
Jorse lagi didalam ruangan kerjanya sibuk dengan laptopnya seperti biasa didampingi Hasan berdiri disamping Jorse yang duduk,Jorse langsung hentikan mengetik keyboard laptopnya.
"Hah..ini semacam beban"Kata Jorse sendiri memijat jidatnya dengan posisi duduk.
Hasan heran melihat sikap Jorse yang terasa aneh,iya ingin sekali bertanya kenapa Jorse seharian ini sangat pusing seperti banyak pikiran.
"Hasan kau taukan nanti malam ada pesta dihotel Grafika,semua orang penting hadir didalamnya termaksud aku"Kata Jorse hembus nafas panjang.
"Ya termaksud Wiliam helius juga hadir tuan"Sambung Hasan.
"Apa tuan pusing memikirkan Wiliam?"Tanya Hasan beranikan diri.
"Kau pikir aku pusing takut bertemu Wiliam?,apa kau ragu tentang kekuatanku hum"Balas Jorse menatap elang Hasan.
"Buk-bukan begitu maksud saya tuan"Kata Hasan bermuka takut.
"Bukan itu bego, aku bingung setiap pesta membawa Winda,kalau aku menggantikan Winda dengan Mawar pasti Winda cemburu lagi,ini sangat sulit Hasan"Tukas Jorse hembus nafas panjang.
"Ow jadi tuan bingung memikirkan hal itu"Balas Hasan tersenyum.
"Senyumlah terus,biar kuretakkan ginjalmu itu"Sambung Jorse sudah kesal.
"Kalau masalah itu tuan biar adil,tuan bawa saja ketiga istri tuan,nona Mawar juga ikut tuan"Sambung Hasan wajah serius.
"Ow ide kau itu sangat gila Hasan, kau pikir aku James bond hum"Balas Jorse wajah kesal.
"Kata tuan biar jangan ada yang cemburu, ajak aja semua istri tuan dan nona Mawar"Balas Hasan mengkerutkan dahi.
"Apa kau yakin?,sangat merepotkan membawa empat wanita sekaligus Hasan"Balas Jorse berfikir Dua kali.
"Kan Ada aku tuan,apa tuan tidak bisa mengandalkan aku?"Balas Hasan tersenyum.
"Apa kau mengerti tentang wanita?,kau saja sampai sekarang lajang tua yang kesepian Hahahah....!!"Jorse tertawa renyah.
"Jleb"
Ucapan terakhir Jorse membuat Hasan tertohok dihati,iya tidak bisa berkata kata lagi hanya menggaruk tengkuknya dengan perasaan kesal dihati.
********
Disisi lain Mawar lagi duduk mengobrol didalam kamar Kartika,Mawar lagi belajar tata cara menjadi wanita berkelas,Kartika sangat sabar mengajari Mawar.
"Tok tok"
Obrolan Mawar Kartika berhenti saat ada yang mengetuk pintu kamar,Kartika berjalan menekan kenop pintu dan membuka pintu,Kartika berwajah datar saat melihat dua orang yang berdiri didepan pintu kamarnya.
__ADS_1
"Apa kami mengganggu?"Tanya Winda melirik Mawar yang duduk tenang diatas sofa.
"Ow mbak lagi ajarin wanita kampung itu pakai gaun mahal ini?"Tanya Angel melihat baju baju gaun berserakan diatas tempat tidur milik Kartika.
"Masuklah,tidak usah sungkan"Balas Kartika dengan wajah datar.
"Apa pantas placur kecil ini pake gaun beginian,dia sudah terbiasa memakai baju kumuh mbak"Kata Winda berdiri disamping ranjang.
"Kalian mau apa datang kesini?"Tanya Kartika langsung.
"Cuma mau main kekamar mbak,tumben mbak tanya gitu,apa mbak lupa kalau kami sahabat mbak,sejak ada dia mbak berubah ama kami,seperti Jorse juga"Balas Angel melihat sangar wajah Mawar.
"Mbak sepertinya aku harus keluar,siapa tau kalian ingin bicara penting"Tukas Mawar berdiri dari duduk bicara dengan Kartika.
"Wah wah..,tau diri sekali ya,baguslah kami tidak perlu mengusirmu secara extrim dikamar ini"Ketus Winda kepada Mawar.
"Ini kamarku,siapapun tidak ada yang berhak mengusir Mawar,Mawar kau duduk saja tidak ada pembicaraan penting disini"Tukas Kartika dengus kesal.
"Baik mbak"Mawar menuruti ucapan Kartika lalu mengambil duduk ditempat semula.
"Winda,Angel kalian mau bicara apa?"Tanya Kartika mengkerutkan dahi.
