TUMBAL PEMUAS RANJANG

TUMBAL PEMUAS RANJANG
Episode 17


__ADS_3

Paparan sinar mentari masuk kecelah jendela kamar Mawar,iya terbangun dan melihat tidak ada Jorse disisinya,Ya tadi malam mereka baru bertengkar karena Yuda.


"Bagus dia tidak tidur bersamaku,aku hanya terpaksa melayaninya"Batin Mawar langsung berjalan masuk kedalam kamar mandi.


Mawar memmbersihkan tubuhnya setelah itu iya memakai baju santai,kaki Mawar berjalan kelantai bawah dan melihat Adiknya lagi sarapan dengan bahagia.


"Adi lagi makan apa dek?"Tanya Mawar tersenyum bahagia.


"Nasi goreng mbak,dibuatkan Tante Rini,mbak mau juga?"Jawab Adi tersenyum.


"Mbak nanti aja sarapan,sekarang kamu habiskan sarapannya ya,mbak mau bantu Tante Rini"Balas Mawar mengacak rambut Adi.


"Adi bahagia tinggal disini,apa aku egois ya mau pergi dari sini cepat cepat,adikku mendapat kehidupan layak disini,ah aku bingung ya Allah".Batin Mawar.


"Nona kenapa melamun?"Tanya Rini heran melihat Mawar berdiri matung.


"Ah enggak,Mbak ada yang bisa Mawar bantu?"Balas Mawar.


"Tidak usah nona,nanti kami kena hukum,nona bukan pelayan disini"Jawab Rini.


Jorse tiba tiba datang dengan tatapan dingin Rini melihat langsung fokus kerja kembali,Mawar membalikan tubuh baru sadar ada Jorse dibelakangnya.


"Ini dapur bukan pasar jangan ngobrol disini,apa kau mau aku pecat Rini?"Ketus Jorse.


"Tidak tuan,Maaf tuan saya tidak akan ngobrol lagi"Balas Rini dengan wajah tundukkan kepala.


"Siapkan sarapan Mom sekarang !"Titah Jorse dengan wajah ketat.


"Ba-baik tuan" Balas Rini dengan tangan gemetar menyiapkan sarapan,Rini tidak berani menatap sorotan mata Jorse yang seperti elang.


Lalu Jorse pergi tanpa melihat Mawar sekalipun,entah kenapa dia seperti menganggap Mawar tidak ada didapur itu.


"Tuan lagi enggak enak hati,Nona lebih baik anda kembali kekamar"Kata Rini.


"Baiklah Mbak"Balas Mawar menuruti Rini,Mawar terus berjalan kelantai atas menaiki anak tangga satu persatu.


"Baguslah dia cuek,aku jadi nyaman tinggal disini" Batin Mawar dengan senang.


Saat dilantai atas mata Mawar melihat Jorse lagi berdiri didepan pintu kamar Winda,mereka lagi ngobrol.


"Winda nanti malam aku tidur denganmu"Kata Jorse melirik Mawar yang berdiri termangu seperti menguping.

__ADS_1


"Ah Honey akhirnya kamu kembali seperti dulu"Balas Winda sangat senang langsung melingkarkan kedua tangan dileher kuat Jorse.


Mawar tidak perduli iya langsung masuk kedalam kamarnya,Mawar berjalan duduk diatas ranjang dengan rasa bahagia.


"Artinya aku tidak terpaksa lagi melayani Pria sombong itu,aku bebas"Kata Mawar bicara sendiri.


Tok tok tok


"Siapa?"Tanya Mawar heran langsung ketakutan iya pikir Pria itu yang ingin masuk,tapi kalau Pria itu ngapain pake ketok pintu segala.


"Saya nona,Rita"Balas Rita dari luar pintu kamar,Mawar langsung membuka pintu kamarnya.


"Ya mbak ada apa?"Kata Mawar heran melihat Rita membawa baju baru.


"Saya mau mandikan nona"Kata Rita langsung masuk kedalam kamar.


"Tapi Mawar udah mandi mbak,lagian acara mandi kek kemarin apa mau diulang lagi?"Mawar jadi bingung.


"Ini perintah tuan Jorse nona,saya tidak mau kena hukuman cambuk lagi,saya juga harus memotong kuku anda"Balas Rita.


"Jangan mbak ini kuku kesayangan Mawar,lagian ini tidak terlalu panjang"Jawab Mawar.


