TUMBAL PEMUAS RANJANG

TUMBAL PEMUAS RANJANG
Episode 10


__ADS_3

"Kau dimana?"Tanya Jorse melihat sekeliling kamar,Mawar bergidik takut dengan jantung berdegup kencang,badan Mawar gemetar iya tidak ingin melakukan hubungan itu,karena Mawar tidak mencintai Jorse.


"Jangan main main denganku !"Bentak Jorse menoleh kearah gorden,Jorse menyeringai saat melihat kedua kaki Mawar dibawah gorden.


"Srek" Dengan kasar Jorse membuka gorden dan menatap marah Mawar,Mawar tertunduk dengan tubuh gemetar,dengan kesal Jorse menarik lengan Mawar dan mencampakkan tubuh Mawar diatas ranjang.


"Kau mau main petak umpat gadis miskin,jangan membangkang !"Bentak Jorse melepas pakaiannya langsung.


"Tuan saya mohon,jangan lakukan itu,Mawar belum siap"Kata Mawar ketakutan dan menutupi tubuhnya pakai selimut.


Jorse tidak perduli perkataan Mawar iya naik keatas ranjang dan menarik kaki Mawar,Jorse langsung mencium bibir Mawar dengan ganas,lalu menciumi setiap inci jenjang leher Mawar.


Mawar meronta ronta menolak keras perlakuan mesum Jorse, "Srek"Kuku Mawar menggores tangan Jorse yang putih,Jorse melihat tangannya licet iya sangat marah,tidak ada seorang wanita yang pernah membuat anggota tubuhnya licet sedikitpun terkecuali Mawar dengan berani.


"Kau berani sekali gadis miskin,kau perlu dikasih pelajaran !"Bentak Jorse.


Jorse dengan tenaganya ingin membuka lingerie Mawar tetapi tangan Mawar menghalangi,Jorse mengunci tangan Mawar diatas kepalanya Mawar tidak bisa berkutik.


Tidak sabar Jorse langsung menarik paksa lingerie itu hingga terkoyak,Jorse langsung menggauli Mawar,mencium,meraba dengan birahi yang memuncak,Mawar tidak bisa berkutik lagi tenaganya habis untuk melawan.


"Tuan saya mohon jangan lakukan ini Hiks"Lirih Mawar saat Jorse ingin menggawangi Mawar.


"Semakin kau menolaknya semakin membuatku bergairah,ayo cepat berontak aku tidak suka wanita yang seperti patung saat diranjang kau tau itu !"Balas Jorse menatap nanar Mawar.


"Aaaa !"Mawar menjerit sakit saat Jorse berhasil merenggut kesuciannya,Jorse menyeringai saat melihat darah menetes membasahi sprei itu.


Jarum itu langsung menusuk lubang seperti mesin jahit bekerja maju mundur dengan kencang,karena tau Mawar masih Suci membuat Jorse semakin bergairah langsung menuntaskan hasratnya.


"Aaaargg"Jorse selesai menuntaskan hasrat gejolaknya dengan layu,Jorse puas karena selama ini tidak pernah mendapatkan wanita perawan,selama ini Jorse bermain dengan wanita bayaran,lalu Pria ini langsung bangkit memakai piyamanya kembali,sedangkan Mawar menangis seunggukan.


"Dasar Pria kejam,kau merenggut ciuman pertamaku,kesucianku Aku benci kau,kau pantas jadi Om Aku,aku tidak sudi !!"Bentak Mawar dengan emosi.


"Hei gadis miskin sudah syukur aku menerima kau sama adikmu disini,aku paling anti dekat dekat sama orang miskin kek kalian itu,aku takut tertular kuman yang kalian bawa,jangan sampai aku berbuat kasar!"Balas Jorse menggertakan rahangnya.


"Pria serakah sudah punya istri tiga masih mau wanita lain lagi !!"Bentak Mawar dengan menangis seunggukan.


"Kau...!!" Jorse emosi langsung melayangkan tangannya kearah wajah Mawar,gadis ini takut dengan memejamkan mata pasrah ditampar tangan Jorse.


Jorse menarik tangannya tidak jadi memukul pipi Mawar,entah kenapa lihat wajah Mawar yang memejamkan mata Jorse sedikit luluh,padahal dia raja tegaan.


"Buuk"Jorse menutup pintu kamar dengan kasar,Mawar mendengar itu langsung membuka matanya iya selamat dari tamparan tangan Jorse,tetapi Mawar tidak selamat kesuciannya sudah hilang.

__ADS_1


"Aku ternodai,aku enggak suci lagi Ibu,aku ingin melakukan ini sewaktu menikah dengan orang yang aku cintai,tapi Tuan kejam itu merenggutnya,aku benci dia !!"Mawar Bicara sendiri.


Mawar turun dari ranjang meringis kesakitan merasakan area sensitifnya sangat perih,gadis ini langsung masuk kedalam kamar mandi dengan perasaan sedih bercampur marah.


