TUMBAL PEMUAS RANJANG

TUMBAL PEMUAS RANJANG
Episode 24


__ADS_3

Jorse lagi duduk didalam ruangan kerjanya,hari ini dia tidak masuk kantor iya memilih sibuk didalam ruangan kerjanya sambil fokus melihat laptop.


"Tuan ada tamu"Kata Hasan saat masuk kedalam ruangan kerja itu.


"Siapa yang datang?,aku tidak membuat janji sama siapapun?"Balas Jorse heran.


"Tuan Fedrik Helius tuan"Jawab Hasan mengkerutkan dahi.


"Hah kenapa dia datang cepat sekali,aku janji dengannya dua minggu lagi,merepotkan saja tuan bangka itu Ck..!"Kata Jorse kesal langsung berdiri dari duduk.


Dengan rasa langkah berat Jorse berjalan keluar ruangan kerja itu,Jorse tidak suka jika Fedrik teman mafianya berkunjung,Fedrik suka melakukan taruhan taruhan aneh serta mengajak minum ketiga istri Jorse,Fedrik pria setengah baya berumur empat puluhan lebih iya seorang mafia ditakuti dikota sebelah yang iya huni.


"Hallo tuan Jorse apa kabar teman?"Tanya Fedrik menyalam tangan Jorse.


"Seperti yang anda lihat tuan Fedrik"Balas Jorse menyalam Fedrik dengan sarung tangannya.


"Tuan Fedrik mari tuan jangan diruangan ini,disini banyak yang mendengar obrolan kita"Kata Jorse.


"Mmm,baiklah"Kata Fedrik berdiri dari duduk,lalu Jorse memandu Fedrik keluar rumah.


Dibelakang rumah ada ruangan aula besar dengan berbagai permainan,biliard,berjudi serta BAR kecil khusus dibuat Jorse,ruangan itu memang dibuat untuk menyambut tamu tamu penting Jorse,Fedrik serta pengawalnya sudah masuk kedalam ruangan.


"Tuan Jorse kemana ketiga istri anda?,apa kita tanding minum?"Tanya Fedrik berterus terang.


"Hahahaah,ini terlalu sore tuan,ketiga istriku lagi didalam kamarnya"Jawab Jorse tertawa kecil.


"Aku jauh datang dari kota sebelah hanya untuk bertemu tuan Jorse,karena waktuku tidak banyak tuan,apa salahnya kita minum sore ini tuan"Kata Fedrik.


"Susah menolak anda tuan,anda pandai bicara Hahaha"Kata Jorse tertawa kecil.


"Hasan panggilkan ketiga istriku,bilang tuan Fedrik datang"Titah Jorse.


"Baik tuan"Balas Hasan langsung berjalan keluar ruangan itu.


Jorse menyuruh semua pelayan menyiapkan minuman beralkohol kelas atas,serta pencuci mulut dan buah buahan yang segar diatas meja tamu.


"Tuan Jorse istri tuan cantik semua sebagai pecinta wanita saya suka pada nona Winda"Kata Fedrik tersenyum manis.


"Cih...,bandot tua ini tidak pernah berubah"Batin Jorse kesal.


"Tuan bisa saja memuji ayo mari bersulang tuan"Kata Jorse angkat gelas loki.


"Sebenarnya kedatangan saya kemari untuk menawarkan bisnis pada anda tuan"Kata Fedrik sambil minum.


"Ya itu sudah kita bicarakan tuan sewaktu menelpon kemarin,emangnya anda mau bisnis apa?"Jawab Jorse dengan senyuman.


"Kalau ini berhasil anda bisa untung ratusan miliyar,saya suka bekerja sama dengan anda tuan,kita bisa saling menguntungkan bukan"Kata Fedrik.

__ADS_1


"Saya sudah lama tidak bisnis barang haram,sudah lama saya tinggalkan itu tuan"Balas Jorse.


"Anda salah paham tuan Jorse,saya bukan menawarkan barang haram Hahaha,itu hanya bisnis sampingan saya"Sambung Fedrik.


"Saya hanya mau menanam saham saya didalam kasino anda tuan,apa anda mau?"Tawar Fedrik tersenyum.


"Wah ini tawaran yang sangat menguntungkan untukku,Fedrik juga memiliki relasi yang banyak aku bisa untung tiga kali lipat"Batin Jorse berfikir.


"Bagaimana tuan Jorse?,apa anda setuju?"Tanya Fedrik tidak sabar.


"Saya setuju tuan,kasino pasti lebih kuat dengan saham anda didalamnya"Jawab Jorse tersenyum.


"Wah anda bijak setuju tawaran saya,tapi ada syaratnya tuan"Balas Fedrik tersenyum licik.


"Brengsek,pria ini memang licik aku harus berhati hati berbisnis dengannya"Batin Jorse jadi kesal.


Terlihat Hasan baru datang mendekati Jorse lalu berbisik bahwa ketiga istrinya sebentar lagi datang.


"Hahahah,kita sama sama untung anda meminta syarat lagi"Balas Jorse tertawa padahal hatinya kesal.


