
Jorse membawa Mawar masuk kedalam kamar khusus itu,Mawar terduduk diatas sofa sedangkan Jorse berdiri memandangi Mawar dengan tatapan elang.
"Apa kau gadis lemah,apa tidak bisa menjaga diri Hum,kalau kau dianiaya orang apa tidak bisa membela dirimu sendiri,jangan bodoh kamu !"Ketus Jorse kesal.
"Tuan,kejahatan itu tidak harus dibalas dengan kejahatan,tuan memukul nyonya Angel apa tuan puas !"Balas Mawar.
"Apa maksudmu?,dia salah pantas dipukul"Tukas Jorse geleng kepala.
"Kalau marah tidak perlu main tangan,semua tidak harus pakai kekerasan,kasihan nyonya Angel,pasti dia semakin membenciku"Balas Mawar.
"Siapapun yang membuat hatiku kesal aku tidak segan segan membunuh atau menyiksanya,ingat itu !"Ketus Jorse.
"Kamu bukan Tuhan seenaknya menghukum orang bersalah,Mawar mohon tuan jangan melakukan kekerasan lagi"Kata Mawar wajah memelas.
"Apa kau merayuku dengan wajahmu itu?"Tanya Jorse buang muka.
"Mawar bukan merayu,tapi tidak semua dilakukan pake kekerasan,semua bisa dibicarakan dengan baik baik"Kata Mawar dengan wajah sedih.
"Tuan jangan membunuh lagi,Mawar mohon"Kata Mawar lagi.
"Apa urusanmu?,kau siapa mau mengatur aku,sudahlah jangan buat masalah baru"Ketus Jorse.
"Tuan Mawar mohon jangan hukum orang dirumah ini,kasihan mbak Angel"Kata Mawar langsung memeluk Jorse dengan erat.
Jorse terkejut melihat sikap Mawar yang memeluk tubuhnya,baru kali ini Mawar melakukan hal manja seperti itu.
"Ck,lepaskan pelukanmu itu aku tidak mudah dirayu"Kata Jorse melepaskan pelukan dengan kasar.
"Dengar ya,jangan pernah mengatur aku ataupun menghalangi jalanku untuk menghukum siapapun,sekarang siapkan dirimu"Kata Jorse berjalan kearah pintu kamar.
"Maksud tuan?"Tanya Mawar tidak paham ucapan Jorse.
"Siapkan dirimu,aku mau ajak kamu makan malam nanti,suruh Rita membersihkan tubuhmu itu"Kata Jorse langsung keluar dari kamar khusus.
"Tuan mau ajak makan malam?,tidak biasanya,dia keras kepala tidak mau dengar permohonanku"Gumam Mawar mengkerutkan dahi.
Mawar berjalan keluar kamar mengetuk kamar Kartika,dengan cepat Kartika membuka pintu kamarnya.
"Mbak tuan mengajak makan malam,Mawar harus pakai baju apa?"Tanya Mawar bingung masuk kedalam kamar Kartika.
__ADS_1
"Tumben,biasanya kalau Jorse mengajak makan malam pasti mau betemu klien penting"Balas Kartika tersenyum.
"Klien? apa itu klien penting mbak?"Tanya Mawar semakin bingung.
"Patner bisnis Jorse,urusan kantor"Balas Kartika.
"Seperti tuan Fedrik?,Mawar tidak mau mbak kalau menemui orang seperti tuan Fedrik yang udah mati itu"Kata Mawar takut.
"Bukan,sudah deh kamu harus tenang Mawar,percaya sama mbak,nah sekarang kamu mandi dulu biar mbak siapkan gaun malam yang indah buat kamu"Kata Kartika tersenyum ramah.
"Baiklah mbak,Mawar percaya mbak"Balas Mawar tersenyum indah.
Beberapa jam terlewati matahari mulai bersembunyi dibalik awan yang mulai gelap, Jorse sudah bersiap dengan pakaian set jasnya didalam kamar pribadinya,Jorse melangkah keruangan kerja menuruni anak tangga satu persatu.
"Hasan sudah kau siapkan restoran yang akan aku kunjungi?"Tanya Jorse sambil duduk diatas sofa empuk.
"Tuan apa tidak berbahaya kita keluar tanpa pengawal,kematian Fedrik masih hangat hangatnya,saya takut mereka mengusik makan malam anda tuan"Balas Hasan berwajah cemas.
