
Jam dua belas malam Markum sudah sampai didepan rumahnya,karena jarak kota menuju desa sekitar satu jam,dengan wajah babak belur Markum mengetuk pintu rumah.
"Tok tok tok"
"Mawar buka pintunya,Ayah mau masuk"Kata Markum berdiri didepan pintu.
Didalam rumah Mawar membuka pintu kamar lalu berjalan keruang tengah,tangan Mawar langsung membuka pintu utama rumah,mata Mawar melihat wajah Markum yang babak belur lebam lebam.
"Wajah Ayah kenapa gitu?"Tanya Mawar heran sambil mengkerutkan dahi.
"Jangan banyak bicara,ambilkan ayah handuk sama air dingin untuk kompres"Balas Markum yang sudah duduk diatas kursi rotan.
Mawar tidak bicara lagi langsung menurut berjalan kearah dapur,tangan Mawar mengambil handuk kecil serta air dingin didalam baskom,lalu Mawar berjalan memberikan dua benda itu ditangan Markum.
"Besok Ayahmu ini akan dibunuh"Kata Markum sambil mengkompres wajahnya sendiri.
"Kenapa Yah,kok bisa gitu?"Tanya Mawar heran berdiri didepan Ayahnya.
"Ayah punya hutang banyak sama pemilik kasino itu,Ayah tidak punya uang membayar hutang itu"Kata Markum meringis kesakitan saat kompres wajahnya sendiri.
"Itu salah Ayah sendiri sudah dibilang jangan berjudi tetap saja berjudi"Balas Mawar.
"Sudah kau jangan ceramah seperti ibumu,apa mau kau Ayah tampar biar mulutmu itu diam hah !"Ketus Markum kesal.
"Jadi untuk apa ayah cerita hutang ini sama Mawar?"Sambung Mawar.
"Ayah berjanji sama pemilik Kasino,supaya kau kerja dirumahnya tanpa digaji,biar hutang Ayah lunas"Jawab Markum.
"Aku tidak mau Yah,Ayah belum minta izin sama Mawar,kenapa Ayah berkata seenaknya sama pemilik kasino itu"Tolak Mawar dengan kesal.
"Kalau kau tidak mau kita semua akan dibunuh Mawar,adikmu Adi juga akan mati pejamkan itu !"Tandas Markum.
"Tidak,tidak ada yang boleh menyakiti adikku,cuma Adi yang Mawar miliki saat ini"Kata Mawar dengan mata mengembun.
"Mangkannya kamu harus bekerja dirumah tuan Jorse,ingat kamu harus nurut disana"Kata Markum.
"Kalau Mawar bekerja siapa yang jaga Adi,tidak ada yang menjaga Adi disini,Mawar akan bawa Adi kekota"Kata Mawar sangat cemas.
"Enggak boleh,Adi bisa dititipkan sama tante kamu didesa sebelah"Kata Markum.
"Lebih baik Mawar sama Adi pergi saja dari pada menuruti kata Ayah,Mawar tidak mau pisah sama Adi"Kata Mawar tegas.
"Plak" Tangan Markum langsung melayang dipipi lembut Mawar,Gadis ini memegang pipinya terasa panas.
__ADS_1
"Bodoh, kalau kamu lari tuan Jorse akan mencarimu juga,kita sudah terikat sama Pria kejam itu Mawar,tolong nuruti Ayah kali ini"Kata Markum dengan ketus.
"Mawar kira kematian ibu,Ayah mau bertobat dan berubah,nyatanya semakin parah,Mawar benci ayah !"Ketus Mawar dengan berlari masuk kedalam kamarnya.
"Hikss..Hikss.."Mawar menangis sambil terbaring diatas ranjang kecil miliknya,Mawar sangat kecewa dengan Ayahnya itu,Ayah sosok panutan mengajari anak anaknya,melindungi anak anaknya itu tidak ada didalam diri Markum.
Disisi lain Markum berjalan masuk kedalam kamar pribadinya,Markum baringkan tubuh lelahnya yang terasa ngilu akibat dipukuli dua pengawal Jorse tadi.
"Kalau Mawar menolak bisa mati aku,aku akan tetap memaksa Mawar esok siang pergi kerumah tuan Jorse"Gumam Markum berfikir keras.
Markum berbalik badan dan melihat kain panjang bekas leher Tuti,Markum langsung berdiri dari tidurnya karena takut melihat kain panjang itu.
"Hah kenapa kain ini disini,seharusnya buang saja,ini bekas Tuti bunuh diri"Kata Markum bergidik ngeri langsung mencampakkan kain itu keluar kamarnya.
*********************Skip.
Rumah mewah bergaya istana tegak dengan kokoh,didalamnya terletak barang barang mewah berkelas tinggi,terlihat Jorse baru pulang berjalan menaiki anak tangga satu persatu menuju kamar Ibunya.
