
Ternyata Mawar ditarik Winda masuk kedalam kamarnya,mata Mawar melihat kedua wanita lain duduk dengan elegan sambil lipat kaki memandang Mawar dengan wajah sangar.
"Mbak ini wanita yang mau merebut posisi kita"Kata Winda dengan geram.
"Ow,jadi ini cantik juga"Kata Kartika berwajah manis.
"Hei placur,jangan coba coba kau jadi penjilat didepan suami kami" Ketus Angel berdiri dari duduk mendekati Mawar.
"Mawar salah apa sama kalian,Mawar dipaksa kesini,bukan kemauan Mawar"Kata Mawar heran.
"Jangan sok lugu kamu,jalaang"Ketus Winda.
Winda langsung menarik rambut Mawar lalu mendorong nyudut ketembok,Mawar meronta ronta kesakitan.
"Winda hentikan,apa kau mau dipukul suami kita lagi?"Kata Kartika.
"Aku kesal mbak,karena dia wajah cantikku ini jadi lebam"Kata Winda langsung melepaskan rambut Mawar.
"Mawar kamu boleh keluar"Titah Kartika.
"Terima kasih ya mbak yang baik"Kata Mawar tersenyum.
Sebagai istri pertama Winda tidak bisa menolak permintaan Kartika,Winda jadi kesal setelah Mawar begitu saja keluar dari kamar Winda,wanita itu pikir setelah mengadu kepada Kartika dan Angel mereka akan menyiksa Mawar ternyata tidak.
"Mbak kenapa sih enggak siksa dia,biar dia pigi dari rumah ini"Kata Winda geram.
"Sudahlah Winda ini semua salahmu,coba kau kasih anak pasti suami kita enggak bakalan cari wanita lain"Balas Kartika pasrah.
"Aku enggak kek mbak pasrah aja,aku akan cari cara menyingkirkan placur kecil itu"Kata Winda.
"Aku sependapat sama Winda mbak Kartika,aku tidak suka Jorse menambah wanita lain dirumah ini"Balas Angel.
"Aku enggak ikutan,sudah aku mau kekamarku"Sambung Kartika bergegas pergi.
"Kartika memang sialan,bisa bisanya dia pasrah"Ucap Winda jengkel.
"Hah,nasib jadi wanita mandul,kamu sih entah ngapai pakai pil KB segala"Balas Angel.
"Besok aku rayu Jorse supaya mau tidur denganku,aku mau buang pil KB itu"Sambung Winda Ambisi.
"Bagus,biar placur kecil itu disingkirkan dari sini"Balas Angel.
Disisi lain Mawar sudah masuk kedalam kamarnya,iya baringkan tubuh lelah karena Mawar sudah mengantuk,Mawar langsung tidur terpulas karena baru ini merasakan ranjang empuk.
"Ceklek" Pintu kamar Mawar dibuka Jorse,Jorse melihat Mawar yang sudah terpulas,lalu Jorse naik keatas ranjang melihat wajah Mawar yang sudah tidur.
"Kenapa aku didekatmu tidak tega untuk menyiksamu,hah tapi kau naif dan bodoh buat kesal" Gumam Jorse.
Perlahan tangan Jorse membelai pipi lembut Mawar,mengelusnya dengan lembut membuat Mawar bergerak sedikit langsung Jorse menarik tangannya.
"Tuan apa yang tuan lakukan?"Mawar terbangun dengan sentuhan Jorse.
"Ah tidak apa apa,aku hanya ingin tidur disini"Jawab Jorse kebingungan.
"Mawar mau tanya sebenarnya berapa utang ayah?"Tanya Mawar.
__ADS_1
"Untuk apa kau bertanya itu?"Jawab Jorse balik tanya.
"Aku akan melunasinya,lalu pergi dari sini"Kata Mawar.
"Ahahahaah,pakai apa kau melunasinya?,apa kau punya uang?"Tanya Jorse dia tertawa.
"Tidak punya uang,tapi aku bisa bekerja"Jawab Mawar.
"Kau sudah bekerja untukku"
"Kerja?,kerja apa?"Cicit Mawar.
"Kerja melayaniku diranjang ini"Jawab Jorse tersenyum licik.
"Mawar bukan placurmu tuan"Kata Mawar dengan mata mengembun.
"Itu sudah perjanjian dengan Ayahmu,jangan salahkan aku gadis miskin"Kata Jorse.
"Gadis miskin,gadis miskin,enak banget tuan menamai Mawar gadis miskin,tadi didepan nyonya besar anda memanggil nama Mawar"
"Memang kau miskin,satu lagi didepan Mom kau jangan nyeplos kek tadi"Ketus Jorse.
"Kalau gitu aku akan menamai tuan,Om kejam"Kata Mawar dengan lantang.
"Kau pikir aku tua tua banget,Aku bukan Om kamu"Ketus Jorse.
