
Mawar sudah menyiapkan cucian yang iya cuci,kaki Mawar berjalan kearah ruang tengah rumah untuk mencari Peny,tetapi gadis ini menemukan Pria yang membuat dia ngeri dan takut,Baron lagi duduk santai membaca koran.
"Pak saya sudah siap mencuci,Nyonya Peny ada pak?"Tanya Mawar beranikan diri berdiri disamping Sofa yang didudukin Baron.
"Istri saya belanja sebentar,ada apa kamu mencari istri saya?"Balas Baron memandangi tubuh Mawar dari atas bawah.
"Saya mau minta upah cuci saya pak,enggak usah perbulan,saya lagi butuh uang hari ini"Jawab Mawar dengan tertunduk.
"Ow uang,biar saya yang berikan"Kata Baron mengeluarkan dompet dari saku celananya.
Mawar melihat tangan Baron mengeluarkan beberapa uang lembar berwarna merah seratus ribuan dari dompetnya,tangan Baron menyodorkan uang diatas tangan Mawar.
"Itu untuk kamu"Kata Baron berdiri dari duduknya mendekati Mawar.
"Pak ini banyak benar,biasanya cuma selembar,saya tidak mau"Kata Mawar hanya mengambil selembar saja,sisanya dikembalikan kepada Baron.
"Ambil saja uang itu,Ibu kamu pasti butuh biaya"Kata Baron memegang dagu Mawar.
"Tidak usah Pak"Kata Mawar berjalan mundur supaya Baron tidak memegang dagunya lagi.
"Terima kasih Pak,permisi saya mau pulang"Kata Mawar berjalan kearah pintu luar.
"Mmmm"Baron mendehem kesal melihat Mawar berjalan,dengan langkah cepat Baron mengejar Mawar dan mencengkram tangan Mawar,situasi dirumah hanya mereka berdua saat ini.
"Lepaskan Pak,bapak Mau apa !"Kata Mawar berusaha menarik tangannya dari cengkraman tangan Baron.
"Pakai nolak lagi,udah dikasih uang,goblok kamu,ayo ikut saya !"Ketus Baron menarik Paksa lengan kiri Mawar.
Mawar memukul mukul lengan Baron sambil berjalan,Baron diam saja menyeret Mawar masuk kedalam kamar pribadinya,Baron mencampakkan tubuh Mawar diatas ranjang.
Baron menindih tubuh Mawar hendak mencium jenjang leher Mawar dengan paksa,Mawar meronta ronta dari pelukan Baron diatas tempat tidur,Mawar melihat telinga Baron langsung mengigitnya dengan keras.
"Aaaaaaa !!"Baron terpekik kesakitan lalu berdiri memegang telinganya,Mawar bangkit dari baringnya hendak melarikan diri.
Tangan Baron langsung menarik keras rambut Mawar saat ingin membuka pintu kamar, "Mau kemana kamu!"Ketus Baron dengan wajah marah.
"Plak plak"Baron menampar keras kedua pipi Mawar hingga tubuhnya jatuh diatas ranjang,Baron tidak mau menyerah langsung menindih lagi tubuh Mawar dengan kesetanan dan birahi yang tinggi.
Mulut Baron mengecup jenjang leher Mawar dengan paksa,kaki Mawar tidak tinggal diam langsung menendang pangkal Paha Baron dan mengenai Junior Baron.
__ADS_1
"Aduh duh"Baron terbungkuk memegang Juniornya dengan rasa ngilu sekali,kesempatan Mawar melarikan diri dan membuka pintu kamar tersebut.
Mawar berhasil keluar dari kamar dan berlarian membuka pintu rumah,sedangkan Baron berjalan terseok mengejar Mawar dengan rasa ngilu diarea Juniornya.
Terlihat Peny berjalan membuka pintu rumah saat Mawar membuka pintu itu juga,Peny melihat rambut Mawar yang acak acakan,dan melihat Lagi suaminya yang berdiri terbungkuk dibelakang tubuh Mawar.
"Ada apa ini?,kenapa rambut kamu acak acakan?"Ketus Peny heran.
"Pak kenapa wajahmu kek gitu,kalian baru ngapain !!"Bentak Peny sudah mengerti melihat keadaan Mawar dan Baron.
"Nyonya,saya mau diperkosa,tolong saya nyonya"Kata Mawar dengan menangis seunggukan.
