
Waktu menunjukkan pukul sebelas siang Markum mondar mandir didalam rumah,wajahnya kesal karena Mawar tidak ada dirumah,Mawar lagi bekerja mencuci ditempat lain.
"Hah anak sialan,sudah dibilang jangan kerja tetap saja kerja"Gumam Markum menggeram.
Tiga mobil langsung datang sekaligus,Markum mendengar suara mobil dengan cepat mengintip dari cela jendela.Markum menenggak salivanya bergidik takut karena tau siapa yang datang.
"Markum keluar kau,jangan bersembunyi kami tau kau ada didalam !!"Suara Maikel dari luar pintu.
"Gawat,malah Mawar lama pulang,sialan"Kata Markum geram mondar mandir berjalan diruang tengah.
"Buka Markum pintu ini jangan sampai kami dobrak keras,kau harus tepati janjimu itu!"Suara keras Maikel yang mulai emosi.
"Ceklek" Markum membuka pintu karena takut dengan perkataan Maikel barusan,Maikel masuk kedalam rumah memeriksa rumah dengan sangat rinci.
"Mana anak gadismu itu?,tuan Jorse tidak mau menunggu lama,kenapa belum kau antar juga hah !" Bentak Maikel kesal.
"Dia belum pulang Tuan,mungkin sebentar lagi" Jawab Markum dengan ketakutan.
Terlihat Adi baru pulang sekolah masuk kedalam rumah dengan hati bingung,Adi jadi takut saat Maikel menatap sangar Adi.
"Ayah orang ini siapa?"Tanya Adi heran mendekati Markum.
"Diam kau,sana ganti baju kamu"Balas Markum dengan ketus.
"Apa itu anak laki lakimu?"Tanya Maikel dengan wajah datar.
"Iya tuan dia anak laki laki saya"Jawab Markum dengan takut.
Sebuah sepeda motor metic milik Yuda datang dengan membawa Mawar,Yuda heran kenapa banyak sekali orang seram seperti algojo datang kerumah Mawar.
"Mawar mereka siapa?"Tanya Yuda Heran saat matikan mesin motor.
"Mungkin orang kasino Mas,ayah punya hutang dikasino itu"Jawab Mawar dengan wajah cemas.
"Gawat ayahmu beurusan sama mafia,pemilik kasino itu terkenal kejam Mawar,Mas pernah dengar dari teman mas"Balas Yuda.
Markum melihat Mawar ngobrol bersama Yuda,Maikel juga melihatnya,tidak enak hati Markum langsung keluar dengan wajah kesal.
"Hei Yuda jangan kau dekatin anak gadisku ini,pergi sana !"Usir Markum dengan ketus.
"Saya cuma mengantar Mawar Om,lagian saya pria tanggung jawab kok Om,Om tenang aja"Kata Yuda.
"Ayah jangan bicara kasar sama Mas Yuda,dia orang baik yah"Sambung Mawar kesal.
__ADS_1
"Cepat kau pergi dari rumahku ini"Ketus Markum langsung menarik paksa lengan Mawar masuk kedalam rumah.
"Mawar Mas pamit dulu ya"Kata Yuda.
"Ya Mas" Jawab Mawar sambil berjalan masuk kedalam rumah.
"Baru jadian ama Mawar udah diganggu aja ama Om Markum itu huh.."Batin Yuda bersungut.
Yuda langsung pergi dari halaman rumah Mawar,Mawar langsung masuk kedalam rumah dan melihat Maikel yang lagi berdiri dengan wajah sangar.
"Wow cantik banget,alami sekali,sayang dia udah punya tuan"Batin Maikel kagum akan kecantikan Mawar.
"Tuan Maikel ini anak saya Mawar"Kata Markum dengan tersenyum.
"Mawar tidak mau ikut Yah,Adi bagaimana?,Mawar tidak mau pergi"Tolak Mawar dengan wajah Sedih.
"Mbak jangan pergi,Ayah mbak mau kemana?"Tanya Adi sedih dan bingung.
"Diam kau Adi,Mawar kau ikut tuan Maikel sekarang juga,soal adi biar Ayah yang mengurusnya !"Ketus Markum dengan kesal.
"Tidak,Mawar tidak mau pergi tanpa Adi,Mawar tidak mau pisah sama Adi"Kata Mawar langsung memeluk tubuh kecil Adi.
"Mbak jangan pergi,Adi udah kehilangan Ibu,Adi enggak mau lagi kehilangan mbak"Kata Adi langsung menangis terisak.
"Tuan Markum apa anda tidak keberatan kalau kedua anak anda saya bawa?"Kata Maikel dengan wajah sangar.