Terlihat wanita setengah baya duduk diatas kursi roda memandangi bintang dari jendela,Jorse berjalan mendekati ibunya.
"Mommy kenapa belum tidur?"Tanya Jorse lembut sambil memeluk wanita itu dari belakang.
"Duh anak mommy baru pulang"Kata Ibu Jorse dengan tangan mengacak rambut Jorse,sebut saja wanita itu namanya Mala karena iya berdarah Indo,suami Mala yang berdarah jerman.
"Sudah jangan dipijat lagi nak,percuma mommy kamu ini tetap saja lumpuh nak"Kata Mala dengan wajah sedih.
"Enggak apa Mom,Jorse suka pijat kaki Mommy"Sambung Jorse.
"Nak kapan kamu memberikan Mommy cucu?,Mom kesepian sejak daddy kamu meninggal"Tanya Mala dengan wajah Sedih.
Jorse jadi terdiam tangannya yang memijat kaki Mala jadi berhenti,Jorse tersenyum kecil tidak berani menjawab pertanyaan ibunya.
"Mom sudah tua nak,Mom ingin menimang cucu"Kata Mala dengan wajah sedih.
"Kartika sakit kanker rahim terpaksa dokter angkat rahimnya,Angel juga divonis mandul ama dokter,Winda juga enggak hamil hamil,mereka tidak berguna Mom"Jawab Jorse pusing.
"Winda harapan Mommy nak karena iya dinyatakan sehat,kau harus berusaha membuat Winda hamil"Kata Mala.
"Sabar ya Mom,jika waktunya tiba Winda pasti hamil"Balas Jorse.
"Kamu sampai nikah tiga kali,walaupun nikah sirih nak,karena ibu terus menuntut ingin punya cucu,maafkan Mom nak"Kata Mala dengan mata mengembun.
__ADS_1
"Sudahlah Mom,jangan sedih,nah sekarang Mom tidur ya ini sudah malam"Kata Jorse baringkan tubuh tua Mala diatas kasur.
"Cup"Jorse kecup kening Mala,tangan Jorse tarik selimut untuk menutupi tubuh Mala,setelah Mala memejamkan Mata Jorse melirik air teko ibunya sudah habis.
Jorse berjalan cepat menuju ruangan kepala pelayan, "Tok tok tok" Tangan Jorse mengetuk pintu kamar pelayan,terlihat wajah Jorse sangat marah.
"Tu-tuan sudah pulang?"Tanya Rini kepala pelayan dengan takut.
"Kenapa air dikamar Mommy tidak ada,apa kau mau ditampar lagi Rini hah !"Ketus Jorse membelalakan mata.
"Ampun tuan,Rita mungkin lupa tuan,saya akan antar air itu"Balas Rini dengan kepala tertunduk.
"Jangan sampai aku pakai sarung tangan lagi,cepat antar minuman Mommyku !!"Titah Jorse ketus.
"Ba-baik tuan" Balas Rini dengan ketakutan lalu berjalan menuju dapur.
Jorse langsung pergi kelantai atas berjalan masuk kedalam kamar,sedangkan Rini bernafas lega karena Jorse tidak pakai sarung tangan,Cerita sarung tangan jika pelayan melakukan kesalahan Jorse akan menampar atau memukul pelayan tanpa ampun,Jorse pakai sarung tangan takut kuman saat menyentuh kulit pelayannya saat memberi hukuman.
Jorse masuk kedalam kamar dan melihat Winda istri ketiga Jorse lagi baringan diatas ranjang.
"Honey kenapa kau pulang tidak bilang bilang?"Kata Winda dengan suara manja.
"Emangnya kau siapa,punya pangkat untuk melapor kalau aku sudah pulang" Ketus Jorse,Winda sudah biasa menghadapi pria dingin ini.
"Ya sudah jangan marah marah Hon,kamu pasti capek sini aku pijatin"Balas Winda langsung memijat kedua bahu Jorse.
"Singkirkan tangan kotormu itu,apa kau sudah cuci tangan menyentuh anggota tubuhku ini"Katus Jorse langsung berdiri dari duduk.
"Aku sudah bersih Honey,kamu ini ya"Kata Winda dengan kesal.
"Mommy minta cucu,kenapa sampai sekarang kau belum hamil juga Winda?"Kata Jorse melihat elang wajah Winda.
"Sabar Honey mungkin belum rezeky"Balas Winda dengan tenang.
"Hah kau tidak berguna,aku mau tidur sendiri"Kata Jorse langsung keluar dari kamar Winda.
"Aku mana mau hamil,aku sengaja minum pil KB,tubuhku bisa rusak mengandung anak,aku juga benci anak kecil cih"Gumam Winda langsung tarik selimut.
Bersambung*
Like
Vote
__ADS_1
Pavorit.
Komen.