
Jorse membuka pintu kamar khusus dengan wajah sangar,ternyata Kartika yang mengetuknya,Kartika melirik Mawar yang duduk diatas ranjang.
"Apa aku mengganggu?"Kata Kartika tersenyum manis.
"Iya kau mengganggu,ada apa?"Balas Jorse datar.
"Sayang,kau sudah seminggu tidak tidur denganku,aku mau minta jatahku"Kata Kartika tersenyum nakal.
"Aku tidak selera sama kamu,tidur sana"Ketus Jorse membelalakan mata.
"Sayang kau pilih kasih,kenapa kau terus dikamar ini huh"Sungut Kartika kesal.
"Bukan urusanmu,sana sana jangan ganggu aku disini !"Kata Jorse mendorong tubuh Kartika untuk pergi.
"Kau tidak adil,aku istri pertamamu,aku kecewa sama kamu"Kata Kartika langsung pergi dengan kekecewaan.
Jorse menutup pintunya kembali lalu naik keatas ranjang,melihati Wajah Mawar yang cantik,Mawar buang muka dia belum ada rasa dengan Jorse.
"Tuan nyonya Kartika minta jatah apa?"Tanya Mawar dengan penasaran.
"Dia minta jatah pisang,apa kau paham?,kalau enggak paham jeburkan aja kepalamu didalam bak air"Kata Jorse.
"Ow aku paham,kasih aja pisang ini tuan"Kata Mawar menunjuk pisang buah.
"Ahahaa ahahaa haahahah"Tidak pernahnya Jorse tertawa terbahak bahak panjang,kini iya tertawa dengan ucapan Mawar yang polos.
"Gila,enggak ada lucu ketawa"Kata Mawar geleng kepala.
"Bego,bego,dipelihara kau membuatku gemes"Kata Jorse sambil sentil kening Mawar.
"Tuan Mawar mau tanya?"
"Mulai sekarang kamu jangan panggil aku tuan"
"Om kejam,anda mau Mawar panggil Om kejam?"Kata Mawar.
Mawar melihat luka tusuk dilengan Jorse meneteskan darah,Jorse tau tapi tidak dibawa rasa,Jorse langsung berdiri mengambil kotak P3k Jorse duduk diatas sofa.
"Kasihan juga aku lihat tangannya itu,walau aku benci sama pria angkuh ini"Batin Mawar.
"Tuan biar aku saja,pasti sakit ya"Kata Mawar langsung merebut perban dari tangan Jorse.
"Kok bisa sih terluka gini,tuan pasti melakukan hal aneh"Kata Mawar lagi sambil membuka perban dengan lembut.
Jorse diam saja sambil mencuri pandang wajah Mawar yang sibuk mengobati luka Jorse,melihat bentuk bibir Mawar yang tipis serta hidung mancung selaras dengan wajah sungguh indah dicuri pandang Jorse,Jorse memandangi terus dengan penuh arti,saat Mawar melihat kearah wajah Jorse seketika Jorse buang muka.
"Nah sudah siap udah enggak berdarah lagikan"Kata Mawar dengan tersenyum kecil.
"Ya sudah kamu tidur sana,aku mau kebawah bentar" Kata Jorse berdiri dari duduk.
"Mau kemana?,apa tuan haus?"Tanya Mawar heran.
__ADS_1
"Bacot benar,sana tidur !"Ketus Jorse langsung pergi dari kamar khusus.
Jorse langsung turun berjalan menuju dapur,mata Jorse melihat Adi yang lagi makan roti sendirian,Adi melihat Jorse langsung takut menundukkan kepala.
"Jagoan,nama kau siapa?"Kata Jorse langsung duduk didepan Adi.
"Muhammad Adi" Kata Adi sedikit gugup melihat mata Jorse yang seperti elang.
"Kamu suka roti itu?"Tanya Jorse.
"Suka,dulu Ibu sering belikan Adi roti ini tuan"Kata Adi mulai nyaman ngobrol bersama Jorse.
"Ibu kamu dimana sekarang?"Tanya Jorse penasaran.
"Ibu udah enggak ada,seminggu yang lalu"Jawab Adi wajah sedih.
"Kenapa?Ibu kamu sakit?"Kata Jorse semakin penasaran.
"Bukan sakit tapi bunuh diri"Jawab Adi polos,dia langsung mengucek matanya karena berair ingin menangis.
Jorse diam saja mendengar itu lalu berdiri dari duduknya,dan mengacak rambut Adi dengan tersenyum.
"Siap itu kamu tidur,dah jangan sedih"Kata Jorse langsung pergi dari dapur.
Jorse berjalan keluar rumah dan melihat Hasan lagi ngobrol bersama pengawal didepan gerbang,Hasan melihat Jorse berdiri didepan teras langsung menghampiri Jorse.