"Kamu berumuran empat puluh tahun,pantas aku Panggil Om"Kata Mawar.
"Sialan,umurku tiga puluh tahun"Kata Jorse.
"Apa aku kelihatan tua ya,masa aku dibilang empat puluh tahun"Batin Jorse ketakutan dibilang tua.
"Bodoh,padahal aku hanya menggodanya,dia tampan seperti umur dua puluhan,tapi aku benci kesombongannya itu"Batin Mawar didalam hati tersenyum.
Mata Jorse melirik Mawar yang tersenyum sendiri,Jorse jadi sadar kalau dia hanya diledek anak kecil,Jorse kesal langsung berjalan naik keatas ranjang.
"Kau menggodaku ternyata"Kata Jorse.
Jorse langsung membaringkan tubuh Mawar dengan paksa,kedua tangan Mawar dikunci diatas kepalanya takut terkena cakaran kuku Mawar lagi,bibir Jorse langsung menggigit kecil telinga Mawar.
"Hentikan itu geli banget,aku tidak mau"Kata Mawar meronta kecil.
"Kau baru sehari disini sudah berani menggodaku,kau harus dihukum"Kata Jorse.
Jorse langsung membuka baju Mawar dengan paksa,Jorse langsung bermain disalah satu bukit itu.
"Tu-tuan jangan Aw"Cicit Mawar menolak tapi bahasa tubuhnya mengatakan lain.
Jorse menyeringai saat Mawar tidak melawan lagi,Mawar seperti menikmatin perbuatan dan sentuhan Jorse.
"Tu-tuan ampun,iya Mawar janji enggak bicara Aneh lagi,hentikan tuan"Kata Mawar yang sedikit meracau saat Jorse memegang area sensitif Mawar.
Jorse melihat Mawar diam seperti patung,Pria ini tidak suka saat bermain tidak ada balasannya,Jorse langsung berdiri memakai pakaiannnya kembali tidak jadi menggauli Mawar malam ini,Mawar bernafas lega.
"Lain kali kalau melayaniku jangan seperti debok pisang,diam saja"Bisik Jorse dikuping Mawar dengan kesal.
__ADS_1
"Maksud anda apa?"Kata Mawar polos.
"Hah goblok banget sih,kau harus seperti istriku yang lainnya melayaniku,Kau harus pandai mengisap punyaku"Kata Jorse terus terang.
"Hisap apa tuan?,Mawar enggak ngerti"Kata Mawar bingung.
"Tulalit,Oh my god"Jorse kesal lalu mengambil pisang dikeranjang buah diatas meja nakas.
"Sekarang kau hisap ini?"Titah Jorse menyodorkan pisang.
"Astaga tuan,ini pisang untuk dimakan bukan dihisap"Kata Mawar polos.
"Gadis miskin kau pacaran berapa kali sih?"Tanya Jorse menggeram.
"Belum pernah sama sekali tuan,kau yang mengambil ciuman pertamaku,kesucianku huh" Sungut Mawar polos.
"Aku udah jadian sih ama Mas Yuda,tapi habis jadian langsung kesini,belum sempat ciuman,jadi rindu mas Yuda"Batin Mawar.
"Jangan banyak omong,sekarang kau hisap pisang ini,setelah kau pandai baru hisap yang asli"Kata Jorse membuat Mawar semakin bingung.
Jorse membuka kulit pisang langsung menyodorkan kemulut Mawar,gadis polos itu menurut mengisap pisang lalu tangan Jorse mendorong pisang maju mundur,Mawar yang bego menurut saja.
"Cukup tuan Mawar bisa kelolokan"Kata Mawar menyetop mengisap pisang.
"Sekarang kau sudah paham?"Tanya Jorse.
"Enggak" Jawab Mawar dengan wajah terbodoh.
"Astaga kau tamat sekolah apa sih?,bego banget,oh my God"Jorse jadi fustasi.
"Tamat SMP Tuan"
"Sudah cukup,lama lama aku bisa gila bicara ama kamu bego,miskin,tulalit"Kata Jorse langsung berjalan kearah pintu.
"Tunggu tuan"Panggil Mawar berjalan memakai selimut karena iya tanpa busana.
"Apa lagi sih?"Jorse mengacak rambutnya lalu berbalik badan.
"Berapa kali aku melayani tuan,supaya hutang ayahku lunas?"Tanya Mawar.
"Sampai kau pandai mengisap pisang"Jawab Jorse langsung pergi dari kamar khusus.
"Buat kesal aja,aku mau dia hisap Sialex,enggak peka banget"Gumam Jorse kesal sekali.
Disisi lain Mawar yang masih bingung sama ucapan terakhir Jorse terduduk diatas ranjang sambil berfikir keras,Mawar mana tau bermain mesum wong masih sehari jadian ama Yuda udah digondol kerumah Jorse.
Bersambung*
Like
vote
komen
pavorit
__ADS_1