"Syarat apa yang mau anda minta tuan?"Tanya Jorse dengan wajah serius.


"Syaratnya gampang salah satu Istri anda menemani saya minum disini,mudahkan?"Jawab Fedrik.


"Kalau hanya itu saja saya sanggupin tuan,anda tidak pernah lepas dari wanita"Jawab Jorse tersenyum.


Obrolan mereka berhenti saat ketiga istri Jorse datang dengan baju sexy,Fedrik melirik Winda dan tersenyum,Fedrik sudah lama mengenal Jorse mangkannya dia mengenal ketiga istri Jorse karena bukan baru ini mereka bertemu.


"Tuan Fedrik yang tampan sudah lama anda datang?"Tanya Winda langsung menyalam tangan Fedrik.


"Ow nona Winda kau masih saja seperti dulu cantik dan sexy"Balas Fedrik tersenyum mesum.


"Nona Kartika yang sexy dan anggun,apalagi nona Angel kamu sepeti putri khayangan saja"Puji Fedrik sambil menyalam mereka semua,Jorse memutar mata malas melihat pujian dari mulut Fedrik.


"Tuan Fedrik anda bisa saja"Kata Kartika tersipu malu.


"Winda kau harus duduk dengan tuan Fedrik,dia ingin minum bersamamu"Titah Jorse nada tegas.


"Dengan senang hati Honey,aku sangat tersanjung bisa minum dengan pria terhormat seperti tuan Fedrik"Balas Winda langsung duduk disamping Fedrik.


"Nona Winda terlalu memuji saya Hahaha"Kata Fedrik senang tertawa renyah.


Kartika dan Angel duduk dekat Jorse,sedangkan Winda dan Fedrik duduk dihadapan Jorse lalu mereka bertanding minuman keras,karena itu kesukaan Fedrik,Jorse terpaksa ikut saja demi kerja sama dengan Fedrik.


"Nona Winda anda masih jago minum,tuan Jorse sangat beruntung memiliki anda"Kata Fedrik.


"Tuan anda memuji saya terus"Kata Winda tersipu malu.

__ADS_1


"Memang kenyataan nona selain itu anda sangat cantik dari semuanya"Balas Fedrik membuat Angel dan Kartika memutar mata malas mendengar gombalan Fedrik,sedangkan Jorse diam hanya tersenyum.


Tiba tiba Mawar datang berjalan masuk kedalam ruangan untuk mencari Hasan,karena Hasan sore ini bertugas untuk mengantarkan Adi les taikwondo.


kedatangan Mawar membuat Fedrik berhenti minum dan terkesima melihat wajah Mawar yang cantik nan Anggun tanpa polesan,disisi lain Winda berdecis kesal menatap nanar wajah Mawar.


"Tuan".Kata Mawar mendekati Jorse.


"Astaga kenapa dia kesini?,buat kacau saja"Batin Jorse mengeraskan rahangnya,apalagi melihat Mata Fedrik melihatin Mawar dari atas bawah.


"Tuan ayo kita minum lagi"Tawar Winda kepada Fedrik.


Fedrik tidak menggubris tawaran Winda,dia cuek sekali saat melihat kedatangan Mawar,Winda jadi kesal langsung berwajah masam.


"Huh,placur kecil ini entah apa datang kesini,ganggu saja dia memang senang mencari perhatian"Batin Winda geram dalam hati.


"Mawar kamu mau apa kesini?"Tanya Kartika dengan senyuman.


"Kau tidak boleh kesini"Kata Jorse menarik tangan Mawar berjalan kearah pintu.


"Tuan Jorse kenapa kau membawa berlian itu,dia seperti berlian keliauannya sangat memukau dimata saya"Sambung Fedrik berdiri dari duduk.


"Hah pasti ini akan terjadi,sudah aku perhitungkan,hah gadis miskin bodoh"Batin Jorse kesal dihati.


"Tuan Jorse siapa dia?,kenapa aku tidak tau kau menyimpan berlian secantik ini didalam rumahmu,apa gadis ini istri keempat anda?"Tanya Fedrik tersenyum melirik Mawar.


"Tuan Fedrik dia hanya pelayan pribadiku,biarkan saja dia pergi"Balas Jorse kerut dahi.


"Pelayan?,ya memang aku pelayan kamu tuan,pelayan pemuas ranjang"Batin Mawar nyesek dihati mendengar ucapan Jorse.


"Pelayan?,sepertinya gadis ini tidak cocok jadi pelayan tuan,siapa nama kamu gadis cantik?"Balas Fedrik.


"Maw-mawar tuan"Jawab Mawar tersenyum ramah.


"Aduh pakai dijawab,gadis bodoh,Fedrik tidak akan melepaskanmu"Batin Jorse mengeraskan rahangnya.


Fedrik adalah seorang hidung belang mangkannya Jorse menyuruh Mawar pergi,tapi Mawar silugu tidak tau bermain politik,ketiga istri Jorse jadi tepuk jidat saat Mawar tersenyun ramah.


Bersambung.


Like


Vote


Komen.


Pavorit.

__ADS_1


__ADS_2