"Ow dengan senang hati tuan,bawalah tuan saya sangat setuju"Kata Markum supaya lepas dari beban merawat anak anaknya.
"Ayah kejam,ayah mau membuang kamikan?,Kami benci Ayah"Kata Mawar dengan ketus,Markum diam saja menunjukkan wajah tanpa bersalah didepan kedua anaknya itu.
"Ayo dik kita susun baju kamu,kita pergi dari desa ini,jangan perdulikan Ayah dia udah enggak perduli ama kita"Kata Mawar langsung masuk kedalam kamar menyusun pakaian Adi.
"Tuan Maikel untuk apa anda membawa anak laki laki saya juga?"Tanya Markum suara pelan.
"Kelihatannya mereka tidak bisa dipisahkan,sepertinya gadismu itu sayang pada adiknya,kalau dia membangkang disana Adiknya bisa jadi senjata kami supaya dia menurut"Balas Maikel tersenyum licik.
"Terserah anda tuan saya senang hati melepas anak anak saya"Sambung Markum dengan tersenyum.
"Setelah anak anakmu kami bawa,hutangmu lunas semua,kau tidak boleh datang lagi kekasino kami,itu pesan dari tuan Jorse"Kata Maikel.
"Wah terima kasih tuan Maikel"Balas Markum bernafas lega.
Mawar dan Adi sudah bersiap diri keluar dari kamar,Mawar tidak tau Hal sebenarnya dia dibawa kekota untuk apa?,Mawar kira iya akan bekerja dirumah Jorse padahal Mawar akan jadi pemuas nafsu Jorse diatas ranjang.
__ADS_1
Kini Mawar dan Adi masuk kedalam mobil tanpa menyalam Markum,Mawar dan Adi sangat membenci Markum dengan mudahnya dia menyerahkan anak anaknya kepada orang asing.
"Mas Yuda maafin Mawar ya,Mawar paksa pergi,padahal kita baru jadian,belum ciuman pertama lagi"Batin Mawar sedikit gelisah.
"Mbak Ayah kejam banget ya,dia enggak menahan kita dirumah itu"Kata Adi dengan wajah sedih.
"Lupakan saja Ayah kita,biar dia hidup senang dirumah itu dik,mbak jadi benci Ayah juga"Sambung Mawar.
"Ini kita mau kemana mbak?,mereka semua seram banget"Kata Adi melirik Pria berbadan besar yang lagi nyetir tanpa bicara.
"Kita mau kerumah tuan Jorse,kata Ayah mbak kerja disana dik"Jawab Mawar dengan senyum.
Maikel mendengar perkataan Mawar dengan heran,Maikel lagi duduk dibangku tumpangan depan.Maikel bernafas kasar dan mengacak rambutnya.
"Sialan Markum,artinya dia berbohong sama gadis ini,pasti dia akan menolak kalau tuan Jorse minta tidur dengannya,syukur aku bawa adiknya juga"Batin Maikel tersenyum licik.
Mobil itu terus melaju sampai ketengah kota,melewati dua lampu merah hingga berhenti didepan gerbang besar,seorang pengawal langsung membuka pintu gerbang supaya mobil Maikel masuk kedalam halaman rumah.
"Wah besar banget rumahnya mbak,kek istana"Kata Adi dengan polos kagum melihat rumah mewah.
"Sst,dik kecilkan suara kamu mereka mendengar"Balas Mawar melirik Maikel yang turun dari dalam mobil.
"Ayo nona turun,kita sudah sampai"Kata Maikel berdiri ditepi mobil.
Adi dan Mawar turun dari dalam mobil,mereka berjalan dipandu Maikel masuk kedalam rumah mewah itu,terlihat Jorse yang sudah duduk diatas sofa mahal dengan elegan melipat kaki.
"Maikel kenapa anak kecil itu kau bawa juga?,apa kau mau mati?"Tanya Jorse melihat Adi dan Mawar berdiri didekat pintu.
"Maaf tuan saya terpaksa bawa adik nona itu,Anda pasti tau kenapa saya membawa anak kecil itu"Maikel ragu dan tertunduk.
"Tidak usah kau katakan aku tau sifatmu,suruh mereka berdua duduk diatas lantai,mereka baru dari tempat kumuh,kau taukan sofa mahalku tidak boleh ada kuman orang miskin" Kata Jorse.
Mawar mendengar ucapan Jorse langsung duduk diatas lantai tanpa disuruh Maikel,begitu juga dengan Adi mengikuti sikap Mawar.
"Ganteng sih tapi sombong banget tuan ini,sepertinya dia dingin dan kejam" Batin Mawar dengan kesal.
Bersambung*
Like
Vote
Komen
__ADS_1
Pavorit.