"Sebenarnya kami mau ajak mbak belanja,mbak lebih pandai memilih gaun mewah"Kata Winda dengan tersenyum.
"Emangnya ada acara apa?,biasanya kau membeli gaun baru karena suatu acara"Tanya Kartika heran.
"Ow pesta setiap setahun sekali itu,baiklah aku akan temani kamu memilih gaun"Balas Kartika mengkerutkan dahi.
"Tok tok"
Obrolan mereka terhenti saat pintu kamar diketuk orang lagi,Kartika dengan rasa malas membuka pintu kamarnya.
"Hasan,tumben kamu mengetuk pintu kamarku?,pasti ada perlu penting"Kata Kartika dengan heran.
"Wah kebetulan kalian semua ada disini,termaksud nona Mawar"Kata Hasan yang maju selangkah kedalam kamar Kartika.
"Kebetulan gimana?,bicara yang jelas dong"Balas Angel heran.
"Hasan cepat katakan apa maksud kamu bicara kek gitu tadi"Sambung Winda penasaran.
"Anu,tuan pesan untuk kalian berempat siap siap jam tujuh malam kita pergi kepesta"Jawab Hasan tersenyum.
"Apa...!!,kami semua,apa kamu enggak salah omongan Hasan?,biasanya cuma aku yang diajak Suamiku"Kata Winda terkejut.
"Saya tidak salah dengar nyonya Winda,tuan yang suruh,jangan lupa jam tujuh harus siap siap,kalau gitu saya permisi"Balas Hasan langsung bergegas pergi.
__ADS_1
"Brengsek,placur kecil ini juga ikut diajak kepesta sangat menyebalkan"Batin Winda tidak senang hati.
"Tumben Jorse ajak kita semua,artinya kita semua beli gaun baru dong"Kata Kartika dengan tersenyum.
"Ck,kalian saja yang beli aku titip saja gaun barunya malas kalau ada placur kecil itu ikut kebutik,buat malu saja nanti"Kata Winda setelah itu langsung pergi dari kamar Kartika.
"Aku jadi malas mbak,kalian saja yang beli gaun baru"Sambung Angel dengan kesal keluar dari kamar.
"Terserah,itu urusan kalian,Mawar kau harus siap siap,kita akan kebutik langgananku"Kata Kartika dengan senang.
"Pasti karena ada Mawar mereka jadi malas belanja sama mbak,Mawar jadi enggak enak mbak,sejak ada Mawar mbak jadi jauh sama nyonya Winda dan nyonya Angel"Kata Mawar dengan raut sedih.
"Biarin saja Mawar,mereka akrab denganku karena ada maunya,sudah lupakan saja mereka kau bersiaplah kita akan pergi"Tukas Kartika tersenyum kecil.
"Tapi mbak,Mawar enggak enak jadinya"Kata Mawar sedih.
"Sudahlah jangan kamu pikirkan,nurut saja sama omonganku Mawar,ayo kamu bersiap keburu jam enam sore"Sambung Kartika kerut dahi.
Disisi lain Angel dan Winda masuk kedalam kamar milik Winda dengan perasaan kesal hati,Winda langsung hempaskan bokongnya dengan kasar diatas sofa empuk.
"Sialan,placur kecil itu juga ikut kepesta nanti,kalau kita bertiga ikut aku tidak keberatan,brengsek Jorse..!!"Ketus Winda kesal sekali.
"Aku tidak mau ada dia,mending aku tidak ikut saja,menyebalkan Ck.."Kata Winda lagi sangat marah.
"Bodoh kalau kamu tidak ikut"Sambung Angel tersenyum licik.
"Maksud kamu?,aneh ya kamu,lagi kesal gini bisa bisanya bilang aku bodoh"Balas Winda heran.
"Kalau dia ikut itu keuntungan sama kita,aku ada ide supaya placur kecil itu menghilang selamanya"Sambung Angel wajah serius.
"Jangan bilang kalau kau mau membius dia lalu kita jebak didalam kamar dengan cowok lain,itu ide basi Angel kek disinetron aja"Tukas Winda geleng kepala.
"Ngapain sampai membuat hal gila itu,buang buang energi aja,udahlah pokoknya ide ini pasti berhasil,ini bukan ide extrim atau ide gila tau"Kata Angel tersenyum licik.
"Pokoknya kita harus bersiap siap menghadiri pesta itu,kau harus bersabar ideku pasti berhasil"Ucap Angel lagi meyakinkan Winda.
Winda dan Angel jadi tersenyum licik dan saling pandang,kekesalan Winda berkurang sedikit dengan ucapan Angel barusan.
Bersambung*
Komen
Pavorit
Like
__ADS_1
Vote.