TUMBAL PEMUAS RANJANG

TUMBAL PEMUAS RANJANG
Episode 23


__ADS_3

Pagi hari Mawar sudah terbangun dari tidurnya,tenggorokkan mawar terasa haus iya mengambil teko dan menuang kedalam gelas.


"Habis ternyata"Kata Mawar menaruh teko diatas meja nakas,lalu kaki Mawar berjalan keluar kamar dan menuruni anak tangga satu persatu.


Setelah menuruni anak tangga Mawar melihat ruangan olah raga milik Jorse,pintu ruangan itu terbuka begitu saja,penasaran Mawar melihat kearah pintu dan berjalan masuk kedalam ruangan.


Mawar melihat Jorse yang lagi olah raga angkat bambel berat,dengan jelas roti sobek dan dada berbentuk itu tampak bersinar dikedua bola mata Mawar,apalagi roti sobek itu kilat karena keringat dikulit Jorse.


"Tubuh tuan berbentuk gitu,kek di film film wow"Batin Mawar kagum.


Mawar memejamkan mata apa yang iya lihat tadi,bersandar didekat tembok pintu,lalu Mawar ingin melihat lagi Jorse yang sibuk angkat barbel itu.


"Lho kok enggak ada?"Gumam Mawar heran karena ruangan kosong.


"Mmmm,apa perlu aku cungkil mata kamu,mengintipku disini"Bisik Jorse ternyata ada dibalik tubuh Mawar.


"Aduh mati aku"Batin Mawar terkejut dengan rasa ketakuan.


"Tu-tuan,Mawar tadi kebetulan lewat,iya tuan ehehe"Kata Mawar cengengesan.


"Kau suka mengintip Pria lagi bertelanjang dada begini Hum..!"Kata Jorse menatap elang.


"Atau kau bernafsu melihat tubuh sexyku ini?"Tanya Jorse lagi berjalan maju mendekati Mawar.


"Tu-tuan maaf,saya enggak sengaja datang ketempat ini'Balas Mawar gugup dengan berjalan mundur.


"Kau nakal gadis miskin,salahnya lagi dapat bulan,kalau tidak aku makan kamu disini"Balas Jorse tersenyum mesum.


Mawar mentok ditembok dengan takut,Mawar memejamkan mata saat wajah Jorse mendekati wajahnya,seakan ingin mencium,satu dua tiga hitungan menit berlalu tetapi kenapa Mawar tidak dicium juga,Mawar membuka matanya satu ternyata Jorse masih berdiri dihadapannya.


"Mikir apa?,cepat sekarang kamu pergi"Titah Jorse ketus.


"Maaf Tuan"Hanya itu diucapkan Mawar karena iya pikir akan dicium.


"Hus...,hus..,mikir apa kamu Mawar"Batin Mawar yang sedikit gila.


Disisi lain Jorse tersenyum didalam ruangan olah raga,melihat wajah Mawar yang lugu dengan rasa takut tadi,tetapi senyum Jorse hilang saat melihat Winda berjalan mendekati.


"Honey apa kamu mau sarapan sekarang?"Tanya Winda manja.


"Nanti saja,apa kau tidak lihat aku masih angkat bambel ini hum"Ketus Jorse menatap elang wajah Winda.


"Baiklah Honey,kalau gitu aku sarapan duluan ya"Balas Winda tersenyum manis.


"Hei tunggu"Balas Jorse masih posisi angkat bambelnya.

__ADS_1


"Ya Hon,apa kamu berubah fikiran mau sarapan?"Kata Winda senang.


"Aku ingin kau membawa sarapan untuk Mom,Kartika tidak enak badan"Titah Jorse nada tegas.


"Ow gitu,baiklah sayang,aku akan mengambil sarapan Mom didapur"Balas Winda langsung pergi berjalan kearah dapur.


Winda sampai didalam dapur dan melihat nanar Adi yang sarapan,Rini tau itu langsung membawa Adi pergi menjahui dapur.


"Rita mana sarapan untuk nyonya besar?"Tanya Winda mendongakkan wajah.


"Ini nyonya sudah saya siapkan"Balas Rita langsung menghidangkan bubur ayam diatas meja makan.


"Cih...,sebenarnya malas menemui nenek tua itu,bawel,aku tidak suka banget pada nenek tua itu,entah kenapa dia jadi mertuaku"Batin Winda tidak senang dihati.


Lalu Winda berjalah menaiki anak tangga satu persatu,sambil membawa sarapan buat Mala yang dianggapnya nenek tua,langkah Winda terhenti saat melihat Mawar sudah didalam kamar Mala.


"Placur kecil ini sudah diperingatkan masih saja bangkang,aku sangat muak dengannya"Batin Winda marah sambil melihat nanar wajah Mawar.


"Mom sayang ini sarapannya"Kata Winda dengan badan terbungkuk sedikit meletakkan sarapan diatas meja nakas.


