
Mawar keluar kamar mandi dengan sedikit terpincang,tetapi iya berusaha berjalan normal takut membuat malu Jorse,mata Jorse melihat Mawar berjalan kesusahan.
"Ayo kita pulang"Ajak Jorse langsung menarik lengan Mawar yang ingin duduk.
"Kok pulang?,makanan kita belum habis"Sambung Mawar heran.
Jorse diam saja sambil membawa Mawar masuk kedalam mobil,Hasan yang sudah bersiaga langsung menghidupkan mesin mobil dan melajukan mobil untuk pulang.
"Kenapa kita pulang tuan?"Tanya Mawar masih bingung.
"Sudah jangan berisik,diam saja disitu"Balas Jorse mengkerutkan alis.
"Huh"Sungut Mawar langsung memandang kearah jendela mobil,Mobil terus menelusuri jalanan itu sampai masuk kehalaman rumah Jorse,Mawar langsung keluar dari mobil sambil menahan kakinya yang keseleo.
"Ck,jangan memaksa kalau susah berjalan,aku mengajak pulang karena sudah tau kakimu udah babak belur begini"Kata Jorse langsung mendudukkan Mawar disofa teras depan rumah.
"Tuan biar aku saja"Kata Mawar terkejut saat Jorse membuka sepatu kaki kanan Mawar.
"Hasan kau ambilkan cream penghilang nyeri"Kata Jorse sambil mengamati kaki kanan Mawar yang licet dan keseleo.
"Baik tuan"Jawab Hasan sambil masuk kedalam rumah mengambil apa yang disuruh Jorse.
"Aw sakit tuan,pelan pelan"Kata Mawar saat Jorse memijat lembut kaki kanan Mawar.
"Udah keseleo begini kenapa kau pura pura jalan normal,Ck..,sungguh aneh kamu"Tukas Jorse geleng kepala.
"Mawar enggak mau buat tuan Malu"Balas Mawar tersenyum.
"Hanya karena itu kau menahan kaki licet begini,hah entahlah"Balas Jorse mengkerutkan dahi.
Hasan datang membawa cream anti nyeri langsung memberikan cream itu ditangan Jorse,dengan serius Jorse meletakkan cream itu dikaki kanan Mawar.
Mawar mengamati wajah tampan serta sorotan mata tajam Jorse yang serius memijat kaki kanan Mawar,kehangatan yang dibuat Jorse membuat jantung Mawar tiba tiba berdebar.
"Tuan sangat tampan"Gumam Mawar tanpa sadar.
Hasan tersenyum memperhatikan Jorse yang sibuk meluluri cream dikaki Mawar,setelah itu Jorse berdiri dari jongkok langsung memapah Mawar masuk kedalam rumah menaiki anak tangga satu persatu.
"Tuan Mawar bisa sendiri"Kata Mawar yang tidak kuasa menahan degupan jantungnya.
"Gaya kamu bisa sendiri,jalan kamu aja susah begini,sudah jangan berisik"Kata Jorse langsung membuka pintu kamar khusus.
Mawar yang terpincang sedikit dipapah Jorse naik keatas ranjang,Jorse langsung duduk ditepi ranjang melihat wajah cantik Mawar yang tersenyum kecil.
__ADS_1
"Ngapai kamu senyum gitu,enggak ada yang lucu,gila ya"Kata Jorse heran.
"Tumben tuan baik sama aku,biasanya enggak begitu"Balas Mawar yang posisi masih terbaring.
"Jadi selama ini aku jahat sama kamu?,aneh aneh saja omongan kamu itu"Sambung Jorse buang muka.
"Bukan itu maksud aku tuan,ya sudah jangan marah melulu nanti anda cepat tua"Kata Mawar terkekeh kecil.
"Mmmm,jadi apa maksud kamu bicara begitu hum,mau meledekku bilang aku ini sudah tua"Kata Jorse.
"Enggak,walau tuan kek Om Om,tapi tampan kok"Balas Mawar tersenyum.
"jangan panggil lagi aku dengan sebutan tuan"Balas Jorse sedikit tersanjung dengan pujian Mawar.
"Aku bingung mau panggil apa Hehehe"Sambung Mawar cengengesan.
"Sudah jangan bicara lagi kamu tidur sana,nanti aku makan kamu"
"Apaan sih,Mawar bukan makanan tapi orang"Balas Mawar bingung.
"Susah cakap sama orang bego kek kamu"Balas Jorse mendengus kesal.
