TUMBAL PEMUAS RANJANG

TUMBAL PEMUAS RANJANG
Episode 14


__ADS_3

Jorse duduk diatas sofa empuk didalam ruangan kerja kasinonya,sambil fokus dengan laptop mengerjakan berkas kantor,selain kasino dia juga mempunyai beberapa perusahaan,ditemani Hasan yang berdiri matung sambil fokus dengan Handphone.


"Ah enggak fokus,aku mau pulang saja jadinya"Kata Jorse mengacak rambutnya.


"Tumben tuan uring uringan"Batin Hasan terheran heran.


"Aku ingin dengar suaranya,polos ama begonya,mmm"Kata Jorse garuk tengkuknya.


Tiba tiba Maikel datang menyeret dua orang kehadapan Jorse,Jorse langsung berdiri dari duduk memakai sapu tangan spesial buat mukul orang.


"Bos mereka main curang didalam,bawa kartu lain"Ucap Maikel.


"Tuan ampuni saya,saya khilaf tuan"Kata pria botak setengah baya.


"Tuan ampuni kami tuan"Sambung Pria kurus langsung menyembah dikaki Jorse.


"Lalat mau curang..!!,sampah seperti kalian harus dibasmi"Kata Jorse langsung menginjak punggung pria kurus yang bersujud dihadapan Jorse.


"Buk,pak buk"Jorse meninju tanpa jeda pria kurus tersebut,bagi Jorse memukul adalah kesenangannya apalagi membunuh.


"Berani sekali kalian curang ditempatku,kau harus mati !"Kata Jorse langsung ambil pistolnya.


"Tu-tuan ampun tuan"Kata Pria kurus yang sudah babak belur.


"Tuan saya janji tid------"


"Door,door,door."Bicara pria kurus jadi terputus Jorse langsung menembak pria itu dengan tiga tembakan,Pria kurus itu mati seketika.


"Apa kau mau seperti dia?"Tanya Jorse menginjak kepala pria botak.


"Ampun tuan,saya berjanji tidak akan curang lagi"Kata Pria gendut itu takut.


Jorse berbalik badan membelakangi Pria botak itu,Pria botak melirik dan mengeluarkan pisau langsung menusuk lengan Jorse,Maikel langsung mengambil pistolnya "Dor dor dor" Pria botak itu langsung terkapar mati.


"Tuan anda tidak apa?"Tanya Hasan melihat darah dilengan Jorse.


Jorse langsung mencabut pisau dilengannnya dengan meringis kecil,Maikel langsung keluar ruangan memanggil dokter pribadi Jorse.


"Hanya luka tusuk aku tidak apa apa"Kata Jorse duduk diatas sofa.


"Tuan darahnya banyak sekali"Hasan jadi cemas dan bingung.


"Goblok kau sama seperti gadis miskin itu kurang cepat,ambil kotak p3k !!"Titah Jorse kesal.


"Maaf tuan" Imbuh Hasan langsung mengambil kota p3k,dengan cepat Jorse obati sendiri luka tusuk itu sebelum datang dokter pribadinya.


Terlihat Maikel datang dengan seorang dokter setengah baya,langsung dokter mengobati luka tusuk dilengan Jorse.


"Heru apakah ini tidak tetanus?,saya takut banget ama kuman"Kata Jorse dengan wajah ketat.


"Tidak tuan,saya sudah memberikan anti biotik,tuan istirahat saja"Kata Dokter setelah perban lengan Jorse.

__ADS_1


"Saya pulang saja,saya ingin lihat gadis miskin itu" Kata jorse langsung berdiri dari duduk.


"Tuan dari tadi bilang gadis miskin,apa nona Mawar?,wah kalau benar tuan ada rasa tuh"Batin Hasan sambil tersenyum.


"Hasan kenapa kau senyum sendiri hah?,apa kau senang aku tertusuk?"Kata Jorse menatap elang.


"Buk-bukan tuan,maaf"Balas Hasan.


Dokter pamit setelah mengobati luka Jorse,Maikel juga pamit untuk mengawasi semua orang didalam kasino.


"Hasan siapkan mobilku"Titah Jorse sambil memakai jasnya.


"Tuan apa tidak sakit luka itu,wajah tuan biasa saja".Kata Hasan heran.


"Ini luka kecil,lebih dari ini sudah pernah aku rasakan Hasan,kau bawel banget,siapkan mobilku"Kata Jorse dengus kesal.


"Baik tuan" Hasan langsung pergi menyiapkan mobil,sedangkan Jorse berjalan keluar pintu kasino melirik setiap pelanggan yang datang,dengan wajah sangarnya semua tunduk kepada Jorse.


"Hai Jorse !"Seorang pria memanggil Jorse dengan nama,Jorse mengenali suara itu langsung memutar matanya dengan malas.