Mata Mala melihat kalung itu dipakai Winda,lalu Mala melihat leher Mawar kosong tanpa kalung pemberiannya semalam.


"Mawar kenapa kalung itu bisa dileher Winda?"Tanya Mala sedikit kecewa.


"Mawar memberikan ini padaku Mom,iya kan Mawar?"Sambung Winda memandang wajah Mawar dengan nanar.


Mawar melihat Mata Winda yang terbelalak,dengan rasa takut Mawar hanya anggukan kepala kepada Mala yang menunggu jawaban dari perkataanya tadi.


"Mawar apa benar itu?,jangan anggukan kepala saja"Tanya Mala melirik wajah Mawar yang seperti tertekan.


"Ben-benar Mom"Balas Mawar dengan takut melirik wajah Winda yang sangar.


"Aku memberikan kalung itu untuk kamu,bukan untuk diberikan pada orang lain,kamu tidak pandai menjaga amanahku Mawar,apa yang diberikan orang lain tidak boleh diberikan lagi pada orang lainnya"Kata Mala dengan kesal.


"Maafkan Mawar Mom"Kata Mawar sedih merasa bersalah.


"Waw,nenek tua ini marah,bagus placur kecil kau sudah menaruh noda kecil dipikiran mertuaku yang bawel ini"Batin Winda tersenyum licik.


"Kamu lagi Winda,itu pemberianku kenapa kau menerima pemberian Mawar,cepat kau buka kalung itu sekarang juga"Kata Mala lagi membelalakan mata.


"Ba-baik Mom"Kata Winda,lalu dengan kesal Winda membuka kalung itu memberikannya ditangan Mala,Winda jadi malu sekali.


"Kau pakai ini Mawar,itu memang untukmu,jangan sampai aku lihat lagi orang lain yang memakainya,ingat siapapun tidak berhak memakai kalung ini kecuali kamu"Kata Mala langsung menyerahkan kalung ditangan Mawar.


Mawar melirik Winda yang berwajah kesal saat mengambil kalung ditangan Mala,Mala juga melirik sikap Winda yang aneh.

__ADS_1


"Pasti Winda menekan gadis lugu ini,aku tau sifat dan sikap asli Winda"Batin Mala dengan kesal.


Dengan wajah masam Winda langsung pergi dari dalam kamar Mala tanpa pamit,Jorse melhat wajah Winda yang masam saat menaiki anak tangga menuju kamar Mala.


"Apa Mom menasehati Winda lagi,kenapa dia berwajah seperti itu?"Tanya Jorse didalam hati.


Lalu Jorse masuk kedalam kamar Mala dan melihat Ibunya tersenyum bahagia saat Mawar memakai kalung pemberianya.


"Mom begitu suka dengan gadis miskin ini,pasti Winda kesal karena ini"Batin Jorse geleng kepala.


"Anakku kenapa kau berdiri saja dipintu?,seperti penagih hutang saja"Kata Mala tersenyum manis.


"Mom kenapa kau memberikan kalung itu kepadanya?"Tanya Jorse melihat elang wajah Mawar.


"Itu kalung keluarga kita Mom,aneh saja dia yang pakai itu,karena dia bukan istriku Mom"Kata Jorse lagi heran.


Mawar jadi tarik diri ingin sekali iya membuka kalung itu dari lehernya,mendengar perkataan Jorse,sebagai pemuas ranjangnya Mawar tidak berhak memakai kalung itu.


Tetapi Mawar menahan perkataan Jorse itu,iya menyimpan telak didalam hatinya,Mawar seperti makan pil pahit dengan ucapan Jorse.


"Aku suka dia nak,apa aku salah memberikan kalung itu buat Mawar?Sudahlah jangan bawa masalah baru"Jawab Winda datar.


"Kau boleh keluar,aku mau menyuapi sarapan buat Mom"Titah Jorse nada tegas mengambil sarapan dari atas meja.


"Baik tuan"Kata Mawar dengan wajah sedih matanya sedikit mengembun.


"Hei hei,biarkan saja dia disini,Mom mau Mawar yang suapin sarapan ini"Kata Mala langsung mengambil semangkuk bubur ayam dari tangan Jorse.


"Mawar kamu mau suapin Mom?"Tanya Mala menaruh mangkuk sarapan itu diatas tangan Mawar.


"Dengan senang hati Mom"Kata Mawar tersenyum polos langsung menyuapi Mala.


"Mom tidak mau dengan siapa siapa,cuma aku yang mau menyuapinya makanan,kenapa iya mau disuapin makan dengan gadis miskin ini,lalu seenaknya dia memanggil Mom dengan sebutan Mom"Batin Jorse heran.


Dengan lembut dan cekatan serta obrolan Mawar menyuapi wanita setengah baya itu,Jorse terdiam duduk diatas sofa melihat wajah bahagia Mala.


Bersambung*


Like


Vote


Komen


Pavorit.

__ADS_1


__ADS_2