
Mobil Jorse sudah didepan rumah mewah megah milik Fedrik,Jorse dengan gagah dan keberanian keluar dari mobil,Jorse membaca kondisi rumah Fedrik tampak kalau semua pengawal lengah,ada yang mengantuk ada juga yang duduk santai bermain judi didalam pos jaga depan rumah.
Disisi lain Mawar sudah didalam kamar Fedrik,Mawar berdiri ketakutan,Fedrik yang sudah tidak sabar dengan nafsunya membuka pakaiannya sendiri.
"Gadis manis,ayo sayang buka pakaian kamu,kalau kami tidak menurut aku akan memaksamu"Kata Fedrik tersenyum mesum.
"Aku tidak mau,tolong lepaskan aku tuan,aku bukan placur !"Bentak Mawar berjalan mundur saat Fedrik mendekatinya.
"Jorse sudah menjual kamu kepadaku,kau jangan membangkang lagi,ayo cepat buka bajumu !!"Bentak Fedrik langsung menarik lengan Mawar hingga jatuh keatas ranjang.
"Jangan tuan,Mawar tidak mau Hiks"Kata Mawar sambil meronta ronta saat Fedrik ingin menjamah tubuhnya.
Fedrik merobek langsung baju Mawar membuat dua gunung itu tampak,Fedrik menenggak salivanya melihat pemandangan itu.
"Tuan jangan !"Bentak Mawar mendorong tubuh Fedrik saat menindihnya.
"Buuuk" Tiba tiba pintu didobrak keras terlihat Jorse dengan pistolnya,Fedrik terkejut langsung turun dari atas ranjang,Jorse melirik Mawar yang terduduk lemas dengan baju robekan didada.
"Tuan Jorse apa yang anda lakukan?"Kata Fedrik terkejut dan heran.
Jorse berjalan mendekati Fedrik lalu meninju wajahnya dua kali sampai Fedrik terjatuh diatas lantai,Fedrik berdiri lalu melayangkan tinju diwajah Jorse dengan cepat kilat Jorse menangkap tangan Fedrik.
"Tuan Jorse kau mau cari masalah denganku?,kenapa kau memukulku apa salahku?"Kata Fedrik ketakutan.
"Riko...!,Jony...!"Fedrik berteriak memanggil nama pengawalnya.
"Fedrik helius malam ini kau akan mati,seenaknya kau menyentuh gadisku Hum"Kata Jorse menggeram.
"Tapi kau sudah izinkan aku bawa gadis ini?,kenapa kau membuat onar disini"Kata Fedrik heran.
"Aaaaaa...!!"Fedrik berteriak saat tangannya diplintir Jorse.
"Tangan ini sudah merobek dan memegang tubuh gadisku..!"Kata Jorse langsung menyiksa lagi Fedrik.
"Ampun Jorse tolong jangan bunuh aku"Kata Fedrik saat tidak berdaya diatas lantai.
"Aku tidak akan mengampunimu,karena kau sudah menyentuh dia"Ketus Jorse mengarahkan pistol diatas dahi Fedrik.
"Dia hanya seorang pelayan,kenapa kau begitu marah Jorse,aku temanmu kalau kau membunuhku anakku akan menuntut balas,kau akan mati Jorse !!"Bentak Fedrik.
__ADS_1
"Aku tidak perduli"Kata Jorse langsung menarik pelatuk pistol.
"Kau licik Jorse kau ter----"
"Door dor dor" Tiga peluru menembus kepala Fedrik,seketika Fedrik mati ditempat,Jorse melirik Mawar yang sedari tadi menangis dengan rasa takut yang sangat,Mawar bergidik ngeri melihat Jorse membunuh orang.
"Cepat pulang"Kata Jorse langsung menarik tangan Mawar untuk turun ranjang,setelah Jorse menutupi tubuh Mawar dengan kain sprei.
Mereka berdua berjalan keluar kamar Fedrik,mata Mawar melihat semua pengawal mati diatas lantai bersimbah darah,pemandangan itu baru Mawar lihat membuatnya takut amat sangat takut.
Langkah mereka terhenti saat Jorse melihat salah satu pengawal yang masih hidup,Jorse mengarahkan pistol langsung menembak pengawal itu,Mawar menutup kedua telinganya saat mendengar suara tembakan itu, "Dor dor"
Jorse dan Mawar langsung masuk kedalam mobil,Hasan dengan cepat mengebutkan mobil meninggalkan kediaman Fedrik.
Mawar hanya diam dengan tatapan kosong,kejadian tadi membuat Mawar ketakutan badannya masih gemetar,Jorse tau langsung memeluk Mawar tetapi Mawar menepis tangan Jorse seakan tidak mau disentuh Jorse.