"Pak apa benar yang dikatakan dia,kurang ajar,sialan !!"Peny jadi berang dan mendekati Baron.
"Dia bohong ma,sumpah dia yang menggoda bapak,mama taukan bapak gimana,bapak mana suka selingkuh"Sangkal Baron dengan wajah memelas.
"It-itu ti-tidak benar nyonya,saya mengatakan yang sejujurnya"Sambung Mawar dengan menangis suara gemetar.
"Ma,mama lebih percaya suami sendiri atau gadis ini?,sumpah ma dia bohong"Tandas Baron meyakinkan istrinya itu.
Peny yang marah langsung berjalan mendekati Mawar, "Plak" Istri Baron ini menampar keras pipi Mawar dengan emosi meledak ledak,Mawar kira dapat pembelaan nyatanya tidak.
"Nyonya saya bicara jujur,saya tid------"
"Alah banyak bicara kamu,pergi jangan kesini lagi,aku tidak mau kau mencuci pakaian keluargaku lagi !!"Ketus Peny memotong ucapan Mawar,dan mendorong tubuh Mawar keluar balkon teras rumah.
"Gadis bodoh,coba kalau menurut kau pasti selamat,bisa kerja sini lagi"Batin Baron didalam hati tersenyum licik.
"Hikss...hikss"Mawar berjalan tertatih tatih pulang kerumah dengan tangis terisak isak,dari kejahuan Yuda berjalan dengan sepeda motornya melihat punggung Mawar saat berjalan.
"Mawar kamu kenapa?,kok nangis"Kata Yuda Heran langsung matikan mesin motor.
"Hikss...hiksss"Mawar diam hanya menangis sambil geleng kepala berdiri matung,Yuda langsung menarik kepala Mawar didada bidangnya,Mawar semakin menangis dipeluk Yuda.
"Tenang Mawar ada aku,kamu kenapa coba katakan?"Tanya Yuda melepas pelukan memandangi wajah Mawar yang cantik walau berurai air mata.
"Tepi bibir kamu kok berdarah?,kenapanya?"Tanya Lagi Yuda sambil mengusap lembut setitik darah ditepi bibir Mawar,darah itu akibat ditampar keras telapak tangan besar Baron.
Saat sudah tenang Mawar duduk diatas motor Yuda dan menceritakan kejadian yang menimpa dirinya,Yuda jadi naik pitam iya ingin sekali meninju wajah Baron saat ini juga.
__ADS_1
"Aku akan buat perhitungan sama Om Om ganjen itu,ini plecehan Mawar"Geram Yuda mengepalkan tangan.
"Sudahlah Mas tidak usah lagi dibahas,kalau aku melawan dia,keluargaku bisa diusir apalagi kami belum bayar kontrakan rumah"Kata Mawar sambil mengusap air matanya.
"Ini tidak adil Mawar kau harus menuntut ini,kau pindah saja dari kontrakan Baron itu"Kata Yuda sangat emosi.
"Pindah kemana mas,didesa ini semua rumah kontrakan kepunyaan dia,aku tidak berdaya melawan mas,keadaan ini yang memaksa"Kata Mawar.
"Aku tidak terima Mawar,aku akan buat perhitungan sama Baron itu,lihat saja nanti"Kata Yuda penuh dendam.
"Serah mas aja,aku mau pulang mas ini udah sore pasti ibu sama adikku sudah menunggu"Kata Mawar.
"Mas antar kamu lagi ya,ayo naik biar mas antar"Kata Yuda langsung naik keatas sepeda motor meticnya.
Mawar langsung naik keatas sepeda motor metic milik Yuda,lalu Yuda melajukan motor kearah rumah Mawar,didalam perjalanan mata mata gadis lain yang lewat melihat iri Mawar saat diantar Yuda.
"Tuh gebetan elo diambil Mawar"Kata Widia salah satu gadis desa.
"Sialan,enak aja dia duduk diatas motor mas Yuda,ganjen benar"Sambung Fitri tolak pinggang mendengus kesal.
Yuda memang paling tampan diantara pemuda desa,tidak heran semua gadis ingin mendekati Yuda,tetapi Yuda lebih tertarik dengan Mawar mencintai tulus gadis itu.
Visual Muhammad Yuda kek gini ya guys
Sifat :Baik,lembut,jantan.
Pekerjaan:usaha bengkel motor.
Bersambung*
Like
vote
Pavorit
Jangan lupa sayang.
__ADS_1