"Apa yang perlu kau cemaskan Hasan,memang aku dengar Wiliam sudah datang keindonesia,tapi aku tidak gentar atau takut sama sekali,aku hanya ingin mencari suasana baru saja bosan melihat kasino dan wajahmu itu"Balas Jorse dengan serius.
"Tuan saya takut nona Mawar,nona Mawar belum mengerti dunia kita,berbeda dengan ketiga istri tuan,saya takut tuan"Kata Hasan kerutkan kedua alisnya.
"Kau terlihat cemas sepertinya kau sangat perhatian dengan gadis miskin itu,apa kau suka dia Hasan?"Kata Jorse menatap elang Hasan.
"Mmm,aku kira ucapanku tadi benar,hampir saja mau mematahkan lehermu itu Hasan,aku tegaskan sekali lagi kau tidak perlu ragu denganku,aku bisa menjaga gadisku itu"Kata Jorse langsung berdiri dari duduk.
"Kau siapkan mobil,ini sudah jam tujuh malam,pasti dia sudah siap siap untuk pergi"Kata Jorse bergegas pergi dari ruangan.
"Baik tuan"Balas Hasan langsung keluar dari ruangan menuju garasi mobil.
Jorse berdiri didepan pintu utama rumah,mata Jorse melihat arlojinya berulang ulang karena tidak mau menunggu lama,lalu Jorse terkesima melihat Mawar menuruni anak tangga satu persatu bersama Kartika.
"Cantik"Gumam Jorse tidak pernah memuji wanita dan baru kali ini mulutnya mengatakan itu.
Mawar memakai guan hitam mewah dengan panjang selutut,Mawar terlihat sexy dengan elegan,rambut panjang sedada iya gerai begitu saja dengan polesan makeup soft.
"Mbak Kartika Mawar enggak biasa pakai sepatu tumit tinggi,apalagi baju sexy kek gini"Cicit Mawar disamping Kartika.
"Kau harus tampil mewah dan elegan Mawar,entar terbiasa kok,ingat apa yang aku ajarkan tadi bersikaplah sedewasa mungkin"Balas Kartika.
__ADS_1
"Terima kasih mbak"Senyum ramah lalu berjalan hati hati takut terplekok memakai hak heels.
"Kenapa lama sekali,aku sudah lama menunggu"Kata Jorse ketus.
"Sayang galak amat,namanya wanita pasti lama memilih gaun"Sambung Kartika.
"Aku tidak bertanya dengan kamu Kartika,hah sudahlah kalian para wanita menyebalkan"Kata Jorse langsung menarik pergelangan tangan Mawar.
"Tuan pelan pelan jalannya,Mawar belum terbiasa pakai sepatu beginian"Kata Mawar takut keseleo.
"Ck,kau tau?,penampilanmu ini yang paling terjelek aku lihat"Kata Jorse langsung masuk kedalam mobil dengan tersenyum.
"Jelek?,tapi kata Mbak Kartika aku cocok dengan gaun ini,apa mata tuan katarak"Kata Mawar sudah masuk kedalam mobil.
"Pffft" Hampir saja Hasan tertawa mendengar ocehan Mawar,Jorse melirik Hasan dengan kesal sekali.
"Hasan cepat kau lajukan mobil ini,apa kau mau terdiam saja menguping Hum,apa harus aku potong kupingmu itu?"Kata Jorse mengeraskan rahangnya.
"Ma-maaf tuan"Kata Hasan langsung menghidupkan mesin mobil dan melajukan mobil.
"Penampilan tuan hari ini juga paling terjelek"Kata Mawar ingin membalas perkataan Jorse.
"Apa kau mau meledekku?,lebih baik kau diam duduk manis,jangan bercanda yang mustahil"Balas Jorse kesal.
"Aku tidak meledek tuan,lihat tuh kumis tuan belum dicukur"Kata Mawar menahan tawa.
"Kumis?"Kata Jorse berfikir lalu menghadap spion tengah melihat kumisnya sendiri.
"Benar juga aku belum cukur kumis,hah ini sangat memalukan"Batin Jorse mendengus kesal.
Hasan melirik menahan senyum melihat Jorse yang terdiam memegang kumisnya,Mawar melihat jendela mobil menahan tawa karena melihat wajah Jorse yang terbodoh seperti memikirkan sesuatu.
Bersambung*
Like
Vote
Komen
__ADS_1
Pavorit.
Hallo guys jangan lupa like and komennya ya author sangat berharap,terima kasih yang sudah likenya.