mawar sambil meneteskan Air mata.


Rini melihat Adi menonton langsung menarik lengan Adi masuk kerumah,supaya tidak mendengar obrolan orang dewasa.


"Aku kecewa sama kamu Mawar,kau menjual tubuhmu sama bule ini,dasar murahan,aku menyesal mencintaimu !!"Ketus Yuda marah dengan mata mengembun.


"Dari SMP aku mencintaimu,aku sabar menunggumu ternyata ini balasanmu Mawar"Kata Yuda langsung pergi berjalan kearah gerbang rumah.


"Mas tunggu Mas,ceritanya enggak kek gitu,Mawar terpaksa Mas,mas jangan pergi Mawar mohon" Kata Mawar sambil mengejar Yuda kearah pintu gerbang.


"Pergi kau aku tidak sudi mengenalmu lagi Mawar,aku benci kau !"Teriak Yuda sambil melajukan motor maticnya.


Kedua pengawal langsung menutup pintu gerbang saat Yuda sudah pergi,Jorse berjalan menarik lengan Mawar untuk masuk kedalam rumah,Mawar menampik tangan Jorse tidak mau ikut dengan Jorse.


"Kau menipuku,kau bilang belum pernah pacaran,aku benci dibohongi !!" Bentak Jorse marah.


"Aku jadian ama dia waktu dibawa kemari,aku jawab jujur belum pernah ciuman !"Balas,Mawar kesal.


"Tuan puas menghancurkan hubunganku sama mas Yuda?!!"Ketus Mawar menatap nanar Jorse.


"Ngapain kau tangisi pria miskin itu,yang aku bilang memang kenyataankan,ayo masuk"Kata Jorse.


"Aku tidak mau masuk,dia memang miskin tapi berhati kaya,kau kaya tapi berhati miskin,kau iblis melakukan berbagai cara untuk tidur denganku !" Ketus Mawar kepalang emosi.


"Apa kau bilang !!" Bentak Jorse.


"Wih gawat berani benar nona ini memaki tuan,pasti tuan akan memukulnya"Batin Hasan cemas.


Jorse melihat wajah lugu Mawar rasanya tidak tega lagi untuk kesekian kalinya,Jorse langsung mengurungkan niatnya,Pria itu langsung pergi dengan kemarahan meludak.


"Kok enggak dipukul?,wah memang benar dugaanku,Tuan sudah kena sindrom cinta,dua puluh tahun aku bersamanya baru ini tuan mengalah padahal dia sudah kesal banget"Batin Hasan garuk tengkuknya.


"Nona tuan sudah pergi"Kata Hasan tersenyum.


"Lho Mawar enggak jadi dipukul"Kata Mawar membuka mata,Hasan hanya geleng kepala.


"Nona ini udah malam,lebih baik nona masuk saja istirahat" Balas Hasan.


"Baiklah,Mawar pamit tuan Hasan"Balas Mawar langsung bergegas masuk kedalam rumah.


"Suaranya lembut kek nyanyian cinta,wajah cantik tanpa polesan,body sedang baik,pantas tuanku kelepek kelepek" Gumam Hasan tertawa kecil.


Disisi lain Jorse memakai jasnya dengan wajah kesal,Jorse menuruni anak tangga dan melihat Mawar menaiki anak tangga,Jorse pura pura tidak melihat Mawar,iya cuek.


"Tuan anda mau kemana?"Tanya Mawar heran.


Jorse diam saja pura pura tidak dengar,Mawar jadi heran langsung masuk kedalam kamarnya,sedangkan Jorse keluar rumah mendekati Hasan.


"Hasan ayo pergi !" Kata Jorse langsung masuk kedalam mobil.


"Udah jam satu malam tuan mau kemana?,pasti lagi kesal hah" Batin Hasan masuk kedalam mobil.


Hasan melajukan mobil meninggalkan rumah mewah itu,didalam perjalanan Hasan melirik spion tengah melihat tuannya memijat dahi dengan wajah frustasi.

__ADS_1


"Jangan mengintipku Hasan,aku tau kau melirik spion itu,apa mau aku pecahkan spion itu hum !"Ketus Jorse sambil memijat dahinya.


Hasan langsung melihat arah depan sambil menyetir,dia diam saja takut kena imbasnya,karena Hasan tau Jorse lagi naik darah.


"Hasan belok kearah gudang belakang kasino,aku mau bunuh orang,aku lagi kesal" Kata Jorse menggertakan giginya geram.


"Baik tuan" Kata Hasan melajukan mobil kearah belakang kasino.


"Bisa bisanya dia pegangan tangan ama pria miskin itu,enggak peka banget ada aku,anjirr"Gumam Jorse geram.


Mobil mewah Jorse langsung berhenti dibelakang gudang kasino,disana tempat segerombolan pengawal menyiksa pelanggan yang bermasalah didalam kasino.


"Tuan kenapa anda kesini?,biar saya yang urus ini" Kata Maikel melihat Jorse turun dari mobil.


"Bukan urusanmu !" ketus Jorse berjalan mendekati ruang penyiksaan.


"Kau diam saja,jangan bicara dia lagi kesal"Bisik Hasan kepada Maikel.


"Ada masalah apa rupanya?"Bisik Maikel sambil jalan mengikuti Jorse.


"Biasa soal cinta,nona Mawar"Bisik Hasan lagi.


Maikel tersenyum lebar dia jadi tau kenapa Jorse bersikap aneh,Maikel geleng kepala baru ini Jorse stres karena cinta.


"Dia kenapa kalian siksa?"Tanya Jorse kepada Maikel,Jorse melihat tiga orang disiksa beberapa pengawal.


"Mereka bawa barang terlarang Bos,kita sudah lama tidak jual itu,tapi tetap saja dia bawa kedalam kasino" Jawab Maikel.


"Mana barangnya?"Tanya Jorse.


Jorse melihat beberapa bungkus bubuk putih obat terlarang,Jorse memakai sarung tangan langsung mengambil sebungkus barang terlarang itu.


"Makan ini laknatt !!!!" Teriak Jorse menyumpal barang haram itu kemulut pria gemuk.


"Ngapain kalian siksa langsung aja" Kata Jorse lagi.


"Dor dor dor" Jorse langsung menembak mati ketiga pria itu,pengawal terkejut dan geleng kepala melihat aksi Bosnya yang Bar Bar.


"Usahakan kasinoku bersih dari barang ini,sekarang bakar barang ini,aku tidak mau kasino ini dicium oleh polisi,karena aku bayar mahal surat izin" Kata Jorse pada Maikel.


"Baik tuan"


Jorse melihat lagi kesebelah pria pria yang dihukum,dengan Bar Bar dia bunuh juga,begitulah Jorse hobinya membunuh,padahal iya hanya kesal dan cemburu ama Mawar.


Bersambung*


Live


vote


komen


Pavorit.

__ADS_1


__ADS_2