"Apa !!,aku mau pulang"Balas Jorse ketus lalu dengus kesal.


"Cih,sama sahabat sendiri ketus amat,cepat banget elo mau pulang?"Kata Pria berwajah tampan bernama Raja.


"Bukan urusan lo,udah gue mau pulang"Balas Jorse langsung masuk kedalam mobil.


"Payah padahal gue mau ajak minum huh"Sungut Raja langsung masuk kedalam kasino.


"Hasan anak sampah itu lugu banget"Tiba tiba Jorse bicara begitu.


"Siapa maksud tuan?,anak Markum?"Kata Hasan bingung.


"Ya anak sampah Markum,bego banget buat aku kesal terus"Balas Jorse.


"Wajah tuan cerah kalau bicara soal nona Mawar"Kata Hasan nyeplos.


"Maksud kau apa Hasan!?"Sambung Jorse menggertakan gigi.


"Maaf tuan" Hanya kata itu kalau Hasan melakukan kesalahan,lalu mobil berhenti masuk kedalam halaman rumah besar itu,Jorse langsung keluar dari dalam mobil.


"Honey kamu udah pulang?"Tanya Winda yang menyambut Jorse didekat pintu.


"Singkirkan tanganmu itu".ketus Jorse saat Winda mengelus rahang Jorse.


"Honey malam ini tidur sama aku ya"Bujuk Winda dengan manja.


"Aku tidak selera lihat wajahmu yang bonyok itu,apa judulnya kalau aku bermain denganmu pakai wajah seram itu"Balas Jorse.


"Ini semua karena Honey memukul aku demi placur kecil itu,kalau tidak wajahku tidak begini".Dengus Winda kesal.


"Hentikan ocehanmu itu,sebut dia placur,apa kau tidak sadar kau juga mantan pelacur"Ketus Jorse menggeram.

__ADS_1


"Jadi kalau tidak mau tidur denganku,honey mau tidur sama siapa?,Kartika,Angel?"Kata Winda heran.


"Bukan urusanmu,percuma aku menabur benih sama mereka,tidak guna"Kata Jorse langsung berjalan menaiki anak tangga satu persatu.


Mata Winda melihat Jorse masuk kedalam kamar khusus,membuat Winda jadi berang sekali,sepertinya kharisma Winda sudah kalah dengan kecantikan Mawar.


"Brengsek, kamu enggak adil Jorse dua hari kamu bersama placur kecil itu"Batin Winda geram dan iri.


Disisi lain kaki Jorse sudah masuk kedalam kamar khusus dimana Mawar berada,Jorse melihat Mawar terbaring diatas ranjang.


"Tuan anda sudah pulang?"Tanya Mawar melihat Jorse membuka jasnya.


"Aku sudah pulang seperti yang kau lihat,kenapa kau bertanya lagi bego"Balas Jorse.


"Tuan tangan anda kenapa?"Tanya Mawar mendekati Jorse,Mawar memegang perban itu.


"Ditusuk orang,bentar lagi kau aku tusuk sama si Alex"Jawab Jorse senyum mesum.


"Alex?,siapa dia?"Tanya Mawar bingung.


"Apa kau sudah pandai mengisap pisang?"Tanya Jorse.


"Belum tuan,aku tanya mbak Rini dia malah tersenyum"Kata Mawar.


"Astaga kau tanya sama Rini kepala pelayan?"Kata Jorse mendengus kesal serta terkejut.


"Iya,kenapa emangnya?"Jawab Mawar tanpa rasa malu.


Jorse langsung membuka celananya membuat Mawar berjalan mundur,Jorse menaikan siAlex supaya Mawar peka dan paham Maksud Jorse.


"Tuan anda mesum,tolong tutup itu"Kata Mawar menutup matanya,Jorse langsung menarik tangan Mawar supaya matanya melihat siAlex.


"Kalau kau pandai mengisap pisang,kau harus hisap siAlex, ini namanya Alex,ingat kau harus paham supaya enggak bego bego amat" Kata Jorse sambil menunjuk bawahnya.


"Mawar tidak mau mengisap itu,geli tuan"Kata Mawar langsung naik keatas ranjang,Mawar baru nyambung soal mengisap pisang.


"Kalau enggak mau pegang aja,aku enggak suka jadi pemaksa,ayo lakukan dia udah berdiri"Kata Jorse kesal.


Tok tok tok


Pintu kamar ada yang ketuk membuat Jorse naik darah,seketika Jorse pakai celana lagi menyembunyikan siAlex,Mawar bernafas lega yang mengetuk pintu bagi Mawar dewa penolong.


Bersambung*


Like


Vote


Komen


Pavorit.

__ADS_1


__ADS_2