Jorse langsung tidur disebelah Mawar,Jorse memejamkan mata dengan posisi miring menghadap Mawar,dengan leluasa mata Mawar melihat wajah Jorse yang memejamkan mata.
"Ih kek dukun tau aja huh"Sungut Mawar buang muka posisi berbaring telentang.
Mawar ikut memejamkan mata disamping Jorse yang masih terjaga,Jorse angkat kepala sedikit mengintip Mawar sudah tertidur atau belum.
"Dah tidur aja jangan ngelihat gitu,Mawar pikir tidak tau tuan melihat"Balas Mawar membalikkan kata kata Jorse tadi.
"Hem"Jorse hanya mendehem lalu mengganti posisi telentang.
Selang beberapa menit terlewati terdengar suara dengkuran Jorse,Mawar tau langsung terduduk melihat Jorse yang sudah terlelap,Mawar pandangi wajah tampan Jorse yang sudah sangat nyenyak didalam buaian mimpi.
"Tuan kalau dekat kamu kenapa jantungku berdegup kencang,apa aku sudah suka sama kamu?"Batin Mawar didalam hati.
"Ya Allah aku enggak boleh jatuh cinta sama tuan,diantara kami tidak boleh ada yang jatuh cinta"Batin Mawar lagi tarik diri mengingat surat perjanjian yang dibuat Jorse.
Perlahan tangan Mawar membelai rambut Jorse tanpa sadar,lalu Mawar meletakkan kepalanya didada bidang Jorse dan memejamkan mata.
***********
RUMAH WILIAM HELIUS
__ADS_1
Wiliam duduk disofa dengan mengkerutkan dahi didampingi Beny sang asistennya,Mereka ingin merencanakan balas dendam atas kematian Fedrik helius papa Wiliam helius.
"Jadi karena pelayan itu papaku dibunuh Jorse,apa kau sudah tau siapa pelayan itu?"Tanya Wiliam dengan wajah penuh dendam.
"Mata mata kita mengatakan dia bukan pelayan tetapi simpanan Jorse tuan,wanita itu bernama Mawar"Jawab Benny sambil berfikir.
"Aku ingin bunuh wanita itu karena dia papaku jadi mati,seperti apa wajah wanita itu sampai sampai Jorse membunuh papaku padahal mereka bersahabat baik"Kata Wiliam kesal.
"Saya dengar wanita itu cantik tuan"Jawab Beny posisi berdiri disamping sofa.
"Secantik apa dia?,apa kecantikannya mengalahkan wanita yang aku temui ditoilet restoran tadi?"Tanya Wiliam mengingat wajah Mawar.
"Saya tidak tau tuan"Sambung Beny menundukan kepala.
"Bodoh,cari berita setengah setengah,besok kau harus cari tau seperti apa wanita bernama Mawar itu,aku ingin bunuh wanita itu lebih dulu supaya Jorse tau siapa Wiliam helius"Balas Wiliam sambil meninju mejanya "Buuk"
"Ba-baik tuan"Kata Beny gugup hendak pergi dari hadapan Wiliam.
"Tunggu"Kata Wiliam membuat langkah Beny terhenti.
"Kau juga harus cari tau wanita direstoran tadi,aku sangat suka padanya"Kata Wiliam saat Beny membalikan tubuhnya.
"Baik tuan akan saya usahakan"Balas Beny bergegas pergi meninggalkan Wiliam.
"Huh...,gimana mau cari tau wanita direstoran itu buat kerjaan baru saja,belum lagi mencari wanita bernama Mawar"Gerutu didalam hati Beny saat berjalan pergi.
Disisi lain Wiliam tersenyum sendiri dengan mata terpejam mengingat wajah Mawar,tampaknya Wiliam jatuh cinta dengan pandangan pertama dengan Mawar.
Wiliam mengeluarkan ponsel dan membuka album foto melihat foto wanita berparas cantik dengan rambut berwarna emas,perlahan tangan Wiliam mengelus foto itu dengan raut kesedihan.
"Jenifer tujuh tahun kau sudah tiada sayang,akhirnya aku menemukan penggantimu,aku akan menikahi wanita tadi,matanya sangat mirip denganmu,sayang kenapa kau meninggal begitu cepat"Kata Wiliam hembus nafas kasar terasa sesak dihatinya.
Jenifer adalah istri Wiliam yang sudah meninggal karena penyakit kanker rahimnya,Wiliam sudah lama menduda iya sulit jatuh cinta,melihat Mawar ditoilet tadi hatinya yang tertutup untuk kata cinta kini terbuka kembali.
Bersambung*
Like
Vote
Komen
Pavorit.
__ADS_1