Selang waktu terlewati mobil itu sudah masuk kedalam halaman rumah,Jorse dan Mawar berjalan kelantai atas dan masuk kedalam kamar khusus.
"Apa kau terluka?,coba aku lihat luka licetmu"Kata Jorse memeriksa lengan dan kaki Mawar yang duduk ditepi ranjang.
"Ganti pakaian kamu Aku akan ambilkan kotak P3k"Kata Jorse sibuk membuka lemari besar.
"Apa kau puas membuatku menderita?"Ketus Mawar tiba tiba membuat Jorse berhenti mengobati kakinya.
"Tidak usah dibahas,yang penting kau sudah dirumah ini"Jawab Jorse datar langsung berdiri dari jongkoknya saat mengobati kaki Mawar.
"Apa salahku tuan,aku bukan pionmu,aku bukan bonekamu yang kau lakukan seenak hatimu,aku manusia Hikss"Kata Mawar sambil menangis.
"Kau sudah selamat,sudah disini aku bilang tidak usah dibahas lagi"Kata Jorse hembus nafas kasar.
"Kau memperlakukan aku seperti sampah,tidak dianggap sama sekali,ya aku sadar aku hanya pemuas nafsumu,bunuh saja aku tuan bunuh saja,aku benci kau,kalian orang kaya tidak punya perasaan...!!!"Bentak Mawar emosi bercampur sedih.
"Sudah jangan dibahas,iya aku salah kau puas"Ketus Jorse dengus kesal.
"Kau begitu arogan,sombong dengan apa yang kau punya tanpa memikirkan perasaan aku,aku benci kau" Ketus Mawar langsung berjalan keluar kamar.
"Kau mau kemana?"Tanya Jorse memegang pergelangan tangan Mawar.
"Bukan urusanmu !"Ketus Mawar berani melawan Jorse.
__ADS_1
"Apa kau mau dihukum?,jangan keluar"Kata Jorse dengan ketus.
"Aku tetap keluar mau ambil air minum,setelah itu kau boleh menghukumku,pria sombong sepertimu tidak pantas dibaikin"Ketus Mawar menatap nanar wajah Jorse.
Jorse berjalan mendekati Mawar didepan pintu,lalu Jorse memeluk Mawar dengan erat lalu tangannya mengelus pucuk kepala Mawar.
"Kau kejam,aku benci kau !"Ketus Mawar sambil memukul dada bidang Jorse.
"Sssst,tolong jangan bicara lagi aku pastikan kejadian ini tidak terulang lagi"Balas Jorse tetap memeluk Mawar.
"Tuan apa salahku sampai hati kau menjualku tadi,andai kau tidak datang kupastikan aku mati malam ini Hikss" Kata Mawar menangis seunggukan didalam pelukan Jorse.
"Maafkan aku,maaf"Kata Jorse melepaskan pelukan lalu mengusap air matanya.
Mawar sedikit luluh baru pertama kali ini melihat Jorse mengucapkan kata Maaf,apalagi sikap Jorse yang lembut membuat Mawar sedikit nyaman.
"Badanmu gemeteran,aku pastikan ini tidak akan terjadi lagi,aku janji"Kata Jorse mengelus pipi Mawar.
"Jangan marah ya,sudah tidak usah dibahas lagi,sekarang kita tidur"Kata Jorse membaringkan tubuh Mawar diatas kasur.
Mawar menurut mencoba memejamkan mata,lalu tangan Jorse menarik selimut menutupi tubuh Mawar yang masih gemeteran karena takut.
"Kamu tidur ya,aku disini tidak ada lagi yang akan menyakitimu"Kata Jorse memeluk samping tubuh Mawar.
"Aku haus tuan"Kata Mawar membuka matanya lalu duduk diatas ranjang.
"Kau tidurlah,biar aku yang ambil"Kata Jorse langsung turun dari atas ranjang.
"Aku saja tuan,kau tidak pantas mengambilkan air,aku bukan ratu aku hanya pemuas ranjangmu"Kata Mawar turun dari atas ranjang.
"Jangan keras kepala,aku perintahkan kau duduk disitu"Kata Jorse ketus.
Mawar jadi diam sambil duduk ditepi ranjang,seorang Jorse yang arogan turun kelantai bawah untuk mengambil air putih untuk Mawar,karena Jorse hanya melakukan itu pada Mala,tapi entah kenapa saat ini iya lakukan untuk Mawar.
Bersambung*
Like
Pavorit
__ADS_1
Komen.