"Pasti tuan memerlukan saya"Kata Hasan tersenyum lebar.
"Tumben kamu langsung peka,biasanya bego"Balas Jorse.
"Kau cari tau kenapa istri Sampah Markum bunuh diri"Kata Jorse.
"Baik tuan besok saya selidiki"Kata Hasan berfikir.
"Kenapa tuan begitu perhatian ama nona Mawar,wah tuan memang sudah kena sindrom cinta nih"Batin Hasan.
Suara sepeda motor berhenti didepan gerbang,seorang Pria turun dari motor metic langsung menggedor gerbang tertutup itu.
"Mawar...!,Mawar !!" Suara panggilan dari luar gerbang membuat Jorse heran langsung berjalan kearah gerbang.
Dua pengawal langsung membuka gerbang tampaklah seorang laki laki tampan memanggil nama Mawar,dia adalah Yuda.
"Apa Mawar disini?"Tanya Yuda dengan wajah sedih.
"Berani sekali kau datang kesini,siapa kau?"Tanya Jorse.
Yuda memandangi Jorse yang bermuka bule,Pemuda itu jadi tau kalau yang bicara pemilik kasino,Yuda berjalan mendekati gerbang menatap nanar Jorse.
"Aku mencari Mawar"Kata Yuda dengan lantang.
"Ini sudah malam,lagian untuk apa kau cari nona Mawar?"Tanya Hasan.
__ADS_1
"Itu tidak penting,aku kekasih Mawar,tolong lepaskan kekasihku" Kata Yuda dengan berani.
"Hahaaha,Pria miskin datang datang kewilayahku,aku tidak mengizinkan kau bertemu dengan Mawar,lagian Mawar milikku"Kata Jorse menggeram.
"Lepaskan Mawar,berapa hutang ayahnya?"Ketus Yuda dengan marah.
"Kau cari mati ya,pengawal buka gerbang ini"Titah Jorse langsung memakai sarung tangannya.
"Wuh gawat keknya ada perang ini,perebutan kekasih"Batin Hasan.
Pengawal langsung membuka gerbang supaya Yuda masuk,Jorse sudah bersiap diri untuk memberi pelajaran kepada Yuda.
"Pengecut,sementang ada pengawalmu kau berani bicara begitu cuih !"Kata Yuda hendak menantang.
"Anak muda kau sepele dengan tuanku,besar juga nyalimu !"Ketus Hasan jadi kesal.
"Diam Hasan, ini urusanku"Kata Jorse.
Yuda ingin meninju wajah Jorse dengan cepat kepala Jorse menghindari serangan tinju Yuda,dengan cepat Jorse mencengkram tangan Yuda langsung Jorse meninju ulu hati Yuda dengan keras.
Yuda langsung KO jatuh tersungkur diatas lantai,Jorse menyeringai karena Yuda kalah telak,Adi yang belum tidur melihat kejadian itu langsung berlari mendekati Yuda.
"Mas Yuda kau tidak apa apa"Tanya Adi dengan wajah cemas,membuat Jorse mengepal tangan cemburu karena adik Mawar lebih perhatian kepada Yuda.
"Adi kamu disini?"Tanya Yuda sambil kesakitan langsung duduk.
"Iya mas Adi sama mbak disini,Mas ngapai kesini?"Tanya Adi heran.
"Panggilkan mbak kamu dek"Kata Yuda mencari kesempatan untuk bertemu dengan Mawar.
"Baik Mas,Adi minta tolong ama tante Rini ya untuk panggilkan mbak"Kata Adi langsung berlarian masuk kedalam rumah.
Hasan ingin berjalan menghalangi Adi tetapi dicegah Jorse,sedangkan Yuda berusaha berdiri walau perutnya sangat ngilu.
"Kau memang menang tuan,tapi kau tidak bisa menghalangi aku bertemu dengan kekasihku"Kata Yuda tersenyum mengejek.
Hasan marah bergerak ingin memukul Yuda,tetapi tangan Jorse menghalangi langsung menggeleng kepala kepada Hasan.
"Mmmm,kita lihat saja"Balas Jorse menyeringai.
"Tuan kenapa anda biarkan laki laki ini bertemu nona Mawar?"Tanya Hasan heran.
"Biarkan saja sebentar lagi mereka akan putus"Kata Jorse percaya diri.
Mawar dan Adi langsung datang kehalaman,terpancar wajah bahagia Mawar saat melihat Yuda,membuat Jorse mengepalkan tangan cemburu,Jorse jadi marah sewaktu bersama Jorse wajah Mawar tidak secerah ini.
Bersambung.
Live
Vote.
__ADS_1
Komen
Pavorit.