
Setelah mengkompres wajah ibunya Mawar berjalan kearah dapur untuk memasak telur dadar buat Adi,terlihat Adi duduk manis sambil menunggu Mawar masak telur dadar.
"Dik,kamu makan yang banyak ya,mbak mau mencuci dirumah juragan teh,jaga ibu ya"Kata Mawar sambil meletakkan telur dadar diatas piring milik Adi.
"Ya mbak,tapi juragan teh pak Baron jahat mbak,mbak harus hati hati,Adi pernah dimarahi waktu main dikebun teh miliknya,padahal adi cuma main petak umpet ama teman teman Adi"Sungut Adi dengan wajah kesal.
"Adi yang salah karena main dikebun teh punya orang lain,lain kali jangan bermain dikebun teh lagi ya"Balas Mawar elus rambut Adi.
"Huh,cuma main petak umpet aja dimarahi"Sungut Adi langsung makan nasi dan telur dadar campur kecap doang.
Mawar tersenyum dan geleng kepala,kini kaki Mawar berjalan keluar rumah,menelusuri jalan setapak menuju rumah juragan teh bernama Baron,Saat Mawar berjalan melewati jembatan kecil terlihat segerombolan pemuda lagi ngongkrong.
"Suit,suit Mawar mau kemana neng,cantik benar?"Tanya salah satu pemuda bernama Yuda.
"Mas Yuda,Mawar mau mencuci dirumah Pak Baron gantikan ibu Mawar"Jawab lembut Mawar dengan senyum ramah.
"Mas antar ya"Kata Yuda menghidupkan sepeda motor miliknya.
"Cie....,make antar segala,Mawar jangan Mau sama mas Tejo aja"Kata Pemuda bernama Tejo.
"Berisik amat elo,Mawar ama mas aja ya"Kata Yuda melajukan sepeda motor kearah Mawar.
Mawar memang yang paling cantik bisa dikatakan kembang desa,tidak heran semua pemuda menaksir Mawar berebutan termaksud pemuda tampan Yuda.Mawar langsung naik keatas sepeda motor Yuda,Mawar sudah lama mengenal Yuda dia kakak kelas Mawar sewaktu sekolah dulu.
"Mawar,kenapa kamu yang mencuci pakaian?,ibu kamu kemana?"Tanya Yuda diatas motor sambil fokus membawa motor.
"Ibu aku sakit Mas,udah dua bulan sakit enggak sembuh sembuh"Jawab Mawar duduk samping diatas motor metic Yuda.
"Lah kenapa enggak berobat saja,biar cepat sembuh,oh iya kenapa nomor whatsup kamu enggak aktif lagi?"Balas Yuda.
"Handphone sudah aku jual Mas,untuk kebutuhan sehari hari"Balas Mawar dengan wajah sedih.
"Mawar bentar lagi aku gajian,kalau ada rezeky mas belikan kamu handphone,maukan?"Kata Yuda.
__ADS_1
"Enggak usah mas,kemarin mas udah bantu Mawar beli sepatu sekolah adikku,jadi ngerepotin"Tolak Mawar tidak enak hati.
"Udah enggak apa,kita udah sampai"Balas Yuda langsung berhenti didepan rumah besar milik Baron.
"Makasih ya mas mau antar Mawar"Kata Mawar berdiri didepan Yuda yang duduk diatas sepeda motor.
"Sama sama Mawar,oh iya kapan sih kamu jawab itu,udah seminggu aku nembak kamu lho"Kata Yuda berharap.
"Kan sudah Mawar bilang Mas,Mawar belum mau pacaran,Mawar masih urus adik sama Ibu"Kata Mawar.
"Yaudah kamu kerja dulu,mas tetap tunggu jawaban kamu,mas sayang banget ama kamu Mawar dari kita SMP"Kata Yuda berterus terang.
"Mas ada ada aja,ya sudah Mawar kerja dulu ya"Kata Mawar tersipu malu.
Mawar berjalan masuk kebalkon teras depan rumah Baron,dengan lembut tangan Mawar mengetuk pintu rumah besar itu.
"Cklek"Wanita setengah baya membuka pintu dengan wajah datar dia adalah Peny istri Baron.