Disisi lain Jorse yang sudah turun kelantai bawah dengan wajah marah memanggil kepala pelayan,Rini langsung menghadap Jorse dengan menundukkan kepala.


"Kumpulkan pelayan yang membersihkan tubuh gadis miskin itu,cepat,aku tunggu diruangan kerjaku !!"Titah Jorse dengan wajah marah.


Jorse langsung masuk kedalam ruangan kerja dan mengganti pakaiannya,Hasan langsung datang keruangan kerja dan melihat kulit Jorse yang licet licet.


"Hasan kenapa kau berdiri saja melihatin aku"Kata Jorse kesal.


"Tuan mau apa biar saya ambilkan?"Tanya Hasan kerut dahi.


"Semprot semprot goblok"Balas Jorse.


Hasan langsung mengerti iya cepat ambil semprotan antiseptic lalu menyerahkan ditangan Jorse,Jorse langsung merampas dan menyemprot antiseptic ditangan yang tergores licet.


"Tuan dileher anda ada juga"Kata Hasan melihat goretan dileher Jorse.


"Astaga aku tidak tau dileher ada juga,kau tau Hasan ini kenapa hah?"Kata Jorse dengan kesal.


"Itu seperti kena cakaran tuan"Balas Hasan dengan wajah datar.


Tok tok tok


"Masuk saja !"Kata Jorse langsung memakai sarung tangannya.


"Wah gawat siapa yang mau disiksa sore ini"Batin Hasan saat melihat Jorse memakai sarung tangan.


Lima pelayan langsung masuk kedalam ruangan kerja Jorse,semua pelayan menenggak salivanya masing masing melihat Jorse memakai sarung tangan,pasti semua pelayan membuat Jorse marah.


"Rita siapa yang membersihkan kuku gadis miskin itu?"Tanya Jorse ketus.


"Tu-tuan,kami tidak membersihkan kuku nona Mawar,karena wanita lebih cantik kukunya panjang sedikit"Jawab Rita dengan gugup.


"Maju kau Rita !"Titah Jorse dengan wajah sangarnya,sorot matanya seperti elang.


Rita maju dengan tubuh gemetaran iya tau pasti Jorse akan menghukumnya,Kini Rita tepat dihadapan Jorse.


"Plak,Plak" Jorse menampar keras pipi Rita berulang ulang,Rita diam saja dengan mata mengembun serta merasakan panas dipipinya,empat pelayan gemetaran menundukkan kepala.

__ADS_1


"Kau tau kuku gadis miskin itu bisa membuat kulitku jadi tetanus hah !,kerjamu enggak becus Rita,Hasan ambilkan cambukku"Kata Jorse belalakan mata.


"Tuan ampuni saya,lain waktu saya akan teliti dan memotong kuku nona Mawar,jangan cambuk saya tuan"Rita langsung bersujud menangis.


"Itu bukan urusanku,kalian semua harus dihukum,hei kalian berempat maju !"Titah Jorse suara tinggi.


Sisa pelayan yang belum terkena hukuman terpaksa bersujud,lalu dengan leluasa Jorse mencambuk semua pelayan,disisi lain kepala pelayan Rini berdiri didekat pintu ruangan dan berlarian kearah dapur.


"Rita sama yang lainnya diberi hukuman,syukur aku tidak ikutan membersihkan tubuh gadis itu" Kata Rini bernafas lega.


"Tante ngomong sendiri?,ih tante gila ya"Kata Adi yang duduk sambil tersenyum.


"Kamu ini ya bawel juga,apa kamu tidak lapar nak?"Tanya Rini.


"Lapar sih tadi sepulang sekolah belum ada makan Tante"Jawab Adi.


"Ini ada ayam goreng,tante juga masak sayur asem"Kata Rini langsung mengambil piring buat Adi.


"Wah ada sayur asem,Adi suka itu tante,suka banget,Ibu sering masak itu buat adi"Kata Adi girang.


"Ibu kamu kemana?,kenapa kalian berdua bisa ikut disini?"Balas Rini heran.


"Ibu udah enggak ada,Ibu disurga,Ibu bunuh diri karena sering dipukulin ayah Tante"Kata Adi dengan polos berwajah sedih.


"Ap-apa,tragis banget"Kata Rini jadi sangat empati kepada Adi.


"Ya Sudah Adi jangan sedih,setiap hari Tante Rini bisa kok buatkan sayur asem khusus buat Adi"Kata Rini tersenyum.


"Wah makasih tante,Adi pikir tante tadi orang jahat sama kek Om kejam itu"Kata Adi nyeplos.


"Huss disini jangan sebut itu nak,janji ya"Kata Rini.


Adi cengengesan saja saat melihat wajah Rini yang ketakutan,Rini sang kepala pelayan berbadan gemuk berwajah sedang.


Bersambung*


Like


Vote


Komen

__ADS_1


Pavorit.


__ADS_2