Rita membuka pakaiannya sedikit untuk memperlihatkan luka bekas cambukan,Mawar melihat itu jadi heran dan bingung.


"Ini akibat dicambuk tuan Nona,kalau anda tidak menurut saya akam dihukum,jadi tolong nona harus ngerti pekerjaan saya,apalagi anda kemarin mencakar tuan sayalah yang terkena imbasnya"Jawab Rita dengan wajah ketakutan.


"Kejam sekali dia,maaf Mbak,Mawar enggak tau,ya sudah Mawar mau dimandikan mbak"Balas Mawar.


"Terima kasih nona anda mau menurut,ayo nona"Tukas Rita langsung menyiapkan handuk serta peralatan mandi dan lulur spa.


"Padahal sudah mandi,tapi biarlah kasihan pelayan ini,Pria itu memang kejam bisa bisanya dia menyiksa pelayan sendiri"Batin Mawar kesal.


Kini Mawar serta pelayan Rita keluar dari kamar menuju kamar mandi spesial,mata Rita melihat Jorse berjalan kearah mereka berdua.


"Tuan" Rita menyapa sambil tundukkan kepala,Mawar juga mengikuti sikap Rita,Jorse menatap elang Mawar dan Rita.


"Bagus,cepat mandikan dia,setiap pagi harus kamu mandikan supaya kuman kuman orang miskin hilang,jangan lupa kukunya dipotong aku tidak mau kena cakaran lagi,kulitku bisa tetanus !"Ketus Jorse.


"Sombong banget,dia semakin dingin setelah kejadian semalam"Gumam Mawar kesal.


"Satu lagi Rita setelah kau mandikan dia suruh dia menunggu dikamar,aku mau bicara penting" Titah Jorse setelah itu langsung pergi.

__ADS_1


"Baik Tuan" Balas Rita menurut langsung menarik tangan Mawar menuju kamar mandi khusus.


"Mau apa dia bicara,apa aku mau disiksa lagi"Batin Mawar tidak tenang.


"Nona ayo duduk biar saya buka baju nona"Kata Rita.


"Biar Mawar aja yang buka sendiri mbak"Balas Mawar langsung membuka pakaiannya.


Mawar dimandikan Rita dengan bersih setelah diberi lulur,lalu Mawar merelakan kuku kesayangannya dipotong habis,setelah itu Rita mengeringkan tubuh Mawar selesai mandi.


"Mbak biar Mawar aja,jadi enggak enak"Kata Mawar merasa risih.


"Baik Nona".Balas Rita tersenyum.


Setelah itu Rita mengantarkan Mawar masuk kedalam kamarnya,kaki Rita berjalan keruangan kerja Jorse dilantai bawah,Rita langsung mengetuk pintu ruangan itu.


"Masuk aja tidak dikunci" Kata jorse sambil sibuk melihat laptopnya.


"Tuan nona Mawar sudah selesai mandi,nona sudah didalam kamar khusus itu tuan"Tukas Rita sudah didalam ruangan.


"Ya kau boleh pergi" Titah Jorse tanpa melihat Lawan bicaranya.


Rita pergi membuka pintu lalu keluar dari kandang singa iya bernafas lega,disisi lain Hasan diam saja tanpa bicara berdiri disamping Jorse yang mengetik keyboard laptopnya.


"Ada apa Hasan,kau melirik aku terus?,matamu perlu aku cungkil hum !"Ketus Jorse melirik Hasan.


"Ah Maaf tuan saya tidak berani" Balas Hasan ketakutan.


"Tuan seperti dukun tau saja gerak gerikku"Batin Hasan keringat dingin.


"Rapikan ruanganku,aku mau kelantai atas,jangan ada kotoran dimeja kerjaku Hasan,aku tidak mau ingat itu !"Titah Jorse langsung pergi dari ruangan kerja.


"Baik Tuan" Balas Hasan langsung merapikan berkas berkas dan yang lainnya.


"Karena kejadian tadi malam tuan kembali lagi moodnya dingin dan ketus kek dulu,oh Tuhan aku kira nona Mawar bisa meluluhkan hati tuan,aku salah menilai ck"Batin Hasan geleng kepala.


Disisi lain Jorse menaiki anak tangga satu persatu dan membuka pintu kamar,Jorse langsung masuk kedalam kamar melihat Mawar duduk manis ditepi ranjang.


Bersambung*


Like.

__ADS_1


Komen.


Pavorit.


__ADS_2