"Nyonya saya mau mencuci baju,Ibu lagi sakit jadi saya yang akan menggantikan ibu"Kata Mawar dengan sopan.
"Baik Nyonya"Kata Mawar langsung masuk kedalam rumah besar itu,Peny menuntun Mawar kearah kamar mandi,karena baru pertama kali iya masuk kerumah itu jadi belum tau posisi kamar mandi.
"Ya Allah banyak benar"Batin Mawar melihat cucian kainnya dua ember.
"Kenapa bengong?,cepat cuci keburu sore,kamu datang terlambat tau"Ketus Peny langsung berjalan masuk kedalam kamar tidurnya.
Mawar angguk kepala langsung masuk kedalam kamar mandi dan mencuci pakaian,Mawar jadi sedih mencuci pakaian sebanyak ini,pasti dulu Ibunya mencuci pakaian sebanyak ini.
"Begini rasanya jerih payah ibu mencari uang,pasti ibu capek cuci pakaian banyak seperti ini"Gumam Mawar sambil mencuci pakaian diatas lantai kamar mandi.
Seorang Pria setengah baya berjalan masuk kedalam rumahnya,tampaknya iya sepulang kerja,Pria itu bernama Baron dialah orang paling kaya didesa tersebut,sebagai juragan teh,dia juga pemilik kontrakan rumah yang dihuni Mawar.
Baron mendengar suara orang mencuci didalam kamar mandi,Baron berjalan mendekati pintu kamar mandi dan melihat gadis cantik mencuci pakaian miliknya.Mata Baron melihat jelalatan kedua bukit kembar milik Mawar bergoyang sewaktu menggilas pakaian diatas lantai kamar mandi.
__ADS_1
"Putih mulus,besar juga itu,cantik lagi"Kata Baron dengan tatapan mesum kearah dua gunung kembar milik Mawar.
Mawar tersadar ada orang didepan pintu kamar mandi,Mawar melihat arah Mata Baron melihat kearah dadanya yang memakai kaos berleher bentuk V, tangan Mawar langsung menutup dadanya saat Baron melihat tak berkedip.
"Kamu anak siapa?,baru ini aku melihat kamu?"Tanya Baron dengan tatapan mesum.
"An-anak Tuti Pak,saya menggantikan ibu mencuci kain disini"Jawab Mawar gugup.
"Ow anak Tuti,aku tidak tau anak Tuti secantik dirimu"Kata Baron dengan tersenyum.
"Ah iya pak"Kata Mawar tertunduk takut dengan mata Baron melihat Mawar seperti seonggok daging saja.
Baron menenggak salivanya berulang ulang saat melihat kaki Mawar yang putih mulus bak bengkoang,Mawar sadar langsung duduk mundur,Mawar jadi risih dengan kehadiran Baron yang matung didepan pintu kamar mandi.
"Bapak ngapai disitu?,ngelihatin orang nyuci?"Suara Peny dari balik tubuh Baron.
"Ah ini bapak cuma heran siapa dia,rupanya anak siTuti"Jawab Baron gugup berbalik Tubuh.
"Ow iya dia anak Tuti,bapak enggak lapar ayo mama siapkan makan siang"Kata Peny berjalan kearah ruang makan.
Tontonan Baron jadi hilang dengan kehadiran Peny,membuat lamunan Baron saat melihat tubuh Mawar buyar,Baron didalam hati kesal karena Peny mengganggu,otak Baron sempat teraveling juga.
Mawar langsung menyiapkan cucian pakaiannya lalu membilasnya dengan cepat,kaki Mawar berjalan hendak menjemur pakaian yang iya cuci bersih.
Mata liar saat makan melihat kearah jendela tepat didepan jemuran kain,Baron Melihat terus kearah jendela Mawar yang sibuk menjemur pakaian,sambil makan Baron melihat lekuk lekuk tubuh Mawar dan kulit Mawar yang terkena air mengkilat mulus dipapar sinar mentari,membuat Baron menenggak salivanya lagi.
"Anak Tuti ini benar benar cantik melebihi artis,alami tanpa polesan,kulitnya mulus pasti enak dijilat diatas ranjang"Batin Baron dengan otak mesumnya.
Bersambung*
Like
Vote
__ADS_1
Pavorit
jangan lupa sayang.